Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, mengumumkan arah baru pendidikan nasional yang disebutnya sebagai Revolusi Pendidikan Dasar dan Menengah saat berkunjung ke SDK Sang Timur, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (9/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, di hadapan para guru dan siswa, Prof. Mu’ti menyampaikan lima fokus utama reformasi pendidikan yang akan menjadi pilar transformasi sistem pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
1. Pemerataan Sarana dan Digitalisasi Sekolah
Mu’ti membuka pemaparannya dengan menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur pendidikan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah akan merenovasi 16.111 satuan pendidikan di seluruh Indonesia tahun ini.
Selain itu, 228 ribu sekolah akan menerima interactive flat panel, sebagai bagian dari digitalisasi ruang kelas untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
2. Beasiswa Massal dan Guru Pembelajar Sepanjang Hayat
Pemerintah, kata Mu’ti, menyiapkan 12.500 beasiswa untuk guru yang sedang menempuh pendidikan D4 dan S1 pada tahun ini, dan jumlahnya akan meningkat drastis menjadi 150 ribu beasiswa pada tahun 2026.
“Guru adalah jantung pendidikan. Mereka tidak boleh berhenti belajar. Pemerintah ingin memastikan guru menjadi pembelajar sepanjang hayat,” tegasnya.
3. Kesejahteraan dan Inovasi Guru
Fokus ketiga menyasar peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru. Salah satunya melalui kebijakan hari khusus untuk guru belajar dan berinovasi, serta pelatihan lintas bidang seperti koding, konseling, dan pembelajaran mendalam.
“Guru harus keluar dari zona nyaman. Di era perubahan, yang berhenti belajar akan tertinggal,” ujar Mu’ti.
4. Integrasi Teknologi dan AI dalam Kurikulum
Pemerintah juga mulai memperkenalkan mata pelajaran pilihan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan koding untuk menyiapkan siswa menghadapi era digital.
“Kita tidak ingin siswa hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta. Bahasa masa depan adalah bahasa digital dan AI,” kata Mu’ti.
5. Standar Prestasi Akademik Nasional
Sebagai tolok ukur baru dalam peningkatan mutu akademik, mulai November 2025, akan digelar Tes Kemampuan Akademik Nasional untuk siswa SMA/SMK kelas 11 dan 12. Tes serupa untuk jenjang SD dan SMP akan dimulai Maret 2026.
“Tes ini bukan sekadar alat ukur nilai, tapi pemantik semangat berkompetisi yang sehat dan mendorong standar pendidikan nasional,” jelasnya.
Selain lima fokus besar, Mu’ti juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai pondasi generasi muda. Pemerintah mengembangkan program “Pagi Ceria” dan “Tujuh Pilar Indonesia Hebat” untuk menanamkan nilai moral, spiritual, serta integritas siswa.
“Pendidikan bukan hanya soal akademik. Kita ingin generasi yang berakhlak, berintegritas, dan siap bersaing secara global,” tutup Mu’ti.
Prof. Mu’ti juga memastikan bahwa semua guru, termasuk guru Bimbingan Konseling (BK) dan wali kelas, kini diakui secara resmi sebagai pendidik profesional, sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan berkarakter dan menyeluruh.