Connect with us

Kejagung Soal Erick Thohir Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pertamina

Kejagung menyatakan tidak ada bukti konkret yang menunjukkan keterlibatan Erick Thohir dalam kasus dugaan korupsi di PT Pertamina. Berikut adalah beberapa poin yang menegaskan posisi Kejagung.

Shofwan Alawy Hudaya

Published

on

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Awal tahun 2026 dibuka dengan lanskap nasional yang penuh problematika. Harga kebutuhan pokok belum sepenuhnya stabil, lapangan kerja masih menjadi kecemasan publik, konflik agraria tak surut, sementara tekanan geopolitik global terus membayangi ekonomi domestik. Namun, di tengah daftar panjang persoalan tersebut, perhatian publik justru tersedot pada satu istilah yang mendadak naik panggung: gentengisasi.

Istilah itu mengemuka ketika Presiden Prabowo Subianto berbicara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Alih-alih membahas isu strategis yang selama ini menghantui ruang publik, Presiden menyinggung pentingnya gentengisasi sebuah konsep yang terdengar teknis, lokal, sekaligus mengundang kebingungan. Dalam hitungan jam, istilah tersebut menjadi perbincangan luas, bukan karena urgensinya, melainkan karena kesan absurd yang melekat padanya.

Secara harfiah, gentengisasi merujuk pada penggunaan genteng sebagai penutup atap bangunan. Dalam konteks pembangunan, istilah ini sejatinya bukan hal baru. Namun, ketika disampaikan di level kebijakan nasional, di tengah kondisi negara yang sedang menghadapi tantangan struktural, publik pun bertanya-tanya: apakah ini prioritas, metafora, atau sekadar selip humor yang luput dari penjelasan?

Di ruang-ruang diskusi publik, gentengisasi segera ditarik ke berbagai tafsir. Ada yang mencoba memahaminya sebagai simbol kemandirian industri bahan bangunan lokal. Ada pula yang membaca sebagai upaya standardisasi pembangunan perumahan rakyat. Namun tak sedikit yang melihatnya sebagai contoh komunikasi kebijakan yang terlepas dari konteks krisis nyata yang sedang dihadapi masyarakat.

Nada satir pun tak terhindarkan. Di media sosial, genteng mendadak naik kelas dari sekadar material bangunan menjadi metafora negara. “Negeri bocor, solusinya genteng,” tulis seorang warganet. Yang lain berkelakar, sebelum berbicara tentang kecerdasan buatan, transisi energi, atau reformasi birokrasi, negara kini tampak sibuk memastikan atap tidak bocor.

Para pengamat kebijakan menilai, persoalan utamanya bukan pada istilah gentengisasi itu sendiri, melainkan pada momentum dan cara penyampaiannya. Dalam situasi ketika publik menunggu arah besar pemerintahan—tentang ekonomi, keadilan sosial, dan keberlanjutan—narasi yang muncul justru terkesan minor dan terfragmentasi.

“Komunikasi politik di masa krisis membutuhkan sensitivitas simbolik,” ujar seorang analis kebijakan publik. Menurutnya, setiap kata yang keluar dari kepala negara akan dibaca sebagai cerminan prioritas. Ketika simbol yang muncul terasa remeh, publik dengan mudah menilai negara sedang kehilangan fokus.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif mengenai maksud strategis gentengisasi dalam kerangka kebijakan nasional. Di tengah ketidakjelasan itu, istilah tersebut terlanjur menjadi artefak awal tahun sebuah penanda bagaimana jarak antara bahasa kekuasaan dan kegelisahan rakyat bisa terasa semakin lebar.

Di saat negeri membutuhkan peta jalan yang kokoh, gentengisasi justru hadir sebagai ironi: atap dibicarakan panjang lebar, sementara fondasi persoalan bangsa masih retak di banyak sisi.

Continue Reading

News

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Seorang pria di China dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani kerja lembur intensif. Namun tragedi itu belum benar-benar berhenti di titik kematian. Delapan jam setelah dinyatakan wafat, ponsel milik korban justru masih menerima pesan tugas kantor. Peristiwa ini memicu keprihatinan, kemarahan, sekaligus humor pahit publik terhadap budaya kerja yang dianggap telah melampaui batas kemanusiaan.

Korban adalah seorang programmer berusia awal 30-an yang bekerja di perusahaan teknologi di wilayah Guangzhou. Ia dikenal sebagai pekerja rajin, nyaris tak pernah menolak lembur, dan kerap bekerja hingga larut malam. Pada hari terakhirnya, korban tetap masuk kerja meski kondisi tubuhnya tidak fit. Tak lama kemudian, ia mendadak pingsan dan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kabar duka tersebut semestinya menjadi akhir dari rutinitas kerja yang melelahkan. Namun kenyataan berkata lain. Sekitar delapan jam setelah kematian korban, ponselnya masih menerima pesan pekerjaan dari rekan kantor. Isinya bukan ucapan belasungkawa, melainkan permintaan penyelesaian tugas karena hasil inspeksi dinilai bermasalah dan perlu segera diperbaiki.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai reaksi luas. Banyak warganet menyebut kejadian tersebut sebagai simbol ekstrem budaya kerja “always on”, di mana batas antara jam kerja, waktu istirahat, bahkan hidup dan mati, menjadi kabur. “Deadline ternyata lebih abadi daripada nyawa,” tulis seorang pengguna internet dengan nada satir.

Ironi semakin terasa ketika terungkap bahwa sebelum meninggal, korban masih aktif di grup percakapan kerja, bahkan saat kondisinya kritis. Situasi ini memperlihatkan bagaimana tekanan kerja membuat manusia diperlakukan layaknya mesin: selama ponsel masih aktif, pekerjaan dianggap tetap bisa dijalankan.

Secara hukum, China memiliki aturan jam kerja yang membatasi waktu kerja harian dan mingguan. Namun dalam praktiknya, terutama di sektor teknologi, lembur sering dianggap sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi. Mereka yang menolak kerap dicap tidak profesional, sementara yang patuh perlahan mengorbankan kesehatan fisik dan mental.

Kasus ini pun memicu diskusi serius tentang keselamatan kerja, kesehatan mental, dan tanggung jawab perusahaan. Banyak pihak menilai kematian tersebut bukan sekadar musibah individual, melainkan kegagalan sistemik dalam melindungi pekerja. Humor yang muncul di ruang publik sejatinya adalah ekspresi keputusasaan: tertawa agar tidak ikut runtuh.

“Kerja sampai mati” bukan lagi metafora, melainkan realitas yang benar-benar terjadi. Dan ketika pesan kerja masih berdatangan setelah kematian, tragedi itu berubah menjadi kritik telanjang terhadap dunia kerja modern yang terlalu memuja produktivitas.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik layar komputer dan notifikasi ponsel, ada tubuh manusia yang memiliki batas. Jika batas itu terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin kematian hanya dianggap sebagai gangguan kecil, sementara tugas tetap harus diselesaikan.

Continue Reading

News

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

Para ilmuwan memperingatkan umat manusia kini berada di titik paling berbahaya sepanjang sejarah Jam Kiamat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Para ilmuwan internasional kembali menggeser posisi Jam Kiamat (Doomsday Clock) semakin mendekati tengah malam. Kini, jarum jam tersebut berada di posisi 85 detik menuju tengah malam, jarak terdekat sejak Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan hampir 80 tahun lalu.

Pengumuman ini disampaikan oleh Bulletin of the Atomic Scientists, lembaga yang secara rutin menilai tingkat ancaman global terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Penyesuaian waktu ini mencerminkan meningkatnya risiko kehancuran akibat berbagai faktor global yang saling berkaitan.

Menurut para ilmuwan, ancaman utama datang dari eskalasi senjata nuklir, krisis perubahan iklim yang semakin tak terkendali, serta perkembangan kecerdasan buatan yang melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan regulasi dan etika global. Selain itu, penyebaran disinformasi juga dinilai memperparah ketidakstabilan politik dan konflik internasional.

Mereka menilai dunia saat ini berada dalam kondisi rapuh, di mana kesalahan perhitungan politik atau teknologi dapat berujung pada konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir disebut menjadi salah satu faktor paling mengkhawatirkan.

Para ahli menyerukan langkah kolektif global yang lebih serius, termasuk penguatan diplomasi, pengendalian senjata, komitmen nyata terhadap penanganan krisis iklim, serta tata kelola kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Tanpa upaya bersama, peringatan Jam Kiamat ini dikhawatirkan bukan lagi sekadar simbol, melainkan gambaran nyata masa depan umat manusia, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

News

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

Fikih umrah berkemajuan menegaskan keseimbangan antara ketepatan syariat dan kemaslahatan jemaah di tengah meningkatnya praktik umrah massal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Umrah merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam, meskipun tidak termasuk rukun Islam seperti haji. Dalam praktiknya, umrah menjadi ibadah yang semakin diminati umat Islam Indonesia, bahkan sering dilakukan lebih dari sekali. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait pemahaman fikih umrah agar ibadah tidak hanya sah secara ritual, tetapi juga selaras dengan tujuan syariat.

Secara fikih, umrah memiliki ketentuan yang relatif lebih ringkas dibandingkan haji, namun tetap mensyaratkan pemahaman yang tepat. Fikih umrah membahas syarat, rukun, wajib, serta larangan selama ihram. Rukun umrah meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Keempat rukun ini bersifat mutlak dan tidak dapat ditinggalkan. Dalam pandangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, ketepatan dalam melaksanakan rukun menjadi fondasi utama kesahihan ibadah.

Dari aspek what (apa), fikih umrah berfungsi sebagai panduan normatif agar setiap rangkaian ibadah dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Ihram bukan sekadar mengenakan pakaian tertentu, tetapi juga memasuki keadaan spiritual yang menuntut pengendalian diri. Tawaf, sa’i, dan tahallul memiliki makna simbolik yang menegaskan ketaatan dan ketundukan manusia kepada Allah SWT.

Dilihat dari who (siapa), umrah dapat dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Tidak adanya batasan waktu tertentu seperti haji menjadikan umrah lebih fleksibel. Namun fleksibilitas ini sering kali disalahpahami sebagai kelonggaran tanpa batas. Menurut Muhammadiyah.or.id, pembimbing ibadah memiliki peran penting dalam meluruskan pemahaman jemaah agar tidak terjebak pada praktik yang kurang tepat, seperti mengabaikan larangan ihram atau memaksakan ibadah di luar kemampuan fisik.

Aspek where (di mana) dalam fikih umrah menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah hanya sah dilakukan di Masjidil Haram dan tempat-tempat terkait, dengan memulai ihram dari miqat yang telah ditentukan. Kesalahan dalam menentukan miqat atau ketidaktahuan tentang ketentuannya dapat berimplikasi pada kewajiban dam. Oleh karena itu, pemahaman fikih umrah yang aplikatif menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi jemaah pemula.

Sementara itu, umrah dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang diperselisihkan ulama. Dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah, umrah dipandang sah dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan-bulan haji, selama memenuhi ketentuan syariat. Pandangan ini menunjukkan fleksibilitas fikih yang tetap berlandaskan dalil yang kuat.

Fikih umrah perlu ditegaskan kembali muncul dari realitas umrah massal yang kerap berorientasi pada kuantitas. Tidak sedikit jemaah yang menunaikan umrah berulang kali, tetapi kurang memperhatikan nilai-nilai etik dan sosial yang terkandung di dalamnya. Menurut Republika, tantangan utama umrah saat ini bukan pada akses, melainkan pada kualitas pemahaman ibadah.

Dalam konteks how (bagaimana), fikih umrah berkemajuan menekankan prinsip kemudahan dan penghilangan kesulitan tanpa mengabaikan kesahihan. Penggunaan alat bantu, pengaturan waktu tawaf untuk menghindari kepadatan, hingga pelaksanaan sa’i dengan kursi roda dipandang sah selama memenuhi syarat fikih. Prinsip رفع الحرج menjadi landasan utama dalam menghadapi kondisi jemaah yang beragam.

Lebih jauh, fikih umrah juga menuntut refleksi pasca-ibadah. Umrah tidak berhenti pada selesainya tahallul, tetapi harus berdampak pada akhlak dan kehidupan sosial jemaah. Ibadah ini seharusnya melahirkan sikap tawaduk, kepedulian sosial, dan kesadaran spiritual yang lebih kuat. Dalam pandangan Tarjih Muhammadiyah, nilai inilah yang menjadi esensi umrah yang diterima Allah SWT.

Dengan pendekatan fikih yang berkemajuan, umrah tidak sekadar menjadi ritual berulang, tetapi sarana pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Fikih umrah hadir sebagai penuntun agar ibadah ini tetap bermakna, sah secara syariat, dan relevan dengan tantangan zaman.

Continue Reading

News

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

Peran strategis teknologi dan SDM unggul untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Seminar Nasional Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1980 digelar di Aula Timur ITB, Bandung, Jumat (31/1/2026). Forum ini menjadi ruang strategis bagi para teknokrat, akademisi, dan praktisi industri untuk merumuskan kontribusi nyata menuju visi besar Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada peningkatan produktivitas ekonomi berbasis teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kegiatan yang mengusung tema “Mendorong Produktivitas untuk Pertumbuhan Ekonomi: Strategi Teknologi Industri dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” ini membahas tantangan utama pembangunan nasional, khususnya ancaman middle income trap. Menurut panitia Seminar Nasional Alumni ITB 80, Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola lama berbasis eksploitasi sumber daya alam tanpa nilai tambah.

Dalam paparannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa kunci lompatan Indonesia menjadi negara maju terletak pada penguasaan teknologi dan kualitas manusia. Menurutnya, negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan membangun kekuatan ekonomi bukan dari kekayaan alam, melainkan dari inovasi, riset, dan rekayasa industri yang berkelanjutan.

Seminar ini juga menyoroti peran strategis insinyur (engineer) sebagai arsitek peradaban ekonomi. Insinyur diposisikan bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi penggerak efisiensi produksi, pencipta solusi industri, sekaligus penjaga kedaulatan teknologi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor teknologi asing.

Sebagai bukti konkret, forum ini mengangkat kisah sukses PT Insera Sena (Polygon) yang dipimpin Mas Suyanto, alumni ITB 80. Menurut paparan dalam seminar, Polygon berhasil menembus pasar global melalui inovasi manufaktur, riset material, dan penguatan merek internasional. Keberhasilan ini dinilai menjadi contoh nyata hilirisasi industri yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem industri nasional.

Tidak berhenti pada diskusi, Alumni ITB 80 juga merancang langkah tindak lanjut berupa pembentukan kluster sektor strategis, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama BUMN seperti Pertamina, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada kementerian terkait dan KADIN. Menurut pengurus IA-ITB 80, hasil seminar ini diharapkan menjadi masukan konkret bagi arah kebijakan pembangunan nasional.

Menutup rangkaian acara, para alumni membacakan ikrar bersama bertajuk “Belajar Bersama, Berkawan Selamanya”. Ikrar ini menegaskan komitmen Alumni ITB 80 untuk terus berkontribusi bagi bangsa, dengan menjadikan teknologi, inovasi, dan kolaborasi sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

News

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Komitmen menghadirkan pendidikan bermutu dan merata kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Sebanyak 28 satuan pendidikan jenjang SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini resmi menuntaskan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dengan capaian 100 persen.

Peresmian hasil revitalisasi dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di SMA Ali Maksum Krapyak, Sabtu (31/1/2026). Atip menegaskan, program revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan diarahkan untuk meningkatkan kualitas ekosistem pembelajaran di sekolah.

“Kenapa disebut revitalisasi? Karena bukan hanya membangun fisiknya. Pembelajaran di sekolah juga harus benar-benar meningkat. Sekolah itu harus hidup kembali,” ujar Atip.

Menurut dia, revitalisasi tidak boleh dimaknai sekadar rehabilitasi bangunan. Perbaikan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pengembangan potensi peserta didik.

Atip juga menyoroti penerapan skema swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi. Model ini dinilai lebih efektif karena menumbuhkan rasa memiliki di tingkat sekolah sekaligus memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, mengungkapkan total anggaran revitalisasi untuk 28 SMA di wilayahnya mencapai Rp19,97 miliar. Seluruh pekerjaan, baik fisik maupun administrasi, berhasil diselesaikan tepat waktu.

“Ketersediaan sarana yang memadai sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Kami berharap dampaknya terlihat pada peningkatan prestasi sekolah-sekolah di Yogyakarta,” ujar Suhirman.

Sebagai lokasi peresmian, SMA Ali Maksum Krapyak menerima bantuan pembangunan empat ruang kelas baru lengkap dengan perabot senilai Rp1,36 miliar. Kepala sekolah Khoirul Fuad menyebut program tersebut membawa perubahan signifikan, mengingat sebelumnya sebagian siswa harus belajar di ruang terbuka akibat keterbatasan kelas.

“Kini anak-anak bisa belajar di ruang yang lebih layak, nyaman, dan kondusif. Ini sangat membantu proses belajar mengajar,” katanya.

Guru SMA Ali Maksum, Ika Setiawati, juga merasakan suasana pembelajaran menjadi lebih tenang dan fokus setelah adanya penambahan ruang kelas.

Manfaat serupa dirasakan sekolah lain. SMA Muhammadiyah Boarding School Sleman menerima pembangunan laboratorium Fisika, Kimia, serta ruang Bimbingan Konseling. Guru setempat, Roig, menilai fasilitas baru tersebut membuat pembelajaran sains lebih optimal.

“Anak-anak sekarang bisa praktik dengan maksimal. Kami berharap prestasi mereka ikut meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, SMA Negeri 5 Yogyakarta merasakan peningkatan kualitas ruang kelas yang kini lebih terang dan aman. Di SMA Stella Duce Bambanglipuro, Bantul, revitalisasi difokuskan pada perbaikan laboratorium yang sebelumnya rusak berat. Kepala sekolah Thomas menilai skema swakelola memungkinkan sekolah mengutamakan kualitas pembangunan.

“Sekarang gedungnya kokoh, bersih, aman, dan sangat mendukung kegiatan belajar,” ujarnya.

Suara Siswa: Belajar Lebih Nyaman

Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh siswa. Nufaisah, siswi kelas XI IPS 2 SMA Ali Maksum, mengaku suasana kelas kini lebih lega dan nyaman dibanding sebelumnya.

“Dulu terasa padat dan ramai, jadi kurang fokus. Sekarang lebih luas dan tenang,” katanya.

Hal senada disampaikan Gathan Asnanto, siswa kelas XI IPA 1. “Kelas jadi lebih rapi, terang, dan menyenangkan untuk belajar,” ujarnya.

Program revitalisasi ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari kualitas fasilitas belajar. Dengan ruang yang lebih layak dan aman, sekolah diharapkan benar-benar hidup sebagai ruang tumbuh generasi masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

LakeyBanget

Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Bek anyar Persib Bandung, Dion Markx, menyatakan kesiapannya untuk bersaing dengan para pemain bertahan lain demi mendapatkan tempat utama di tim asuhan Bojan Hodak. Pemain berusia 20 tahun itu menegaskan tidak memiliki keraguan sedikit pun saat menerima tawaran bergabung dengan Maung Bandung.

Dion mengungkapkan ketertarikannya pada Persib sudah terbangun sejak ia memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23. Sejak saat itu, ia mulai mengikuti perkembangan kompetisi sepak bola Tanah Air, termasuk kiprah Persib yang tampil dominan dalam beberapa musim terakhir.

“Persib adalah klub besar dan sarat prestasi, juara dua kali beruntun. Tentu saya sangat senang dengan tawaran ini,” ujar Dion, Minggu (1/2/2026).

Ia juga menceritakan proses awal bergabung dengan Persib yang diawali komunikasi langsung dari pelatih kepala Bojan Hodak. Menurut Dion, pendekatan Hodak yang lugas dan terbuka menjadi salah satu faktor penting dalam keputusannya.

“Dia (Bojan Hodak) lugas dan menyenangkan. Saat itu, dia menjelaskan apa saja kelebihan saya dan apa yang masih perlu saya perbaiki untuk kebutuhan tim ke depan,” kata pemain berdarah Palembang tersebut.

Dion menyadari persaingan di lini belakang Persib tidak akan mudah, mengingat saat ini tim dihuni sejumlah bek berpengalaman seperti Frederico Barba, Patricio Matricardi, Julio Cesar, hingga Layvin Kurzawa. Namun, kondisi tersebut justru memacu semangatnya untuk berkembang.

“Saya masih muda dan kompetitif. Saya siap untuk bersaing,” tegas Dion.

Continue Reading

LakeyBanget

Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, mengecam keras insiden pelemparan flare yang mengarah ke kiper Cremonese asal Indonesia, Emil Audero, dalam laga Liga Italia di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2) dini hari WIB. Marotta secara khusus memuji sikap profesional Audero yang tetap melanjutkan pertandingan meski sempat menjadi korban insiden tersebut.

Pertandingan Cremonese kontra Inter Milan sempat terhenti sementara pada menit ke-48 setelah sebuah flare, yang disebut juga sebagai petasan, dilempar dari tribun pendukung tim tamu dan meledak di dekat posisi Emil Audero. Akibat kejadian itu, laga dihentikan sekitar tiga menit karena Audero harus mendapatkan perawatan medis.

Emil Audero, yang pernah membela Inter Milan pada musim 2023/2024 sebelum bergabung dengan Cremonese pada 2025, mengaku sempat merasakan ketakutan usai petasan meledak di dekatnya. Meski demikian, ia tidak mengalami cedera serius dan dinyatakan mampu melanjutkan pertandingan.

Inter Milan disebut beruntung karena pertandingan tetap berlanjut. Jika laga dihentikan secara permanen akibat insiden tersebut, Nerazzurri berpotensi dijatuhi hukuman kalah 0-3. Namun, berkat keputusan Audero untuk tetap bermain, sanksi itu tidak diterapkan.

Usai pertandingan, Marotta menegaskan bahwa tindakan pelemparan flare sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai olahraga. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang.

“Olahraga memiliki nilai-nilai yang sangat jauh dari apa yang kita saksikan. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan atas tindakan ini, dan saya yakin hal ini juga dirasakan oleh seluruh pendukung Inter. Sepak bola harus sepenuhnya terlepas dari insiden semacam ini. Kami mengutuknya sekeras-kerasnya,” ujar Marotta kepada Sky Italy, dikutip dari CBS Sports.

Marotta juga menyampaikan apresiasi kepada Emil Audero atas sikap profesional yang ditunjukkan di lapangan.

“Kami berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya. Pihak berwenang akan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kecaman dari seluruh klub Inter atas apa yang terjadi adalah tegas dan total. Ini adalah tindakan yang benar-benar tidak masuk akal,” katanya.

Continue Reading

News

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memproses normalisasi akses layanan kecerdasan buatan Grok milik X Corp yang sebelumnya sempat dibekukan oleh pemerintah Indonesia. Normalisasi tersebut dilakukan secara bersyarat dan berada di bawah pengawasan ketat otoritas.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk pelonggaran tanpa kontrol, melainkan bagian dari mekanisme penegakan hukum digital yang terukur dan dapat dievaluasi sewaktu-waktu.

“Normalisasi akses layanan Grok dilakukan secara bersyarat setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang memuat langkah-langkah konkret perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan. Komitmen ini menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan,” ujar Alexander dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (31/1).

Menurut dia, melalui surat resmi kepada Menteri Komunikasi dan Digital, X Corp menyatakan telah menerapkan berbagai langkah penanganan berlapis atas potensi penyalahgunaan Grok. Upaya tersebut meliputi penguatan pelindungan teknis, pembatasan akses terhadap fitur tertentu, penajaman kebijakan dan penegakan aturan internal, serta aktivasi protokol respons insiden.

Alexander menegaskan seluruh klaim perbaikan dari pihak X akan diverifikasi dan diuji secara berkelanjutan oleh Kemenkomdigi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan efektivitas langkah-langkah tersebut dalam mencegah pelanggaran, termasuk penyebaran konten ilegal dan pelanggaran prinsip pelindungan anak.

“Normalisasi ini disertai pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Jika ditemukan ketidakkonsistenan atau pelanggaran lanjutan, Kemenkomdigi tidak akan ragu mengambil tindakan korektif, termasuk menghentikan kembali akses layanan,” tegasnya.

Kemenkomdigi menyatakan kebijakan pengawasan ruang digital, baik berupa pembatasan maupun normalisasi akses layanan, dilaksanakan secara proporsional, transparan, dan berbasis regulasi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi kepentingan publik serta menjaga ruang digital tetap aman dan berkeadilan.

Alexander menambahkan, pihaknya mencatat komitmen X Corp untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam memenuhi kewajiban hukum sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan membangun ekosistem digital yang bertanggung jawab.

“Dialog konstruktif tetap kami buka, tetapi kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban. Normalisasi layanan bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenkomdigi memblokir sementara akses terhadap Grok AI sejak Sabtu (10/1) sebagai langkah preventif untuk melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak, dari potensi eksploitasi di ruang digital. Kebijakan serupa juga diambil Malaysia sehari setelahnya.

Grok AI menuai kritik tajam setelah diketahui menghasilkan dan mempublikasikan gambar seksual berdasarkan permintaan pengguna di platform X, termasuk konten yang menampilkan perempuan dan anak-anak dalam situasi sugestif. Fenomena tersebut memicu perhatian serius dari otoritas di berbagai negara.

Continue Reading

News

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Penunjukan tersebut dilakukan melalui mekanisme internal dan rapat direksi, serta telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris BEI.

Jeffrey menegaskan bahwa penunjukannya bertujuan menjaga kesinambungan kinerja dan stabilitas operasional bursa. Ia memastikan seluruh aktivitas di BEI tetap berjalan normal di tengah dinamika pasar yang sedang berlangsung.

“Untuk itu kami memastikan, operasional di BEI akan berjalan secara normal,” ujar Jeffrey dalam jumpa pers bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih sektor keuangan di kantor pusat Danantara, Sabtu (31/1).

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pasar modal Indonesia agar berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai perdagangan, tetapi juga transparansi dan tata kelola. Menurut Jeffrey, BEI telah berkomunikasi dengan penyedia indeks global untuk merespons berbagai ekspektasi yang ada.

“Kami mencermati perkembangan terakhir dan apa yang diharapkan oleh indeks provider global. Kami sudah berkomunikasi dan menampung masukan tersebut, dan akan kami realisasikan secepat mungkin,” katanya.

Jeffrey Hendrik merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti pada 1995. Ia memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal. Sebelum ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama, Jeffrey menjabat Direktur Pengembangan BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.

Karier profesionalnya dimulai di PT Zone Pratama (1994–1996), dilanjutkan di PT Transpacific Securindo sebagai bagian dari corporate finance (1996–1999). Selanjutnya, ia menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, dari 1999 hingga 2022.

Selain itu, Jeffrey aktif di berbagai organisasi pasar modal, antara lain sebagai Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020), pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Anggota Departemen Perdagangan Efek (2020–2022), serta Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021.

Sebelumnya, Iman Rachman secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama BEI. Ia menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

“Saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI. Ia menambahkan bahwa proses penunjukan pimpinan sementara hingga direktur utama definitif akan dilakukan sesuai ketentuan anggaran dasar.

Pengunduran diri Iman terjadi di tengah tekanan kuat di pasar modal nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpuruk setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, yang berdampak pada anjloknya IHSG dan terjadinya penghentian perdagangan sementara. Meski demikian, IHSG mulai menunjukkan pemulihan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



Review10 hours ago

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

News10 hours ago

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

News14 hours ago

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

News14 hours ago

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

News16 hours ago

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

News20 hours ago

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

LakeyBanget21 hours ago

Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung

LakeyBanget21 hours ago

Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero

News21 hours ago

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

News21 hours ago

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

News1 day ago

Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel

News1 day ago

Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI

LakeyBanget1 day ago

Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara

News1 day ago

Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat

LakeyBanget1 day ago

Menperin Tegaskan Motor Listrik Tanpa Insentif Baru Tahun Ini

LakeyBanget1 day ago

Tangis Haru Pecah Usai Usai Raih Gelar Perdana di Thailand Masters 2026

News2 days ago

Vera Rubin, Mesin NVIDIA di Balik Revolusi AI Global

Review2 days ago

Doktor: Disertasi Meluncur, Novelty Tertinggal

Review2 days ago

Pemimpin Defisit Intelektual! No More

News2 days ago

Komisi XI DPR Pastikan Pengisian Jabatan OJK dan BEI Tanpa Unsur Danantara dan BUMN

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.