Monitorday,com – Pejabat pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Amazon telah mengajukan tawaran untuk membeli platform media sosial TikTok.
Penawaran tersebut datang menjelang tenggat waktu yang semakin dekat untuk memutuskan masa depan TikTok di AS.
Amazon, sebagai raksasa teknologi dan e-commerce asal AS, menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut. Sementara itu, TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang disampaikan oleh Reuters.
Setelah kabar tersebut beredar, saham Amazon tercatat mengalami lonjakan sebesar 1,3% dengan volume perdagangan yang signifikan, menurut laporan Reuters.
Tawaran akuisisi ini menjadikan Amazon sebagai nama terbaru dalam daftar panjang calon pembeli TikTok yang sebelumnya telah mencuat.
Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah berkomunikasi dengan empat kelompok berbeda mengenai kemungkinan penjualan TikTok, meskipun ia tidak mengidentifikasi kelompok-kelompok tersebut.
Selain Amazon, perusahaan ekuitas swasta Blackstone juga sedang bernegosiasi dengan pemegang saham ByteDance yang bukan berasal dari China.
Laporan Reuters pekan lalu menyebutkan bahwa Blackstone, bersama dengan Susquehanna International Group dan General Atlantic, berencana untuk menyuntikkan modal baru dan mengajukan tawaran atas bisnis TikTok di AS.
Perusahaan modal ventura AS, Andreessen Horowitz, dilaporkan juga sedang melakukan pembicaraan untuk berinvestasi lebih jauh dengan membeli TikTok.
Pembicaraan mengenai masa depan TikTok ini, yang dipimpin oleh Gedung Putih, mengharuskan adanya rencana untuk memisahkan entitas TikTok di AS dan mengurangi kepemilikan China dalam bisnis tersebut hingga di bawah ambang batas 20%, sesuai dengan peraturan yang berlaku di AS.
Laporan pertama mengenai keterlibatan Amazon dalam upaya akuisisi TikTok muncul dari The New York Times pada Rabu (2/4). Namun, berbagai sumber yang terlibat dalam pembicaraan menyebutkan bahwa tawaran Amazon tidak dianggap serius.
Tawaran tersebut dikirim melalui surat penawaran yang ditujukan kepada Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.