Monitorday.com – Di tengah gegap gempita Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025, sebuah panggung baru lahir bagi generasi muda Indonesia. Namanya Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA 2025). Dihelat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 6-9 Oktober 2025.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono, saat melaporkan rangkaian kegiatan tersebut mengatakan, bahwa EKKA bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang untuk mensosialisasikan salah satu program prioritas Kemendikdasmen, yakni Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
“Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial telah dirancang sejak tahun lalu, bersamaan dengan hadirnya mata pelajaran baru ‘Koding dan Kecerdasan Artifisial. Sehingga ajang ini bukan semata kompetisi, melainkan juga persiapan sekaligus sosialisasi mapel ini,” tutur Irene pada kamis (9/10/2025) malam di Dome Theater UMM Malang.
Sebanyak 30 finalis dari berbagai daerah telah melewati seleksi ketat dan tampil pada babak final yang digelar sehari sebelumnya, Rabu (8/10/2025). Dari hasil penilaian dewan juri, terpilih 12 finalis terbaik yang berhak membawa pulang medali. Dua di antaranya meraih medali emas, yakni Nicholas Ardi Tirta (SMA Santa Laurensia Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Banten) dan Zafran Prayata Wiza (MAN 2 Kota Pekanbaru, Riau).
Empat peserta lain menyabet medali perak: Hamid Satria Ibrahim (SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur), Loselen Luari Jonanda (SMAN 1 Blitar, Jawa Timur), Desmond Elvis (SMA Maitreyawira, Batam, Kepulauan Riau), dan Farzan Akhtar Fakhir (SMAN Unggulan M.H. Thamrin, Jakarta Timur, DKI Jakarta).
Sementara enam finalis peraih medali perunggu adalah Aryabima Pratama Brata (Global Prestasi School, Bekasi, Jawa Barat), Muhammad Bhre Zidane Pribadi (SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan), Jesselyn Nadya Rosalia Yuwana (SMA Victory Plus, Bekasi, Jawa Barat), Kenneth Lie (SMAK 1 PENABUR, Jakarta Barat), Arya Die Irham (SMA Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Jawa Timur), dan Axelleon Reinhart Tandani (SMAK PENABUR Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten).
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi. Ia menilai ajang ini sebagai ruang bagi lahirnya generasi muda unggul di bidang kecerdasan artifisial.
“Tentu saya mengapresiasi sekali karena ini (EKKA 2025) diselenggarakan dengan melibatkan partisipasi banyak mitra. Saya tanya ke mereka (peserta) bagaimana terlibat di sini dan rata-rata menjawab belajar otodidak, ini menjadi potensi yang luar biasa,” ujar Muchlas.
Ia juga menekankan pentingnya momentum ini bagi sekolah-sekolah di Indonesia. EKKA, kata dia, dapat menjadi saluran bagi murid-murid yang berprestasi.
“Ekshibisi ini saya yakin akan mendorong bagaimana sekolah-sekolah kita untuk melihat ini (kecerdasan artifisial) sebagai potensi yang penting. Kita punya talenta-talenta dengan potensi yang luar biasa. Jika di olimpiade AI sebelumnya kita dapat perak, insyaAllah tahun depan kita dapat emas,” tambahnya.
Salah satu peraih medali emas, Nicholas Ardi Tirta, mengaku kompetisi berlangsung ketat dan menantang.
“Sengit dan jago-jago semua, tetapi kuncinya sesuatu enggak bisa diraih kalau enggak kerja keras. Meski persiapan hanya dua minggu, tetapi seluruh bahan-bahan sudah saya pelajari sejak dulu,” ungkap siswa kelas XI SMA Santa Laurensia Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten.
Rekan sesama peraih emas, Zafran Prayata Wiza dari MAN 2 Kota Pekanbaru, Riau, menuturkan bahwa ia menyiapkan diri dengan mempelajari materi dan latihan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI).
“Persiapannya selama satu minggu, jadi TOKI menyediakan bahan-bahan dan contoh soal, saya mempersiapkan itu sampai paham ke akar-akarnya dan juga mengulang-ulang soal,” jelasnya.
Ajang EKKA 2025 menjadi pintu gerbang bagi talenta AI Indonesia untuk melangkah ke International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Penyelenggaraan tahun ini turut didukung oleh berbagai mitra strategis, antara lain Microsoft, ParagonCorp, RADYALABS, Cakrawala University, Achmad Zaky Foundation, SIRCLO, Alkademi, Bharabas Media Group, Tugu Media Group, dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).