Connect with us

News

Indonesia dan Amerika Jalin Kerjasama Perkuat Kompetensi SDM Industri

Deni Irawan

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Perindustrian melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) menjalin kerja sama untuk mengakselerasi penerapan industri 4.0 dengan pelaku dan asosiasi industri dari Amerika Serikat.

Asosiasi Industri tersebut antara lain seperti American Society for Testing and Materials (ASTM), Intel, Amazon Web Services (AWS), dan McKinsey.

Di Amerika, proses otomatisasi manufaktur tradisional menggunakan teknologi robotik, Internet of Things (IoT), analisa big data, artificial intelligence, dan teknologi lainnya telah menunjukkan peningkatan efisiensi.

“Kami telah melakukan penandatanganan MoU antara PIDI 4.0 dengan ASTM dari Amerika Serikat tentang Pengembangan SDM Industri dan Transformasi Industri 4.0,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan di Jakarta, Rabu (22/11).

Cakupan kerja sama BPSDMI dan ASTM antara lain kolaborasi pelatihan Industri 4.0 untuk upskilling, reskilling, dan cross-skilling bagi sumber daya manusia industri (SDM) di Indonesia dalam bidang desain untuk manufaktur aditif, keamanan manufaktur aditif, jaminan mutu manufaktur aditif logam, kualifikasi dan sertifikasi manufaktur aditif, dan proses laser powder bed fusion logam tingkat lanjut.

“Selain itu, kerja sama juga meliputi proyek penelitian dan pengembangan industri 4.0 yang dapat didukung oleh Additive Manufacturing Center of Excellence (AM CoE), workshop, konferensi, simposium, serta berbagai program potensial lainnya,” ujar Masrokhan.

ASTM akan memberikan bantuan kepada organisasi lokal melalui pengembangan dokumen panduan, pelatihan khusus, penyiapan fasilitas Industri 4.0 yang sesuai dengan standar internasional, penyiapan sistem manajemen mutu, serta penyusunan kerangka kualifikasi dan sertifikasi di industri 4.0.

Selain penandatanganan MoU dengan pihak ASTM, perwakilan BPSDMI juga mengunjungi Departemen Komersialisasi US dan Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) Amerika Serikat pada Kamis (16/11).

“Saya ingin menekankan bahwa NIST dan BPSDMI (PIDI 4.0) memiliki  tujuan yang sama yaitu mendorong inovasi dan daya saing industri dengan memajukan teknologi sebagai upaya peningkatan ketahanan ekonomi,” imbuhnya.

Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama yang dapat dijalin oleh Indonesia dan NIST terkait transformasi industri atau sektor lain yang terkait.

Masrokhan yakin bahwa diskusi tentang transformasi digital dan advanced manufacturing akan memberikan inspirasi bagi para pihak untuk dapat mengidentifikasi potensi kolaborasi antara PIDI 4.0 dengan NIST.

“Berangkat diskusi bilateral tersebut, kami akan membangun kemitraan antara BPSDMI (PIDI 4.0) dengan NIST melalui pelaksanaan program dan kegiatan kolaboratif,” tutur Masrokhan.

PIDI 4.0 diluncurkan pada awal Desember 2021 dengan misi menjadi one stop solution penerapan industri 4.0 di Indonesia. Saat ini PIDI 4.0 telah memiliki 44 mitra dari dalam maupun luar negeri yang terdiri dari industri, asosiasi, hingga unit pendidikan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Hadapi Tarif Baru Trump

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penerapan tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Sebagai respons, Indonesia akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC guna melakukan negosiasi langsung dengan pihak AS.

“Mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS,” ujar Kemlu dalam keterangan resminya, Kamis (3/4).

Selain langkah diplomasi, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk merespons kebijakan tersebut. Salah satu perhatian utama adalah isu-isu yang disoroti dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan oleh US Trade Representative.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk mengambil langkah strategis, termasuk melakukan perbaikan struktural dan kebijakan deregulasi.

“Yaitu penyederhanaan regulasi dan penghapusan regulasi yang menghambat, khususnya terkait dengan Non-Tariff Barrier,” jelasnya.

Pemerintah juga berupaya memperbaiki iklim investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Selain itu, Indonesia aktif berkoordinasi dengan Malaysia, sebagai pemegang Keketuaan ASEAN, untuk merumuskan langkah bersama dalam menghadapi kebijakan tarif baru ini.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang mencakup lebih dari 180 negara. Kebijakan ini memicu eskalasi perang dagang antara AS dan berbagai negara di dunia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak, dengan tarif impor baru sebesar 32 persen. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi keenam di ASEAN dalam hal besaran tarif, sementara Kamboja menjadi negara dengan tarif tertinggi di kawasan, yaitu sebesar 49 persen.

Continue Reading

News

Rayakan Idulfitri, Umat Islam Jaya Wijaya Lakukan Hal Ini

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, ratusan umat muslim di kampung Apenas, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menggelar upacara bakar batu pada 1 April 2025.

Upacara ini menyajikan berbagai hidangan tradisional Papua seperti ayam, ubi, keladi, singkong, dan sayur-mayur lainnya yang dimasak menggunakan metode bakar batu.

Selain merayakan lebaran, acara tersebut juga digelar untuk syukuran atas selesainya pembangunan Mushola Al-Mujahidin di kampung Apenas, distrik Walesi.

Tema perayaan Idul Fitri dan syukuran ini adalah “Kuatkan Silaturahmi Teguhkan Iman dan Takwa” dengan sub tema “Wujudkan Semangat Kebersamaan Dalam Keberagaman dan Saling Memaafkan”.

Havid Yelipele, pengurus mushola, menyatakan rasa syukurnya karena mushola yang dibangun sejak 2018 ini akhirnya selesai meski menghadapi berbagai tantangan.

Yelipele juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Moses Asso dan umat Katolik yang telah mendonasikan bangunan yang awalnya balai desa, kemudian dialihfungsikan menjadi mushola.

Mushola Al-Mujahidin hadir untuk kepentingan internal umat muslim di kampung Apenas, sebagai tempat ibadah sholat lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya.

Ia menambahkan bahwa mushola ini hadir untuk menjawab kerinduan umat muslim yang selama ini harus pergi jauh ke masjid Al-Aqso untuk sholat.

Yelipele mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam bentuk barang, tenaga, pikiran, dan saran selama proses pembangunan mushola.

Dia berharap dengan hadirnya mushola, umat muslim di kampung Apenas dapat aktif melaksanakan sholat berjamaah dan menjaga hidup rukun serta toleransi antar umat beragama.

Pada momen Idul Fitri ini, Yelipele juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat muslim di kampung Apenas.

Ustdz Malik Asso dalam khotbahnya mengingatkan bahwa sholat memiliki fungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-‘Ankabut: 45.

Sholat, menurut Asso, membantu seseorang mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan keimanan, dan menghindari perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Asso juga berharap umat muslim di kampung Apenas lebih semangat dalam melaksanakan sholat lima waktu dan mengisi berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Dia mendorong umat muslim di kampung Apenas untuk mengajarkan anak-anak kecil mengaji, agar mushola ini tetap hidup dan aktif.

Continue Reading

News

Polisi London Amankan Warga Yang Terlibat Organisasi Hizbullah

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Kesatuan kontraterorisme kepolisian Inggris di wilayah London mengumumkan penangkapan dua orang yang diduga terhubung dengan kelompok Hizbullah.

Penangkapan ini merupakan bagian dari investigasi atas kegiatan mereka di Inggris dan luar negeri, menurut laporan Reuters.

Seorang pria berusia 39 tahun ditangkap di utara London karena diduga menjadi anggota Hizbullah dan mempersiapkan rencana serangan terorisme.

Pria tersebut juga diduga terlibat dalam pendanaan untuk tujuan terorisme.

Pria kedua, berusia 35 tahun, ditangkap di barat London dengan tuduhan serupa, yakni menjadi anggota Hizbullah.

Hizbullah sendiri telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Inggris.

Dominic Murphy, pimpinan kesatuan kontraterorisme kepolisian London, menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

Murphy menegaskan bahwa penangkapan ini menunjukkan komitmen polisi untuk bertindak tegas terhadap aktivitas teroris.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku terorisme, baik di Inggris maupun di luar negeri.

Kedua pria tersebut dibebaskan dengan jaminan hingga pertengahan Juli 2025.

Pihak kepolisian menyatakan tidak ada tanda-tanda ancaman terhadap keselamatan publik saat ini.

Pemerintah Inggris telah menyatakan Hizbullah sebagai organisasi terlarang sejak 2019.

Penangkapan ini menunjukkan upaya berkelanjutan Inggris dalam memerangi terorisme.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut.

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa mereka akan tetap memantau aktivitas kelompok teroris di dalam dan luar Inggris.

Penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok teror ini menjadi prioritas penting bagi keamanan nasional Inggris.

Continue Reading

News

Indonesia Akhiri Misi Kemanusiaan Korban Gempa Myanmar

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia resmi menutup misi kemanusiaannya untuk korban gempa bumi di Myanmar setelah pengiriman bantuan tahap terakhir pada Kamis (3/4).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan bahwa pengiriman bantuan logistik tahap ketiga ini menjadi yang terakhir dalam rangkaian misi kemanusiaan Indonesia.

“Ini merupakan tahap ketiga sekaligus terakhir. Setelah hari ini, jika ada masyarakat Indonesia yang ingin menyumbang ke Myanmar, itu harus dilakukan melalui jalur masing-masing karena pemerintah tidak lagi memfasilitasi,” ujar Suharyanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sebanyak 157 personel dikerahkan dalam misi ini, dengan 92 di antaranya telah tiba di Myanmar untuk menjalankan berbagai tugas kemanusiaan. Tim ini terdiri atas personel dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Kesehatan, BNPB, serta Basarnas.

Dari segi bantuan logistik, Indonesia telah mengirimkan 124 ton bantuan bagi korban gempa. Saat ini, sekitar 24 ton bantuan dari Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan telah berada di Myanmar. Sejumlah perlengkapan dari Basarnas, seperti dua truk, genset, serta peralatan lainnya, juga telah dikirimkan secara bertahap.

Pengiriman tahap ketiga ini dilakukan dengan menggunakan dua pesawat, yakni satu pesawat Garuda Boeing 747-800 dan satu pesawat kargo. Total bantuan yang diberangkatkan hari ini mencapai 105 ton, yang terdiri atas obat-obatan dari Kementerian Kesehatan serta sumbangan dari Kementerian Pertanian, Baznas, BNPB, dan sektor swasta.

Beberapa organisasi kemanusiaan yang turut berkontribusi dalam bantuan ini antara lain Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Human Initiative, AGP, dan Budha Tzu Chi.

Menteri Koordinator PMK, Pratikno, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan didasarkan pada kebutuhan mendesak korban gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3).

“Kami membawa barang-barang yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di Myanmar,” kata Pratikno.

Seluruh bantuan dan personel kemanusiaan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Myanmar, dengan tujuan akhir Kota Naypyidaw. Selanjutnya, tim akan melanjutkan perjalanan ke Yangon pada petang hari.

Pratikno menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN.

“Bantuan yang kami kirimkan hari ini merupakan tahap ketiga. Tahap pertama telah dikirim pada Senin, diikuti tahap kedua pada Selasa dalam dua kloter. Hari ini, dalam tahap ketiga, kami mengirimkan dua pesawat—satu untuk penumpang dan satu untuk kargo,” jelasnya.

Dengan berakhirnya tahap ketiga ini, misi kemanusiaan yang difasilitasi pemerintah Indonesia resmi ditutup. Namun, masyarakat yang ingin memberikan bantuan tetap dapat menyalurkannya secara mandiri.

Continue Reading

News

Silaturahmi ke Gus Mus, Mendikdasmen Dapat Wejangan Ini

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersilaturahmi ke KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, pada Rabu (2/4/2025).

Kunjungan ini menjadi ajang diskusi hangat, yang diselingi dengan guyonan khas sang ulama.

Momen tersebut dibagikan langsung oleh Abdul Mu’ti melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, tampak ia tidak sendiri. Ia turut didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) serta Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla.

“Bersilaturahmi dengan Gus Mus dan Gus Yahya di Rembang,” tulis Abdul Mu’ti dalam unggahannya di Instagram @abe_mukti.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana Idulfitri itu, Abdul Mu’ti mengaku meminta nasihat kepada Gus Mus. Namun, permintaannya justru ditanggapi dengan guyonan khas sang kiai.

“Harusnya menteri yang menasihati kami-kami rakyat jelata ini,” ujar Gus Mus dengan nada bercanda, seperti dikutip dari unggahan Abdul Mu’ti.

Mendengar selorohan tersebut, Mendikdasmen pun tak tinggal diam dan menimpali dengan balasan yang tak kalah mengundang tawa.

“Nasihat kiai kami butuhkan karena sejak jadi menteri kami jarang baca kitab kuning dan lebih banyak baca anggaran,” jawabnya, yang langsung disambut gelak tawa para hadirin.

Silaturahmi antara tokoh pemerintah dan ulama ini menjadi bukti eratnya hubungan antara dunia pendidikan dan keagamaan di Indonesia, sekaligus memperlihatkan bagaimana kebijaksanaan dapat disampaikan dengan humor yang ringan namun bermakna.

Continue Reading

News

King Salman Global Academy Gelar Bulan Bahasa Arab di Spanyol

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – King Salman Global Academy for the Arabic Language menggelar program Bulan Bahasa Arab di Spanyol sepanjang April tahun ini.

Program ini merupakan inisiatif komprehensif untuk pengembangan kurikulum bahasa Arab dan mempromosikan bahasa tersebut.

Tujuan dari program ini adalah untuk menyoroti upaya-upaya yang dilakukan Arab Saudi di bidang bahasa Arab.

Program ini dirancang untuk memperkuat hubungan akademis dan pendidikan antara Arab Saudi dan institusi internasional.

Kegiatan program meliputi pameran, seminar, kursus, pelatihan, tes kecakapan berbahasa Arab, dan kompetisi bagi pelajar.

Program ini bekerja sama dengan berbagai institusi akademik dan universitas di Spanyol.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya global untuk mengajarkan bahasa Arab di berbagai negara.

Sebagai bagian dari program pengajaran bahasa Arab, kegiatan serupa telah digelar di negara-negara seperti Uzbekistan, Indonesia, dan China.

Selain itu, inisiatif ini juga telah dilaksanakan di India, Prancis, Brazil, Thailand, dan Malaysia.

Melalui program ini, Arab Saudi bertujuan untuk memperkenalkan bahasa Arab sebagai bahasa global yang penting.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran budaya dan akademik antara negara-negara yang terlibat.

Program ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan bahasa Arab kepada dunia.

Pemerintah Arab Saudi berharap inisiatif ini dapat meningkatkan minat global terhadap bahasa Arab.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Arab Saudi terhadap pendidikan bahasa Arab di tingkat internasional.

Dengan dukungan dari berbagai universitas dan institusi akademik, program ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab.

Program Bulan Bahasa Arab ini diharapkan dapat memperkuat hubungan internasional Arab Saudi dengan negara-negara lain di bidang pendidikan bahasa.

Continue Reading

News

Selamatkan Lansia Saat Kebakaran Hutan Korsel, Sugiyanto Terima Penghargaan Ini

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Seorang nelayan asal Indonesia, Sugiyanto, yang berhasil menyelamatkan warga lanjut usia saat kebakaran hutan di Korea Selatan, akan menerima sejumlah penghargaan dari Pemerintah Indonesia.

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Kamis (3/4), Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Abdul Kadir Karding, menghubungi Sugiyanto melalui panggilan video untuk menyampaikan apresiasi atas keberaniannya.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mas Sugiyanto. Insyaallah, Pemerintah Indonesia akan memberikan penghargaan sebagai bentuk penghormatan, yang akan disampaikan melalui keluarganya di Indramayu,” ujar Abdul Kadir.

Selain penghargaan, pemerintah juga tengah mengupayakan agar Sugiyanto memperoleh visa F-2, yakni visa residensi jangka panjang di Korea Selatan. Lebih lanjut, ia juga akan diangkat sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia, dengan harapan bisa menjadi teladan bagi pekerja migran lainnya.

Kisah heroik Sugiyanto terjadi saat kebakaran besar melanda kawasan Uiseong pada 25 Maret 2025 malam. Api yang menjalar hingga ke desa pesisir tempatnya tinggal memaksa warga untuk segera mengungsi. Tanpa ragu, Sugiyanto bersama kepala komunitas nelayan setempat, Yoo Myung-sin, bergegas membangunkan warga dan membantu mereka menyelamatkan diri.

Dalam proses evakuasi, Sugiyanto bahkan menggendong beberapa lansia menuju titik aman. Aksinya ini mendapat pujian luas, bahkan seorang warga berusia 90 tahun mengungkapkan, “Jika bukan karena dia, kami semua pasti sudah meninggal.”

Berkat keberaniannya, semua warga desa berhasil selamat dari musibah tersebut. Namanya kini menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan sebagai pahlawan dari Indonesia.

Sugiyanto telah bekerja sebagai nelayan di desa pesisir Chuksan-myeon selama delapan tahun terakhir dengan visa kerja. Keluarganya tinggal di Indonesia, dan ia hanya bisa pulang setiap tiga tahun sekali.

Penghargaan yang akan diberikan oleh pemerintah Indonesia menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepahlawanannya, sekaligus sebagai inspirasi bagi pekerja migran lainnya di seluruh dunia.

Continue Reading

News

Pemerintah Uni Emirat Arab Hukum Mati Pembunuh Orang Yahudi di Negaranya

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Pengadilan di Uni Emirat Arab menjatuhkan hukuman mati terhadap tiga terdakwa dalam kasus pembunuhan seorang rabi Yahudi warga negara Israel-Moldova, yang tewas pada November 2024.

Putusan tersebut dikeluarkan oleh Pengadilan Banding Federal Abu Dhabi pada 31 Maret 2025.

Pembunuhan rabi Zvi Kogan, 28, dilakukan dengan tujuan terorisme, menurut pernyataan pengadilan.

Tiga terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati, sementara terdakwa keempat dihukum penjara seumur hidup.

Menurut peraturan di UEA, vonis hukuman mati bisa diajukan banding untuk memperoleh keringanan.

Pada November 2024, Kementerian Dalam Negeri UEA mengungkapkan bahwa ketiga tersangka adalah warga negara Uzbekistan.

Kogan telah tinggal di Abu Dhabi selama bertahun-tahun sebelum ia dilaporkan hilang pada November 2024.

Beberapa hari setelah hilang, mayat Kogan ditemukan di kota Al Ain yang berbatasan dengan Oman.

Kogan bekerja sebagai perwakilan dari organisasi Yahudi Ortodoks Chabad di Uni Emirat Arab.

Chabad adalah organisasi yang memiliki jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan orang Yahudi yang tidak berafiliasi.

Organisasi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Yahudi sekuler dan sekte-sekte Yahudi lainnya.

Chabad berfokus pada membangun komunitas Yahudi di berbagai negara, termasuk di UEA.

Kehadiran Kogan di Abu Dhabi adalah bagian dari upaya Chabad untuk memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut.

Kasus ini mengguncang komunitas internasional, terutama di kalangan komunitas Yahudi.

Sistem hukum di Uni Emirat Arab memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk mengajukan banding terhadap putusan hukuman mati.

Pembunuhan ini menunjukkan ketegangan yang masih ada dalam hubungan internasional yang melibatkan negara-negara di Timur Tengah.

Kasus ini mencerminkan pentingnya penegakan hukum terhadap terorisme di kawasan tersebut.

Continue Reading

News

Elon Musk Bakal Tinggalkan Jabatan di Pemerintahan Trump

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Elon Musk dikabarkan akan segera mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala Kementerian Efisiensi Pemerintahan (DOGE) dalam beberapa minggu mendatang.

Kabar ini mencuat setelah Presiden Donald Trump menyiratkan hal tersebut dalam pernyataannya kepada media pada Senin (31/3), sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Rabu (2/3).

“Dia harus menjalankan perusahaan besar… pada suatu saat dia akan kembali,” ujar Trump. “Saya akan mempertahankannya selama saya bisa mempertahankannya.”

Spekulasi semakin menguat karena Musk hanya diperbolehkan menjabat sebagai pegawai pemerintah khusus selama 130 hari. Jika dihitung sejak pelantikannya pada Januari 2025, masa jabatan Musk kemungkinan akan berakhir pada akhir Mei.

Meski begitu, Gedung Putih membantah rumor pengunduran diri Musk, menegaskan bahwa ia “akan tetap di sini.” Namun, sumber dalam pemerintahan yang dikutip Politico pada Rabu (2/3) menyebutkan bahwa Musk memang akan segera meninggalkan jabatannya sebagai “tukang gergaji anggaran” dalam waktu dekat.

Menanggapi laporan tersebut, Musk membantah klaim tersebut sebagai berita “palsu.” Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menyebut laporan itu sebagai “sampah.”

“Elon Musk dan Presiden Trump sama-sama menyatakan secara terbuka bahwa Elon akan meninggalkan layanan publik sebagai pegawai pemerintah khusus saat pekerjaannya yang luar biasa di DOGE selesai,” jelas Leavitt.

Terlepas dari kepergian Musk, departemen yang ia pimpin, DOGE, akan tetap beroperasi hingga 2026 sesuai dengan instruksi dari Presiden Trump. Beberapa pejabat yang ditunjuk Musk di berbagai lembaga pemerintah juga kemungkinan akan tetap menjabat lebih lama dari dirinya.

Sejak Musk bergabung dengan DOGE pada Januari 2025, lembaga ini telah melakukan pemangkasan besar-besaran di berbagai departemen pemerintah AS. Pekan ini saja, DOGE telah memberhentikan 10 ribu pegawai Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, serta berupaya menghapus lembaga seperti USAID dan media pemerintah Voice of America.

Menurut New York Times, sekitar 56 ribu pegawai pemerintah pusat telah diberhentikan sejak 20 Januari, dengan 75 ribu lainnya menerima pesangon sukarela. Target pengurangan tenaga kerja ini diperkirakan akan mencapai setidaknya 171 ribu pegawai di masa mendatang.

Musk mengklaim bahwa langkah-langkah efisiensi ini telah menghemat anggaran sebesar $140 miliar, meskipun sejumlah media menyoroti adanya kesalahan dalam perhitungan tersebut. Kepada Fox News, Musk menyatakan ambisinya untuk “mengurangi defisit sebesar $1 triliun” sebelum masa jabatannya berakhir.

Namun, keberadaan Musk di pemerintahan telah menimbulkan kekhawatiran terkait konflik kepentingan, terutama mengingat kontrak pemerintah yang melibatkan perusahaannya. Selain itu, sebagai pegawai pemerintah khusus, rincian keuangan Musk tetap dirahasiakan, menambah kontroversi dalam masa kepemimpinannya di DOGE.

Continue Reading

News

Idul Fitri 1446 H, Mendikdasmen: Menjaga Hati, Mengendalikan Diri

Khutbah Idulfitri 1446 H oleh Abdul Mu’ti menekankan pentingnya mengendalikan hawa nafsu, bijak dalam bermedia sosial, serta membangun karakter dan persatuan umat. Konsistensi setelah Ramadan menjadi kunci keberkahan hidup.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Lebaran selalu menghadirkan suasana kebahagiaan. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: menjaga hati tetap bersih dan mengendalikan diri dari amarah.

Inilah pesan utama yang disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen, Prof Abdul Mu’ti, dalam khutbah Idulfitri 1446 H. Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam menahan hawa nafsu merupakan kunci kehidupan yang lebih berkah dan harmonis.

Dalam khutbahnya, Prof Mu’ti mengingatkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Tin ayat 4. Namun, kemuliaan ini tidak hanya berasal dari fisik, melainkan juga dari akal dan kemampuannya untuk berpikir serta bertindak dengan bijak. Ia juga mengutip QS. Al-Isra’ ayat 70, yang menegaskan bahwa manusia dimuliakan dengan ilmu dan keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain.

Meski demikian, potensi kemuliaan ini bisa tercoreng jika seseorang tidak mampu mengendalikan nafsu. “Nafsu bisa menjadi sumber kebaikan, tetapi jika dibiarkan lepas kendali, ia juga bisa menjadi pintu keburukan,” tegas Mu’ti. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus membersihkan hati dan menata jiwa agar tetap berada di jalan yang diridai Allah.

Tantangan zaman modern pun tak luput dari perhatiannya. Prof Mu’ti menyoroti betapa derasnya arus informasi di era digital, di mana kebenaran dan kebohongan sering kali bercampur. Hoaks dan ujaran kebencian bertebaran di media sosial, mengancam persatuan dan memicu perpecahan. “Di era ini, antara haq dan hoaks sulit dibedakan jika kita tidak terbiasa melakukan tabayun (klarifikasi),” ungkapnya.

Sebagai bentuk solusi, ia mengajak umat Islam untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Tidak semua yang viral itu benar, dan tidak semua yang populer itu baik. Dalam Islam, menjaga lisan dan tulisan merupakan bagian dari akhlak mulia. Mu’ti mengingatkan akan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagai pendidik, Prof Mu’ti juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Menurutnya, membangun karakter tidak cukup hanya dengan ceramah atau perintah, melainkan harus melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan kecil seperti menepati janji, berkata jujur, dan menghormati orang lain dapat membentuk karakter yang kuat dan unggul. “Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong,” tambahnya.

Prof Mu’ti juga menegaskan bahwa umat Islam harus saling mendukung dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Persatuan dan solidaritas menjadi faktor utama dalam menghadapi tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Ramadan bukan diukur dari seberapa banyak ibadah yang dilakukan, tetapi dari seberapa istiqamah seseorang dalam menerapkan nilai-nilai kebaikan setelah Ramadan berlalu.

Menutup khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Syawal sebagai momentum evaluasi diri. “Jangan sampai kita kembali kepada kebiasaan buruk setelah Ramadan usai. Mari kita terus berbuat baik dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” pungkasnya.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News22 minutes ago

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Hadapi Tarif Baru Trump

Sportechment1 hour ago

David da Silva Cedera, Dipastikan Absen Saat Persib Hadapi Borneo FC

News2 hours ago

Rayakan Idulfitri, Umat Islam Jaya Wijaya Lakukan Hal Ini

Migas2 hours ago

Indonesia, Raja Baru BBM Terbarukan!

Review3 hours ago

Ironi Penegak Hukum: Duterte Ditangkap, Nyetanyahu Bebas

Ruang Sujud3 hours ago

Menemukan Hikmah Hidup Melalui Tadabbur Al-Qur’an

Review3 hours ago

Dari Tumpeng ke Retreat: Resep Lunaknya Megawati

Review3 hours ago

Kebebasan Jurnalis Asing: Peluang atau Ancaman?

Review4 hours ago

Jejak Pagar Laut: Identitas di Persimpangan

Review4 hours ago

Intelijen Ekonomi: Senjata Rahasia Menuju Kemenangan

News4 hours ago

Polisi London Amankan Warga Yang Terlibat Organisasi Hizbullah

Sportechment6 hours ago

Sam Mendes Garap Empat Film Biopik The Beatles, Kapan Rilisnya?

Sportechment7 hours ago

April 2025 Penuh Warna! Deretan Konser Musik Internasional Siap Guncang Indonesia

Ruang Sujud7 hours ago

Tadabbur Al-Qur’an: Kunci Kedamaian Hati dan Pikiran

Sportechment7 hours ago

Sebelum Dimakamkan Ray Sahetapy Bakal Disalatkan di Masjid Istiqlal

News7 hours ago

Indonesia Akhiri Misi Kemanusiaan Korban Gempa Myanmar

News8 hours ago

Silaturahmi ke Gus Mus, Mendikdasmen Dapat Wejangan Ini

News8 hours ago

King Salman Global Academy Gelar Bulan Bahasa Arab di Spanyol

News9 hours ago

Selamatkan Lansia Saat Kebakaran Hutan Korsel, Sugiyanto Terima Penghargaan Ini

Ruang Sujud10 hours ago

Jika Hendak Ceraikan Istri Sebab tak Lagi Cinta, Ingat Pesan Sahabat Nabi ini