Connect with us

News

Ketimpangan Digital di Sekolah: Tantangan Implementasi Teknologi di Daerah Terpencil

Dila N Andara

Published

on

Monitorday.com – Di tengah era digital yang melaju bak arus sungai deras, teknologi telah menjelma menjadi jembatan emas menuju dunia pengetahuan tanpa batas. Namun, tidak semua anak bangsa mampu menapaki jembatan itu dengan mudah.

Ada tembok pemisah yang begitu mencolok, itulah ketimpangan digital yang menjadi bayangan kelam bagi banyak pelosok Indonesia, jauh dari gemerlap kota besar.

Di tempat-tempat itu, layar canggih dan koneksi internet bukanlah hal biasa yang hadir begitu saja. Mereka adalah mimpi yang terasa jauh, nyaris mustahil untuk diraih.

Lantas di perkotaan, sekolah-sekolah sibuk menggenggam dunia dengan sinyal kuat dan gawai mutakhir. Namun, di pedalaman, semuanya hanya bayang-bayang: komputer menjadi barang langka, dan koneksi internet adalah dongeng indah yang belum nyata.

Ketimpangan ini menciptakan luka dalam pada sistem pendidikan nasional. Bagaimana tidak? Kurikulum nasional mendorong digitalisasi pembelajaran, tetapi realitas di lapangan berkata lain. Banyak sekolah di pelosok tidak hanya kekurangan infrastruktur teknologi, tetapi juga tersendat oleh keterbatasan sumber daya manusia yang memahami dan menguasai teknologi.

Seorang guru dari pegunungan Papua, dengan suara lirih, menggambarkan kisah pilunya.

“Kami di sini tidak punya sinyal untuk internet, apalagi aplikasi pembelajaran. Komputer? Kadang hanya satu untuk seluruh sekolah. Anak-anak nyaris tidak pernah menyentuhnya. Itu seperti benda dari dunia lain,” ucapnya, penuh keprihatinan.

Ia melanjutkan dengan cerita getir lainnya, bahwa pelatihan teknologi hampir tak pernah sampai di wilayahnya.

“Kami seperti berjalan dalam kegelapan. Ada tuntutan untuk membawa pembelajaran ke era digital, tapi kami tidak tahu harus mulai dari mana,” katanya.

Cerita ini bukanlah kisah tunggal. Di banyak tempat terpencil di Indonesia, tembok besar infrastruktur yang belum memadai menjadi tantangan terbesar. Biaya perangkat seperti laptop dan proyektor sering kali menjulang terlalu tinggi untuk anggaran sekolah kecil. Bahkan ketika teknologi tersedia, tanpa pelatihan yang memadai, guru-guru tetap akan merasa gentar dan canggung.

Ketimpangan ini adalah luka yang harus segera diobati. Pemerintah harus mengambil langkah berani untuk memastikan jembatan digital benar-benar terbentang hingga ke pelosok. Perluasan infrastruktur teknologi tidak boleh lagi menjadi wacana tanpa akhir; ini harus menjadi janji yang ditepati.

Lebih dari itu, pemberdayaan guru melalui pelatihan teknologi harus menjadi prioritas utama. Para pendidik di daerah terpencil tidak hanya membutuhkan alat, tetapi juga ilmu untuk menggunakannya dengan percaya diri. Subsidi perangkat teknologi untuk sekolah-sekolah kecil juga adalah langkah yang tak terhindarkan jika Indonesia ingin benar-benar memutus mata rantai ketimpangan digital ini.

Anak-anak di pedalaman adalah bagian dari masa depan bangsa ini. Mereka berhak atas peluang yang sama untuk bermimpi besar dan mengejarnya. Jika jembatan teknologi benar-benar dibangun dengan kokoh, mimpi mereka tidak lagi akan menggantung di udara—tetapi menjelma nyata, membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik untuk seluruh Nusantara.

Sebagai seorang mahasiswa program doktor, saya menyerukan kepada pemerintah untuk menjadikan langkah-langkah berikut ini;

1. Penguatan Infrastruktur Teknologi: Memperluas jaringan internet ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau, terutama daerah-daerah terpencil seperti pegunungan Papua. Program kerja sama dengan penyedia layanan internet untuk membangun tower jaringan di daerah ini sangat diperlukan.

2. Distribusi Perangkat Teknologi: Menyediakan perangkat teknologi seperti komputer dan proyektor secara merata ke sekolah-sekolah di daerah terpencil, termasuk subsidi khusus untuk daerah dengan akses minim.

3. Pelatihan Guru: Melaksanakan pelatihan intensif dan berkala bagi guru di daerah terpencil untuk meningkatkan kompetensi digital mereka. Pelatihan ini dapat dilakukan secara tatap muka atau menggunakan modul offline yang mudah diakses.

4. Program Mobile Education: Menggunakan kendaraan edukasi keliling yang dilengkapi perangkat teknologi dan jaringan internet untuk menjangkau sekolah-sekolah di daerah sulit.

5. Peningkatan Anggaran Pendidikan di Daerah 3T: Menyesuaikan alokasi dana pendidikan yang lebih besar untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna menjamin pemerataan teknologi pendidikan.

Ketimpangan digital di dunia pendidikan ibarat jurang yang kian menganga, tidak hanya meredupkan cahaya ilmu, tetapi juga memperdalam luka kesenjangan sosial.

    Jika dibiarkan, generasi muda di pelosok negeri berisiko tercecer, jauh dari gerbong kemajuan, terasing dalam persaingan dunia kerja yang makin bergema oleh jejak digital.

    Maka, diperlukan harmoni sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat bergandengan tanganmembangun jembatan harapan, demi mewujudkan pendidikan yang merata dan menyeluruh di seluruh penjuru Nusantara.

    Penulis: Dila Charisma

    Mahasiwa Program Doktoral Prodi Ilmu Pendidikan Bahasa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

    Continue Reading
    Click to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    News

    Terjadi Saat Shalat Jumat, Ratusan Muslim Dikhawatirkan Syahid Akibat Gempa Myanmar

    Ahmad Munawir

    Published

    on

    Monitorday.com – Gempa bumi dahsyat mengguncang Myanmar pada saat umat Muslim tengah melaksanakan shalat Jumat di bulan Ramadhan, menewaskan banyak jamaah yang sedang berkumpul di masjid-masjid. Htet Min Oo, salah satu korban, terperangkap di antara reruntuhan masjid yang runtuh, sementara dua bibinya terperangkap sepenuhnya di rumah mereka. Meskipun ada usaha dari tetangga untuk mengevakuasi, hanya satu bibi yang berhasil selamat.

    Di wilayah Mandalay, banyak masjid mengalami kerusakan parah, dengan lebih dari 50 masjid dilaporkan hancur. Seorang penduduk yang mencoba menyelamatkan korban yang terjebak di bawah puing-puing masjid mengatakan bahwa setidaknya 10 orang syahid di desa Sule Kone, dan lebih banyak korban mungkin jatuh di tiga masjid yang hancur di desa tersebut. Pembatasan dari pemerintah Myanmar menghambat usaha penyelamatan lebih lanjut.

    Muslim merupakan minoritas di Myanmar, dan sering menjadi sasaran diskriminasi dan kekerasan. Selain itu, pemerintah Myanmar juga mempersulit perbaikan atau pembangunan masjid baru, menyebabkan banyak masjid bersejarah rusak tanpa perawatan yang memadai.

    Continue Reading

    News

    Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?

    Ahmad Munawir

    Published

    on

    Monitorday.com – Zakat diwajibkan hanya atas harta yang diperoleh dengan cara yang halal. Hal ini ditegaskan dalam Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2011, yang menyatakan bahwa harta yang diperoleh secara haram, seperti dari riba, perjudian, korupsi, atau pencurian, tidak bisa disucikan dengan zakat.

    Ayat Al-Quran dan hadis juga menegaskan bahwa Allah hanya menerima harta yang halal. Misalnya, dalam Surah Al-Baqarah ayat 267, Allah memerintahkan umat Islam untuk mengeluarkan zakat dari hasil usaha yang halal dan baik. Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa Allah tidak menerima kecuali yang baik.

    Zakat dari harta haram tidak akan mendapat pahala, bahkan dosa tetap ditanggung oleh pemiliknya. Oleh karena itu, zakat tidak bisa dikeluarkan dari harta yang diperoleh dengan cara yang haram. Sebagai gantinya, pemilik harta haram wajib mengembalikannya kepada pemilik yang sah atau menyalurkannya untuk kepentingan umum, sesuai dengan ketentuan syariat.

    MUI juga menyarankan agar umat Islam bertaubat, meminta ampun kepada Allah, dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Zakat hanya berlaku pada harta yang halal, dan harta haram harus disalurkan untuk kepentingan yang sesuai syariat.

    Continue Reading

    News

    Syaikh Usamah Ar Rifa’i Terpilih Jadi Mufti Agung Suriah

    Ahmad Munawir

    Published

    on

    Monitorday.com – Syeikh Usamah al-Rifai baru-baru ini diangkat kembali sebagai Mufti Agung Suriah, posisi otoritas keagamaan tertinggi di negara tersebut.

    Pengangkatan ini dilakukan setelah Presiden sementara Ahmad al-Sharaa memulihkan jabatan tersebut setelah jatuhnya rezim Assad pada Desember 2024.

    Al-Rifai, yang juga Ketua Rabithah Ulama Syam, sebelumnya diangkat oleh oposisi pada 2021 setelah Bashar al-Assad mencabut jabatan Mufti Agung.

    Pengangkatan kembali al-Rifai ditegaskan oleh pemerintah Suriah sebagai bagian dari upaya membangun kembali lembaga negara pasca-rezim Assad.

    Dewan Fatwa baru yang dibentuk bersamaan dengan pengangkatan al-Rifai mencakup sejumlah ulama terkemuka, termasuk Abdul Fattah al-Bazm dan Wahbi Suleiman.

    Presiden al-Sharaa menjelaskan bahwa pemulihan jabatan mufti penting untuk membangun kembali institusi yang hancur akibat rezim yang jatuh.

    Al-Rifai kembali memimpin komunitas Islam Suriah pada saat penting transisi politik di negara tersebut.

    Meskipun demikian, pengangkatan ini menuai kontroversi, terutama terkait pandangannya tentang peran gender dan organisasi internasional di Suriah.

    Pada 2011, al-Rifai menuduh PBB dan LSM menyebarkan gagasan pembebasan perempuan yang dianggapnya mengancam nilai-nilai keluarga Suriah.

    Lahir di Damaskus pada 1944, al-Rifai adalah putra dari ulama terkenal, Syeikh Abdul Karim al-Rifai, dan memulai pendidikan agama di Universitas Damaskus.

    Pada akhir 1970-an, al-Rifai bergabung dengan Ikhwanul Muslimin dan meninggalkan Suriah pada 1981 setelah pengawasan pemerintah terhadap aktivitasnya.

    Di Arab Saudi, ia melanjutkan kegiatan ilmiah dan kembali ke Suriah pada 1993 setelah beberapa tahun di pengasingan.

    Setelah pembunuhan PM Lebanon Rafic Hariri pada 2005, Suriah mengalami periode keterbukaan politik yang singkat, yang memungkinkan al-Rifai memulai proyek sosial.

    Proyek “Maintain the Grace” yang dipelopori oleh al-Rifai bertujuan membantu orang miskin di Damaskus namun terbatas pada 2008.

    Al-Rifai menjadi pendukung aktif oposisi Suriah sejak 2011, menggunakan masjid untuk menyampaikan pesan perlawanan terhadap pemerintah Assad.

    Pada 27 Agustus 2011, masjid yang ia kelola diserang oleh pasukan keamanan Suriah, menyebabkan dirinya dan jamaah lainnya terluka.

    Setelah pindah ke Turki pada 2012, al-Rifai membentuk Rabithah Ulama Syam, yang mencakup lebih dari 40 badan Islam dan syariah dari berbagai faksi Suriah.

    Di Turki, ia melanjutkan pengajaran dan mendirikan lembaga pendidikan, serta ditunjuk sebagai kepala Dewan Islam Suriah oleh Presiden Erdoğan pada 2014.

    Sebagai Mufti Agung Suriah, al-Rifai dikenal karena kritiknya terhadap ideologi takfiri dan sektarianisme, khususnya yang melibatkan ISIS dan Iran.

    Setelah jatuhnya rezim Assad, al-Rifai diangkat kembali sebagai Mufti Agung pada 28 Maret 2025 oleh Presiden Ahmad al-Sharaa.

    Continue Reading

    News

    Hari Ini Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jagorawi Arah Puncak

    Hendi Firdaus

    Published

    on

    Monitorday.com – Pengelola jalan tol Jasa Marga memberlakukan sistem contraflow di ruas Tol Jagorawi arah Puncak, Jawa Barat, mulai dari KM 44+500 hingga KM 46+500 pada Rabu (2/4/2025). Kebijakan ini diterapkan atas diskresi kepolisian untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama libur Lebaran.

    “Untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak pada masa libur Lebaran 2025/1446 H, Jasa Marga menerapkan contraflow mulai pukul 06.35 WIB,” ujar Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, di Jakarta.

    Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang berlaku. Selain itu, pengendara diingatkan untuk memastikan kecukupan saldo kartu elektronik guna menghindari antrean di gerbang tol serta selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

    Sementara itu, kondisi jalur utama Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada hari kedua Lebaran, Selasa (1/4/2025), terpantau ramai lancar. Pemudik bercampur dengan warga lokal yang melakukan perjalanan silaturahmi, sehingga terjadi peningkatan volume kendaraan di beberapa titik.

    Kepadatan lalu lintas terutama terlihat di jalur Puncak-Cianjur, Jalan Raya Bandung-Cianjur, dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Kendaraan yang melintas didominasi oleh pemudik yang terlambat pulang kampung serta warga lokal yang mengunjungi sanak saudara atau tempat wisata.

    Di beberapa titik rawan macet, seperti Pertigaan Hanjawar, Kebun Raya Cibodas, dan Pasar Cipanas, arus kendaraan tersendat sehingga petugas melakukan rekayasa lalu lintas dan penyekatan guna mencegah kemacetan total.

    Untuk mengurai kepadatan, petugas mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif seperti Pacet-Cianjur yang tembus ke Cipanas dan Hanjawar atau sebaliknya.

    Tingginya aktivitas warga yang melakukan silaturahmi serta kunjungan ke tempat wisata, seperti Kebun Raya Cibodas, Taman Bunga Nusantara, dan berbagai destinasi wisata di kawasan Puncak, turut berkontribusi terhadap peningkatan volume kendaraan di jalur utama Cianjur.

    Dengan adanya rekayasa lalu lintas dan sistem contraflow, diharapkan arus kendaraan tetap terkendali selama periode libur Lebaran.

    Continue Reading

    News

    Gibran Sebut Didit Prabowo Sebagai Pemersatu Tokoh Bangsa

    Hendi Firdaus

    Published

    on

    Monitorday.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memuji Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau yang akrab disapa Didit Prabowo, putra Presiden Prabowo Subianto, sebagai sosok pemersatu berbagai tokoh di Indonesia.

    “Saya lihat Mas Didit, selaku putra Presiden Prabowo, harus kita apresiasi. Beliau punya semangat mengumpulkan semua tokoh, baik tokoh-tokoh besar maupun tokoh-tokoh muda,” ujar Gibran di Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/4/2025).

    Menurutnya, upaya Didit dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak merupakan langkah luar biasa yang patut diapresiasi.

    “Saya kira itu luar biasa sekali. Beliau sowan ke sana kemari menggandeng semua, terutama anak-anak muda. Saya kira itu patut diapresiasi,” tambahnya.

    Gibran juga menyambut baik wacana pertemuan antara para presiden Indonesia dari periode sebelumnya, yang menurutnya bisa difasilitasi oleh Didit Prabowo.

    “Boleh banget, dan saya kira Mas Didit ini tokoh yang bisa diterima oleh semua pihak,” katanya.

    Terkait kunjungan Didit ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang juga ayahanda Gibran, pada hari pertama Lebaran, Wapres mengaku telah mendengar langsung rencana tersebut dari Didit.

    “Kemarin waktu open house di Jakarta, memang beliau ingin mampir ke Sumber, malah keduluan,” ujarnya.

    Sebelum berkunjung ke rumah Jokowi di Solo, Didit Prabowo juga sempat bertemu dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya di Jakarta pada hari yang sama.

    Langkah Didit dalam membangun komunikasi dengan berbagai tokoh dinilai sebagai upaya positif dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika politik yang berkembang.

    Continue Reading

    News

    Polemik UU TNI!Mantan Panglima GAM Justru Pro

    Di tengah perdebatan sengit tentang revisi UU TNI, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Sayed Mustafa Usab, memberikan perspektif yang berbeda. Ia menyoroti bagaimana polemik ini cenderung diarahkan pada trauma sejarah daripada substansi aturan.

    Published

    on

    Monitorday.com – Pengesahan revisi UU TNI menuai pro dan kontra. Di satu sisi, ada kekhawatiran akan kembalinya dwifungsi ABRI seperti di era Orde Baru. Di sisi lain, ada argumen bahwa revisi ini justru bertujuan memperkuat peran TNI dalam mendukung jalannya pemerintahan tanpa mengabaikan batasan aturan yang ada.

    Sayed Mustafa Usab, mantan Panglima GAM, menilai bahwa polemik ini terlalu dibesar-besarkan dengan sentimen historis. Menurutnya, tidak ada upaya sistematis untuk menghidupkan kembali dwifungsi ABRI. Justru, revisi ini mengatur dengan lebih jelas bagaimana prajurit TNI bisa ditempatkan di lembaga sipil tanpa membawa struktur militer mereka.

    “Penempatan TNI di lembaga sipil tentunya berdasarkan kemampuan dan kelayakan mereka,” ujar Sayed. Ia menegaskan bahwa mekanisme seleksi tetap berlaku, dan mereka yang ditunjuk harus mengundurkan diri dari status militer aktif.

    Sayed juga menyoroti bahwa kekhawatiran tentang TNI menguasai ranah sipil terlalu berlebihan. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan pemerintah, bukan di TNI itu sendiri. “Pemerintah yang menerima atau menolak, bukan TNI yang menentukan sendiri,” katanya.

    Bahkan di Aceh, daerah yang pernah mengalami konflik berkepanjangan, Sayed melihat bahwa isu ini tidak terlalu mempengaruhi masyarakat. Menurutnya, yang lebih penting bagi rakyat Aceh saat ini adalah kesejahteraan, bukan perdebatan yang bernuansa politis.

    “Pemikiran pemberontakan seperti dahulu sudah tamat,” ujar Sayed. Ia menekankan bahwa tuntutan rakyat kini lebih kepada pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia, bukan pada perdebatan ideologis.

    Dinamika perdebatan soal revisi UU TNI mencerminkan bagaimana sejarah masih menjadi faktor besar dalam melihat kebijakan saat ini. Namun, seperti yang disampaikan Sayed, kebijakan harus dilihat dalam konteksnya saat ini, bukan hanya melalui lensa masa lalu.

    Continue Reading

    News

    Mudik Lebaran 2025, Mesin Penggerak Ekonomi

    Mudik Lebaran 2025 menjadi pendorong ekonomi nasional dan daerah. Lonjakan konsumsi di sektor transportasi, akomodasi, makanan, oleh-oleh, dan pariwisata meningkatkan perputaran uang dan kesejahteraan masyarakat.

    Published

    on

    Monitorday.com – Bau tanah basah selepas hujan di kampung halaman, suara takbir menggema di udara, dan senyum lebar para pemudik yang akhirnya tiba setelah perjalanan panjang—semua ini bukan sekadar ritual tahunan. Mudik Lebaran 2025 bukan hanya tentang nostalgia dan reuni keluarga, tetapi juga momentum emas bagi perekonomian nasional dan daerah.

    Sejak awal April, gelombang pemudik mulai membanjiri berbagai moda transportasi. Jalan tol, stasiun, terminal, hingga bandara dipenuhi lautan manusia yang pulang ke kampung halaman. Di balik hiruk-pikuk ini, ada roda ekonomi yang bergerak semakin kencang. Konsumsi masyarakat melonjak drastis, memberikan dorongan luar biasa bagi berbagai sektor. Transportasi mengalami lonjakan permintaan, tiket kereta dan pesawat ludes terjual, kendaraan pribadi memenuhi jalanan, sementara penjualan bahan bakar meningkat tajam. Hotel dan penginapan pun panen pelanggan, dari kelas melati hingga bintang lima. Di kota-kota tujuan mudik, bisnis makanan dan oleh-oleh kebanjiran pesanan, pusat perbelanjaan ramai, dan pasar tradisional hidup lebih semarak dari biasanya.

    Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Wihadi Wiyanto, menegaskan bahwa fenomena mudik kali ini adalah bukti nyata daya beli masyarakat yang tetap terjaga. Industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan signifikan. Warung tegal di pinggir jalan hingga restoran mewah mengalami peningkatan pelanggan. Pedagang kaki lima merasakan rezeki berlipat, sementara UMKM yang memproduksi makanan khas daerah menikmati lonjakan penjualan. Ini bukan sekadar siklus tahunan, melainkan aliran darah segar bagi ekonomi rakyat.

    Dampak ekonomi mudik ini semakin kuat dengan dukungan dari berbagai sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemudik yang kembali ke daerah asal mereka membawa efek domino positif bagi perekonomian lokal. Pergerakan besar-besaran ini bukan hanya mempercepat perputaran uang, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru di daerah. Banyak pemudik yang memanfaatkan momen ini untuk berinvestasi atau bahkan membuka usaha kecil-kecilan setelah melihat peluang di kampung halaman mereka.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, turut mengamini bahwa aktivitas mudik memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah. Ia mengungkapkan bahwa pergerakan pemudik mendorong konsumsi barang dan jasa, yang pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mencontohkan Dusun Bambu di Kabupaten Bandung, yang mencatat lonjakan pengunjung hingga 17.000 orang per hari selama libur Lebaran. Ini bukan hanya berkah bagi pengelola destinasi wisata, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.

    Data historis menunjukkan bahwa mudik selalu menjadi pendorong ekonomi yang efektif. Pada 2024, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat perputaran uang selama libur Lebaran mencapai Rp157,3 triliun. Pergerakan pemudik pun terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2023 mencatat 123,8 juta pemudik, naik drastis dari 85,5 juta pada 2022. Tahun 2024 melonjak ke angka 193,6 juta orang, dan untuk 2025, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik mencapai 146,48 juta orang. Lonjakan ini beriringan dengan meningkatnya konsumsi dan belanja masyarakat di berbagai sektor.

    Mudik Lebaran 2025 bukan hanya soal perjalanan pulang. Ini adalah fenomena ekonomi dengan dampak luas. Dari warung kopi di pinggir jalan hingga pusat perbelanjaan mewah, dari pedagang kaki lima hingga industri transportasi, semua merasakan dampaknya. Bagi pemerintah, ini adalah kesempatan untuk memastikan distribusi ekonomi yang lebih merata. Bagi para pemudik, ini bukan sekadar perjalanan, melainkan kontribusi nyata terhadap roda perekonomian bangsa. Lebaran bukan hanya soal kembali ke kampung halaman, tetapi juga momentum untuk menghidupkan ekonomi dari kota hingga desa.

    Continue Reading

    News

    Jadi Pahlawan Karhutla di Korea Selatan, Ini Sosok Sugiyanto

    Hendi Firdaus

    Published

    on

    Monitorday.com – Aksi heroik dilakukan oleh seorang nelayan asal Indonesia, Sugiyanto, yang turut serta dalam proses evakuasi warga lanjut usia (lansia) saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Yeongdok, Korea Selatan.

    Bersama kepala desa setempat, Yoo Myung-sin, Sugiyanto membantu menyelamatkan warga dari kobaran api yang mengancam pemukiman mereka.

    Mengutip Korea JoongAng Daily, Sugiyanto yang telah delapan tahun bekerja di Korea Selatan, berlari dari rumah ke rumah bersama Yoo Myung-sin pada pukul 11 malam waktu setempat.

    Mereka membangunkan warga yang masih tertidur dan segera mengevakuasi mereka ke tempat aman. Beberapa warga lansia bahkan harus digendong keluar dari rumah untuk menghindari bahaya.

    Seorang warga berusia 90 tahun mengenang momen menegangkan tersebut.

    “Jika bukan karena dia, kami semua pasti sudah meninggal. Saya tertidur saat menonton TV, tetapi saya terbangun karena mendengar teriakan,” ujarnya.

    “Ketika saya membuka pintu, Sugiyanto sudah ada di sana, dan dia menggendong saya keluar rumah.”

    Sugiyanto, yang memiliki seorang istri dan anak berusia lima tahun di Indonesia, mengaku telah menganggap desa tempat tinggalnya di Korea Selatan sebagai rumah kedua.

    “Saya harus kembali ke rumah setelah tiga tahun,” ujarnya dengan penuh haru.

    Setelah evakuasi berhasil dilakukan, Sugiyanto menerima telepon dari istrinya di Indonesia yang mengungkapkan rasa bangga atas tindakan heroiknya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan Sugiyanto merasa lega telah berkontribusi menyelamatkan warga desanya.

    Aksi keberanian Sugiyanto mendapat apresiasi luas, membuktikan bahwa keberanian dan kepedulian dapat melintasi batas negara.

    Continue Reading

    News

    Tiket Pesawat Turun Saat Lebaran, Naik Pasca Lebaran!

    Harga tiket pesawat domestik turun saat Lebaran tetapi melonjak tajam setelahnya. Fenomena ini terus berulang, membuat penumpang terkejut setiap tahunnya.

    Published

    on

    Monitorday.com – “Selamat datang di penerbangan pasca-Lebaran! Kami senang Anda kembali bersama kami setelah perjalanan penuh haru dan rindu saat mudik. Harap tetap duduk dan kencangkan sabuk pengaman, karena kita akan segera memasuki zona turbulensi harga tiket yang mendadak naik tanpa aba-aba!”

    Para penumpang yang budiman, apakah Anda masih menikmati sisa ketupat dan opor ayam? Atau justru mulai mempersiapkan dompet yang tiba-tiba terasa lebih ringan karena tiket pulang ke perantauan kini lebih mahal daripada koper yang penuh oleh-oleh? Jika Anda merasa terjebak dalam fenomena ini, jangan khawatir, Anda tidak sendirian.

    Seperti biasa, harga tiket pesawat domestik memberikan kejutan khas Lebaran. Saat ribuan pemudik berbondong-bondong pulang ke kampung halaman, maskapai murah hati memberi “diskon” dengan harga yang lebih ramah di kantong. Namun, begitu masa cuti berakhir, harga tiket seolah-olah terkena efek jet lag: tiba-tiba melonjak tajam, bahkan lebih tinggi daripada semangat reuni keluarga yang baru saja Anda tinggalkan.

    Ambil contoh rute Medan-Jakarta. Jika Anda beruntung membeli tiket saat Ramadan, harga tiketnya hanya sekitar Rp 800 ribu. Namun, jika Anda baru memikirkan perjalanan pulang setelah Lebaran, bersiaplah merogoh kocek hingga Rp 7 juta, setara dengan harga tiket ke Eropa. Ada yang berkata, “Lebih baik naik kapal laut saja!” Sayangnya, waktu tempuhnya tidak secepat naik pesawat, kecuali Anda memang ingin menikmati liburan panjang yang tak terencana.

    Bagi yang berharap tiket rute Jakarta-Medan tetap murah, ada sedikit kabar baik—setidaknya lebih baik dibanding rekan-rekan dari Medan yang hendak kembali ke ibu kota. Tiket di harga Rp 1 juta masih bisa ditemukan, meski tetap lebih mahal dari harga saat Ramadan. Namun, jangan terlalu gembira dulu! Bisa jadi, harga tiket itu hanyalah anomali sementara sebelum kembali naik lebih tinggi dari angka THR yang baru saja Anda terima.

    Lalu, bagaimana dengan rute Medan-Yogyakarta? Oh, kisahnya tak jauh berbeda. Harga tiket pasca-Lebaran melonjak ke angka Rp 4,7 juta, padahal saat Ramadan hanya Rp 1,7 juta. Barangkali, maskapai menganggap bahwa wisata ke Jogja setelah Lebaran adalah pengalaman premium, lengkap dengan nuansa “back to reality” yang mendebarkan.

    Sementara tiket domestik makin mahal, tiket ke luar negeri justru memberikan kejutan berbeda. Rute Medan-Kuala Lumpur, misalnya, mengalami penurunan harga hingga Rp 800 ribu setelah Lebaran. Ini bisa menjadi opsi menarik bagi yang ingin liburan murah ke negeri tetangga dibanding pulang ke kota sendiri dengan harga yang lebih mahal. Jangan-jangan, sebentar lagi slogan “Liburan ke luar negeri lebih murah daripada pulang kampung” akan menjadi kenyataan?

    Tapi tenang saja, seperti dalam setiap penerbangan, turbulensi harga ini akan berlalu. Maskapai akan kembali “bermurah hati” setelah arus balik selesai dan bandara kembali lengang. Jadi, jika Anda masih di kampung halaman dan enggan merogoh kantong terlalu dalam, mungkin ada baiknya menunda kepulangan sedikit lebih lama. Toh, bekerja dari kampung halaman juga terdengar seperti ide yang menarik, bukan?

    Untuk sekarang, harap tetap duduk dengan nyaman, siapkan mental untuk harga tiket berikutnya, dan jangan lupa, tetaplah tersenyum meski dompet mulai menipis. Terima kasih telah terbang bersama maskapai realitas harga, dan semoga perjalanan Anda menyenangkan!

    Continue Reading

    News

    Tol Cisumdawu Gratis! Arus Balik Lancar?

    Rencana Jusuf Hamka menggratiskan Tol Cisumdawu saat arus balik Lebaran 2025 membuka peluang perjalanan lebih lancar. Jika disetujui, kebijakan ini bisa menjadi solusi efektif mengatasi lonjakan pemudik.

    Published

    on

    Monitorday.com – Mudik lebaran sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga. Namun, setelah kebahagiaan bertemu sanak saudara, tantangan besar pun menanti: arus balik. Kemacetan panjang yang terjadi di berbagai ruas tol kerap menjadi momok menakutkan bagi para pemudik. Tetapi tahun ini, ada kabar baik! Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Jusuf Hamka, mengajukan rencana ambisius: menggratiskan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) guna memperlancar arus balik Lebaran 2025.

    Langkah ini bermula dari usulan pemerintah yang meminta diskon tarif tol sebesar 30%. Namun, dengan sikap tegas dan berani, Jusuf Hamka justru mengusulkan untuk menggratiskan sepenuhnya! Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar keringanan finansial bagi pemudik, tetapi juga strategi untuk mempercepat arus kendaraan dan mengurai kemacetan di jalur-jalur utama Jawa Barat. Tentu, rencana ini masih harus mendapat persetujuan dari pemerintah. Tetapi, komitmen yang telah ditunjukkan oleh Jusuf Hamka membuka harapan baru bagi para pemudik.

    Tol Cisumdawu sendiri merupakan proyek strategis nasional yang memiliki peran vital dalam konektivitas wilayah. Menghubungkan Jalan Padalarang-Cileunyi dengan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), tol sepanjang 61,75 km ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh Bandung-Bandara Kertajati menjadi hanya sekitar satu jam. Dengan biaya konstruksi yang mencapai Rp 5,5 triliun, tol ini bukan hanya sekadar jalan bebas hambatan, tetapi juga akses utama menuju Bandara Kertajati yang digadang-gadang menjadi pusat penerbangan internasional Jawa Barat.

    Jika kebijakan penggratisan Tol Cisumdawu disetujui, dampaknya akan sangat besar. Bagi pemudik, ini berarti perjalanan lebih lancar dan tanpa biaya tambahan. Bagi pemerintah, kebijakan ini bisa menjadi solusi efektif dalam mengatasi lonjakan arus balik, yang menurut survei Kemenhub diperkirakan mencapai 31,4 juta orang. Jika arus lalu lintas dapat diatur dengan baik, dampak ekonomi dari kelancaran perjalanan pun akan dirasakan secara luas, termasuk peningkatan efisiensi distribusi barang dan jasa.

    Namun, pertanyaannya kini, apakah pemerintah akan menyetujui usulan berani ini? Jika melihat sejarah kebijakan lalu lintas saat Lebaran, biasanya kebijakan diskon tarif tol lebih sering diambil ketimbang penggratisan total. Hal ini karena pendapatan tol masih menjadi sumber penting bagi operasional jalan bebas hambatan. Tetapi, melihat dampak positif yang bisa dihasilkan, ada kemungkinan besar kebijakan ini dipertimbangkan dengan serius.

    Sejumlah pihak tentu menanti keputusan final ini. Pemudik berharap perjalanan mereka lebih nyaman, sementara pengelola jalan tol dan pemerintah harus mempertimbangkan aspek finansial dan teknis dari kebijakan ini. Apa pun hasilnya, satu hal yang pasti: wacana menggratiskan Tol Cisumdawu telah menjadi sorotan dan bukti nyata bahwa ada upaya serius untuk meningkatkan pengalaman mudik masyarakat.

    Jika benar-benar terealisasi, inisiatif ini bisa menjadi model bagi kebijakan lalu lintas di masa depan. Bukan hanya tentang penggratisan tol, tetapi bagaimana kebijakan yang inovatif bisa diterapkan untuk meningkatkan mobilitas dan kenyamanan publik. Satu hal yang bisa kita pelajari dari langkah ini: keberanian untuk berpikir di luar kebiasaan bisa membawa dampak besar bagi banyak orang.

    Continue Reading

    Monitor Saham BUMN



    News2 hours ago

    Terjadi Saat Shalat Jumat, Ratusan Muslim Dikhawatirkan Syahid Akibat Gempa Myanmar

    Ruang Sujud4 hours ago

    Peran Ulama dalam Membangun Peradaban Islam

    Sportechment5 hours ago

    Trump Bicara Soal Jelang TikTok Kena Banned 5 April

    Review5 hours ago

    Strategi Global, Dimana Posisi Indonesia?

    Sportechment5 hours ago

    Val Kilmer, Pemeran Batman Forever Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun

    Review6 hours ago

    Jika Pilpres di 2026: Prabowo-Dedi Mulyadi, Duet Paling Tepat!

    News6 hours ago

    Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?

    Ruang Sujud8 hours ago

    Ulama dan Perkembangan Ilmu Keislaman di Nusantara

    News10 hours ago

    Syaikh Usamah Ar Rifa’i Terpilih Jadi Mufti Agung Suriah

    Sportechment10 hours ago

    Pengakuan Carlo Ancelotti Usai Real Madrid Kebobolan 4 Gol

    News10 hours ago

    Hari Ini Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jagorawi Arah Puncak

    News10 hours ago

    Gibran Sebut Didit Prabowo Sebagai Pemersatu Tokoh Bangsa

    Sportechment11 hours ago

    Bomber Inter Milan Absen Lawan AC Milan di Semifinal Coppa Italia, Lha Kok Kenapa?

    News11 hours ago

    Polemik UU TNI!Mantan Panglima GAM Justru Pro

    News11 hours ago

    Mudik Lebaran 2025, Mesin Penggerak Ekonomi

    Sportechment11 hours ago

    Momen Spesial Timnas Indonesia U-17 Rayakan Idulfitri di Jeddah

    News12 hours ago

    Jadi Pahlawan Karhutla di Korea Selatan, Ini Sosok Sugiyanto

    Review12 hours ago

    Lebaran Usai, Janda Muda Meroket

    Ruang Sujud12 hours ago

    Peran Ulama dalam Menjaga Kemurnian Ajaran Islam

    News12 hours ago

    Tiket Pesawat Turun Saat Lebaran, Naik Pasca Lebaran!