Monitorday.com – Produsen otomotif asal China, Geely, resmi memulai perakitan lokal mobil listrik terbarunya, EX2, di Indonesia. Model yang pertama kali diperkenalkan pada November 2025 ini dirakit di fasilitas rekanan, Handal Indonesia Motor (HIM), dan menyasar segmen kendaraan listrik dengan harga Rp200 jutaan.
Dengan dimulainya perakitan EX2, model ini menjadi kendaraan ketiga dalam jajaran produksi lokal Geely di Tanah Air. Sebelumnya, Geely telah lebih dulu merakit secara lokal Starray EM-i dan EX5.
CEO Geely Auto Indonesia, Wu Chuxing, mengatakan respons pasar terhadap EX2 terbilang tinggi sejak masa pemesanan awal dibuka. “Sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, Geely EX2 mendapatkan respons yang sangat positif dengan lebih dari 1.000 surat pemesanan kendaraan. Dalam waktu dekat kami akan mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia,” ujar Wu dalam keterangan resminya, Senin (19/1).
Wu mengungkapkan EX2 dirakit dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 46,5 persen. Menurutnya, langkah perakitan lokal ini menjadi bagian dari komitmen Geely untuk menghadirkan produk berstandar global yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
“Kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” katanya.
Tak hanya berfokus pada perakitan, Geely juga memperkuat fondasi industri kendaraan listrik nasional melalui peningkatan kapabilitas manufaktur dan kolaborasi di sektor komponen utama. Salah satunya melalui kemitraan dengan manufaktur lokal Gotion dalam penyediaan sel baterai untuk EX2.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia sekaligus membangun rantai nilai (value chain) yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dari sisi keamanan, baterai Geely EX2 mengusung teknologi Cell-to-Pack (CTP) yang dilengkapi Geely Battery Safety System serta sistem pendingin berbasis cairan. Seluruh standar keselamatan dan sertifikasi tetap mengacu pada protokol global Geely guna memastikan tingkat keamanan maksimal bagi konsumen.
Di lini produksi, penguatan manufaktur dilakukan melalui pelatihan teknis intensif, program berbagi pengetahuan, serta pendampingan langsung dari tim global Geely kepada tenaga kerja lokal. Proses perakitan juga dikawal dengan penerapan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES) untuk menjaga konsistensi kualitas di setiap tahap produksi.
Setiap unit EX2 turut menjalani serangkaian pengujian ketat, termasuk pengujian performa sistem advanced driver assistance system (ADAS) dalam berbagai skenario berkendara.
Wu menegaskan, perakitan lokal menjadi sarana penting bagi Geely untuk melakukan transfer teknologi, meningkatkan kompetensi manufaktur dalam negeri, sekaligus memenuhi ketentuan TKDN.
Sebagai informasi, pada November 2025 lalu Geely Auto Indonesia menetapkan harga pre-booking EX2 Max di kisaran Rp299,9 juta dan Rp273 juta, sementara EX2 Pro ditawarkan dengan harga Rp255,9 juta dan Rp233 juta.