Monitorday.com – Jelang seri krusial MotoGP Catalunya 2025 akhir pekan ini, Marc Marquez secara mengejutkan mengungkap bahwa dirinya tidak ingin mengunci gelar juara dunia di Misano, yang notabene merupakan kandang dari rival legendarisnya, Valentino Rossi.
Sebagai pembalap andalan tim pabrikan Ducati, Marquez tengah berada di jalur yang sangat kuat untuk meraih gelar juara dunia musim ini. Hingga seri ke-14 (GP Hungaria), rider berjuluk The Baby Alien itu telah mengoleksi 455 poin, hasil dari 12 podium dan 10 kemenangan sepanjang musim.
Seri Catalunya akan menjadi penentu penting. Jika mampu meraih hasil maksimal di Montmelo, Marquez bisa membuka peluang untuk mengunci gelar lebih awal di seri berikutnya, MotoGP San Marino 2025 di Misano, Italia.
Namun menariknya, pembalap berusia 32 tahun itu mengaku tidak ingin menggelar pesta juara di Misano – yang dikenal luas sebagai “rumah” dari Valentino Rossi.
“Saya ingin mendapatkan match ball sesegera mungkin,” ujar Marquez, dikutip dari Motosan.
“Tapi sejujurnya, saya lebih suka mendapatkannya di Jepang atau saat tiba di Indonesia.”
Alasan utama Marquez enggan mengunci gelar di Misano adalah karena mempertimbangkan situasi sang adik, Alex Marquez, yang saat ini berada di posisi kedua klasemen dan menjadi rival terdekatnya.
Jika Marquez mengamankan gelar di Misano, itu berarti Alex harus tampil buruk di Catalunya – skenario yang tidak diharapkan sang kakak.
“Jika saya mendapatkannya di Misano, itu berarti adik saya mengalami balapan yang buruk di Catalunya,” ujar Marquez.
“Saya lebih suka mengucapkan selamat kepada adik saya daripada merayakan gelar di Misano.”
Dengan perbedaan poin saat ini, Marquez berpeluang mengunci gelar di Misano jika meninggalkan Catalunya dengan keunggulan minimal 185 poin, dan memperlebar jarak menjadi 222 poin setelah balapan di Italia.
Namun skenario itu tampaknya bukan prioritas bagi Marquez. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah tampil konsisten dan meraih hasil maksimal tanpa harus “mengorbankan” pembalap lain—terlebih saudaranya sendiri.
“Jika saya tetap fokus, hanya masalah waktu sebelum momen itu tiba,” pungkas Marquez.
Marquez kini lebih menargetkan GP Jepang (Motegi) atau GP Indonesia (Mandalika) sebagai tempat ideal untuk mengunci gelar dunia. Dua seri yang akan berlangsung bulan depan itu dinilai lebih netral, sekaligus membuka ruang bagi Alex untuk tetap kompetitif tanpa tekanan tambahan.
Dengan performa dominan sepanjang musim 2025, tampaknya hanya waktu yang akan memisahkan Marc Marquez dari gelar juara dunia kedelapannya di kelas premier.