Monitorday.com – Pengamat politik Rocky Gerung turut menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium, Jakarta, Sabtu (10/1). Ia menilai pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kali ini memiliki pendekatan berbeda karena tidak berfokus pada isu politik domestik, melainkan menyoroti persoalan kemanusiaan, lingkungan, dan solidaritas global.
Rocky mengungkapkan, banyak pihak semula menantikan pidato politik dari Megawati. Namun, Presiden ke-5 RI itu justru memilih membahas isu-isu yang dinilai lebih mendasar bagi dunia saat ini, mulai dari konflik internasional hingga krisis lingkungan.
“Ada hal yang unik. Banyak yang menunggu Ibu Megawati menyampaikan pidato politik. Tapi beliau menganggap ada yang lebih penting, yakni soal kemanusiaan, lingkungan, dan persahabatan,” ujar Rocky.
Menurutnya, Megawati membuka pidato dengan menyinggung dinamika politik global, khususnya terkait serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Ia menilai Megawati menegaskan prinsip kedaulatan negara dan penolakan terhadap intervensi negara adikuasa.
“Beliau bicara soal Venezuela, soal hak mempertahankan kemerdekaan, dan larangan satu negara adikuasa mencaplok atau menculik pemimpin negara berdaulat,” kata Rocky.
Rocky menilai pandangan tersebut sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia sejak awal, yakni menghormati kedaulatan setiap negara, menjaga hubungan bertetangga, serta menolak permusuhan yang dilandasi kebencian.
Selain isu geopolitik, Rocky juga menyoroti cara Megawati mengangkat persoalan perubahan iklim. Menurutnya, hal itu mencerminkan keinginan Indonesia untuk tampil sebagai pelopor dalam perlindungan lingkungan hidup, terlebih di tengah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah seperti Sumatra.
Poin paling penting dalam pidato Megawati, lanjut Rocky, adalah penekanan pada solidaritas kemanusiaan. Ia menyebut Megawati menegaskan tiga isu utama yang harus dirawat oleh generasi dunia ke depan.
“Pertama, menciptakan dunia tanpa kekerasan. Kedua, merawat bumi sebagai Ibu Pertiwi sekaligus Ibu Bumi. Ketiga, membangun solidaritas antarmanusia,” tutur Rocky.
Rocky menyebut keseluruhan pidato tersebut sebagai “kuliah kebangsaan” yang disampaikan Megawati dalam pembukaan rangkaian HUT dan Rakernas PDI Perjuangan.
Dalam pidatonya, Megawati juga secara tegas mengecam serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, termasuk dugaan penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern.
“Saya menyampaikan sikap tegas PDI Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya. Tindakan ini merupakan pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional,” ujar Megawati.
Megawati menegaskan, praktik intervensi, pemaksaan kehendak, dan penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat merupakan pola lama yang seharusnya ditinggalkan dalam tatanan hubungan internasional modern.