Monitorday.com – Kementerian Agama (Kemenag) mengajak mahasiswa, santri, penyuluh agama, dan masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Deklarasi Istiqlal.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Ngaji Budaya di Auditorium HM. Rasjidi, Jakarta.
Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk mendorong pelestarian budaya Islam di Nusantara.
Kegiatan ini sejalan dengan prinsip-prinsip Deklarasi Istiqlal dalam menjaga keberagaman dan memperkokoh identitas keislaman yang moderat.
Ngaji Budaya hadir sebagai ruang dialog dan edukasi untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya Islam.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Oman Fathurrahman, Susi Ivvaty, dan Faried F Saenong.
Oman Fathurrahman menegaskan pentingnya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan di tengah keberagaman.
Kerukunan umat beragama harus menjunjung tinggi harkat dan martabat luhur kemanusiaan meski ada perbedaan.
Nilai-nilai agama seharusnya menjadi solusi atas kejahatan kemanusiaan dan kerusakan lingkungan.
Oman mengajak pemuka agama dan santri untuk terlibat aktif dalam isu perubahan iklim.
Tanggung jawab moral umat beragama adalah memastikan bumi tetap lestari untuk generasi mendatang.
Oman mengusulkan tiga langkah strategis untuk mewujudkan pesan Deklarasi Istiqlal melalui kebudayaan.
Langkah pertama adalah penguatan literasi keagamaan berbasis budaya melalui tradisi dan artefak budaya Nusantara.
Langkah kedua adalah memperbanyak dialog lintas agama dan budaya untuk menekankan persamaan.
Langkah ketiga adalah melestarikan tradisi dan artefak budaya yang bernafaskan agama.
Susi Ivvaty menyoroti bagaimana Islam di Nusantara berkembang dalam harmoni dengan budaya lokal.
Ia menjelaskan bahwa kebudayaan Islam Nusantara merujuk pada pengembangan Islam di wilayah kepulauan Nusantara.