Connect with us

KORMI di Panggung Dunia

Indonesia turut hadir dalam TAFISA World Congress ke-28, di Dusseldorf Jerman, pada 1-5 November 2023. Pada forum ini, beberapa organisasi di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) membawa beberapa isu utama.

Deni Irawan

Published

on

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LakeyBanget

Ukir Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Tantang Jepang di Semifinal AFC Futsal 2026

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com -Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Jepang pada babak semifinal AFC Futsal 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Kamis (5/2). Laga ini menjadi momen bersejarah bagi skuad Garuda setelah untuk pertama kalinya menembus semifinal Piala Asia Futsal.

Indonesia melangkah ke empat besar usai menundukkan Vietnam dengan skor tipis 3-2 pada babak perempat final, Selasa (3/2). Duel sesama wakil Asia Tenggara tersebut berlangsung ketat sejak awal hingga akhir pertandingan.

Skuad Garuda tampil meyakinkan di babak pertama dengan unggul 2-0 melalui gol Wendy Brian Ick dan Ardiansyah Nur. Vietnam kemudian bangkit pada babak kedua lewat gol Nguyen Da Hai yang memperkecil ketertinggalan. Indonesia kembali menjauh setelah Reza Gunawan mencetak gol ketiga. Namun, Vietnam terus memberi tekanan hingga Da Hai mencetak gol keduanya. Hingga peluit akhir dibunyikan, Indonesia mampu mempertahankan keunggulan 3-2.

Kemenangan ini memastikan Indonesia lolos ke semifinal AFC Futsal 2026 sekaligus melampaui capaian terbaik sebelumnya, yakni perempat final pada Piala Asia Futsal 2022, yang kala itu berakhir dengan kekalahan dari Jepang.

Pada semifinal nanti, peluang revans terbuka bagi Tim Merah Putih. Jepang sendiri melaju ke empat besar setelah tampil dominan dengan menaklukkan Afghanistan 6-0 di Jakarta International Velodrome. Shimizu menjadi bintang kemenangan Jepang dengan mencetak hattrick, sementara tiga gol lainnya disumbangkan Shunta Uchida, Tomoki Yoshikawa, dan Ryuji Izu.

Pertemuan Indonesia kontra Jepang di semifinal diprediksi berlangsung sengit, dengan Indonesia bertekad melanjutkan sejarah dan menantang dominasi raksasa futsal Asia tersebut.

Continue Reading

News

Menlu Sugiono Buka Opsi RI Keluar dari Board of Peace Jika…

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Menteri Luar Negeri Sugiono angkat bicara mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila forum tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan utama Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam BoP sejak awal ditujukan untuk mendorong terciptanya perdamaian di Gaza dan Palestina secara menyeluruh, dengan muara akhir berupa kemerdekaan dan kedaulatan penuh bagi Palestina.

“Kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan—pertama situasi damai di Gaza, kemudian situasi damai di Palestina secara umum, dan akhirnya kemerdekaan serta kedaulatan Palestina—itu adalah trajektori yang ingin kita capai,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2), menanggapi pertanyaan soal peluang Indonesia keluar dari BoP.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono untuk merespons pernyataan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, yang sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto siap menarik Indonesia dari BoP apabila keanggotaan tersebut tidak memberikan dampak nyata bagi perjuangan Palestina.

“Komitmen Presiden adalah berjuang di Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina yang utuh dan berdaulat, sekaligus membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” kata Anwar.

Ia menambahkan, Indonesia melalui BoP juga bekerja sama dengan negara-negara Islam lain untuk mendorong perdamaian dunia. Namun, menurutnya, jika organisasi tersebut tidak lagi membawa kemaslahatan bagi Palestina dan perdamaian global, maka negara-negara Islam yang tergabung berpotensi keluar dari BoP.

Lebih lanjut, Sugiono menilai kondisi di Palestina saat ini masih sangat rapuh. Ia mencontohkan kembali meningkatnya serangan militer Israel yang dinilai dapat mengganggu proses perdamaian yang tengah diupayakan.

“Terkait serangan tersebut, negara-negara yang tergabung dalam Group of New York—delapan negara dengan mayoritas penduduk Muslim—sepakat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan itu karena dapat mencederai proses yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Sugiono menegaskan, bergabungnya Indonesia dalam BoP merupakan wujud komitmen aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya Palestina dan Gaza. Ia menekankan bahwa arah utama dari seluruh upaya diplomasi tersebut tetap mengacu pada solusi dua negara.

“Kompas dari semua upaya ini jelas, yaitu tercapainya solusi dua negara,” kata Sugiono.

Continue Reading

News

Kegembiraan Anak-anak PAUD di Cianjur Terima Papan Interaktif Digital

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas terus dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan memperluas akses belajar bagi seluruh warga negara. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas di ruang kelas formal, tetapi sebagai proses belajar yang bisa berlangsung di berbagai ruang kehidupan anak.

Salah satunya, Di PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Kabupaten Cianjur, kegiatan belajar tetap berjalan, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar. Pengelola PKBM Bhayangkara PAUD Kunang-Kunang, Sri Ningsih, menjelaskan bahwa sekolah yang dikelolanya melayani anak usia dini serta peserta didik PKBM yang sebagian besar berasal dari keluarga petani penggarap. Anak-anak PAUD berusia 5 s.d. 7 tahun mengikuti kegiatan belajar dasar, sementara peserta didik PKBM berusia 17 s.d. 20 tahun tetap bersekolah di sela aktivitas membantu orang tua.

Dalam kondisi tersebut, Sri Ningsih berupaya menjaga agar proses belajar tetap berjalan dan relevan dengan kebutuhan murid. Ia berharap setiap dukungan yang diterima sekolah dapat memberi dampak nyata bagi keberlangsungan pembelajaran dan masa depan peserta didik.

Salah satu dukungan yang diterima adalah bantuan digitalisasi pembelajaran berupa Papan Interaktif Digital (PID). Perangkat ini akan dimanfaatkan agar suasana belajar menjadi lebih variatif dan menarik bagi anak-anak.

Sri Ningsih, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pembelajaran di sekolahnya. “Dengan adanya Papan Interaktif Digital ini, kami berharap anak-anak semakin semangat belajar. Cara belajarnya jadi lebih menarik dan materi yang dipelajari lebih beragam. Mudah-mudahan lulusan ke depan bisa lebih berkualitas,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya ke PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berinteraksi langsung dengan murid dan guru, sekaligus mencoba Papan Interaktif Digital (PID). Anak-anak diajak menulis, mewarnai, dan menggambar menggunakan perangkat tersebut, dengan suasana belajar yang cair dan penuh semangat.

Kedekatan Mendikdasmen dengan anak-anak terasa hingga akhir kunjungan. Ia mengajak seluruh murid bernyanyi bersama lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, menciptakan suasana hangat yang membekas bagi warga sekolah.

“Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Mendikdasmen kepada para murid.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa penguatan akses dan layanan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui sistem sekolah formal, tetapi juga melalui penguatan sistem belajar yang lebih luas.

“Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Sehingga pendidikan itu tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” ucapnya.

Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, seperti kursus, program kesetaraan, sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga pendidikan keluarga. Dengan pendekatan ini, akses pendidikan diharapkan semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sekolah didorong untuk menjadi ruang yang bebas dari kekerasan dan perundungan, sekaligus menjadi tempat yang menyenangkan bagi murid untuk tumbuh dan belajar.

“Usia dini adalah masa emas. Kalau dari kecil cara belajarnya dan gaya hidupnya sudah tidak tepat, akan sulit membentuk perkembangan berikutnya. Karena itu, pendidikan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat harus sama-sama kita perkuat,” tegasnya.

Melalui penguatan pendidikan formal, nonformal, dan informal secara beriringan, Kemendikdasmen terus berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang setara, relevan, dan bermakna bagi masa depannya.

Continue Reading

News

INACRAFT 2026: Merayakan Peran Womenpreneurs di Balik Kriya Nusantara

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara akan kembali hadir pada tanggal 4-8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan menempati seluruh hall (± 24.941 m2 ). Pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event ini telah sukses diselenggarakan selama 25 tahun dengan mengusung tema besar “From Smart Village to Global Market”.

Melalui tema tersebut, INACRAFT menegaskan komitmennya untuk menjadi sarana promosi produk kerajinan lokal unggulan yang inovatif dan berkualitas, guna memperkuat pasar domestik sekaligus membuka akses ke pasar global sebagai komoditas ekspor, sejalan dengan upaya membangkitkan kembali semangat UMKM kerajinan di Indonesia.

Kini pada penyelenggaraan yang ke-26, INACRAFT beralih dari pendekatan geografis kepada pendekatan human-centered dengan menempatkan womenpreneurs sebagai ikon utama. Mengusung konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, INACRAFT memanfaatkan momentum ini untuk merayakan kreativitas perempuan Indonesia yang memiliki peran signifikan sebagai kontributor utama di balik karya kerajinan nusantara, baik dalam menciptakan keunikan produk, maupun mengolahnya menjadi sebuah peluang usaha.

Dengan konsep ini, ASEPHI mengajak masyarakat untuk lebih mengenal proses, cerita, dan semangat para womenpreneurs, yang melalui ketekunan, sentuhan hati, dan keterampilan tangan dapat menghadirkan karya bernilai budaya yang terus berkembang mengikuti zaman.

INACRAFT 2026 didedikasikan secara khusus sebagai bentuk apresiasi atas peran perempuan Indonesia dalam menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus menjaga warisan bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perajin di sejumlah daerah, termasuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, INACRAFT 2026 menjadi pameran yang tetap dinanti sebagai ruang berkumpul, saling menguatkan, serta memperkenalkan karya kriya terbaik mereka.

Untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja serta memudahkan pengunjung, ASEPHI melakukan kurasi peserta pameran melalui pembagian zona berdasarkan jenis produk (zoning product). Terdapat 11 zoning area dimulai dari area Main Lobby, dimana akan menampilkan household & housewares, gift & decorative items, footwears, bags, travel goods, toys & games serta beberapa sponsor yang telah bekerjasama. Di Cendrawasih Hall dan Promenade akan menyajikan batik, tenun, dan songket, begitu pula dengan Hall A yang juga menampilkan wastra Indonesia dilengkapi dengan jewelry dan aksesoris.

Pada Assembly Hall, terdapat beragam hasil karya binaan UMKM Kementerian dan Dinas/BUMN. Lobby Hall A pun serupa, namun juga merupakan area premium yang diisi oleh para sponsor INACRAFT. Sementara itu, pada Connecting Plenary akan diisi oleh jewelry, decorative items, home decor, dan bags. Berbeda dengan Plenary Hall dimana terdapat multi products dari Dinas/BUMN, serta berbagai produk dari International Hall dan INACRAFT Awards winning products.

Beralih ke Hall B dan Lobby Hall B, pengunjung dapat menemui produk-produk yang lebih bervariasi seperti household & housewares, batik, woven, songket, leather, fashion, muslim fashion, jewelry, accessories, gift & decorative items, serta berbagai multi products. Terdapat area kuliner nusantara yaitu Talam INACRAFT yang berada di area Mezzanine dan Hall B. Zona ini menyuguhkan beragam aneka makanan dan minuman cita rasa khas nusantara yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Selain produk-produk menarik dan berkualitas, INACRAFT menyediakan berbagai program pendukung (insight program) berlokasi di Plenary Hall. Terdapat Craft Talkshow bersama pelaku kerajinan dan para ahli dibidangnya, Craft Workshop terkait pelatihan produk kerajinan yang dipandu langsung oleh para praktisi, Seminar Go Green yang membahas gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan, Art Performance yang menampilkan kesenian Indonesia.

Selain itu juga ada Fashion Show, serta INACRAFT Appreciation Night yang merupakan bentuk apresiasi kepada para perajin dan pengusaha Indonesia yang telah menunjukkan keunggulan dan inovasi melalui karya mereka. Penghargaan ini diberikan kepada produk-produk terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat oleh juri profesional sesuai dengan standar World Craft Council.

Spesial di tahun ini, terdapat 2 penghargaan baru yaitu INACRAFT Womenpreneurs Award yang dikhususkan bagi peserta INACRAFT untuk mengapresiasi perajin perempuan dan INACRAFT Digital Excellence Award bagi peserta INACRAFT yang memanfaatkan teknologi digital secara inovatif dan berdampak pada bisnis mereka. Tak ketinggalan ada Digicraft Lounge yang selalu hadir secara offline maupun online dalam acara Podcraft, bincang-bincang mengenai dunia kerajinan bersama para penggiat kerajinan Indonesia.

Tahun ini Pameran INACRAFT akan diikuti oleh total peserta keseluruhan 1.013 stand. Peserta Individu sebanyak 788 peserta, untuk total peserta Kementerian, BUMN, dan Dinas sebanyak 208 stand, sementara itu peserta dari Luar Negeri sebanyak 10 stand. Terdapat juga 21 island yang diisi oleh beberapa Kementerian, BUMN, Dinas, dan Mitra INACRAFT.

Selain itu, terdapat peserta Talam (Kuliner Nusantara) sebanyak 56 peserta. INACRAFT menetapkan target transaksi retail sebesar 102,5 milyar rupiah dengan kontrak dagang diharapkan mencapai USD 1,5 juta. Tahun ini, INACRAFT menargetkan 100.000 pengunjung dan buyers dari luar negeri sebanyak 1.000 visitors yang berasal dari Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia, Perancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko.

INACRAFT 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti, Pertamina, Tokopedia & Tiktok Shop sebagai sponsor.

Pada tahun ini INACRAFT kembali menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri sebagai Main Sponsor. Senior Vice PresidentBank Mandiri, Abeka Natalia, menegaskan kemitraan ini menjadi langkah nyata Bank Mandiri untuk memperkuat dukunganterhadap pelaku usaha lokal agar dapat naik kelas. “INACRAFT merupakan platform strategis yang mempertemukan kreativitas, nilai budaya, dan peluang usaha, sehingga relevan dengan komitmen kami dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi. Mengusung tema INACRAFT 2026: Exploring & Celebrating Womenpreneurs in Craft, hal inisejalan dengan komitmen kami untuk terus mendukung sektor UMKM dan industri kreatif melalui berbagai solusi keuangan yang inovatif sekaligus mendorong praktik keberlanjutan,” ujar Abeka.

Bank Mandiri turut menghadirkan berbagai program menarik mulai dari program transaksi berupa raffle berhadiah dengan transaksi menggunakan QR Bayar, Kartu Debit, dan Kartu Kredit Bank Mandiri, penukaran Livin’poin dengan merchandise eksklusif, cashback hingga Rp100 ribu untuk transaksi Mandiri Kartu Kredit dan QR Bayar, serta program cicilan 0 persen hingga tenor enam bulan. Lebih dari sekadar menghadirkan program transaksi, partisipasi Bank Mandiri sebagai Main Sponsor INACRAFT 2026 juga diarahkan untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi pengembangan UMKM kreatif.

Hal ini diwujudkan melalui kehadiran Mandiri Looping for Life, inisiatif keberlanjutan Bank Mandiri yang berfokus padaedukasi pengurangan emisi karbon, penguatan praktik ekonomi sirkular, serta pemberdayaan UMKM kreatif melalui pendekatan kolaboratif. Kehadirannya di INACRAFT sejalan dengan peran pameran ini sebagai panggung utama UMKM kriya nasional, dengan mendorong perajin dan brand berkelanjutan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar. Dalam semangat kolaborasi tersebut, Bank Mandiri menggandeng Rue sebagai salah satu brand crafting Indonesia yang merepresentasikan perpaduan kreativitas, keberlanjutan, dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Pameran INACRAFT dibuka untuk umum dari pukul 10:00 s.d. 21:00 WIB dengan tiket masuk sebesar Rp35 ribu.

Pengunjung dapat membeli tiket dengan melakukan pre-registration pada website official INACRAFT. Pengunjung juga bisa membeli tiket secara langsung pada ticket box yang berlokasi di venue pameran. Khusus pembayaran menggunakan Bank Mandiri dapat membeli tiket dengan penawaran khusus presale Buy 1 Get 1 di Sukha Livin’ by Mandiri. Informasi dan agenda kegiatan dapat dilihat di laman digital www.inacraft.co.id, serta akun official media sosial INACRAFT di Facebook, Instagram dan Tiktok @weareinacraft serta Channel Youtube We Are INACRAFT.

Continue Reading

News

Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global

Karya sineas Palestina diakui festival dunia, tetapi distribusi internasional masih dibatasi faktor politik dan tekanan industri.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Film-film karya sineas Palestina terus meraih pengakuan di panggung internasional dengan memenangkan dan diputar di berbagai festival film bergengsi. Namun, capaian tersebut belum berbanding lurus dengan akses distribusi global yang luas, terutama di bioskop komersial dan platform streaming arus utama.

Sejumlah sutradara Palestina mengungkapkan bahwa meski film mereka diapresiasi di ajang seperti Cannes Film Festival dan Venice Film Festival, jalan menuju penonton global masih penuh hambatan. Mereka menyebut faktor ketakutan politik, tekanan industri, dan sensitivitas isu Palestina sebagai penyebab utama.

Menurut para pembuat film, banyak distributor dan platform besar memilih bersikap aman dengan tidak mengambil risiko menayangkan film bertema Palestina. Kekhawatiran akan reaksi politik, boikot, atau tekanan dari kelompok tertentu membuat karya-karya tersebut kerap berhenti di lingkaran festival saja.

Situasi ini dinilai ironis, mengingat film-film tersebut sering kali mengangkat isu kemanusiaan universal seperti kehilangan, identitas, dan kehidupan di bawah konflik. Para sineas menegaskan bahwa karya mereka bukan sekadar propaganda politik, melainkan ekspresi artistik dan kesaksian atas realitas hidup sehari-hari rakyat Palestina.

Para pengamat perfilman menilai kondisi ini mencerminkan adanya standar ganda dalam industri hiburan global, di mana kebebasan berekspresi tidak selalu berlaku setara. Mereka mendorong adanya ruang yang lebih adil bagi film-film dari wilayah konflik untuk menjangkau audiens internasional.

Meski menghadapi keterbatasan distribusi, para pembuat film Palestina menyatakan akan terus berkarya dan mencari jalur alternatif agar suara mereka tetap terdengar. Mereka berharap keberanian festival-festival internasional dapat diikuti oleh distributor global, sehingga sinema Palestina tidak hanya diakui, tetapi juga ditonton secara luas, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

LakeyBanget

Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Bek sayap anyar Persib Bandung, Layvin Kurzawa, membeberkan alasan di balik keputusannya menerima tawaran bergabung dengan klub BRI Super League tersebut pada bursa transfer paruh musim 2025/2026. Pemain asal Prancis itu mengaku tertarik dengan atmosfer sepak bola Bandung, mulai dari basis suporter hingga karakter kotanya.

Dikutip dari laman resmi klub, Senin, Kurzawa menyebut faktor pendukung Persib menjadi pertimbangan utama dalam keputusannya. Menurut dia, pengalaman menyaksikan langsung antusiasme suporter dan suasana kota memberikan kesan yang sangat kuat.

“Saya melihat fans, saya melihat stadion, dan saya melihat kotanya. Itu alasan saya bergabung. Sebelumnya saya belum benar-benar tahu, baru sekarang saya merasakannya, dan saya sangat senang berada di sini,” ujar Kurzawa.

Pemain berusia 33 tahun itu resmi diperkenalkan sebagai pemain Persib Bandung seusai pertandingan melawan PSBS Biak pada 25 Januari 2026. Momen perkenalan tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran puluhan ribu suporter di stadion, yang memberikan kesan mendalam bagi Kurzawa dan keluarganya.

“Sungguh luar biasa. Keluarga saya juga menyaksikannya dari televisi. Istri saya sampai menangis terharu karena ini sangat luar biasa. Ada begitu banyak fans dan banyak orang yang menyebut nama saya. Ini sangat menyenangkan,” katanya.

Mantan pemain Paris Saint-Germain itu pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya sejak tiba di Bandung. Ia mengaku merasa diterima dan nyaman berada di lingkungan barunya.

“Saya merasa sangat senang dan sekarang seperti berada di rumah. Terima kasih kepada semuanya karena sudah membuat saya merasa seperti di rumah,” tutur Kurzawa.

Meski telah diperkenalkan secara resmi, Kurzawa belum menjalani debut bersama tim asuhan Bojan Hodak. Ia diharapkan dapat tampil perdana saat Persib Bandung menghadapi Malut United pada pekan ke-20 Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat mendatang.

Continue Reading

LakeyBanget

Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Ajang penghargaan musik bergengsi Grammy Awards 2026 tak hanya menjadi panggung perayaan karya musik, tetapi juga ruang penyampaian pesan politik dan kemanusiaan. Sejumlah musisi ternama terlihat mengenakan pin hitam-putih bertuliskan “ICE OUT” saat melenggang di karpet merah Grammy Awards 2026 di Crypto.com Arena, Los Angeles, Minggu (1/2) malam.

Selebritas yang mengenakan pin tersebut antara lain Billie Eilish, Justin dan Hailey Bieber, Finneas, Kehlani, hingga penulis lagu Amy Allen, seperti dilaporkan The Hollywood Reporter. Pin tersebut menjadi simbol protes terhadap kebijakan dan praktik penegakan imigrasi di Amerika Serikat, khususnya yang melibatkan Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Amy Allen menilai penggunaan pin “ICE OUT” di ajang sebesar Grammy Awards memiliki makna penting karena tingginya visibilitas acara tersebut. Menurutnya, panggung besar seperti Grammy memberikan kesempatan bagi figur publik untuk menyuarakan perlunya perubahan.

“Ini adalah malam dengan visibilitas besar. Siapa pun yang punya kesempatan untuk menyebarkan pesan dan menyuarakan bahwa perubahan memang perlu terjadi di negara ini, seharusnya memanfaatkannya,” ujar Allen.

Tak hanya di karpet merah, pesan serupa juga disampaikan dari atas panggung. Billie Eilish menyinggung situasi politik saat menerima penghargaan Lagu Terbaik Tahun Ini. Ia menegaskan nilai kemanusiaan dalam isu imigrasi.

“Tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah hasil perampasan,” ujar Eilish. Ia menambahkan bahwa suara publik figur memiliki arti penting di tengah situasi yang sulit.

Musisi Bad Bunny turut menyampaikan pesan serupa saat menerima Grammy untuk kategori album música urbana terbaik. Ia menyerukan agar ICE dikeluarkan dari komunitas dan menekankan pentingnya melawan kebencian dengan cinta.

“Kami manusia dan kami orang Amerika. Kebencian tidak bisa dilawan dengan kebencian. Yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta,” kata Bad Bunny.

Pin “ICE OUT” merupakan bagian dari kampanye yang diorganisasi oleh sejumlah kelompok advokasi, antara lain American Civil Liberties Union (ACLU), Maremoto, National Domestic Workers Alliance, dan Working Families Power. Kampanye ini bermula pada ajang Golden Globes dan berkembang pesat dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya sorotan terhadap penegakan kebijakan imigrasi.

Direktur Strategi Working Families Power, Nelini Stamp, mengungkapkan ide penggunaan pin tersebut muncul hanya sekitar 36 jam sebelum Golden Globes pada 11 Januari. Saat itu, insiden penembakan oleh petugas ICE memicu kemarahan dan keprihatinan para aktivis, yang kemudian menjalin komunikasi dengan sejumlah figur Hollywood.

Sejumlah selebritas seperti Mark Ruffalo, Ariana Grande, Jean Smart, Natasha Lyonne, dan Wanda Sykes kemudian ikut mengenakan pin tersebut di berbagai acara. Aksi ini berlanjut di Festival Film Sundance, Resonator Awards, hingga rangkaian acara Grammys Week, dengan dukungan dari nama-nama seperti Olivia Wilde, Natalie Portman, Zoey Deutch, Olivia Rodrigo, dan Dave Grohl.

Stamp menegaskan musik dan budaya populer sejak lama menjadi sarana perlawanan dan ekspresi protes sosial di Amerika Serikat. Menurutnya, hal itu semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait isu imigrasi.

“Jika para pemegang kekuasaan tidak bertindak, maka pesan ‘ICE OUT’ harus terus terlihat di setiap acara budaya,” ujar Stamp.

Ia menepis anggapan bahwa penggunaan pin hanya bersifat simbolis. Menurut Stamp, tujuan utama kampanye ini adalah mempopulerkan tuntutan agar ICE disingkirkan dari komunitas-komunitas di AS.

“Saya berharap orang-orang melihat itu dan berpikir, ‘Jika mereka bisa melakukannya di salah satu panggung terbesar di dunia, saya juga bisa melakukan sesuatu,’” katanya.

Continue Reading

LakeyBanget

Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Tim Nasional Indonesia U-17 akan melakoni dua laga uji coba internasional melawan Tiongkok dalam ajang International U-17 Friendly Match. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, sebagai bagian dari persiapan Garuda Muda menuju Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi.

Dua laga uji coba ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2/2026) dan Rabu (11/2/2026). Kick-off pertandingan pertama akan dimulai pukul 21.00 WIB, sementara laga kedua digelar lebih awal pada pukul 18.30 WIB.

PSSI telah menyiapkan tiket dengan harga terjangkau agar suporter dapat memberikan dukungan langsung kepada Timnas U-17. Tiket dijual dalam dua kategori, yakni Mandiri Garuda West dan Freeport Garuda East, dengan harga Rp50.000.

Penjualan tiket dimulai pada Senin (2/2/2026) melalui aplikasi Livin’ by Mandiri dengan tautan bmri.id/TimnasMandiri. Selain itu, tiket juga dapat dibeli melalui situs KitaGaruda.id mulai Kamis (5/2/2026).

PSSI mewajibkan setiap pembeli tiket memiliki akun Garuda ID. Seluruh penonton yang membeli tiket resmi juga akan mendapatkan jaminan perlindungan asuransi selama pertandingan berlangsung.

PSSI mengimbau para suporter untuk membeli tiket melalui kanal resmi secara daring dan tidak menggunakan jasa calo. Selain harga yang lebih mahal, tiket dari calo tidak terjamin keasliannya serta berisiko menimbulkan berbagai masalah.

Sebagai informasi, Piala Asia U-17 2026 akan diikuti 16 negara dan dijadwalkan berlangsung pada 30 April hingga 17 Mei 2026 di Arab Saudi.

Jadwal International U-17 Friendly Match Indonesia vs Tiongkok:

Matchday 1
Minggu, 8 Februari 2026
Kick-off: 21.00 WIB
Venue: Stadion Indomilk Arena, Tangerang

Matchday 2
Rabu, 11 Februari 2026
Kick-off: 18.30 WIB
Venue: Stadion Indomilk Arena, Tangerang

Continue Reading

News

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya integritas dan mentalitas bertahan (survive) bagi santri dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pesan tersebut ia sampaikan saat mengisi kuliah umum bertema “Menyikapi Zaman Artificial Intelligence dan Peran Selaku Santri” di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (31/1).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyampaikan bahwa alasan seorang santri masuk pesantren bisa bermacam-macam, baik karena keinginan sendiri, permintaan orang tua, maupun ajakan teman. Namun, menurutnya, ketika sudah berada di lingkungan pesantren, setiap santri perlu memiliki kebulatan tekad dan totalitas dalam menjalani proses belajar.

Ia menekankan bahwa totalitas dalam belajar harus dijalani dengan hati dan jiwa. Ketekunan, keuletan, dan kesabaran menjadi hal penting yang melengkapi kecerdasan intelektual. “Kalau adek-adek punya kecerdasan, punya keuletan, itu satu formulasi yang sempurna sebenarnya,” tekannya.

Wamen Fajar juga mencontohkan jejak alumni pondok pesantren yang berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidik, pengusaha, hingga pejabat publik. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari mentalitas bertahan (survive) yang dibangun pesantren.

Lebih lanjut, Wamen Fajar menjelaskan bahwa ukuran kesuksesan tidak semata-mata dapat diukur dari kekayaan atau jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi ciri khas pendidikan pesantren yang relevan dengan kehidupan saat ini.

Menanggapi maraknya penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan, Wamen Fajar menyebutkan bahwa kedisiplinan, integritas, kejujuran, dan amanah merupakan nilai paling penting. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam proses belajar dapat dilakukan, selama digunakan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Orang boleh dalam proses belajar di sekolah atau nanti di perguruan tinggi, menggunakan aplikasi kecerdasan buatan, karena itu memang bisa meningkatkan proses pembelajaran. Tetapi, kalau tidak ada kejujuran dalam menggunakan teknologi, tidak punya integritas dalam menggunakan teknologi, maka kita akan menjadi subordinasi dari teknologi,” ujarnya.

Selain penguatan karakter, Wamen Fajar menambahkan bahwa inti pendidikan tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga mempertajam kepekaan nurani dan hati serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kalau adek-adek hafal rumus fisika, rumus matematika, mungkin juga termasuk hafal al quran, itu tidak cukup hari ini. Itu semua harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir analitis,” tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, Wamen Fajar menyampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi bahan evaluasi Kemendikdasmen untuk melihat kembali model pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah. Evaluasi tersebut tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada cara guru menyampaikan materi.

Ia menutup dengan menyatakan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) mendorong pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. “Jadi, kami sekarang dengan pembelajaran mendalam itu mendorong kepada semua guru agar yang diperbaiki cara mengajarnya, bukan materi yang diajarkan”, tutupnya.

Melalui pembelajaran mendalam (deep learning), Kemendikdasmen terus mendorong para guru untuk memperbaiki metode mengajar agar murid menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Continue Reading

Review

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Awal tahun 2026 dibuka dengan lanskap nasional yang penuh problematika. Harga kebutuhan pokok belum sepenuhnya stabil, lapangan kerja masih menjadi kecemasan publik, konflik agraria tak surut, sementara tekanan geopolitik global terus membayangi ekonomi domestik. Namun, di tengah daftar panjang persoalan tersebut, perhatian publik justru tersedot pada satu istilah yang mendadak naik panggung: gentengisasi.

Istilah itu mengemuka ketika Presiden Prabowo Subianto berbicara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Alih-alih membahas isu strategis yang selama ini menghantui ruang publik, Presiden menyinggung pentingnya gentengisasi sebuah konsep yang terdengar teknis, lokal, sekaligus mengundang kebingungan. Dalam hitungan jam, istilah tersebut menjadi perbincangan luas, bukan karena urgensinya, melainkan karena kesan absurd yang melekat padanya.

Secara harfiah, gentengisasi merujuk pada penggunaan genteng sebagai penutup atap bangunan. Dalam konteks pembangunan, istilah ini sejatinya bukan hal baru. Namun, ketika disampaikan di level kebijakan nasional, di tengah kondisi negara yang sedang menghadapi tantangan struktural, publik pun bertanya-tanya: apakah ini prioritas, metafora, atau sekadar selip humor yang luput dari penjelasan?

Di ruang-ruang diskusi publik, gentengisasi segera ditarik ke berbagai tafsir. Ada yang mencoba memahaminya sebagai simbol kemandirian industri bahan bangunan lokal. Ada pula yang membaca sebagai upaya standardisasi pembangunan perumahan rakyat. Namun tak sedikit yang melihatnya sebagai contoh komunikasi kebijakan yang terlepas dari konteks krisis nyata yang sedang dihadapi masyarakat.

Nada satir pun tak terhindarkan. Di media sosial, genteng mendadak naik kelas dari sekadar material bangunan menjadi metafora negara. “Negeri bocor, solusinya genteng,” tulis seorang warganet. Yang lain berkelakar, sebelum berbicara tentang kecerdasan buatan, transisi energi, atau reformasi birokrasi, negara kini tampak sibuk memastikan atap tidak bocor.

Para pengamat kebijakan menilai, persoalan utamanya bukan pada istilah gentengisasi itu sendiri, melainkan pada momentum dan cara penyampaiannya. Dalam situasi ketika publik menunggu arah besar pemerintahan—tentang ekonomi, keadilan sosial, dan keberlanjutan—narasi yang muncul justru terkesan minor dan terfragmentasi.

“Komunikasi politik di masa krisis membutuhkan sensitivitas simbolik,” ujar seorang analis kebijakan publik. Menurutnya, setiap kata yang keluar dari kepala negara akan dibaca sebagai cerminan prioritas. Ketika simbol yang muncul terasa remeh, publik dengan mudah menilai negara sedang kehilangan fokus.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif mengenai maksud strategis gentengisasi dalam kerangka kebijakan nasional. Di tengah ketidakjelasan itu, istilah tersebut terlanjur menjadi artefak awal tahun sebuah penanda bagaimana jarak antara bahasa kekuasaan dan kegelisahan rakyat bisa terasa semakin lebar.

Di saat negeri membutuhkan peta jalan yang kokoh, gentengisasi justru hadir sebagai ironi: atap dibicarakan panjang lebar, sementara fondasi persoalan bangsa masih retak di banyak sisi.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget24 minutes ago

Ukir Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Tantang Jepang di Semifinal AFC Futsal 2026

News1 hour ago

Menlu Sugiono Buka Opsi RI Keluar dari Board of Peace Jika…

News2 hours ago

Kegembiraan Anak-anak PAUD di Cianjur Terima Papan Interaktif Digital

News2 hours ago

INACRAFT 2026: Merayakan Peran Womenpreneurs di Balik Kriya Nusantara

News7 hours ago

Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global

LakeyBanget13 hours ago

Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung

LakeyBanget13 hours ago

Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026

LakeyBanget14 hours ago

Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya

News14 hours ago

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Review1 day ago

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

News1 day ago

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

News1 day ago

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

News1 day ago

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

News1 day ago

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

News2 days ago

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

LakeyBanget2 days ago

Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung

LakeyBanget2 days ago

Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero

News2 days ago

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

News2 days ago

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

News2 days ago

Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.