Dalam hidup, kita sering melihat orang yang hidupnya penuh kemewahan dan kesuksesan, tetapi mereka justru semakin jauh dari agama. Mereka menikmati segala fasilitas dunia tanpa hambatan, seakan-akan hidup mereka sempurna. Namun, tahukah kita bahwa hal ini bisa jadi bukan keberkahan, melainkan istidraj—sebuah bentuk azab tersembunyi dari Allah?
Apa Itu Istidraj?
Istidraj adalah keadaan di mana seseorang terus-menerus diberi kenikmatan duniawi oleh Allah, padahal mereka berada dalam kesesatan. Nikmat tersebut bukanlah tanda kasih sayang, melainkan jebakan yang membuat mereka semakin jauh dari Allah.
Allah SWT berfirman:
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah bisa saja membiarkan seseorang hidup dalam kelimpahan sebagai bentuk hukuman tersembunyi. Mereka merasa nyaman, tetapi sesungguhnya mereka sedang ditarik menuju kebinasaan tanpa mereka sadari.
Tanda-Tanda Seseorang Terkena Istidraj
1. Makin Kaya, tetapi Makin Jauh dari Allah
Orang yang mengalami istidraj akan terus bertambah kekayaannya, tetapi ibadahnya justru semakin berkurang. Mereka merasa tak perlu berdoa atau bersyukur karena menganggap semuanya adalah hasil usaha mereka sendiri.
2. Terus Berbuat Maksiat tanpa Rasa Bersalah
Mereka melakukan dosa tanpa merasa takut atau menyesal. Bahkan, mereka menganggap kemaksiatan sebagai gaya hidup dan terus menikmatinya.
3. Kesuksesan Datang dengan Mudah tanpa Ujian
Berbeda dengan orang beriman yang diuji sebelum mendapatkan sesuatu, mereka yang mengalami istidraj justru mendapatkan segalanya dengan mudah. Ini membuat mereka semakin lalai dan angkuh.
4. Merasa Tidak Butuh Allah
Mereka jarang berdoa dan menganggap agama hanya untuk orang yang lemah. Mereka merasa dunia ada dalam genggaman mereka dan lupa bahwa segalanya bisa lenyap dalam sekejap.
Istidraj vs Keberkahan: Apa Bedanya?
Banyak orang salah mengira bahwa kemewahan adalah tanda keberkahan. Padahal, keberkahan dan istidraj memiliki perbedaan yang jelas:
Keberkahan adalah nikmat yang membawa seseorang semakin dekat kepada Allah. Orang yang diberi keberkahan tetap rendah hati, bersyukur, dan taat kepada Allah.
Istidraj adalah nikmat yang justru menjauhkan seseorang dari Allah. Orang yang terkena istidraj merasa dunia adalah segalanya dan lupa pada kehidupan akhirat.
Bagaimana Menghindari Istidraj?
1. Selalu Bersyukur dan Mengingat Allah
Jangan biarkan nikmat dunia membuat kita lupa pada Allah. Biasakan untuk selalu bersyukur dan menggunakan nikmat tersebut untuk hal yang bermanfaat.
2. Perbanyak Taubat dan Istighfar
Jika kita merasa hidup terlalu nyaman tetapi jauh dari ibadah, itu adalah tanda bahaya. Segeralah bertobat sebelum nikmat berubah menjadi azab.
3. Gunakan Rezeki untuk Kebaikan
Jika Allah memberikan kita kekayaan, gunakan itu untuk membantu sesama dan berkontribusi dalam amal kebaikan. Jangan biarkan harta menjadikan kita lupa diri.
4. Ingat bahwa Dunia Sementara
Semua yang kita miliki bisa hilang dalam sekejap. Keberkahan sejati bukan terletak pada harta, tetapi pada ketenangan hati dan kedekatan dengan Allah.
Kesimpulan
Istidraj adalah ketika Allah memberikan kenikmatan duniawi kepada seseorang bukan sebagai tanda keberkahan, tetapi sebagai bentuk azab yang terselubung. Orang yang terkena istidraj sering kali merasa hidupnya sempurna, padahal sebenarnya mereka sedang dijauhkan dari rahmat Allah.
Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati terhadap nikmat yang kita terima. Jangan sampai kekayaan, kesuksesan, dan kenyamanan dunia membuat kita lalai. Perbanyak syukur, taubat, dan gunakan rezeki dengan cara yang diridai Allah agar kita terhindar dari istidraj.