Pangan
Kepala Bapanas: Anggur Shine Muscat Aman Dikonsumsi, Tapi,,,

Published
5 months agoon

Monitorday.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, memberikan pernyataan resmi mengenai hasil uji cepat residu pestisida pada anggur impor jenis Shine Muscat.
Dalam uji yang dilakukan terhadap 350 sampel, ditemukan bahwa 90 persen sampel negatif residu pestisida, sementara 10 persen terdeteksi positif, namun dengan kadar yang masih di bawah ambang batas maksimum residu (BMR).
“Kami juga telah melakukan uji laboratorium terhadap 240 senyawa residu pestisida pada anggur ini. Hasilnya menunjukkan 219 senyawa negatif dan 21 senyawa terdeteksi mengandung residu, namun kadar yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah BMR,” ujar Arief dalam Konferensi Pers Bapanas di Jakarta, Senin (4/11).
Arief menegaskan bahwa tidak ditemukan senyawa berbahaya, seperti yang diberitakan di Thailand, yaitu klorpirifos dan endrin aldehyde. Ia mengingatkan masyarakat bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila produk yang tidak aman ditemukan beredar di pasaran.
“Kami akan memberikan peringatan kepada pelaku usaha dan menarik produk tersebut dari peredaran untuk mencegah dampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci buah anggur yang telah dibeli sebelum mengonsumsinya.
“Tindakan ini sangat penting untuk mengurangi risiko adanya residu atau kotoran lain yang mungkin masih menempel di permukaan buah. Mengingat anggur adalah komoditas yang dapat langsung dikonsumsi tanpa pengupasan, penting bagi masyarakat untuk mencuci setiap buah sebelum dikonsumsi,” tegasnya.
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan (Perbadan) Nomor 1 Tahun 2023 tentang level pangan segar, semua informasi yang diperlukan harus dicantumkan pada kemasan untuk menjamin keamanan pangan segar.
Arief menambahkan, masyarakat perlu menerapkan praktik keamanan pangan, seperti membaca label yang tertera, memilih komoditas dengan izin edar, dan teliti sebelum membeli.
“Selain itu, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal, termasuk buah-buahan yang banyak diproduksi di dalam negeri. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal,” imbuhnya.
Terakhir, Arief menegaskan komitmen Bapanas untuk menjaga keamanan pangan segar melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Badan Karantina Indonesia (Barantin).
“Keamanan pangan segar terkait erat dengan pihak karantina dan BPOM. Kami bertiga memiliki peran yang saling melengkapi,” tutupnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, Kepala Barantin, Sahad M. Pangabean, serta beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian di seluruh Kabupaten/Kota.
Mungkin Kamu Suka
Pangan
Rekor Penyerapan Gabah: Bulog Pecahkan Batas!
Bulog mencatat rekor penyerapan gabah petani lebih dari 725 ribu ton setara beras, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dengan harga Rp 6.500/kg, kebijakan ini memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Published
16 hours agoon
31/03/2025By
Natsir Amir
Monitorday.com – Di tengah dinamika sektor pangan nasional, Perum Bulog berhasil mencetak sejarah baru. Hingga Maret 2025, total penyerapan gabah petani mencapai lebih dari 725 ribu ton setara beras. Ini bukan sekadar angka, tetapi pencapaian tertinggi dalam satu dekade terakhir! Sebuah langkah konkret untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di tengah gejolak ekonomi global.
Dalam periode Januari hingga Maret, Bulog mempercepat penyerapan gabah dengan strategi agresif. Bekerja sama dengan petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta perusahaan penggilingan beras di seluruh Indonesia, mereka memastikan bahwa setiap butir gabah yang dihasilkan petani memiliki pasar yang jelas. Tak hanya itu, harga yang ditetapkan sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp 6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP), memberikan kepastian ekonomi bagi petani.
Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan terhadap petani sekaligus langkah strategis dalam menjaga cadangan beras nasional. “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung petani. Setiap butir gabah yang kami serap adalah bukti nyata bahwa kesejahteraan petani adalah prioritas,” ujar Prihasto.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog sekaligus Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Baginya, ini adalah manifestasi kehadiran pemerintah bagi petani. Di saat harga gabah sering kali berfluktuasi, kehadiran Bulog dengan harga Rp 6.500/kg menjadi penyelamat bagi petani. “Ini bukan sekadar kebijakan, ini adalah aksi nyata yang langsung dirasakan oleh petani. Presiden Prabowo Subianto berkomitmen agar petani mendapatkan harga yang layak dan perekonomian pedesaan bergerak maju,” ungkap Sudaryono.
Namun, pencapaian ini tidak berhenti pada angka. Pemerintah terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjual gabah dengan harga yang sesuai ketentuan, serta mengedukasi petani untuk memanen pada waktu yang tepat. Dengan panen yang optimal, kualitas gabah meningkat dan petani bisa menikmati hasil yang lebih baik. Ini bukan hanya tentang membeli gabah, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan keberlanjutan bagi sektor pertanian.
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso, menjelaskan bahwa sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, serta institusi lain seperti TNI dan Polri, sangat berperan dalam memastikan penyerapan gabah berjalan lancar. “Kami ingin memastikan setiap petani tidak hanya bisa menjual gabahnya dengan harga yang layak, tetapi juga merasa aman dan didukung dalam proses distribusi dan logistik,” tegasnya.
Dengan pencapaian ini, Bulog tak hanya mengamankan stok pangan nasional, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih stabil dan menguntungkan bagi semua pihak. Langkah ini juga menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Bulog tidak akan berhenti di sini. Mereka terus berinovasi, mencari solusi untuk mempercepat proses penyerapan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memastikan ketahanan pangan tetap kokoh di tengah tantangan global. Dengan energi dan semangat yang tak surut, Bulog siap mengawal masa depan pangan Indonesia ke arah yang lebih cerah.
Pangan
Penyerapan Gabah Bulog Capai 725 Ribu Ton, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Published
17 hours agoon
30/03/2025
Monitorday.com – Perum Bulog mengumumkan bahwa hingga Maret 2025, penyerapan gabah petani telah mencapai lebih dari 725 ribu ton setara beras, mencatatkan angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Capaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani.
Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, menyatakan, “Penyerapan gabah yang mencapai lebih dari 725 ribu ton setara beras ini merupakan capaian tertinggi Bulog dalam periode Januari-Maret dalam 10 tahun terakhir.
Angka ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan merupakan upaya nyata Bulog untuk memastikan cadangan pangan nasional tetap stabil.”
Bulog juga terus meningkatkan kerja sama dengan petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta perusahaan penggilingan beras di seluruh Indonesia. Penyerapan gabah dilakukan dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).
Prihasto menegaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung para petani dengan cara menyerap hasil panen mereka, sehingga program penyerapan gabah ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.”
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog yang juga Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulog yang mendukung petani melalui penyerapan gabah dan beras.
Ia menambahkan, upaya ini sangat penting untuk menjaga kesejahteraan petani, terutama menjelang hari raya ketika kebutuhan pangan meningkat.
“Upaya membeli GKP dari petani ini adalah wujud kehadiran pemerintah bagi rakyat. Tujuannya, meningkatkan nilai tukar petani (NTP) dan mendukung harga yang menguntungkan bagi petani,” ujar Sudaryono.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini adalah bukti perhatian nyata dari Presiden Prabowo melalui Bulog.
Selain itu, pemerintah gencar melakukan sosialisasi kepada petani mengenai pembelian gabah dengan harga yang sesuai ketentuan. Edukasi tentang waktu panen yang tepat juga diberikan untuk memastikan kualitas gabah yang lebih baik, yang berdampak pada kesejahteraan petani.
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso, menjelaskan bahwa dengan harga pembelian gabah Rp 6.500/kg, Bulog memastikan petani tidak merugi dan dapat menikmati hasil panen dengan harga yang baik.
Ia juga menambahkan bahwa Bulog berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, TNI, dan Polri, untuk memastikan kelancaran penyerapan gabah di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan langkah dan capaian ini, Bulog berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan di masa depan,” ujar Widiarso.

Monitorday.com – Menjelang puncak panen raya yang diperkirakan terjadi pada April 2025, Perum BULOG telah menyerap gabah dan beras sebanyak 300.000 ton setara beras.
Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen BULOG dalam mendukung program swasembada pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Dewan Pengawas Perum BULOG, Sudaryono, menyebutkan bahwa surplus produksi beras diperkirakan mencapai 2,8 hingga 3,5 juta ton hingga April 2025.
Ia berharap kondisi ini dapat mendorong petani untuk menanam lebih dari satu kali dalam setahun guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Setelah panen kali ini, saya harapkan para petani bisa kembali menanam lagi.”
“Jadi dalam setahun bisa menanam hingga 2 sampai 3 kali, tidak hanya sekali menanam saja,” ujar Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.
Sebagai BUMN yang bertanggung jawab dalam menyerap hasil panen petani untuk Cadangan Pangan Pemerintah, BULOG semakin aktif dalam melakukan pembelian gabah dan beras dari petani lokal.
Untuk memperlancar proses penyerapan ini, BULOG bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, TNI-POLRI, kelompok tani, serta penggilingan padi.
Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Arwakhudin Widiarso, menegaskan bahwa BULOG tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan membeli hasil panen petani dalam negeri.
“Tim Jemput Gabah Perum BULOG concern melakukan penyerapan dengan melibatkan banyak pihak dari stakeholders perusahaan, seperti Dinas Pertanian di tingkat Provinsi dan kota/kabupaten, TNI-POLRI, kelompok tani, gapoktan, dan penggilingan padi.”
“Tentunya sinergi ini kami harapkan untuk dapat mengoptimalkan penyerapan kami menjelang musim panen raya,” jelas Arwakhudin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Selain itu, BULOG juga aktif melakukan sosialisasi mengenai harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani.
Pemerintah telah menetapkan harga pembelian sebesar Rp 6.500 per kilogram sebagai bagian dari kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Sesuai dengan arahan Presiden bahwa harga yang ditetapkan pemerintah untuk pembelian Gabah Kering Panen di tingkat petani adalah sebesar Rp.6.500,-/kg.”
“Tentunya harga ini adalah bentuk pemerintah hadir dalam upaya menyejahterakan petani dengan melakukan pembelian gabah dengan harga yang baik dan dapat menguntungkan para petani,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arwakhudin mengungkapkan bahwa capaian serapan gabah sebanyak 300.000 ton ini merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Dengan rata-rata penyerapan harian yang sudah mencapai belasan ribu ton, BULOG optimistis dapat mempertahankan tren positif ini hingga akhir musim panen raya.
“Dalam 5 tahun terakhir penyerapan sebanyak 300.000 ton merupakan angka tertinggi, rata-rata penyerapan harian sudah belasan ribu ton, semoga kami bisa terus menjaga momentum ini menjelang panen raya di akhir Maret hingga April nanti,” tutupnya.
BULOG terus berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Diharapkan, puncak panen raya nanti tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia.
Pangan
Digitalisasi Percepat Distribusi, Pupuk Indonesia Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi

Published
3 weeks agoon
14/03/2025
Monitorday.com – PT Pupuk Indonesia terus berinovasi untuk memperbaiki distribusi pupuk di Indonesia dengan menghadirkan sistem digitalisasi yang semakin efisien dan transparan.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan salah satu kendala utama dalam penyaluran pupuk yang sering dihadapi adalah keterlambatan penerbitan Surat Keputusan (SK) dari pemerintah daerah.
Pada 2024, sejumlah bupati baru menyelesaikan penerbitan SK pada bulan Juni, yang mengakibatkan distribusi pupuk terlambat dan melewati satu musim tanam.
“Jika kami tetap salurkan pupuk tanpa SK, kami akan menghadapi masalah hukum. Hal ini menjadi dilema bagi kami,” ujar Rahmad, dalam pertemuan dengan jajaran PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Namun, ia tetap optimis dengan adanya solusi digital yang sedang diterapkan oleh PT Pupuk Indonesia, yang memungkinkan penyaluran pupuk lebih cepat dan lebih efisien.
Mulai 1 Januari 2025, PT Pupuk Indonesia mengimplementasikan sistem digital yang memungkinkan petani untuk menebus pupuk lebih cepat melalui proses yang lebih transparan. Dengan sistem ini, pemantauan distribusi pupuk dapat dilakukan secara real-time dari pabrik hingga kios distribusi.
Rahmad menambahkan, “Kami sudah mengelola supply chain menggunakan sistem digital, yang kini memungkinkan distribusi pupuk dapat dipantau dari kapal yang bersandar di pelabuhan hingga sampai ke tangan petani.”
Selain itu, aplikasi Ipubers, yang mulai diimplementasikan pada Februari 2025, menjadi salah satu langkah besar untuk meningkatkan efisiensi distribusi. Aplikasi ini memungkinkan pemantauan yang lebih mudah dan lebih tepat sasaran, membantu memastikan bahwa pupuk sampai ke petani yang membutuhkan secara tepat waktu.
Selain fokus pada efisiensi distribusi, PT Pupuk Indonesia juga bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah praktik korupsi dalam distribusi pupuk.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto menegaskan bahwa kerjasama ini akan difokuskan pada koordinasi, bukan pendampingan. Salah satu titik koordinasi adalah untuk memantau dan menangani keterlambatan penerbitan SK oleh pemerintah daerah, baik oleh bupati, gubernur, maupun pejabat terkait lainnya.
“Bentuk kerja sama kami dengan PT Pupuk Indonesia adalah koordinasi dalam upaya untuk meminimalkan keterlambatan SK yang bisa menghambat distribusi pupuk ke petani,” ungkap Setyo.
Dengan digitalisasi sistem distribusi dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah masalah yang muncul, PT Pupuk Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan memastikan distribusi pupuk berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran pupuk kepada petani, yang pada gilirannya mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.
Pangan
Pupuk Indonesia Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Program Makmur

Published
4 weeks agoon
02/03/2025
Monitorday.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung program swasembada pangan nasional melalui program Makmur.
Sebagai bagian dari upaya ini, perusahaan menggelar Safari Makmur di Subang, Jawa Barat, dengan fokus pada penanaman padi di lahan kering.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pupuk Indonesia, Tina T. Kemala Intan, mengungkapkan bahwa Safari Makmur bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Program ini mencakup layanan pengujian tanah, rekomendasi dosis pemupukan, serta optimalisasi peran Pupuk Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
“Jadi program Makmur ini untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan cara memberikan pendampingan mulai dari cara menggunakan pupuk, hingga memberikan petani akses kepada offtaker yang siap membeli hasil panen dari petani,” ujar Tina.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Pupuk Indonesia bersama PSI-TP Kementerian Pertanian menggelar uji demplot di lahan petani binaan.
Pengujian ini melibatkan penggunaan Pupuk NPK Formula Khusus Padi Gogo dan Benih Padi Inpago 13 Fortize di lahan seluas satu hektare.
Saat ini, produktivitas padi gogo di lahan kering secara nasional hanya berkisar 3–4 ton per hektare.
Namun, dengan penerapan teknologi benih unggul dan pemupukan yang tepat, produktivitasnya diharapkan meningkat hingga rata-rata 6 ton per hektare.
Program Makmur, yang merupakan akronim dari “Mari Kita Majukan Usaha Rakyat,” pertama kali diperkenalkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai ekosistem pertanian terpadu dari hulu ke hilir.
Program ini bertujuan memberikan manfaat nyata bagi petani dalam meningkatkan hasil panen dan mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
Salah satu fitur unggulan dari program ini adalah Mobil Uji Tanah (MUT), yang memungkinkan petani mengetahui kandungan hara tanah mereka.
Dengan demikian, petani bisa mendapatkan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman, sehingga dapat menerapkan praktik budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Aktivitas pendampingan berfokus pada peningkatan produktivitas, jadi apa yang dimaksud meningkatkan produktivitas ini adalah mendapatkan pendampingan lebih banyak, jumlah panennya lebih besar dari sebelumnya,” jelas Tina.
Sejak diluncurkan, program Makmur telah menjangkau 170.969 petani dengan total luas lahan yang dibina mencapai 451.537 hektare di seluruh Indonesia.
Program ini mencakup berbagai komoditas strategis, mulai dari padi, tebu, jagung, kelapa sawit, kopi, hingga hortikultura.
Dari total lahan yang terlibat, padi menjadi komoditas dominan dengan cakupan 124.845 hektare dan melibatkan lebih dari 40.000 petani.
Pada tahun 2025, Pupuk Indonesia menargetkan realisasi program Makmur di lahan seluas 500 ribu hektare, dengan 200 ribu hektare diperuntukkan bagi tanaman padi, sementara 300 ribu hektare lainnya mencakup berbagai komoditas non-padi seperti tebu, singkong, kopi, kakao, dan hortikultura.
Tina juga mengingatkan para petani untuk segera menebus pupuk bersubsidi yang telah dialokasikan pemerintah sebesar 9,55 juta ton pada tahun ini.
Alokasi tersebut terdiri atas Urea 4,6 juta ton, NPK 4,2 juta ton, NPK Formula Khusus 147.798 ton, serta pupuk organik sebanyak 500.000 ton.
“Pupuk Indonesia akan terus bekerja keras untuk berkontribusi mewujudkan swasembada pangan, dengan menyalurkan pupuk bersubsidi.
“Pada tahun 2025, Pupuk Indonesia mendapat amanah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton, jadi para petani harus diingat, kalau sudah dapat jatahnya bapak ibu harus menebus, kalau tidak ditebus tahun depannya dikurangi, jadi harus rajin menebus, kalau tebus harus bawa KTP sama uang,” tutup Tina.

Monitorday.com – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA) resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung di tingkat petani sebesar Rp5.500 per kilogram (kg).
Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 18 Tahun 2025 dan menjadi dasar bagi Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani guna memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Langkah ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong swasembada pangan nasional.
“Penetapan HPP jagung ini berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Menko Bidang Pangan pada awal Januari lalu. Saat itu disepakati bahwa kenaikan HPP jagung menjadi Rp5.500 per kg akan diberlakukan mulai awal Februari, dengan mempertimbangkan musim panen jagung,” ujar Arief dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat (7/2/2025).
Arief menambahkan bahwa harga ini ditetapkan untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang merugikan serta memastikan jagung tetap kompetitif bagi industri hilir.
Dengan HPP sebesar Rp5.500 per kg, diharapkan keseimbangan antara produsen dan konsumen dapat tetap terjaga.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) dari Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen pada triwulan pertama 2025 diperkirakan meningkat sebesar 1,4 juta ton atau 41,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi pada Januari 2025 diperkirakan mencapai 1,33 juta ton, Februari 1,39 juta ton, dan Maret 2,08 juta ton, dengan total produksi triwulan pertama sebesar 4,81 juta ton. Sebagai perbandingan, produksi jagung pada triwulan pertama 2024 hanya mencapai 3,40 juta ton.
Pemerintah berkomitmen untuk menyerap hasil produksi petani guna memperkuat stok cadangan pangan nasional yang dikelola oleh BUMN pangan.
Bulog ditargetkan menyerap 1 juta ton jagung pipilan kering pada tahun 2025 atau sekitar 5,8 persen dari total proyeksi produksi jagung nasional yang mencapai 17,7 juta ton.
“Hasil produksi petani jagung ini harus diserap oleh pemerintah untuk menjadi cadangan pangan nasional melalui peran Bulog sebagai offtaker. Dengan adanya HPP ini, kita berharap petani mendapatkan harga yang layak, sementara Bulog mampu memperkuat stok jagung pemerintah yang nantinya akan digunakan untuk stabilisasi harga,” jelas Arief.
Selain menyerap produksi jagung, Bulog juga menargetkan penyaluran sebanyak 250 ribu ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada tahun 2025.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan harga di pasar serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan meningkatnya produksi jagung dalam negeri serta kebijakan penyerapan yang lebih optimal, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kuat.
Petani diharapkan mendapatkan keuntungan yang lebih baik, sementara konsumen tetap memperoleh harga yang stabil dan terjangkau.
Pangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Jadi Segini

Published
2 months agoon
30/01/2025
Monitorday.com – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi petani serta mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025 yang menggantikan regulasi sebelumnya.
Salah satu perubahan signifikan dalam kebijakan ini adalah penghapusan rafaksi harga gabah yang selama ini menjadi kendala bagi petani dalam menjual hasil panennya.
Dorongan Produksi dan Ketahanan Pangan Dalam acara Penandatanganan Komitmen Bersama Serap Gabah Petani yang digelar di Jakarta, Arief menegaskan bahwa peningkatan HPP ini diharapkan mampu mendorong semangat petani untuk terus berproduksi guna mendukung swasembada pangan nasional.
“HPP GKP di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kg merupakan langkah strategis agar para petani tetap semangat berproduksi. Penyesuaian ini penting untuk menjaga ketahanan pangan,” ujar Arief.
Momentum panen raya yang berlangsung saat ini juga menjadi faktor utama dalam optimalisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Perum Bulog ditugaskan untuk menyerap gabah dan beras dengan target 3 juta ton setara beras pada 2025.
Proyeksi Produksi Beras dan Surplus Nasional Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras pada Januari dan Februari 2025 masing-masing mencapai 1,31 juta ton dan 2,08 juta ton.
Pada Maret, produksi diperkirakan melonjak menjadi 5,20 juta ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi beras bulanan yang berkisar 2,5 juta ton. Tren surplus ini diperkirakan akan berlanjut hingga April dan Mei seiring musim panen raya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengonfirmasi adanya lonjakan produksi padi pada Januari hingga Maret 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Data BPS menunjukkan produksi Januari naik 50 persen, Februari naik 49 persen, dan Maret naik 51 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap tren positif ini terus berlanjut hingga April,” katanya.
Optimalisasi Penyerapan Gabah melalui Sentra Penggilingan Padi Dalam rangka meningkatkan serapan gabah petani, pemerintah mendorong pemanfaatan Sentra Penggilingan Padi (SPP) di berbagai daerah penghasil padi utama. Saat ini, terdapat 10 unit SPP yang tersebar di lima provinsi utama, yaitu:
- Jawa Timur: Bojonegoro, Magetan, Jember, Banyuwangi
- Jawa Tengah: Dua unit SPP
- Jawa Barat: Dua unit SPP
- Lampung: Satu unit SPP
- Nusa Tenggara Barat (NTB): Satu unit SPP
Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi terbesar pada 2024, mencapai 9,2 juta ton. Sementara itu, Jawa Tengah dan Jawa Barat mencatatkan produksi masing-masing sebesar 8,8 juta ton dan 8,5 juta ton. Di luar Pulau Jawa, Lampung dan NTB berkontribusi dengan produksi sebesar 2,7 juta ton dan 1,4 juta ton.
Target Serapan dan Sinergi Nasional Bapanas menargetkan 70 persen dari total target 3 juta ton setara beras dapat diserap pada semester pertama 2025. Arief Prasetyo Adi mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mewujudkan target ini.
“Kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam merealisasikan target ini demi mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan kebijakan strategis ini, pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat tercapai sambil tetap menjaga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.
Pangan
Sang Hyang Seri Andalkan Benih Padi Nutri Zinc untuk Perbaiki Gizi Nasional

Published
4 months agoon
10/12/2024
Monitorday.com – PT Sang Hyang Seri (SHS), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat melalui distribusi benih padi inbrida varietas Inpari Nutri Zinc/Anti Stunting.
Benih padi unggul ini kaya akan kandungan zinc-nya yang tinggi.
Nutri Zinc dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan anak-anak dan mengatasi stunting, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, menjelaskan, penyebaran benih padi ini tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas pangan, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas nutrisi masyarakat.
“Inpari Nutri Zinc menjadi solusi inovatif untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
“Penyebaran benih ini merupakan wujud nyata kontribusi kami dalam mendukung agenda nasional di sektor pangan dan kesehatan,” ujar Adhi.
Penyebaran benih padi Inpari Nutri Zinc hingga saat ini telah mencakup dua provinsi strategis.
Di Provinsi Jambi, benih didistribusikan ke Kabupaten Tanjung Jabung dan Kabupaten Bungo, mencakup area seluas 1.000 hektare, sebagai bagian dari permintaan Dinas Pertanian Daerah.
Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Barat, distribusi dilakukan ke Kota Singkawang serta Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, dan Bengkayang.
Di provinsi ini, cakupan areanya lebih luas, mencapai 6.354 hektare, yang merupakan bagian dari permintaan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
“Dengan kerja sama yang erat antara pusat, daerah, dan petani, kami optimistis penyebaran benih ini akan berdampak nyata, tidak hanya pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada perbaikan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tambah Adhi.
Inpari Nutri Zinc dipilih karena selain kandungan zinc-nya yang tinggi, varietas ini juga memiliki produktivitas panen yang tinggi dan ketahanan terhadap sejumlah penyakit tanaman.
Karena itu, benih ini menjadi pilihan unggul untuk mendukung kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan kualitas pangan masyarakat.
Sebagai langkah lanjutan, PT Sang Hyang Seri terus mempromosikan manfaat benih unggul melalui kegiatan edukasi kepada petani, serta kolaborasi aktif dengan berbagai pihak.
Upaya ini sejalan dengan komitmen SHS untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperbaiki kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Pangan
Bos Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Lewat Nataru

Published
4 months agoon
04/12/2024
Monitorday.com – Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono, menjamin ketersediaan stok beras nasional tetap aman hingga melewati periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Bahkan, stok diproyeksikan mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Stok beras nasional aman. Presiden (Prabowo Subianto) sudah menyampaikan bahwa pada 31 Desember 2024, stok nasional kita akan mencapai 2 juta ton, jumlah terbesar setelah bertahun-tahun,” kata Wahyu usai menyalurkan bantuan pangan di Kantor Kelurahan Pringgokusuman, Yogyakarta, Rabu (4/11).
Namun, memasuki awal 2025, stok beras nasional akan mulai digunakan untuk sejumlah program prioritas, termasuk bantuan pangan dan stabilisasi harga. Wahyu merinci, kebutuhan untuk program bantuan pangan yang menyasar 16 juta keluarga penerima manfaat mencapai 160 ribu ton per bulan, atau total 320 ribu ton selama Januari hingga Februari 2025.
Selain itu, Bulog juga akan mengalokasikan 300 ribu ton beras untuk operasi pasar melalui program Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) selama dua bulan pertama 2025. Dengan demikian, stok nasional diperkirakan tersisa 1,4 juta ton pada akhir Februari 2025.
“Ketersediaan beras akan berkurang untuk program SPHP dan bantuan pangan, tapi stok masih cukup kuat di 1,4 juta ton,” ungkap Wahyu.
Memasuki Maret 2025, Bulog menargetkan penyerapan 600 ribu ton beras dari hasil panen Musim Tanam (MT) I untuk kembali memperkuat cadangan beras nasional. Penyerapan ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan petani dan mitra pengadaan.
“Kami akan terus berkomunikasi dengan para petani dan mitra untuk memastikan stok tetap terjaga. Ketahanan stok adalah kunci stabilitas suatu negara,” tegas Wahyu.
Dengan perencanaan ini, Bulog optimis dapat memenuhi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas harga beras di tengah tantangan ekonomi dan musim tanam.
Pangan
Sang Hyang Seri Perkuat Tata Kelola untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Published
4 months agoon
28/11/2024
Monitorday.com – PT Sang Hyang Seri (SHS) terus memperkuat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Langkah ini dilaksanakan melalui komitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, menegaskan pentingnya penerapan GCG dalam operasional perusahaan.
“Dengan GCG yang kuat, kami dapat mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan,” ujar Adhi.
Sebagai perusahaan strategis di sektor pangan, PT Sang Hyang Seri telah mengintegrasikan teknologi dalam proses bisnisnya.
Melalui sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan teknologi budidaya pertanian modern, perusahaan memastikan efisiensi dan akurasi pada setiap tahapan operasional, mulai dari produksi hingga distribusi benih.
Langkah digitalisasi ini didukung oleh inisiatif One Day Payment, sebuah sistem pembayaran cepat untuk penyerapan hasil panen di lahan Sukamandi. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan kepuasan mitra tani sekaligus menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kompetitif.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PT Sang Hyang Seri juga aktif melaksanakan program-program keberlanjutan. Salah satu inisiatif terbaru adalah program penanaman pohon di cabang Banyuwangi, Jawa Timur, yang dilakukan bersama dewan komisaris dan direksi perusahaan.
Program ini bertujuan mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim.
Sinergi untuk Swasembada Pangan
Dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertanian, PT Sang Hyang Seri berperan aktif menyiapkan benih unggul bersertifikat yang telah lulus uji.
Sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan mitra bisnis juga terus diperkuat untuk mendorong inovasi di sektor pertanian.
“Kolaborasi ini penting untuk menciptakan solusi berkelanjutan di sektor pertanian. Kami ingin memastikan program-program pemerintah berjalan sukses melalui dukungan tata kelola yang profesional,” ujar Adhi.
Optimisme untuk Masa Depan Pertanian Indonesia
Dengan tata kelola perusahaan yang unggul, PT Sang Hyang Seri optimis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional.
Melalui berbagai program inovatif, perusahaan berkomitmen menjaga ketahanan pangan Indonesia sekaligus mendukung terciptanya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Monitor Saham BUMN

Energi Aman, Mudik Nyaman!

Makna Ketupat di Hari Raya: Simbol Lebaran yang Penuh Filosofi

Khutbah Prof. Rokhmin: Rahasia Idul Fitri yang Terlupakan

Tips Menjalani Idul Fitri dengan Bijak: Dari Silaturahmi hingga Keuangan

Makna dan Tradisi Idul Fitri: Merayakan Kemenangan dengan Kebersamaan

Pulangkan 29 WNI, Polri Berantas Online Scam

Hercules ke Myanmar! Buka Cabang GRIB?

Ketika Hukum Diperjualbelikan, Tunggulah Kehancuran

Warga Palestina Tak Gentar, Salat Idulfitri Tetap Digelar

Megawati Siap Beri Kado Lebaran di Final Liga Voli Korea

Rekor Penyerapan Gabah: Bulog Pecahkan Batas!

Raffi Ahmad Itikaf di Masjid Bareng Keluarga Jelang Lebaran

Penyerapan Gabah Bulog Capai 725 Ribu Ton, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Terlambat Lapor SPT Imbas Libur Lebaran, Pemerintah Hapus Sanksi Administratif

Gandeng Putrinya, Hetty Koes Endang Rilis Lagu “THR”

Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Idul Fitri untuk Umat Muslim di Dunia

Evangelista Bagikan Momen Rayakan Idul Fitri di Tanah Suci

Lebaran vs Idul Fitri: Apa Perbedaannya?

Pertamina Pastikan Operasional 24 Jam Selama Idulfitri
