Connect with us

Kelompok Yang Paling Ditakutkan

Hawa pesta demokrasi mulai begitu terasa. Beberapa partai sudah mengeluarkan nama jagoannya untuk berperang dalam pemilu 2024 mendatang. Namun yang perlu diketahui tim kemenangan Anies, Ganjar, maupun Prabowo bahwa ada kelompok yang perlu ditakutkan dalam pemilu 2024 mendatang, yakni pemilih golput.

Deni Irawan

Published

on

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Hadapi Tarif Baru Trump

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penerapan tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Sebagai respons, Indonesia akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC guna melakukan negosiasi langsung dengan pihak AS.

“Mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS,” ujar Kemlu dalam keterangan resminya, Kamis (3/4).

Selain langkah diplomasi, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk merespons kebijakan tersebut. Salah satu perhatian utama adalah isu-isu yang disoroti dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan oleh US Trade Representative.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk mengambil langkah strategis, termasuk melakukan perbaikan struktural dan kebijakan deregulasi.

“Yaitu penyederhanaan regulasi dan penghapusan regulasi yang menghambat, khususnya terkait dengan Non-Tariff Barrier,” jelasnya.

Pemerintah juga berupaya memperbaiki iklim investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Selain itu, Indonesia aktif berkoordinasi dengan Malaysia, sebagai pemegang Keketuaan ASEAN, untuk merumuskan langkah bersama dalam menghadapi kebijakan tarif baru ini.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang mencakup lebih dari 180 negara. Kebijakan ini memicu eskalasi perang dagang antara AS dan berbagai negara di dunia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak, dengan tarif impor baru sebesar 32 persen. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi keenam di ASEAN dalam hal besaran tarif, sementara Kamboja menjadi negara dengan tarif tertinggi di kawasan, yaitu sebesar 49 persen.

Continue Reading

Sportechment

David da Silva Cedera, Dipastikan Absen Saat Persib Hadapi Borneo FC

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kabar kurang baik datang dari Persib Bandung jelang laga melawan Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 2024/2025. Striker andalan mereka, David da Silva, harus menepi karena cedera yang dialaminya saat sesi latihan sebelum Lebaran.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengonfirmasi bahwa Da Silva mengalami cedera ligamen akibat benturan saat latihan. Akibatnya, ia dipastikan absen dalam laga melawan Borneo FC pada 11 April mendatang.

“Dia (David) mendapat benturan di latihan. Mungkin cedera ini ada di ligamen, tapi saya rasa dia bisa kembali dalam 2-3 pekan ke depan,” ujar Bojan Hodak, dikutip dari BolaSport.com.

Pelatih asal Kroasia ini memperkirakan bahwa Da Silva baru bisa kembali bermain saat Persib menghadapi Bali United pada 18 April 2025 dalam laga kandang.

Selain David da Silva, Gervane Kastaneer dan Zulkifli Lukmansyah juga mengalami cedera. Kastaneer mengalami cedera dalam sesi latihan yang sama, sementara Zulkifli mengalami cedera di bagian rusuk.

Situasi ini tentu menjadi tantangan bagi Maung Bandung, yang tengah bersaing di papan atas untuk meraih gelar juara Liga 1 musim ini. Kehadiran Da Silva sebagai ujung tombak tim sangat dibutuhkan untuk menjaga peluang Persib dalam persaingan ketat di klasemen.

“Dia akan siap bermain melawan Bali,” tambah Bojan Hodak, optimistis dengan pemulihan Da Silva.

Di tengah absennya beberapa pemain kunci, Persib mendapatkan kabar baik dengan kembalinya Ferdiansyah, Febri Hariyadi, dan Dimas Drajad ke sesi latihan setelah pulih dari cedera. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi tambahan kekuatan bagi Persib untuk mengarungi sisa musim.

Dengan persaingan yang semakin ketat, Persib harus memastikan semua pemain dalam kondisi terbaik agar tetap kompetitif dalam perburuan gelar juara.

Continue Reading

News

Rayakan Idulfitri, Umat Islam Jaya Wijaya Lakukan Hal Ini

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, ratusan umat muslim di kampung Apenas, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menggelar upacara bakar batu pada 1 April 2025.

Upacara ini menyajikan berbagai hidangan tradisional Papua seperti ayam, ubi, keladi, singkong, dan sayur-mayur lainnya yang dimasak menggunakan metode bakar batu.

Selain merayakan lebaran, acara tersebut juga digelar untuk syukuran atas selesainya pembangunan Mushola Al-Mujahidin di kampung Apenas, distrik Walesi.

Tema perayaan Idul Fitri dan syukuran ini adalah “Kuatkan Silaturahmi Teguhkan Iman dan Takwa” dengan sub tema “Wujudkan Semangat Kebersamaan Dalam Keberagaman dan Saling Memaafkan”.

Havid Yelipele, pengurus mushola, menyatakan rasa syukurnya karena mushola yang dibangun sejak 2018 ini akhirnya selesai meski menghadapi berbagai tantangan.

Yelipele juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Moses Asso dan umat Katolik yang telah mendonasikan bangunan yang awalnya balai desa, kemudian dialihfungsikan menjadi mushola.

Mushola Al-Mujahidin hadir untuk kepentingan internal umat muslim di kampung Apenas, sebagai tempat ibadah sholat lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya.

Ia menambahkan bahwa mushola ini hadir untuk menjawab kerinduan umat muslim yang selama ini harus pergi jauh ke masjid Al-Aqso untuk sholat.

Yelipele mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam bentuk barang, tenaga, pikiran, dan saran selama proses pembangunan mushola.

Dia berharap dengan hadirnya mushola, umat muslim di kampung Apenas dapat aktif melaksanakan sholat berjamaah dan menjaga hidup rukun serta toleransi antar umat beragama.

Pada momen Idul Fitri ini, Yelipele juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat muslim di kampung Apenas.

Ustdz Malik Asso dalam khotbahnya mengingatkan bahwa sholat memiliki fungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-‘Ankabut: 45.

Sholat, menurut Asso, membantu seseorang mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan keimanan, dan menghindari perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Asso juga berharap umat muslim di kampung Apenas lebih semangat dalam melaksanakan sholat lima waktu dan mengisi berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Dia mendorong umat muslim di kampung Apenas untuk mengajarkan anak-anak kecil mengaji, agar mushola ini tetap hidup dan aktif.

Continue Reading

Migas

Indonesia, Raja Baru BBM Terbarukan!

Indonesia menjadi pemimpin industri biodiesel global melalui Agrinas Palma Nusantara. Inovasi, kebijakan strategis, dan partisipasi petani mendorong dominasi Indonesia di sektor BBM terbarukan.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Langit pagi di Sumatera menyambut dengan bias jingga ketika suara mesin-mesin raksasa mulai meraung di pusat industri biodiesel terbesar dunia. Di sinilah tonggak sejarah baru energi terbarukan dunia dimulai—di bawah bendera Agrinas Palma Nusantara (APN), Indonesia menjelma sebagai raja baru bahan bakar nabati.

Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negeri kaya akan sumber daya alam. Namun, siapa sangka bahwa negeri ini justru melesat jauh ke depan dalam industri biodiesel, menyalip negara-negara yang selama ini mendominasi. Semuanya bermula dari satu keputusan besar: memaksimalkan potensi kelapa sawit sebagai bahan bakar nabati.

Bukan perkara mudah membangun ekosistem energi baru. Sempat ada pro dan kontra, berbagai tantangan teknologi, regulasi, dan pasar yang harus ditembus. Namun, ketika dunia menjerit akibat krisis energi dan harga bahan bakar fosil yang melambung, Indonesia telah bersiap. Dengan perkebunan sawit yang luas dan industri pengolahan yang terus berkembang, biodiesel berbasis kelapa sawit menjadi jawaban atas kegelisahan global.

Di tengah kebisingan mesin pabrik yang bekerja tanpa henti, seorang pekerja bernama Darman menatap hasil kerjanya dengan bangga. Ia bukan hanya buruh biasa. Dulu, kehidupannya bergantung pada harga sawit yang fluktuatif. Sekarang, dengan hadirnya industri biodiesel, stabilitas ekonomi di kampung halamannya lebih terjamin. “Dulu kami hanya bisa berharap harga TBS (Tandan Buah Segar) naik, sekarang ada kepastian. Kami ikut membangun masa depan energi,” katanya dengan senyum lebar.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Lewat kebijakan mandatori biodiesel, Indonesia tak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri tetapi juga merambah pasar ekspor. Dengan produk yang lebih bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, dunia mulai menoleh ke arah Nusantara. Agrinas Palma Nusantara menjadi simbol revolusi energi, membawa Indonesia ke panggung global sebagai pemasok utama bahan bakar nabati.

Namun, apa kunci kesuksesan ini? Jawabannya terletak pada inovasi dan keberanian untuk berubah. Para insinyur dan peneliti dalam negeri bekerja keras mengembangkan teknologi pengolahan biodiesel yang lebih efisien. Infrastruktur terus dibangun, dari hilir hingga ke hulu, memastikan bahwa rantai produksi berjalan lancar. Tak ketinggalan, kolaborasi dengan petani kecil menjadi prioritas, menciptakan sistem yang inklusif dan berkeadilan.

Di pasar internasional, biodiesel Indonesia kini menjadi rebutan. Dengan standar mutu tinggi dan produksi yang stabil, berbagai negara mulai menggantungkan pasokan energi terbarukan mereka pada Indonesia. Bahkan, di saat negara-negara lain masih bergelut dengan transisi energi yang lambat, Indonesia sudah berlari kencang.

Semoga APN tidak jadi Sarang Koruptor

Optimisme terus dibangun, harapan pun juga perlu di suarakan agar APN tidak menjadi sarang koruptor, berjalan sesuai rencana. Mimpi mensejahterakan rakyat tidak omon-omon tapi real adanya.

Jika ini bisa dipertahankan, maka kita akan menjadi saksi sejarah pesawat-pesawat nanti mulai menggunakan bahan bakar nabati dan kendaraan bermesin diesel melaju dengan emisi lebih rendah, kita menyaksikan perubahan besar di depan mata. Indonesia bukan lagi sekadar produsen sawit biasa, tetapi pemimpin dalam era baru energi terbarukan.

Darman dan jutaan petani sawit lainnya adalah saksi hidup dari perjalanan ini. Dari kebun-kebun di pelosok desa hingga panggung dunia, inilah kisah tentang bagaimana keberanian, inovasi, dan kerja keras mengubah wajah Indonesia menjadi sang raja baru BBM terbarukan. Dan ini baru permulaan.

Continue Reading

Review

Ironi Penegak Hukum: Duterte Ditangkap, Nyetanyahu Bebas

Ironi penegakan hukum terlihat dalam penangkapan Duterte yang dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan, sementara Netanyahu yang jelas-jelas melakukan kejahatan perang masih bebas. Apakah ini kemenangan mafia narkoba?

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Rodrigo Duterte, mantan Presiden Filipina yang terkenal dengan kebijakan kerasnya terhadap narkoba, kini harus menerima nasib ironis. Pada 11 Maret 2025, ia ditangkap di Bandara Manila dan beberapa jam kemudian sudah berada di dalam pesawat jet sewaan menuju Den Haag, Belanda, tempat Mahkamah Pidana Internasional (ICC) berkantor pusat.

Seorang pria yang pernah berjanji akan membasmi narkoba hingga ke akar-akarnya kini malah menjadi buronan internasional. Sungguh dunia yang aneh.

ICC menyebut Duterte bertanggung jawab atas ribuan pembunuhan di luar proses hukum selama perang melawan narkoba yang ia canangkan dari 2016 hingga 2022. Ratusan ribu keluarga kehilangan anggota keluarganya, baik karena memang terlibat narkoba ataupun hanya sekadar sial berada di tempat yang salah. Ia kini dituduh sebagai dalang dari kejahatan terhadap kemanusiaan, sebuah ironi bagi pemimpin yang mengklaim ingin menyelamatkan rakyatnya dari jeratan narkoba.

Tapi yang lebih mencengangkan adalah bagaimana dunia ini begitu selektif dalam menegakkan hukum. Ketika Duterte dicekal dan diterbangkan ke Den Haag, Benjamin Netanyahu, pemimpin Israel yang tangannya berlumuran darah rakyat Palestina, justru bisa melenggang bebas ke Hungaria. Penjahat perang yang kebijakannya membantai ribuan warga sipil Palestina masih dapat menghadiri pertemuan diplomatik dengan kepala tegak. Ah, hukum internasional memang unik. Kadang keras bagi mereka yang melawan mafia, tetapi lembut bagi mereka yang mengendalikan sistem.

Di Filipina, penangkapan Duterte ini justru memicu tanda tanya besar. Pemerintah saat ini, yang ironisnya adalah penerus dari rezim Duterte sendiri, dituding tunduk pada kekuatan asing dan mafia narkoba. Bagaimana tidak? Interpol bahkan belum mengeluarkan red notice untuk Duterte. Nama Duterte tidak ditemukan di situs resmi Interpol, yang artinya ia tidak masuk daftar pencarian orang secara resmi.

Tetapi entah bagaimana, ia bisa langsung ditangkap dan diterbangkan ke Den Haag. Apakah ini kemenangan besar bagi kartel narkoba internasional yang berhasil menundukkan pemerintah Filipina? Ataukah ini hanya sekadar balas dendam politik?

Publik mulai berspekulasi bahwa ada aktor-aktor tertentu di dalam tubuh kepolisian Filipina yang mungkin memiliki kepentingan besar dalam perdagangan narkoba. Bukankah aneh jika Duterte, yang selama ini bersumpah untuk membersihkan negaranya dari narkoba, justru dikhianati oleh sistem yang pernah ia pimpin? Ataukah ini sebuah peringatan bagi para pemimpin dunia lainnya untuk tidak bermain api dengan kekuatan besar di balik bisnis narkotika?

Lebih dari itu, kejadian ini menunjukkan betapa hukum internasional bekerja dengan cara yang absurd. Seorang mantan presiden yang berusaha membersihkan negerinya dengan cara yang brutal malah dikorbankan, sementara pemimpin lain yang jelas-jelas melakukan genosida dan kejahatan perang bisa berjalan dengan bebas. Ini bukan hanya soal Duterte. Ini tentang bagaimana hukum dunia begitu mudah dikendalikan oleh kepentingan politik dan ekonomi global.

Sementara pesawat Duterte mendarat di Eropa untuk menghadapi pengadilan, Netanyahu bersulang anggur di Budapest. Dunia ini, pada akhirnya, bukan tentang siapa yang benar atau salah. Ini tentang siapa yang memiliki kekuatan lebih besar untuk menentukan siapa yang harus dihukum dan siapa yang bisa bebas. Dan Filipina? Mungkin hanya satu bab kecil dalam skenario besar permainan global ini.

Continue Reading

Ruang Sujud

Menemukan Hikmah Hidup Melalui Tadabbur Al-Qur’an

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Al-Qur’an adalah sumber petunjuk bagi umat Islam yang memberikan panduan dalam menjalani kehidupan. Namun, memahami Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca atau menghafalnya, tetapi juga perlu dilakukan dengan tadabbur, yaitu merenungkan maknanya secara mendalam. Tadabbur Al-Qur’an membuka pintu hikmah, memberikan ketenangan hati, dan menuntun kita dalam mengambil keputusan yang bijaksana.

Makna Tadabbur Al-Qur’an

Tadabbur berasal dari kata dabbara, yang berarti merenungkan atau memikirkan sesuatu hingga ke akibat atau akhirnya. Dalam konteks Al-Qur’an, tadabbur berarti memahami makna ayat secara mendalam, menggali pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman:

“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki manusia untuk tidak sekadar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahaminya dengan hati yang terbuka. Dengan tadabbur, seseorang bisa menemukan hikmah yang mengubah cara pandang dan sikap dalam hidup.

Manfaat Tadabbur Al-Qur’an dalam Kehidupan

1. Menemukan Tujuan Hidup

Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56). Dengan tadabbur, seseorang dapat memahami bahwa hidup bukan sekadar memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Tadabbur membantu kita memahami bahwa setiap peristiwa dalam hidup memiliki makna dan pelajaran yang berharga.

2. Menenangkan Hati dan Pikiran

Dalam kesibukan hidup, sering kali kita merasa cemas, gelisah, atau kehilangan arah. Tadabbur Al-Qur’an dapat menjadi obat bagi hati yang resah. Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ketika kita merenungkan ayat-ayat yang membahas ketenangan dan keimanan, hati menjadi lebih damai dan optimis menghadapi tantangan hidup.

3. Menjadi Pribadi yang Lebih Sabar dan Bersyukur

Al-Qur’an penuh dengan kisah-kisah para nabi dan orang saleh yang menghadapi berbagai ujian hidup. Dengan mentadabburi kisah mereka, kita bisa belajar tentang kesabaran dalam menghadapi kesulitan dan pentingnya bersyukur dalam segala keadaan. Misalnya, kisah Nabi Ayyub yang tetap bersabar meskipun diuji dengan penyakit dan kehilangan harta benda.

4. Membantu dalam Mengambil Keputusan

Dalam kehidupan, kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan. Tadabbur Al-Qur’an membantu kita menemukan petunjuk yang benar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Misalnya, dalam memilih teman, pasangan hidup, atau keputusan bisnis, Al-Qur’an memberikan prinsip-prinsip yang bisa menjadi pedoman agar tidak terjerumus ke dalam keburukan.

Cara Melakukan Tadabbur Al-Qur’an

1. Membaca dengan Khusyuk dan Perlahan

Membaca Al-Qur’an dengan tenang dan penuh perhatian akan membantu kita memahami maknanya dengan lebih baik. Hindari membaca dengan terburu-buru agar bisa lebih fokus pada pesan yang terkandung dalam ayat.

2. Mempelajari Tafsirnya

Untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an lebih dalam, kita bisa merujuk pada tafsir dari ulama terpercaya, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Muyassar, atau Tafsir Al-Jalalain. Tafsir ini membantu kita memahami latar belakang turunnya ayat (asbabun nuzul) dan makna yang lebih luas.

3. Menghubungkan dengan Kehidupan Sehari-hari

Setelah memahami ayat, kita perlu menghubungkannya dengan kondisi kehidupan kita. Misalnya, saat membaca ayat tentang kejujuran, kita bisa bertanya pada diri sendiri: Apakah saya sudah menjadi orang yang jujur dalam pekerjaan dan hubungan sosial? Dengan cara ini, Al-Qur’an menjadi pedoman nyata dalam kehidupan.

4. Mengamalkan dalam Perbuatan

Tadabbur bukan hanya memahami secara intelektual, tetapi juga mengamalkannya. Jika kita membaca ayat tentang pentingnya bersedekah, maka kita bisa mulai membiasakan diri untuk berbagi kepada yang membutuhkan.

Kesimpulan

Tadabbur Al-Qur’an adalah cara untuk menemukan hikmah hidup yang sejati. Dengan merenungkan makna ayat-ayat Allah, kita bisa memahami tujuan hidup, mendapatkan ketenangan hati, serta menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya sekadar membaca, tetapi kita perlu menggali lebih dalam dan mengamalkan pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita istiqamah dalam mentadabburi Al-Qur’an, maka hidup kita akan semakin terarah dan penuh berkah.

Continue Reading

Review

Dari Tumpeng ke Retreat: Resep Lunaknya Megawati

Didit Prabowo sukses mencairkan hubungan politik lewat pendekatan santai dan diplomasi kuliner. Pertemuannya dengan Megawati berujung pada perintah retreat kepala daerah PDIP, memicu spekulasi publik.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Ketika diplomasi internasional sering kali diwarnai negosiasi alot dan ancaman sanksi ekonomi, Indonesia punya gaya sendiri. Lupakan meja perundingan mencekam, karena di negeri ini, urusan politik bisa cair hanya dengan sepiring hidangan lezat dan canda tawa. Contohnya? Didit Prabowo, putra Presiden Prabowo, yang sukses menjalankan misi soft diplomacy-nya saat bertemu Megawati Soekarnoputri.

Dunia politik Indonesia memang penuh warna. Salah sedikit, bisa terjebak dalam pusaran intrik yang rumit. Tapi Didit datang dengan gaya berbeda. Tidak ada pidato panjang atau argumen alot, hanya pertemuan hangat yang akhirnya mengubah dinamika politik negeri ini. Tidak hanya Megawati yang luluh, tapi juga para kepala daerah PDIP yang akhirnya berbondong-bondong mengikuti retreat gelombang kedua. Lalu, apa rahasia sukses diplomasi ala Didit ini?

Pertama, jangan pernah meremehkan kekuatan makanan. Politik Indonesia bukan hanya soal visi dan misi, tapi juga menu makan siang. Bayangkan, suasana tegang bisa langsung mencair begitu hidangan favorit tersaji. Bisa jadi, ada hidangan legendaris yang membuat Megawati berpikir ulang soal arah politik partainya. Apakah nasi goreng spesial atau tumpeng berlapis makna? Yang jelas, jika ada yang bisa membuat seorang politisi tersenyum lebar, itu pasti bukan sekadar obrolan biasa.

Kedua, strategi “charm offensive” yang halus tapi mematikan. Didit, dengan karismanya yang santai, mampu menggeser suasana formal menjadi lebih akrab. Publik pun tak bisa menyembunyikan rasa penasaran mereka: apa yang mereka bicarakan? Adakah kalimat sakti yang membuat Megawati terkesima? Ataukah cukup dengan satu gesture kecil, seperti selfie bersama, yang tiba-tiba meruntuhkan dinding politik yang sempat tegak?

Tak hanya itu, pertemuan ini juga membawa kejutan lain. Puan Maharani dan anaknya ikut ber-selfie mirror dengan Didit, seolah mengirimkan sinyal bahwa hubungan politik kedua keluarga mulai menghangat. Politik Indonesia memang penuh dengan kode-kode tak tertulis, dan selfie bisa jadi merupakan tanda persahabatan baru.

Namun, publik tetap bertanya-tanya. Jika kehangatan ini benar adanya, apakah ini akan berdampak pada konstelasi politik yang lebih besar? Apakah ini berarti PDIP dan pemerintahan Prabowo akan semakin akur? Dan lebih penting lagi, hidangan apakah yang sesungguhnya menjadi bintang dalam pertemuan tersebut?

Terlepas dari itu semua, satu hal yang pasti: diplomasi tak melulu soal pidato dan perjanjian. Kadang, ia hanya membutuhkan momen sederhana yang dikemas dengan gaya santai, sepiring hidangan yang menggugah selera, dan tentu saja, senyum yang tepat di waktu yang pas.

Continue Reading

Review

Kebebasan Jurnalis Asing: Peluang atau Ancaman?

Kebijakan Kapolri membebaskan jurnalis asing bertugas tanpa SKK membuka peluang kebebasan pers, namun tetap perlu diwaspadai demi menjaga keamanan nasional dan mencegah kebocoran data.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Kebebasan pers adalah salah satu pilar demokrasi. Ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa jurnalis asing tidak lagi wajib memiliki Surat Keterangan Kepolisian (SKK) untuk bertugas di Indonesia, ini menjadi sinyal positif bagi dunia jurnalistik. Namun, di balik kebijakan yang tampaknya progresif ini, ada peringatan yang tidak bisa diabaikan: bagaimana memastikan bahwa jurnalis asing benar-benar profesional dan bukan bagian dari operasi mata-mata yang dapat membahayakan kepentingan nasional?

Perubahan ini tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 3 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, SKK tidak lagi menjadi keharusan bagi jurnalis asing. Sebelumnya, SKK diterbitkan berdasarkan permintaan penjamin. Jika tidak ada permintaan dari penjamin, maka SKK tidak dikeluarkan. Artinya, kini para jurnalis asing dapat bekerja lebih leluasa tanpa harus bergantung pada mekanisme administratif yang selama ini mengatur keberadaan mereka.

Keputusan ini disambut baik oleh banyak pihak, terutama mereka yang mendukung kebebasan pers. Tanpa adanya regulasi yang berbelit, peliputan bisa lebih cepat dan independen. Namun, di sisi lain, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait keamanan nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, kebocoran data dan ancaman siber menjadi momok yang serius bagi Indonesia. Tanpa pengawasan yang ketat, bagaimana memastikan bahwa informasi yang diakses jurnalis asing tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang memiliki agenda tersembunyi?

Jenderal Sigit menjelaskan bahwa dalam situasi tertentu, seperti peliputan di daerah konflik, penjamin tetap bisa meminta SKK kepada Polri. Hal ini menjadi langkah antisipasi agar jurnalis asing mendapatkan perlindungan saat bertugas di wilayah rawan. Misalnya, Papua sering menjadi perhatian dunia internasional, dan peliputan di wilayah ini kerap menghadapi tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Dengan adanya opsi SKK bagi yang membutuhkan, pemerintah tetap memiliki kontrol terhadap keberadaan jurnalis asing di lokasi-lokasi sensitif.

Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: sejauh mana pemerintah bisa membedakan antara jurnalis asing yang benar-benar bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan mereka yang memiliki agenda tersembunyi? Sejarah mencatat bahwa tidak sedikit kasus di mana individu dengan identitas jurnalis ternyata terlibat dalam aktivitas intelijen. Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan posisinya yang strategis di dunia, tentu menjadi target kepentingan banyak pihak. Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian adalah kunci.

Bukan berarti kebijakan Kapolri ini harus ditarik kembali. Sebaliknya, pemerintah perlu memastikan bahwa ada mekanisme pengawasan yang tetap berjalan meskipun regulasi sudah lebih longgar. Misalnya, kerja sama dengan instansi lain seperti imigrasi dan intelijen harus diperkuat. Selain itu, media lokal dan komunitas jurnalistik dalam negeri juga bisa berperan dalam memonitor aktivitas jurnalis asing agar tetap sesuai dengan etika dan kepentingan nasional.

Dinamika global menuntut Indonesia untuk membuka diri terhadap dunia. Namun, keterbukaan tanpa pengamanan yang memadai bisa menjadi bumerang. Jurnalis asing memang seharusnya mendapatkan akses yang lebih mudah untuk meliput berita di Indonesia, tetapi tetap dengan koridor yang jelas agar kebebasan pers tidak disalahgunakan. Apresiasi terhadap kebijakan Kapolri perlu dibarengi dengan langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa kebebasan ini tidak berujung pada ancaman bagi negara.

Pada akhirnya, kebijakan ini adalah pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan baik, Indonesia bisa semakin diakui sebagai negara dengan kebebasan pers yang maju. Namun, jika disalahgunakan, dampaknya bisa berbahaya bagi keamanan nasional. Kini, tantangan bagi pemerintah adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kebebasan dan pengawasan agar kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak.

Continue Reading

Review

Jejak Pagar Laut: Identitas di Persimpangan

Filsafat intelijen, linguistik forensik, dan sastra maritim membuka tabir kasus pagar laut, memperkuat identitas bangsa di tengah arus geopolitik dan kepentingan global.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Laut tak pernah benar-benar diam. Ia berbisik lewat riak gelombang, berkisah lewat jejak kapal, dan menyimpan rahasia dalam gulungan arusnya. Di suatu pagi yang seolah biasa, sebuah laporan bocor ke publik: pagar laut yang seharusnya menjadi penjaga, justru menjadi titik rawan. Kasus ini bukan sekadar perbincangan di meja akademik atau rapat strategis para pejabat. Ini adalah cerminan identitas bangsa yang sedang diuji.

Sejak zaman dahulu, laut adalah nadi kehidupan dan penjaga peradaban. Dari jalur perdagangan kuno hingga eksplorasi modern, setiap wilayah perairan membawa makna tersendiri bagi yang memahami. Di sinilah filsafat intelijen berperan: membaca pola, menelaah ancaman, dan merangkai strategi untuk menjaga kedaulatan. Intelijen bukan sekadar soal penyadapan atau mata-mata, tetapi kemampuan membaca yang tak kasat mata—memahami motif di balik layar dan menghubungkan titik-titik yang tampak terpisah.

Jika kita kaitkan kasus pagar dalam perspektif linguistik forensik, setiap kata yang tertulis atau terucap menyimpan jejak. Kata-kata dalam laporan penyelidikan, komunikasi terselubung di jaringan gelap, atau bahkan diamnya pihak tertentu bisa menjadi petunjuk bagi yang peka. Sebuah pesan di radio frekuensi rendah, perbedaan istilah dalam dokumen resmi, atau perubahan kecil dalam logistik perkapalan bisa mengungkap dalang di balik layar.

Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana laut sendiri bercerita. Sastra maritim telah lama menjadi saksi bisu dari perebutan identitas, baik melalui syair, catatan perjalanan, maupun cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Dalam puisi-puisi lama, pagar laut bukan sekadar batas fisik, melainkan simbol dari perlindungan dan kebanggaan. Tetapi di era modern, batas itu semakin kabur—antara kedaulatan dan ekspansi, antara perlindungan dan eksploitasi.

Kasus pagar laut ini menguji banyak hal: kejelian intelijen dalam membaca ancaman, ketajaman linguistik forensik dalam menelusuri jejak komunikasi, dan kebijaksanaan sastra maritim dalam menjaga narasi identitas. Ada yang mencoba menulis ulang sejarah dengan kepentingannya sendiri, tetapi ada pula yang berusaha menjaga kebenaran tetap hidup dalam ingatan kolektif.

Lalu, di manakah posisi kita? Apakah hanya menjadi penonton dalam babak baru geopolitik ini, atau justru menjadi pemain yang mengukir arah? Laut terus berbicara, dan mereka yang mau mendengar akan menemukan jawabannya.

Tiba-tiba ada yang bilang ” habiskan saja kopi itu, waktu udah sore,” suara itu dari di ujung pantai kejawanan. Tampak ada sosok yang menyuarakan kata-kata yang anda baca ini.

Continue Reading

Review

Intelijen Ekonomi: Senjata Rahasia Menuju Kemenangan

Sejarah telah membuktikan, perang tidak hanya dimenangkan dengan senjata, tetapi dengan kecerdasan. Kehebatan intelijen menjadi faktor penentu kemenangan, sebagaimana yang terjadi dalam sejarah Islam ketika menaklukkan berbagai wilayah dan mempertahankannya selama ratusan tahun. Kini, peperangan telah berubah bentuk. Bukan lagi tentang pedang dan panah, tetapi tentang informasi dan strategi ekonomi. Indonesia berada di persimpangan krusial, di mana intelijen ekonomi harus menjadi senjata utama dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Perang ekonomi telah lama berlangsung, meski tak selalu tampak di permukaan. Dalam diam, negara-negara saling bersaing, menggunakan berbagai cara untuk mengamankan kepentingan nasional mereka. Perang ini tidak hanya tentang perdagangan atau investasi, tetapi juga tentang penguasaan informasi strategis yang dapat menentukan arah kebijakan ekonomi suatu negara. Inilah medan tempur baru yang harus dihadapi Indonesia.

Lihatlah bagaimana peradaban Islam di masa lalu mampu membangun kekuatan dan kejayaan yang bertahan berabad-abad. Salah satu rahasianya adalah intelijen yang kuat. Dalam strategi perang, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya selalu mengandalkan informasi yang akurat sebelum mengambil keputusan. Keberhasilan penaklukan Makkah, Perang Khandaq, hingga ekspansi ke Persia dan Romawi, semuanya ditopang oleh kejelian dalam mengelola informasi.

Di era modern, pertempuran serupa terjadi dalam bentuk yang berbeda. Persaingan ekonomi global bukan lagi sekadar tentang siapa yang memiliki sumber daya alam paling banyak, tetapi tentang siapa yang lebih cerdas dalam mengelola dan mengamankan informasi strategis. Negara-negara maju telah lama menyadari hal ini dan mengembangkan sistem intelijen ekonomi yang canggih. Amerika Serikat memiliki CIA yang tak hanya mengurusi aspek pertahanan, tetapi juga kepentingan ekonomi. China dengan strategi “Belt and Road Initiative”-nya bergerak cepat mengamankan jalur perdagangan. Uni Eropa pun aktif mengatur strategi ekonomi berbasis data dan informasi rahasia yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sebagai negara dengan sumber daya melimpah, Indonesia menjadi incaran banyak kepentingan global. Sayangnya, lemahnya intelijen ekonomi membuat negara ini sering menjadi korban permainan politik dagang internasional. Harga komoditas yang naik turun secara drastis, kebocoran data strategis, hingga ketergantungan terhadap produk luar negeri adalah beberapa bukti bahwa kita belum cukup siap dalam menghadapi peperangan ekonomi ini.

Intelijen ekonomi harus menjadi ujung tombak kebijakan nasional. Pengumpulan, analisis, dan pemanfaatan informasi ekonomi harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh para pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Kita perlu membangun sistem yang mampu mendeteksi ancaman ekonomi sejak dini, menganalisis tren global, serta memproyeksikan langkah strategis agar Indonesia tidak terus-menerus menjadi pemain pinggiran dalam percaturan ekonomi dunia.

Perkuatan intelijen ekonomi juga berarti memperkuat kebijakan industri dalam negeri. Negara-negara yang berhasil memenangkan perang ekonomi adalah mereka yang mampu melindungi sektor strategis mereka. Jepang dengan industri teknologinya, Jerman dengan manufaktur berkualitas tinggi, dan Korea Selatan dengan inovasi digitalnya adalah contoh nyata bagaimana intelijen ekonomi dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional.

Indonesia harus mulai berani memainkan strategi yang lebih cerdas. Penguasaan data, pengamanan aset strategis, dan pengembangan inovasi berbasis intelijen ekonomi harus menjadi agenda utama. Jangan sampai kita hanya menjadi pasar bagi negara lain tanpa memiliki daya tawar yang kuat.

Sejarah telah mengajarkan bahwa kemenangan tidak hanya milik mereka yang memiliki sumber daya lebih banyak, tetapi bagi mereka yang lebih cerdas dalam memanfaatkannya. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan. Namun, hal itu hanya bisa dicapai jika kita mampu mengelola informasi dengan strategi yang tepat. Saatnya menjadikan intelijen ekonomi sebagai senjata rahasia menuju kemenangan.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News15 minutes ago

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Hadapi Tarif Baru Trump

Sportechment1 hour ago

David da Silva Cedera, Dipastikan Absen Saat Persib Hadapi Borneo FC

News2 hours ago

Rayakan Idulfitri, Umat Islam Jaya Wijaya Lakukan Hal Ini

Migas2 hours ago

Indonesia, Raja Baru BBM Terbarukan!

Review3 hours ago

Ironi Penegak Hukum: Duterte Ditangkap, Nyetanyahu Bebas

Ruang Sujud3 hours ago

Menemukan Hikmah Hidup Melalui Tadabbur Al-Qur’an

Review3 hours ago

Dari Tumpeng ke Retreat: Resep Lunaknya Megawati

Review3 hours ago

Kebebasan Jurnalis Asing: Peluang atau Ancaman?

Review4 hours ago

Jejak Pagar Laut: Identitas di Persimpangan

Review4 hours ago

Intelijen Ekonomi: Senjata Rahasia Menuju Kemenangan

News4 hours ago

Polisi London Amankan Warga Yang Terlibat Organisasi Hizbullah

Sportechment6 hours ago

Sam Mendes Garap Empat Film Biopik The Beatles, Kapan Rilisnya?

Sportechment7 hours ago

April 2025 Penuh Warna! Deretan Konser Musik Internasional Siap Guncang Indonesia

Ruang Sujud7 hours ago

Tadabbur Al-Qur’an: Kunci Kedamaian Hati dan Pikiran

Sportechment7 hours ago

Sebelum Dimakamkan Ray Sahetapy Bakal Disalatkan di Masjid Istiqlal

News7 hours ago

Indonesia Akhiri Misi Kemanusiaan Korban Gempa Myanmar

News8 hours ago

Silaturahmi ke Gus Mus, Mendikdasmen Dapat Wejangan Ini

News8 hours ago

King Salman Global Academy Gelar Bulan Bahasa Arab di Spanyol

News9 hours ago

Selamatkan Lansia Saat Kebakaran Hutan Korsel, Sugiyanto Terima Penghargaan Ini

Ruang Sujud10 hours ago

Jika Hendak Ceraikan Istri Sebab tak Lagi Cinta, Ingat Pesan Sahabat Nabi ini