News
Komisi XI DPR Pastikan Pengisian Jabatan OJK dan BEI Tanpa Unsur Danantara dan BUMN
Published
1 day agoon
By
Natsir Amir
Monitorday.com – Komisi XI DPR RI menegaskan bahwa proses pengisian jabatan yang kosong di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak melibatkan unsur Danantara maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik terkait arah suksesi kepemimpinan di dua lembaga strategis sektor keuangan tersebut.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menyatakan bahwa isu mengenai adanya “titipan” pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, atau direksi perusahaan pelat merah untuk mengisi jabatan di OJK dan BEI adalah tidak benar. Ia memastikan seluruh posisi yang kosong akan diisi oleh figur profesional yang memiliki kompetensi dan rekam jejak kuat di bidang keuangan dan pasar modal.
“Tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi BUMN, maupun pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menduduki jabatan pimpinan di OJK ataupun posisi eksekutif di BEI,” tegas Hekal dalam keterangannya.
Menurut Komisi XI, independensi OJK dan BEI merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, DPR akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif untuk memastikan proses seleksi dan pengisian jabatan berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis merit. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta stabilitas sistem keuangan nasional.
Isu pengisian jabatan di OJK dan BEI mencuat setelah pengunduran diri sejumlah pimpinan utama di kedua lembaga tersebut. Peristiwa ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, terutama terkait keberlanjutan kebijakan dan arah pengawasan sektor jasa keuangan serta pasar modal Indonesia.
Komisi XI menilai, pengunduran diri para pimpinan itu harus dimaknai sebagai bagian dari dinamika institusional dan tanggung jawab moral atas kondisi pasar yang sempat mengalami tekanan. Namun demikian, DPR menegaskan bahwa kekosongan jabatan tidak boleh dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu yang berpotensi mengganggu independensi lembaga.
Dalam konteks kondisi pasar yang sensitif, Komisi XI juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak membangun narasi spekulatif yang dapat memperkeruh situasi dan memengaruhi kepercayaan investor. Stabilitas pasar keuangan, menurut DPR, sangat bergantung pada kepastian regulasi, kredibilitas lembaga pengawas, serta kejelasan kepemimpinan.
DPR menegaskan bahwa proses pengisian jabatan di OJK dan BEI akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Figur yang dipilih diharapkan memiliki integritas, kapabilitas teknis, serta pemahaman mendalam terhadap tantangan sektor keuangan nasional dan global.
Dengan penegasan ini, Komisi XI berharap publik dan pelaku pasar dapat kembali fokus pada penguatan fundamental ekonomi dan pasar modal, sembari memberi ruang bagi proses seleksi kepemimpinan yang sehat dan profesional demi keberlanjutan sistem keuangan Indonesia.
Mungkin Kamu Suka
-
Profil Friderica Widyasari Dewi, ADK OJK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua
-
IHSG Bergejolak, Regulator Siapkan Langkah Stabilisasi Pasar
-
OJK Nilai Aturan Pajak Kripto Jadi Fondasi Penguatan Industri Aset Digital
-
OJK Batasi Skema Pembayaran ‘Kecebong’ pada Pinjol untuk Lindungi Konsumen
-
Disetujui OJK, Simak Profil Singkat Dirut Baru Bank Mandiri
Monitorday.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Penunjukan tersebut dilakukan melalui mekanisme internal dan rapat direksi, serta telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris BEI.
Jeffrey menegaskan bahwa penunjukannya bertujuan menjaga kesinambungan kinerja dan stabilitas operasional bursa. Ia memastikan seluruh aktivitas di BEI tetap berjalan normal di tengah dinamika pasar yang sedang berlangsung.
“Untuk itu kami memastikan, operasional di BEI akan berjalan secara normal,” ujar Jeffrey dalam jumpa pers bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih sektor keuangan di kantor pusat Danantara, Sabtu (31/1).
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pasar modal Indonesia agar berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai perdagangan, tetapi juga transparansi dan tata kelola. Menurut Jeffrey, BEI telah berkomunikasi dengan penyedia indeks global untuk merespons berbagai ekspektasi yang ada.
“Kami mencermati perkembangan terakhir dan apa yang diharapkan oleh indeks provider global. Kami sudah berkomunikasi dan menampung masukan tersebut, dan akan kami realisasikan secepat mungkin,” katanya.
Jeffrey Hendrik merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti pada 1995. Ia memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal. Sebelum ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama, Jeffrey menjabat Direktur Pengembangan BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Karier profesionalnya dimulai di PT Zone Pratama (1994–1996), dilanjutkan di PT Transpacific Securindo sebagai bagian dari corporate finance (1996–1999). Selanjutnya, ia menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, dari 1999 hingga 2022.
Selain itu, Jeffrey aktif di berbagai organisasi pasar modal, antara lain sebagai Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020), pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Anggota Departemen Perdagangan Efek (2020–2022), serta Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021.
Sebelumnya, Iman Rachman secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama BEI. Ia menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.
“Saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI. Ia menambahkan bahwa proses penunjukan pimpinan sementara hingga direktur utama definitif akan dilakukan sesuai ketentuan anggaran dasar.
Pengunduran diri Iman terjadi di tengah tekanan kuat di pasar modal nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpuruk setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, yang berdampak pada anjloknya IHSG dan terjadinya penghentian perdagangan sementara. Meski demikian, IHSG mulai menunjukkan pemulihan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
News
Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel
Published
10 hours agoon
01/02/2026
Monitorday.com – Perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dan Mesir dilaporkan kembali dibuka melalui skema “operasi uji coba” setelah hampir dua tahun ditutup total. Informasi tersebut dilaporkan media Israel pada Minggu (1/2) pagi waktu setempat, sebagaimana dilansir Anadolu.
Harian Yedioth Ahronoth menyebutkan, pergerakan orang melalui Perbatasan Rafah secara resmi akan dimulai pada Senin (2/2). Pembukaan ini dinilai menjadi langkah penting bagi mobilitas warga di wilayah konflik tersebut.
Dalam tahap awal, operasional terminal dilakukan dengan pengawasan ketat dan kuota harian yang terbatas. Sekitar 150 orang diperkirakan akan keluar dari Jalur Gaza setiap hari, sementara 50 orang lainnya diizinkan masuk kembali.
Warga Palestina yang sempat meninggalkan Gaza selama perang disebut hanya diperbolehkan kembali ke wilayah tersebut melalui terminal Rafah. Meski dibuka, militer Israel tidak akan ditempatkan langsung di area perlintasan. Pengawasan dilakukan dari jarak jauh menggunakan peralatan pemantau canggih.
Mesir dilaporkan akan menyerahkan daftar nama warga yang akan melintasi perbatasan di kedua arah kepada Israel paling lambat 24 jam sebelum keberangkatan. Israel juga dikabarkan akan mengizinkan sejumlah kecil milisi Palestina yang terluka untuk keluar melalui Rafah jika mereka menginginkannya.
“Pada prinsipnya, semua orang yang pergi akan diizinkan untuk kembali,” tulis laporan tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel, Mesir, maupun Palestina terkait pembukaan kembali perlintasan Rafah ini.
Perbatasan Rafah merupakan jalur utama masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza yang dikuasai militer Israel sejak Mei 2024. Penutupan terminal tersebut memperparah krisis kemanusiaan di Gaza, dengan jumlah korban tewas dilaporkan melampaui 71.000 orang sejak konflik pecah pada Oktober 2023.
Sebelumnya, pembukaan kembali Rafah dijadwalkan pada Oktober 2025 sebagai bagian dari fase awal kesepakatan gencatan senjata. Namun, Israel sempat menolak rencana tersebut hingga seluruh tawanan terakhir mereka di Gaza dibebaskan, yang baru terealisasi pekan ini.
Meski gencatan senjata telah diumumkan, situasi di Gaza masih dilaporkan mencekam. Kantor media Gaza menyebut serangan Israel terus berlangsung, menewaskan 524 orang dan melukai 1.360 lainnya sejak 10 Oktober lalu
News
Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI
Published
10 hours agoon
01/02/2026
Monitorday.com – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memahami dan menguasai keamanan siber serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bersamaan. Langkah ini diambil untuk menghadapi ancaman digital yang semakin personal, kompleks, dan masif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perkembangan ancaman siber saat ini tidak lagi hanya menyasar sistem berskala besar, tetapi juga perangkat dan data pribadi masyarakat. Karena itu, penguatan talenta digital menjadi respons strategis pemerintah.
“Kemkomdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber dari tingkat global hingga nasional dengan menyiapkan talenta melalui pelatihan-pelatihan,” ujar Nezar dalam keterangannya pada Workshop Cybersecurity di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).
Nezar menjelaskan, pengembangan talenta dilakukan melalui berbagai program pelatihan di balai pengembangan sumber daya manusia, termasuk Digital Talent Scholarship yang kini memasukkan modul keamanan siber dan AI. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema khusus penguatan talenta melalui program AI Talent Factory.
“Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” katanya.
Ia mengakui, pemanfaatan AI dalam serangan siber menyebabkan eskalasi ancaman berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem untuk bertahan, baik di tingkat lembaga maupun pada perangkat pribadi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan.
Untuk melindungi publik, Nezar menekankan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan digital. Masyarakat diimbau menggunakan kata sandi yang kuat serta mengaktifkan perlindungan berlapis pada perangkat digital.
“Kita menyebarkan awareness agar publik paham menggunakan gawai secara aman, memakai password yang lebih kompleks, multi-factor authentication, bahkan kunci fisik yang sudah mulai dipakai sejumlah platform,” ujarnya.
Selain penguatan literasi publik, pemerintah juga mendorong pengembang platform digital menerapkan pendekatan security by design. Menurut Nezar, aspek keamanan harus menjadi bagian dari perancangan sistem sejak awal, bukan sekadar ditambahkan setelah terjadi insiden.
“Sejak awal mereka harus melakukan review terhadap ketahanan siber dan comply dengan standar-standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegasnya.
Melalui penguatan talenta dan arsitektur keamanan digital, pemerintah menegaskan perannya dalam melindungi masyarakat di ruang digital sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di era kecerdasan artifisial.
News
Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat
Published
12 hours agoon
01/02/2026
Monitorday.com – Bank Mandiri turut mendukung upaya penanganan dan pemulihan bencana longsor yang melanda Kabupaten Bandung Barat pada akhir pekan lalu dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di Kampung Pasir Langu, Kecamatan Cisarua.
Bencana longsor yang terjadi pada 24 Januari tersebut menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi serta mengganggu sejumlah akses transportasi. Kondisi ini menuntut respons cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat, Nila Mayta Dwi Rihandjani, mengatakan bantuan disalurkan melalui sinergi relawan Mandirian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat. Bantuan yang diberikan berupa 1.500 kilogram beras, 120 liter minyak goreng, 2.400 bungkus makanan siap saji, serta gula pasir, sarden, dan teh celup yang didistribusikan ke berbagai titik terdampak.
“Kami bersama relawan Mandirian memperkuat sinergi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat agar distribusi bantuan berlangsung cepat dan aman. Dalam kondisi darurat, koordinasi lintas instansi menjadi kunci,” ujar Nila dalam keterangan resmi, Rabu (28/1).
Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat sebelum didistribusikan kepada para pengungsi dan relawan yang masih melakukan tanggap darurat di lokasi longsor. Meski sejumlah jalur distribusi sempat terpengaruh kondisi cuaca, tim tetap memastikan bantuan tersalurkan melalui rute alternatif dengan dukungan aparat daerah.
“Prioritas kami adalah memastikan warga terdampak menerima bantuan yang paling dibutuhkan,” tambah Nila.
Selain menyalurkan logistik, relawan Mandirian juga terlibat dalam operasional posko, dukungan evakuasi, serta koordinasi lapangan. Seluruh rangkaian aksi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri yang berfokus pada percepatan penanganan bencana di wilayah rawan.
Bank Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Bandung Barat melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan dukungan tambahan sesuai kebutuhan.
News
Vera Rubin, Mesin NVIDIA di Balik Revolusi AI Global
Platform superkomputer Vera Rubin menjadi fondasi baru NVIDIA untuk menopang ledakan komputasi AI, dari model penalaran hingga simulasi fisika skala besar.
Published
18 hours agoon
01/02/2026
Monitorday.com—Untuk menopang lonjakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan yang kian ekstrem, NVIDIA memperkenalkan platform superkomputer terbarunya bernama Vera Rubin. Platform ini dirancang untuk menjawab tantangan scaling laws AI, di mana reasoning models dan simulasi fisika membutuhkan daya komputasi hingga lima kali lebih besar setiap tahunnya.
Nama Vera Rubin diambil untuk menghormati Vera Rubin, astronom yang menemukan bukti keberadaan materi gelap (dark matter). Menurut Jensen Huang, penamaan ini melambangkan peran platform tersebut sebagai “mesin tak terlihat” yang menopang revolusi AI modern, sebagaimana penemuan Rubin mengubah pemahaman manusia tentang alam semesta.
Berbeda dari generasi sebelumnya, Vera Rubin bukan sekadar chip baru, melainkan sebuah sistem komputasi terintegrasi yang terdiri dari enam chip revolusioner yang dirancang ulang sepenuhnya. Komponen utamanya mencakup CPU Vera dengan performa dua kali lipat pada batas daya yang sama, GPU Rubin yang menawarkan performa floating point lima kali lebih tinggi dibandingkan Blackwell, serta NVLink 6 Switch yang memungkinkan komunikasi penuh antar-GPU dengan lalu lintas data setara dua kali trafik internet global.
Selain itu, sistem ini diperkuat oleh teknologi jaringan ConnectX-9 dan BlueField 4 untuk mempercepat aliran data sekaligus meningkatkan keamanan. Salah satu terobosan penting lainnya adalah efisiensi energi. Meski memiliki tenaga dua kali lebih besar dari pendahulunya, Vera Rubin menggunakan pendingin cairan dengan air bersuhu 45 derajat Celsius, sehingga menghilangkan kebutuhan chiller boros energi di pusat data. NVIDIA memperkirakan pendekatan ini berpotensi menghemat sekitar 6 persen konsumsi daya pusat data global.
NVIDIA juga mengatasi hambatan memori AI dengan memperkenalkan context memory storage berbasis BlueField 4. Teknologi ini memungkinkan AI menyimpan dan mengingat konteks percakapan atau data dalam jangka sangat panjang tanpa membebani memori GPU utama, sebuah terobosan krusial bagi aplikasi AI yang membutuhkan “ingatan” jangka panjang.
Dalam presentasinya, Jensen Huang menegaskan bahwa NVIDIA kini bukan lagi sekadar produsen chip grafis, melainkan arsitek tumpukan komputasi masa depan. Mulai dari Vera Rubin yang mendukung confidential computing, jaringan Spectrum-X, simulasi Omniverse, hingga model AI terbuka seperti Cosmos dan Alpa Mayo, semuanya dirancang sebagai satu ekosistem terpadu.
Dengan kemampuan melatih model hingga empat kali lebih cepat dibandingkan Blackwell, NVIDIA memastikan batas kemampuan AI terus didorong lebih jauh. Visi akhirnya adalah dunia di mana setiap mobil, pabrik, dan perangkat lunak ditenagai AI yang mampu menalar dan berinteraksi langsung dengan dunia fisik. Menurut Jensen, revolusi tersebut bukan lagi wacana masa depan—melainkan telah tiba.
News
Raja Juli Tegaskan Jokowi Belum Bergabung PSI, Kehadirannya Dinilai Bawa Energi Baru
Published
1 day agoon
01/02/2026By
Natsir Amir
Monitorday.com – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, hingga saat ini belum secara resmi bergabung sebagai kader PSI. Penegasan tersebut disampaikan menyusul kehadiran Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan.
Raja Juli menyampaikan bahwa belum ada pengumuman resmi terkait status keanggotaan Jokowi di PSI. Ia menekankan bahwa secara administratif dan formal, Jokowi masih berada di luar struktur partai. Meski demikian, kehadiran Jokowi dalam forum strategis tersebut dinilai membawa dampak besar bagi internal PSI.
Menurut Raja Juli, kehadiran Jokowi di Rakernas memberikan energi baru bagi seluruh kader PSI dari berbagai daerah. Sosok Jokowi disebut mampu memompa semangat dan menumbuhkan optimisme partai dalam menatap agenda politik ke depan, terutama menjelang Pemilu 2029.
Ia menyebut bahwa arahan yang disampaikan Jokowi dalam Rakernas bersifat strategis dan relevan dengan kebutuhan penguatan partai. Jokowi dinilai memberikan pandangan yang tajam mengenai pentingnya konsolidasi organisasi, penguatan struktur, serta kedekatan partai dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Raja Juli juga menafsirkan pidato Jokowi sebagai sinyal ajakan terbuka kepada para pendukung dan relawannya untuk ikut berkiprah bersama PSI. Meski tidak disampaikan secara formal sebagai pernyataan bergabung, pesan yang disampaikan Jokowi dinilai cukup jelas dalam mengajak simpatisan dan jaringan pendukungnya untuk mengambil peran di PSI.
Ia menjelaskan bahwa PSI membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat yang selama ini mendukung kepemimpinan dan gagasan Jokowi. Menurutnya, nilai-nilai kerja keras, keberpihakan pada rakyat, serta politik yang bersih dan transparan masih sangat relevan untuk dilanjutkan melalui jalur partai.
Dalam Rakernas tersebut, Jokowi juga menekankan pentingnya kesiapan partai menghadapi kontestasi politik mendatang. Ia mendorong PSI untuk membangun kekuatan dari bawah dengan memperkuat struktur hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan rukun warga dan rukun tetangga. Penguatan basis ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing partai di pemilu mendatang.
PSI sendiri menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Kehadiran Jokowi dalam Rakernas dianggap sebagai suntikan moral dan kepercayaan diri bagi kader, meskipun status keanggotaannya belum dipastikan.
Raja Juli menegaskan bahwa fokus PSI saat ini adalah kerja organisasi dan konsolidasi internal. Ia menyatakan bahwa partai tidak ingin berspekulasi soal status politik Jokowi, namun mengapresiasi kontribusi pemikiran dan semangat yang dibawa mantan presiden tersebut dalam forum resmi partai.
Meski belum bergabung secara formal, kehadiran Jokowi di Rakernas PSI telah menjadi perhatian luas dan dinilai memperkuat posisi PSI dalam peta politik nasional ke depan.
News
Jokowi Janji “Habis-habisan” Dukung PSI, Tegaskan Indonesia Butuh Partai yang Baik
Published
1 day agoon
01/02/2026By
Natsir Amir
Monitorday.com – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan komitmennya untuk bekerja secara maksimal mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Dalam pidatonya di hadapan ribuan kader, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan partai politik yang baik, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menilai PSI memiliki potensi besar untuk menjadi partai yang membawa politik kebaikan di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks.
“Negara ini perlu partai yang baik, perlu politik yang beradab, dan politik yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujar Jokowi dengan nada tegas. Ia menyatakan siap bekerja habis-habisan bersama PSI untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Jokowi juga menekankan bahwa kekuatan partai politik tidak cukup hanya bertumpu pada figur atau elit. Menurutnya, PSI harus membangun mesin organisasi yang solid hingga ke tingkat paling bawah, mulai dari provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, hingga tingkat rukun tetangga dan rukun warga.
“Kalau ingin partai ini besar, strukturnya harus kuat sampai ke bawah. Jangan hanya di pusat, tapi harus benar-benar hidup di masyarakat,” kata Jokowi. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke daerah-daerah guna membantu penguatan organisasi partai.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para kader yang hadir. Dukungan terbuka Jokowi dinilai menjadi suntikan semangat bagi PSI untuk mempercepat konsolidasi internal dan memperluas basis dukungan publik.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung perubahan wajah PSI yang dinilainya semakin terbuka dan inklusif. Keterbukaan tersebut, menurut Jokowi, menjadi modal penting bagi PSI untuk menarik lebih banyak tokoh nasional maupun daerah agar terlibat dalam perjuangan politik yang sehat dan modern.
Namun demikian, Jokowi mengingatkan bahwa keterbukaan juga membawa tantangan. Perbedaan latar belakang, pandangan, dan kepentingan di internal partai harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan gesekan yang dapat melemahkan organisasi. Ia menekankan pentingnya kesamaan visi dan tujuan sebagai perekat utama.
“Perbedaan itu pasti ada, tapi jangan sampai perbedaan memecah. Semua harus diarahkan untuk tujuan besar membangun bangsa,” ujarnya.
Kehadiran Jokowi dalam Rakernas PSI dinilai sebagai sinyal kuat dukungan politik menjelang agenda politik nasional ke depan. Meski belum menyatakan diri secara administratif sebagai anggota partai, peran Jokowi dipandang strategis dalam memperkuat posisi PSI di kancah politik nasional.
Rakernas PSI sendiri menjadi forum konsolidasi penting untuk merumuskan arah kebijakan partai, memperkuat struktur organisasi, serta menyusun strategi jangka menengah dan panjang. Para kader berharap arahan dan dukungan Jokowi dapat menjadi momentum bagi PSI untuk tumbuh sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan.
Dengan komitmen kerja keras dan dukungan figur nasional seperti Jokowi, PSI optimistis dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong politik yang berintegritas dan berpihak pada kepentingan publik.
News
Dino Patti Djalal: Buat Apa Bayar Rp 16 T ke Board of Peace Besutan Trump? Warga Palestina masih di Genosida
Published
1 day agoon
01/02/2026By
Natsir Amir
Monitorday.com – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menilai kontribusi Indonesia terhadap upaya perdamaian di Palestina melalui rencana pengiriman pasukan perdamaian sudah mencukupi dan tidak perlu disertai komitmen dana besar dalam mekanisme internasional di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan Dino saat menanggapi wacana keterlibatan Indonesia dalam skema perdamaian internasional untuk Gaza.
Dino menyatakan bahwa kesediaan Indonesia mengirim pasukan perdamaian merupakan bentuk kontribusi konkret yang memiliki risiko tinggi, baik dari sisi keamanan maupun politik. Menurutnya, langkah tersebut sudah mencerminkan partisipasi aktif Indonesia dalam misi kemanusiaan dan perdamaian internasional tanpa harus dibarengi dengan tambahan kontribusi finansial dalam jumlah besar.
Ia menambahkan bahwa tidak semua negara bersedia mengirim personel ke wilayah konflik. Dalam konteks itu, Dino menilai keterlibatan Indonesia melalui pengiriman pasukan telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang menunjukkan komitmen langsung di lapangan. Ia juga menyampaikan bahwa tidak terdapat permintaan khusus dari pihak Palestina kepada Indonesia terkait pemberian dana dalam jumlah besar.
Dalam pernyataannya, Dino turut menyinggung pentingnya menjaga peran Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai lembaga utama dalam penyelesaian konflik internasional. Ia menyebut bahwa pengiriman pasukan perdamaian selama ini selalu dilakukan Indonesia dengan mandat PBB untuk memastikan legitimasi hukum dan dukungan internasional yang luas.
Menurut Dino, pembentukan mekanisme atau forum perdamaian di luar PBB perlu dikaji secara cermat, terutama terkait kejelasan mandat, struktur pengambilan keputusan, dan dampaknya terhadap tatanan multilateral yang telah ada. Ia menilai bahwa Indonesia perlu berhati-hati dalam menentukan bentuk keterlibatan agar tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Pernyataan tersebut muncul di tengah pembahasan publik mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia dalam merespons konflik di Gaza. Pemerintah sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian internasional, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan jika terdapat mandat yang sah dari komunitas internasional.
Sejumlah pihak menilai pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah konflik harus disertai kejelasan mengenai tugas, tujuan, serta jaminan keselamatan personel yang ditugaskan. Selain itu, keterlibatan Indonesia juga dikaitkan dengan upaya diplomatik yang lebih luas untuk mendorong penyelesaian konflik Palestina-Israel melalui jalur politik.
Sebagai diplomat senior, Dino menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina selama ini diwujudkan melalui berbagai forum internasional dan diplomasi multilateral. Ia menyatakan bahwa kontribusi Indonesia sebaiknya difokuskan pada langkah-langkah yang memiliki dasar hukum yang jelas dan dampak langsung terhadap upaya penghentian konflik serta perlindungan warga sipil.
Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan pernyataan lanjutan terkait pandangan Dino tersebut. Namun, diskursus mengenai bentuk dan skala kontribusi Indonesia dalam isu Palestina diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan dinamika politik internasional dan kebijakan luar negeri nasional.
News
Profil Friderica Widyasari Dewi, ADK OJK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua
Published
1 day agoon
31/01/2026
Monitorday.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Penunjukan tersebut diumumkan melalui keterangan tertulis oleh Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, pada Sabtu.
Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, bukan sosok asing di industri jasa keuangan nasional. Perempuan kelahiran Cepu, Jawa Tengah, 28 November 1975 ini dikenal memiliki rekam jejak panjang dan solid, khususnya di sektor pasar modal serta perlindungan konsumen keuangan.
Dari sisi pendidikan, Friderica meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001. Ia kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University pada 2004.
Karier profesionalnya dimulai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2005. Berkat kinerja dan pengalamannya, Friderica dipercaya menjabat Direktur Pengembangan BEI pada periode 2009–2015. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015–2016, sebelum akhirnya menduduki posisi Direktur Utama KSEI pada 2016–2019.
Pengalaman Friderica di sektor jasa keuangan BUMN semakin lengkap saat ia memimpin PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama pada periode 2020–2022.
Setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Komisi XI DPR RI, Friderica resmi menjabat sebagai ADK OJK untuk periode 2022–2027. Di OJK, ia mengemban peran strategis sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. Sejak 2023, ia juga dipercaya sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Di tingkat internasional, Friderica aktif sebagai anggota Advisory Board OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council of FinCoNet sejak 2022. Selain itu, ia terlibat dalam penulisan sejumlah buku bertema pengawasan dan investasi, serta mengantongi sertifikasi profesional WMI dan WPEE dari OJK.
Dedikasi dan kontribusinya di bidang jasa keuangan mengantarkan Friderica meraih sejumlah penghargaan bergengsi sepanjang 2025, antara lain Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards dari Bisnis Indonesia, serta The Most Outstanding Woman 2025 dari Infobank.
Dengan pengalaman lintas lembaga dan fokus kuat pada perlindungan konsumen, penunjukan Friderica Widyasari Dewi dinilai menjadi langkah strategis OJK dalam memperkuat tata kelola dan kepercayaan publik di tengah dinamika sektor jasa keuangan nasional.
News
Menkeu Optimistis IHSG Menguat, Yakini Fundamental Ekonomi Masih Solid
Published
1 day agoon
31/01/2026
Monitorday.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan keluar dari zona merah dan bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Senin (2/2). Ia menilai pelemahan yang terjadi sebelumnya bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional.
“Enggak (kebakaran). Pasti bergerak naiklah,” ujar Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu malam.
Menurut Purbaya, kekhawatiran pasar dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh dinamika di manajemen otoritas pasar keuangan yang menimbulkan ketidakpastian, terutama setelah mundurnya Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki sistem tata kelola yang memungkinkan proses pergantian pejabat berlangsung cepat dan efisien, sehingga tidak mengganggu operasional dan manajemen bursa.
“Kalau sudah begitu, pasar akan kembali melihat fundamental. Fundamental ekonomi kita bagus. Terus saya perbaiki dan akan membaik ke depan. Tahun ini mungkin ekonominya bisa saya dorong mendekati 6 persen,” kata Purbaya.
Purbaya juga meyakini IHSG masih memiliki ruang penguatan yang besar, seiring dengan siklus bisnis yang wajar bergerak naik setelah mencapai titik terendah. Ia mengakui peluang koreksi selalu ada, namun menilai risikonya relatif kecil.
“Peluang koreksi selalu ada, tapi menurut saya kecil. Fondasi ekonomi kuat, respons kebijakan dari bursa dan OJK cepat, tidak ada kekacauan. Ini modal yang sangat kuat untuk tumbuh lebih kencang,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Jumat (30/1), sejumlah pejabat tinggi di sektor keuangan mengumumkan pengunduran diri secara beruntun. Iman Rachman lebih dulu mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama BEI pada Jumat pagi.
Kemudian pada Jumat petang sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi bidang pasar modal turut menyatakan mundur. Pengunduran diri tersebut disusul oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, sebagaimana diumumkan dalam siaran pers OJK pada pukul 21.00 WIB.
Menindaklanjuti hal itu, OJK pada Sabtu (31/1) menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Selain itu, Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Sementara itu, BEI berencana mengumumkan pejabat sementara Direktur Utama sebelum pembukaan perdagangan bursa pada Senin (2/2), guna memastikan stabilitas dan kelancaran aktivitas pasar modal.
Monitor Saham BUMN
Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?
Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel
Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI
Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara
Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat
Menperin Tegaskan Motor Listrik Tanpa Insentif Baru Tahun Ini
Tangis Haru Pecah Usai Usai Raih Gelar Perdana di Thailand Masters 2026
Vera Rubin, Mesin NVIDIA di Balik Revolusi AI Global
Doktor: Disertasi Meluncur, Novelty Tertinggal
Pemimpin Defisit Intelektual! No More
Komisi XI DPR Pastikan Pengisian Jabatan OJK dan BEI Tanpa Unsur Danantara dan BUMN
Raja Juli Tegaskan Jokowi Belum Bergabung PSI, Kehadirannya Dinilai Bawa Energi Baru
Jokowi Janji “Habis-habisan” Dukung PSI, Tegaskan Indonesia Butuh Partai yang Baik
Dino Patti Djalal: Buat Apa Bayar Rp 16 T ke Board of Peace Besutan Trump? Warga Palestina masih di Genosida
Jika Membela Diri Bisa Jadi Tersangka, Masih Perlukah Lapor Polisi?
Chery Bakal Bangun Pabrik Mandiri di Indonesia, Mulai Kapan?
Rose Blackpink Tampil di Grammy Awards 2026, Lagu “APT” Masuk Tiga Nominasi
Profil Friderica Widyasari Dewi, ADK OJK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua
Imbangi Irak, Timnas Futsal Indonesia Tantang Vietnam di Perempat Final
