Monitorday.com – Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam Islam. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana segala amalan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Keutamaan Lailatul Qadar dijelaskan baik dalam Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah SAW.
1. Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an
Allah SWT mengabadikan keutamaan Lailatul Qadar dalam surah khusus, yaitu Surah Al-Qadr:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)
Ayat ini menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan luar biasa karena pada malam inilah Al-Qur’an diturunkan dan para malaikat turun membawa berkah serta rahmat.
2. Keutamaan Lailatul Qadar dalam Hadis
Rasulullah SAW juga banyak menyebutkan keutamaan Lailatul Qadar dalam berbagai hadis, di antaranya:
a. Diampuni Dosa yang Telah Lalu
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk mendapatkan pengampunan dari Allah.
b. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang laki-laki dari Bani Israil yang beribadah selama seribu bulan tanpa henti. Para sahabat pun takjub, lalu Allah menurunkan Surah Al-Qadr sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada umat Islam, agar mereka dapat memperoleh pahala ibadah yang lebih besar hanya dalam satu malam.
c. Turunnya Malaikat Membawa Kedamaian
Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam yang penuh dengan ketenangan dan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya pada malam itu bumi dipenuhi oleh para malaikat yang membawa rahmat dan keberkahan hingga terbit fajar.” (HR. Ahmad)
3. Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?
Rasulullah SAW tidak menyebutkan tanggal pasti terjadinya Lailatul Qadar, tetapi beliau memberikan petunjuk bahwa malam ini terjadi pada salah satu dari sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.
Dalam hadis disebutkan:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadahnya pada malam-malam tersebut agar tidak melewatkan keutamaan Lailatul Qadar.
4. Amalan yang Dianjurkan
Untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan, seperti:
Salat malam (Qiyamul Lail) untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Membaca Al-Qur’an sebagai bentuk penghormatan terhadap wahyu yang diturunkan pada malam ini.
Memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.)
Bersedekah untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Kesimpulan
Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Pada malam ini, Allah SWT memberikan keberkahan, pengampunan, dan pahala yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan keutamaan yang luar biasa dari Lailatul Qadar.