Monitorday.com – Setiap manusia memiliki fase gelap dalam hidupnya. Ada yang terjebak dalam dosa, ada yang merasa kehilangan arah, dan ada juga yang seolah tenggelam dalam rutinitas tanpa makna. Tapi satu hal yang perlu diyakini: hidayah tak pernah salah alamat. Ia akan datang pada siapa pun yang Allah kehendaki, pada waktu yang paling tepat, dan dengan cara yang sering kali tak terduga.
Hidayah dan Takdir: Bukan Milik Orang Suci Saja
Banyak orang merasa dirinya terlalu kotor untuk kembali kepada Allah. Padahal, justru perasaan itulah yang sering kali menjadi awal dari hidayah. Dalam Islam, tidak ada istilah “terlambat” atau “tidak pantas” untuk bertaubat. Allah Maha Pengampun, dan hidayah-Nya tidak memilih hanya orang-orang suci.
Kisah-kisah orang yang mendapatkan hidayah membuktikan bahwa Allah tak pernah menutup pintu ampunan. Ada yang dulunya pelaku maksiat, pemabuk, bahkan kriminal, namun kemudian berubah total dan menjadi pribadi yang saleh, lembut, dan penuh cinta kepada agama.
Hidayah tidak mengenal status sosial, pendidikan, apalagi masa lalu. Ia bisa menyapa siapa saja: dari jalanan yang panas hingga ruang kuliah yang sunyi, dari tahanan yang gelap hingga kamar yang mewah.
Ketika Gelap Justru Menjadi Awal Cahaya
Seorang teman pernah bercerita tentang masa tergelapnya. Ia kehilangan pekerjaan, rumah tangganya hancur, dan ia mulai menyalahkan hidup. Dalam keputusasaan itu, ia duduk sendiri di malam hari dan hanya bisa menangis. Tanpa disadari, tangis itu berubah jadi doa.
Beberapa hari kemudian, tanpa rencana, ia mendatangi masjid saat adzan Subuh berkumandang. Ia ikut shalat berjamaah, dan merasakan ketenangan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Sejak saat itu, hidupnya perlahan berubah. Ia kembali beribadah, memperbaiki diri, dan memulai bisnis kecil yang jujur.
Ia mengatakan, “Kalau bukan karena gelapnya masa lalu, mungkin saya tidak akan pernah menghargai indahnya cahaya.” Di sinilah kita melihat bahwa dalam kesulitan dan kejatuhan, Allah sering menyelipkan jalan pulang.
Menjemput Hidayah: Usaha yang Harus Dilakukan
Meskipun hidayah adalah murni pemberian Allah, bukan berarti kita hanya menunggu tanpa usaha. Seperti halnya rezeki, hidayah juga harus dijemput. Caranya? Dengan mendekat kepada Allah.
Mulailah dari yang sederhana: perbanyak dzikir, baca Al-Qur’an meskipun hanya satu ayat per hari, hadiri kajian walau hanya seminggu sekali, atau cukup duduk sendiri di malam hari dan berdialog dengan Allah. Tidak ada cara yang sia-sia selama kita benar-benar ikhlas mencarinya.
Jangan pernah remehkan kebaikan kecil. Mungkin satu ucapan istighfar, satu sedekah, atau satu air mata tobat bisa menjadi titik awal datangnya cahaya yang akan membimbing kita selamanya.
Hidayah yang Konsisten Butuh Perjuangan
Setelah mendapatkan hidayah, perjuangan belum selesai. Justru di situlah ujian dimulai. Godaan lama akan datang kembali, lingkungan bisa jadi tidak mendukung, bahkan keluarga sendiri bisa menjadi penghalang.
Namun, Allah tidak akan meninggalkan orang yang telah Ia beri petunjuk. Selama kita terus berjuang, Allah akan terus menguatkan hati kita. Seperti firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka…”
(QS. Fussilat: 30)
Istiqamah adalah kunci. Walaupun jatuh, bangkitlah kembali. Meskipun goyah, tetaplah bertahan. Karena setiap langkah kecil menuju Allah akan dibalas dengan keberkahan yang besar.
Hidayah di Zaman Digital
Hari ini, hidayah bisa datang lewat berbagai cara yang tidak pernah dibayangkan. Media sosial, YouTube, podcast, bahkan meme islami bisa menjadi pintu masuk seseorang untuk mengenal Islam lebih dalam.
Sudah banyak kisah viral tentang anak muda yang awalnya hanya scroll TikTok, lalu terhenti pada video pengingat kematian, dan akhirnya terdorong untuk berubah. Atau seorang gamer yang tanpa sengaja mendengar ceramah saat live stream, lalu mulai tertarik belajar agama.
Zaman sekarang memberi kita dua sisi: bisa menyesatkan, tapi juga bisa menyelamatkan. Pilihan ada di tangan kita. Isi timeline dengan hal baik, ikuti akun-akun dakwah, dan jadikan media sebagai jembatan menjemput hidayah, bukan jebakan yang menyesatkan.
Hidayah Itu Nyata, Asal Kita Mau Mencari
Tak ada yang lebih indah dari hidup yang dipenuhi makna. Dan makna itu hanya bisa ditemukan jika hati kita terhubung dengan Pencipta. Hidayah bukan milik orang tertentu. Ia adalah undangan cinta dari Allah kepada siapa pun yang membuka hatinya.
Jadi jika kamu merasa sedang berada di titik gelap, jangan menyerah. Bisa jadi, itu adalah cara Allah mengetuk pintumu. Jangan abaikan suara hati yang rindu pulang. Karena saat kamu melangkah satu langkah kepada-Nya, Allah akan melangkah seribu langkah mendekatimu.