Monitorday.com – Silaturahmi adalah salah satu ajaran penting dalam Islam yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi spiritual, sosial, maupun ekonomi. Dalam Al-Qur’an dan hadis, silaturahmi dianjurkan sebagai bagian dari kehidupan seorang Muslim. Bukan hanya mempererat hubungan dengan sesama, tetapi juga dipercaya membawa keberkahan dan memperpanjang umur. Artikel ini akan membahas bagaimana silaturahmi dapat mempererat ukhuwah serta menjadi salah satu sebab terbukanya pintu rezeki.
Pengertian Silaturahmi dalam Islam
Silaturahmi berasal dari bahasa Arab, yaitu silah yang berarti hubungan, dan rahim yang berarti kasih sayang atau rahmat. Dalam konteks Islam, silaturahmi adalah menjalin hubungan baik dengan keluarga, saudara, teman, dan masyarakat luas. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial dan tidak memutus tali persaudaraan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa silaturahmi memiliki dampak besar dalam kehidupan seseorang, baik dari segi duniawi maupun ukhrawi.
Silaturahmi Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Salah satu manfaat utama dari silaturahmi adalah mempererat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa hidup sendiri. Mereka membutuhkan interaksi dan dukungan sosial dari keluarga, sahabat, dan masyarakat.
Dengan menjaga silaturahmi, seseorang dapat membangun rasa kasih sayang, saling memahami, dan menghindari permusuhan. Ketika ada perselisihan, silaturahmi dapat menjadi jembatan untuk menyelesaikan perbedaan dengan damai. Bahkan, dalam Islam dianjurkan untuk segera meminta maaf dan memperbaiki hubungan jika terjadi konflik.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).
Ayat ini menegaskan bahwa menjaga ukhuwah adalah bagian dari ketakwaan, dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan silaturahmi.
Silaturahmi sebagai Pintu Rezeki
Selain mempererat ukhuwah, silaturahmi juga memiliki manfaat besar dalam membuka pintu rezeki. Dalam kehidupan nyata, hubungan sosial sering kali menjadi faktor utama dalam mendapatkan peluang baru, baik dalam pekerjaan, bisnis, atau kemudahan dalam urusan duniawi lainnya.
Dalam dunia bisnis, misalnya, menjalin hubungan baik dengan kolega, pelanggan, dan mitra kerja dapat membantu seseorang mendapatkan rekomendasi dan peluang kerja yang lebih luas. Dalam lingkungan sosial, silaturahmi bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk mendapatkan informasi atau bantuan yang tidak diduga sebelumnya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi ﷺ:
“Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin adalah (bernilai) satu sedekah, sedangkan kepada kerabat nilainya dua: sedekah dan silaturahmi.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).
Hadis ini menunjukkan bahwa menyambung hubungan dengan keluarga tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat membawa keberkahan dalam kehidupan seseorang.
Dampak Silaturahmi terhadap Kesehatan dan Kebahagiaan
Silaturahmi tidak hanya berdampak pada aspek spiritual dan ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental dan kebahagiaan seseorang. Studi ilmiah menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang baik cenderung lebih bahagia dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah.
Ketika seseorang merasa memiliki dukungan sosial, ia akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup. Silaturahmi juga dapat mengurangi risiko depresi dan kecemasan, karena seseorang merasa diperhatikan dan dicintai oleh orang-orang di sekitarnya.
Dalam Islam, silaturahmi juga menjadi cara untuk saling memberi motivasi dan nasihat dalam kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat dapat menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan penuh dengan kasih sayang.
Silaturahmi dalam Era Digital
Di era digital seperti sekarang, menjaga silaturahmi menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi komunikasi. Jika dahulu orang harus bertemu langsung atau berkirim surat, kini silaturahmi bisa dilakukan melalui telepon, pesan singkat, dan media sosial.
Namun, perlu diingat bahwa silaturahmi yang ideal tetap membutuhkan interaksi langsung, terutama dengan keluarga dekat. Mengunjungi orang tua, saudara, atau sahabat lama dapat memberikan kesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar mengirim pesan.
Kesimpulan
Silaturahmi memiliki manfaat yang sangat besar dalam kehidupan seorang Muslim. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, silaturahmi juga menjadi salah satu faktor yang dapat membuka pintu rezeki. Dalam Islam, silaturahmi bahkan dianggap sebagai ibadah yang dapat memperpanjang umur dan membawa keberkahan dalam hidup.
Dengan menjaga hubungan baik dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat, seseorang tidak hanya mendapatkan manfaat duniawi, tetapi juga keberkahan ukhrawi. Oleh karena itu, mari kita terus mempererat tali silaturahmi agar kehidupan kita menjadi lebih harmonis, bahagia, dan penuh berkah.