Monitorday.com – Penyerang muda Miliano Jonathans mengungkap alasan menyentuh di balik keputusannya menolak tawaran memperkuat Timnas U-23 Belanda demi membela Timnas Indonesia. Ia menyebut keputusan itu lahir dari hati dan merupakan wujud cintanya pada tanah leluhurnya.
Miliano resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan pada Rabu, 3 September 2025. Hanya dua hari berselang, pemain FC Utrecht itu langsung melakoni debut bersama Timnas Indonesia pada laga FIFA Matchday melawan Taiwan, Jumat (5/9), di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Masuk menggantikan Beckham Putra di menit ke-71, pemain berusia 21 tahun itu langsung menunjukkan potensi besar. Meski hanya bermain selama 19 menit, Miliano tampil energik dan menciptakan beberapa peluang berbahaya, membuat namanya langsung viral di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube resmi Kementerian Hukum dan HAM RI, Sabtu (6/9), Miliano Jonathans membenarkan bahwa dirinya sempat masuk radar pemanggilan Timnas U-23 Belanda. Namun, ia mantap memilih Indonesia.
“Tentu saja saya berdiskusi dengan keluarga terkait pilihan itu. Dan akhirnya saya berpikir, pilihan saya ke Indonesia itu datang dari hati,” ujar Miliano.
Berasal dari keluarga yang memiliki akar kuat di Indonesia, khususnya Depok, Jawa Barat, Miliano merasa terhubung secara emosional dengan Tanah Air.
“Rasanya begitu kuat, saya bahkan tidak perlu berpikir dua kali. Indonesia memang rumah kedua saya, jadi saya pilih Indonesia,” tegasnya.
Meski bermain di Eropa dan memiliki potensi untuk menembus level atas kompetisi benua biru, Miliano memastikan bahwa pilihannya tidak akan berubah. Ia tetap berkomitmen untuk memperkuat Timnas Indonesia, apapun yang terjadi dengan karier klubnya ke depan.
“Saya sudah buat pilihan dan ini tetap pilihan saya. Saya bangga jadi WNI,” ucapnya.
Sebagai pemain muda yang digadang-gadang menjadi andalan masa depan Timnas, Miliano menyadari ekspektasi tinggi dari publik Indonesia. Namun ia menegaskan tidak merasa tertekan, dan justru menganggap tuntutan itu sebagai hal wajar dalam dunia sepak bola.
“Menurut saya tidak ada tekanan. Di sepak bola, selalu ada tuntutan untuk tampil baik dan itu terjadi di mana-mana,” ungkapnya.
“Memang di sini lebih banyak orang yang memperhatikanmu, tapi saya tidak anggap itu tekanan,” tambahnya.
Debut Miliano juga mendapat sorotan dari pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang sejak awal menginginkan kehadiran Miliano dan kompatriotnya, Mauro Zijlstra, dalam skuad Garuda.
Kehadiran Miliano Jonathans di tim nasional diharapkan menjadi angin segar untuk lini serang Indonesia yang tengah dipersiapkan menghadapi agenda-agenda besar di level Asia dan dunia.