Monitorday.com – Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, berjanji akan menepati komitmen utamanya untuk menjadikan kota terbesar di Amerika Serikat itu lebih terjangkau bagi seluruh warganya.
Dalam pidato kemenangannya pada Rabu dini hari waktu setempat, Mamdani juga menegaskan ambisinya menjadikan New York sebagai model nasional bagi Partai Demokrat untuk mengalahkan Presiden Donald Trump pada pemilu mendatang.
Sebagai Wali Kota Muslim pertama dalam sejarah New York, Mamdani menyampaikan rasa hormatnya kepada pesaing utama, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, yang maju secara independen namun kalah dalam kontestasi tiga arah tersebut.
“Biarlah malam ini menjadi terakhir kalinya saya menyebut namanya. Kita menutup bab politik yang hanya melayani segelintir pihak dan melupakan banyak orang,” ujar Mamdani di hadapan ribuan pendukungnya di Paramount Theater, Brooklyn.
Dalam pidatonya, Mamdani mengajak warga untuk bersatu di balik agenda progresif yang ia usung, sembari menyiapkan diri untuk pindah ke Gracie Mansion, kediaman resmi Wali Kota New York, pada Januari mendatang.
“Kita akan memulai generasi perubahan. Jika kita berani menerima arah baru ini, kita bisa melawan oligarki dan otoritarianisme dengan kekuatan yang mereka takuti — bukan dengan ketenangan yang mereka harapkan,” tegasnya.
“Jika ada kota yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati Donald Trump bagaimana mengalahkannya, itu adalah kota yang melahirkannya,” tambahnya disambut sorak sorai para pendukung.
Menurut data The Associated Press, Mamdani meraih lebih dari 50 persen suara dengan 91 persen suara telah dihitung, mengungguli Cuomo dan kandidat Partai Republik, Curtis Sliwa.
Sebelum pemilihan, Presiden Donald Trump diketahui berupaya ikut campur dalam kontes ini dengan mendukung Cuomo, setelah gagal membujuk Sliwa untuk mundur. Trump bahkan mengancam akan memotong dana federal untuk New York jika Mamdani menang, sembari mengejeknya sebagai “komunis.”
Mamdani, yang dikenal sebagai Demokrat sosialis, menjalankan kampanye dengan fokus pada keterjangkauan hidup dan layanan publik. Ia berjanji akan menghadirkan:
- Transportasi bus gratis bagi warga New York,
- Penitipan anak universal,
- Toko kelontong milik kota, serta
- Perumahan dengan harga sewa stabil.
Ia juga berkomitmen menaikkan upah minimum menjadi 30 dolar AS per jam pada 2030, dari saat ini 16,50 dolar AS per jam.
Untuk membiayai program ambisius tersebut, Mamdani berencana menaikkan pajak korporasi menjadi 11,5 persen — setara dengan tarif di negara bagian tetangga, New Jersey — serta menambahkan pajak penghasilan 2 persen bagi warga berpendapatan di atas 1 juta dolar AS per tahun.
Dalam salah satu pernyataannya yang paling kontroversial, Mamdani menyebut akan memerintahkan Kepolisian New York (NYPD) untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika memasuki wilayah kota, merujuk pada surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.
Dengan kemenangan ini, Zohran Mamdani tidak hanya mencatat sejarah sebagai Wali Kota Muslim pertama New York, tetapi juga membuka babak baru bagi politik progresif Amerika — menjadikan New York sebagai simbol perlawanan terhadap ketimpangan dan otoritarianisme di bawah pemerintahan Trump.