News
Mendagri Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang, Pastikan Pengungsi Hidup Layak
Published
2 hours agoon
Monitorday.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau langsung hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan para pengungsi dapat hidup secara layak serta bantuan pemerintah tersalurkan dengan baik.
Huntara yang dikunjungi berlokasi di belakang Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang. Dalam peninjauan tersebut, Tito mengecek kondisi sarana dan prasarana hunian sekaligus berinteraksi dengan para penghuni, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, dalam suasana yang hangat dan akrab.
Usai berdialog dengan warga, Mendagri menyerahkan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada para pengungsi. Bantuan yang disalurkan berjumlah 80 paket dan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga huntara. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, satu kardus mi instan, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, serta biskuit.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Tito menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari pulihnya fungsi pemerintahan dan layanan publik. Menurutnya, indikator pemulihan meliputi berfungsinya kembali kantor pemerintahan, akses jalan, layanan kesehatan dan pendidikan, rumah ibadah, listrik, komunikasi, distribusi BBM dan elpiji, hingga mulai bergeraknya kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pemerintahan adalah pusat sumber daya, pusat pengambilan keputusan, kekuasaan, dan pembuatan kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Tito.
Sejalan dengan itu, Mendagri menekankan pentingnya memastikan roda pemerintahan daerah tetap berjalan pascabencana. Ia menilai pemulihan fungsi kantor pemerintahan serta semangat aparatur sipil negara (ASN) menjadi kunci agar pelayanan publik tidak terhenti.
“Kalau pemerintahannya tidak berjalan, pengambilan kebijakan tidak optimal dan masyarakat akan bingung,” kata Tito.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang.
Mungkin Kamu Suka
-
Kemendikdasmen Dukung Pembersihan Sekolah di Aceh Tamiang
-
Alasan Mendagri Tito Perpanjang Tanggap Darurat Aceh Tamiang
-
Mendagri Susun Strategi Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera Barat
-
Aceh Tamiang Perpanjang Status Darurat Bencana hingga 20 Januari 2026
-
Krisis Pengungsian Global Tuntut Aksi
News
Ilhan Omar Diserang Saat Town Hall, Tetap Lanjutkan Pidato
Anggota Kongres AS Ilhan Omar diserang cairan misterius saat dialog publik, namun menegaskan tidak akan gentar.
Published
8 minutes agoon
04/02/2026
Monitorday.com – Anggota Kongres Amerika Serikat Ilhan Omar mengalami serangan saat menghadiri acara town hall bersama konstituen di Minneapolis. Seorang pria dilaporkan menerobos ke arahnya dan menyemprotkan cairan tak dikenal dari sebuah alat menyerupai suntikan.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah sesi dialog publik yang membahas isu-isu kebijakan domestik. Menurut saksi, cairan yang disemprotkan berbau seperti cuka. Aparat keamanan segera mengamankan pelaku, sementara Omar dievakuasi sejenak untuk memastikan kondisinya.
Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa Omar tidak mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Setelah situasi dinyatakan aman, ia kembali ke ruangan dan melanjutkan acara town hall hingga selesai, disambut tepuk tangan para peserta.
Dalam pernyataannya, Omar menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan intimidasi tidak akan menghentikannya menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Ia menyebut insiden tersebut sebagai ancaman terhadap demokrasi, namun menolak untuk tunduk pada rasa takut.
Sejumlah politisi dan organisasi masyarakat sipil mengecam keras serangan tersebut dan menyerukan perlindungan yang lebih kuat bagi pejabat publik, terutama di tengah meningkatnya polarisasi politik di Amerika Serikat.
Kasus ini kini ditangani oleh aparat penegak hukum untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk identifikasi motif pelaku. Insiden ini menambah daftar kekhawatiran atas meningkatnya kekerasan dalam ruang demokrasi di AS, menurut laporan Muslim Network TV.
News
Mendikdasmen Raih Anugerah Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia
Published
3 hours agoon
04/02/2026
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, kembali meraih penghargaan nasional. Kali ini, ia dianugerahi predikat Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia dalam Anugerah INDOPOSCO, yang digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke – 5 INDOPOSCO, Selasa (3/2), di Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi dan kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti dalam mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), yang kini menjadi salah satu gerakan strategis dalam pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Kebijakan 7 KAIH merupakan pendekatan yang menekankan pembiasaan nilai-nilai positif sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga mereka tumbuh sehat, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan. 7 KAIH tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga dan masyarakat, serta media massa sebagai bagian dari lingkungan pendidikan secara menyeluruh.
7 KAIH meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Gerakan ini didukung oleh kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membentuk karakter unggul dan tangguh sejak dini.
Dalam acara penganugerahan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti diwakili oleh Staf Khusus Menteri (SKM) Bidang Media, Ma’ruf El Rumi, untuk menerima penghargaan kategori Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Dalam sambutan Mendikdasmen yang disampaikan melalui SKM Ma’ruf, ditegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Ki Hajar Dewantara menyebutkan tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dalam perkembangan saat ini, media menjadi elemen penting yang turut membentuk cara berpikir, cara belajar, serta perilaku anak-anak dan pelajar kita,” ujarnya.
Dalam berbagai kesempatan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembiasaan kebiasaan baik merupakan fondasi utama pembentukan karakter pelajar Indonesia.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi, media memiliki peran strategis sebagai penuntun bagi generasi muda.
“Media diharapkan dapat memberikan arah yang benar dalam mengakses informasi, menghadirkan konten yang mendidik, serta bersama-sama membantu membangun karakter generasi muda Indonesia,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong implementasi 7 KAIH sebagai gerakan nasional pembentukan karakter pelajar. Program ini telah mendapat perhatian luas masyarakat, termasuk melalui berbagai kanal digital, sebagai bukti kuatnya dukungan publik terhadap penguatan pendidikan karakter.
Anugerah INDOPOSCO diberikan kepada individu, lembaga pemerintah dan swasta, serta kelompok masyarakat yang dinilai konsisten menghadirkan dampak positif bagi masyarakat luas. Pada peringatan lima tahun ini, INDOPOSCO mengusung tema “Kepak Membawa Dampak”, yang menegaskan peran media sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan praktik baik dan mendorong perubahan positif.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen berkelanjutan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Melalui kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Kemendikdasmen terus mendorong terbentuknya generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, sehat, dan berdaya saing.
News
Pemerintah Siapkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia
Published
17 hours agoon
03/02/2026
Monitorday.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan pemerintah tengah mematangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang berusia di atas 75 tahun dan hidup sendirian.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul usai melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa. Koordinasi dilakukan untuk menyusun skema pelaksanaan program agar tepat sasaran dan berjalan efektif.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof. Dadan untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Kalau alokasinya sudah habis atau terpenuhi, nanti baru diperluas ke kelompok usia di bawah 75 tahun,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pada tahap awal program MBG akan diprioritaskan bagi lansia berusia di atas 75 tahun. Ke depan, cakupan penerima manfaat akan diperluas secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran dan kesiapan pelaksanaan di lapangan.
Pelayanan MBG bagi lansia akan dilaksanakan melalui dapur umum milik BGN, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar wilayah penerima manfaat. Selain lansia, dapur tersebut juga akan melayani penyandang disabilitas.
Gus Ipul menambahkan, data calon penerima manfaat akan bersumber dari pemerintah daerah. Data tersebut akan melalui proses asesmen sebelum ditetapkan oleh kepala daerah dan diserahkan kepada BGN untuk ditindaklanjuti dalam penyaluran layanan.
Di sisi lain, Kementerian Sosial juga tengah menyiapkan penguatan layanan pendampingan bagi lansia dan penyandang disabilitas melalui penyediaan tenaga caregiver dan perawat terlatih secara bertahap. Sambil menunggu proses pelatihan rampung, pemerintah akan memanfaatkan tenaga pengantar untuk mendistribusikan makanan langsung ke rumah penerima manfaat.
“Kita akan memperkuat dengan perawat-perawat yang terlatih secara bertahap. Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu, tapi sebelum itu selesai, kita akan menggunakan tenaga yang mengirim makanan ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.
Terkait pendanaan, Gus Ipul menegaskan anggaran program MBG untuk lansia akan dipusatkan di BGN. Sementara itu, Kemensos berfokus pada penyiapan sistem pendampingan serta distribusi layanan di lapangan.
“Anggarannya nanti dijadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan tenaga yang mengantarkan dan yang merawat,” tutup Gus Ipul.
News
Menlu Sugiono Buka Opsi RI Keluar dari Board of Peace Jika…
Published
19 hours agoon
03/02/2026
Monitorday.com — Menteri Luar Negeri Sugiono angkat bicara mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila forum tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan utama Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam BoP sejak awal ditujukan untuk mendorong terciptanya perdamaian di Gaza dan Palestina secara menyeluruh, dengan muara akhir berupa kemerdekaan dan kedaulatan penuh bagi Palestina.
“Kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan—pertama situasi damai di Gaza, kemudian situasi damai di Palestina secara umum, dan akhirnya kemerdekaan serta kedaulatan Palestina—itu adalah trajektori yang ingin kita capai,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2), menanggapi pertanyaan soal peluang Indonesia keluar dari BoP.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono untuk merespons pernyataan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, yang sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto siap menarik Indonesia dari BoP apabila keanggotaan tersebut tidak memberikan dampak nyata bagi perjuangan Palestina.
“Komitmen Presiden adalah berjuang di Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina yang utuh dan berdaulat, sekaligus membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” kata Anwar.
Ia menambahkan, Indonesia melalui BoP juga bekerja sama dengan negara-negara Islam lain untuk mendorong perdamaian dunia. Namun, menurutnya, jika organisasi tersebut tidak lagi membawa kemaslahatan bagi Palestina dan perdamaian global, maka negara-negara Islam yang tergabung berpotensi keluar dari BoP.
Lebih lanjut, Sugiono menilai kondisi di Palestina saat ini masih sangat rapuh. Ia mencontohkan kembali meningkatnya serangan militer Israel yang dinilai dapat mengganggu proses perdamaian yang tengah diupayakan.
“Terkait serangan tersebut, negara-negara yang tergabung dalam Group of New York—delapan negara dengan mayoritas penduduk Muslim—sepakat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan itu karena dapat mencederai proses yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Sugiono menegaskan, bergabungnya Indonesia dalam BoP merupakan wujud komitmen aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya Palestina dan Gaza. Ia menekankan bahwa arah utama dari seluruh upaya diplomasi tersebut tetap mengacu pada solusi dua negara.
“Kompas dari semua upaya ini jelas, yaitu tercapainya solusi dua negara,” kata Sugiono.
News
Kegembiraan Anak-anak PAUD di Cianjur Terima Papan Interaktif Digital
Published
19 hours agoon
03/02/2026
Monitorday.com – Upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas terus dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan memperluas akses belajar bagi seluruh warga negara. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas di ruang kelas formal, tetapi sebagai proses belajar yang bisa berlangsung di berbagai ruang kehidupan anak.
Salah satunya, Di PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Kabupaten Cianjur, kegiatan belajar tetap berjalan, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar. Pengelola PKBM Bhayangkara PAUD Kunang-Kunang, Sri Ningsih, menjelaskan bahwa sekolah yang dikelolanya melayani anak usia dini serta peserta didik PKBM yang sebagian besar berasal dari keluarga petani penggarap. Anak-anak PAUD berusia 5 s.d. 7 tahun mengikuti kegiatan belajar dasar, sementara peserta didik PKBM berusia 17 s.d. 20 tahun tetap bersekolah di sela aktivitas membantu orang tua.
Dalam kondisi tersebut, Sri Ningsih berupaya menjaga agar proses belajar tetap berjalan dan relevan dengan kebutuhan murid. Ia berharap setiap dukungan yang diterima sekolah dapat memberi dampak nyata bagi keberlangsungan pembelajaran dan masa depan peserta didik.
Salah satu dukungan yang diterima adalah bantuan digitalisasi pembelajaran berupa Papan Interaktif Digital (PID). Perangkat ini akan dimanfaatkan agar suasana belajar menjadi lebih variatif dan menarik bagi anak-anak.
Sri Ningsih, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pembelajaran di sekolahnya. “Dengan adanya Papan Interaktif Digital ini, kami berharap anak-anak semakin semangat belajar. Cara belajarnya jadi lebih menarik dan materi yang dipelajari lebih beragam. Mudah-mudahan lulusan ke depan bisa lebih berkualitas,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya ke PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berinteraksi langsung dengan murid dan guru, sekaligus mencoba Papan Interaktif Digital (PID). Anak-anak diajak menulis, mewarnai, dan menggambar menggunakan perangkat tersebut, dengan suasana belajar yang cair dan penuh semangat.
Kedekatan Mendikdasmen dengan anak-anak terasa hingga akhir kunjungan. Ia mengajak seluruh murid bernyanyi bersama lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, menciptakan suasana hangat yang membekas bagi warga sekolah.
“Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Mendikdasmen kepada para murid.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa penguatan akses dan layanan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui sistem sekolah formal, tetapi juga melalui penguatan sistem belajar yang lebih luas.
“Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Sehingga pendidikan itu tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” ucapnya.
Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, seperti kursus, program kesetaraan, sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga pendidikan keluarga. Dengan pendekatan ini, akses pendidikan diharapkan semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sekolah didorong untuk menjadi ruang yang bebas dari kekerasan dan perundungan, sekaligus menjadi tempat yang menyenangkan bagi murid untuk tumbuh dan belajar.
“Usia dini adalah masa emas. Kalau dari kecil cara belajarnya dan gaya hidupnya sudah tidak tepat, akan sulit membentuk perkembangan berikutnya. Karena itu, pendidikan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat harus sama-sama kita perkuat,” tegasnya.
Melalui penguatan pendidikan formal, nonformal, dan informal secara beriringan, Kemendikdasmen terus berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang setara, relevan, dan bermakna bagi masa depannya.
News
INACRAFT 2026: Merayakan Peran Womenpreneurs di Balik Kriya Nusantara
Published
20 hours agoon
03/02/2026
Monitorday.com – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara akan kembali hadir pada tanggal 4-8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan menempati seluruh hall (± 24.941 m2 ). Pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event ini telah sukses diselenggarakan selama 25 tahun dengan mengusung tema besar “From Smart Village to Global Market”.
Melalui tema tersebut, INACRAFT menegaskan komitmennya untuk menjadi sarana promosi produk kerajinan lokal unggulan yang inovatif dan berkualitas, guna memperkuat pasar domestik sekaligus membuka akses ke pasar global sebagai komoditas ekspor, sejalan dengan upaya membangkitkan kembali semangat UMKM kerajinan di Indonesia.
Kini pada penyelenggaraan yang ke-26, INACRAFT beralih dari pendekatan geografis kepada pendekatan human-centered dengan menempatkan womenpreneurs sebagai ikon utama. Mengusung konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, INACRAFT memanfaatkan momentum ini untuk merayakan kreativitas perempuan Indonesia yang memiliki peran signifikan sebagai kontributor utama di balik karya kerajinan nusantara, baik dalam menciptakan keunikan produk, maupun mengolahnya menjadi sebuah peluang usaha.
Dengan konsep ini, ASEPHI mengajak masyarakat untuk lebih mengenal proses, cerita, dan semangat para womenpreneurs, yang melalui ketekunan, sentuhan hati, dan keterampilan tangan dapat menghadirkan karya bernilai budaya yang terus berkembang mengikuti zaman.
INACRAFT 2026 didedikasikan secara khusus sebagai bentuk apresiasi atas peran perempuan Indonesia dalam menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus menjaga warisan bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perajin di sejumlah daerah, termasuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, INACRAFT 2026 menjadi pameran yang tetap dinanti sebagai ruang berkumpul, saling menguatkan, serta memperkenalkan karya kriya terbaik mereka.
Untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja serta memudahkan pengunjung, ASEPHI melakukan kurasi peserta pameran melalui pembagian zona berdasarkan jenis produk (zoning product). Terdapat 11 zoning area dimulai dari area Main Lobby, dimana akan menampilkan household & housewares, gift & decorative items, footwears, bags, travel goods, toys & games serta beberapa sponsor yang telah bekerjasama. Di Cendrawasih Hall dan Promenade akan menyajikan batik, tenun, dan songket, begitu pula dengan Hall A yang juga menampilkan wastra Indonesia dilengkapi dengan jewelry dan aksesoris.
Pada Assembly Hall, terdapat beragam hasil karya binaan UMKM Kementerian dan Dinas/BUMN. Lobby Hall A pun serupa, namun juga merupakan area premium yang diisi oleh para sponsor INACRAFT. Sementara itu, pada Connecting Plenary akan diisi oleh jewelry, decorative items, home decor, dan bags. Berbeda dengan Plenary Hall dimana terdapat multi products dari Dinas/BUMN, serta berbagai produk dari International Hall dan INACRAFT Awards winning products.
Beralih ke Hall B dan Lobby Hall B, pengunjung dapat menemui produk-produk yang lebih bervariasi seperti household & housewares, batik, woven, songket, leather, fashion, muslim fashion, jewelry, accessories, gift & decorative items, serta berbagai multi products. Terdapat area kuliner nusantara yaitu Talam INACRAFT yang berada di area Mezzanine dan Hall B. Zona ini menyuguhkan beragam aneka makanan dan minuman cita rasa khas nusantara yang bisa dinikmati oleh pengunjung.
Selain produk-produk menarik dan berkualitas, INACRAFT menyediakan berbagai program pendukung (insight program) berlokasi di Plenary Hall. Terdapat Craft Talkshow bersama pelaku kerajinan dan para ahli dibidangnya, Craft Workshop terkait pelatihan produk kerajinan yang dipandu langsung oleh para praktisi, Seminar Go Green yang membahas gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan, Art Performance yang menampilkan kesenian Indonesia.
Selain itu juga ada Fashion Show, serta INACRAFT Appreciation Night yang merupakan bentuk apresiasi kepada para perajin dan pengusaha Indonesia yang telah menunjukkan keunggulan dan inovasi melalui karya mereka. Penghargaan ini diberikan kepada produk-produk terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat oleh juri profesional sesuai dengan standar World Craft Council.
Spesial di tahun ini, terdapat 2 penghargaan baru yaitu INACRAFT Womenpreneurs Award yang dikhususkan bagi peserta INACRAFT untuk mengapresiasi perajin perempuan dan INACRAFT Digital Excellence Award bagi peserta INACRAFT yang memanfaatkan teknologi digital secara inovatif dan berdampak pada bisnis mereka. Tak ketinggalan ada Digicraft Lounge yang selalu hadir secara offline maupun online dalam acara Podcraft, bincang-bincang mengenai dunia kerajinan bersama para penggiat kerajinan Indonesia.
Tahun ini Pameran INACRAFT akan diikuti oleh total peserta keseluruhan 1.013 stand. Peserta Individu sebanyak 788 peserta, untuk total peserta Kementerian, BUMN, dan Dinas sebanyak 208 stand, sementara itu peserta dari Luar Negeri sebanyak 10 stand. Terdapat juga 21 island yang diisi oleh beberapa Kementerian, BUMN, Dinas, dan Mitra INACRAFT.
Selain itu, terdapat peserta Talam (Kuliner Nusantara) sebanyak 56 peserta. INACRAFT menetapkan target transaksi retail sebesar 102,5 milyar rupiah dengan kontrak dagang diharapkan mencapai USD 1,5 juta. Tahun ini, INACRAFT menargetkan 100.000 pengunjung dan buyers dari luar negeri sebanyak 1.000 visitors yang berasal dari Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia, Perancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko.
INACRAFT 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti, Pertamina, Tokopedia & Tiktok Shop sebagai sponsor.
Pada tahun ini INACRAFT kembali menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri sebagai Main Sponsor. Senior Vice PresidentBank Mandiri, Abeka Natalia, menegaskan kemitraan ini menjadi langkah nyata Bank Mandiri untuk memperkuat dukunganterhadap pelaku usaha lokal agar dapat naik kelas. “INACRAFT merupakan platform strategis yang mempertemukan kreativitas, nilai budaya, dan peluang usaha, sehingga relevan dengan komitmen kami dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi. Mengusung tema INACRAFT 2026: Exploring & Celebrating Womenpreneurs in Craft, hal inisejalan dengan komitmen kami untuk terus mendukung sektor UMKM dan industri kreatif melalui berbagai solusi keuangan yang inovatif sekaligus mendorong praktik keberlanjutan,” ujar Abeka.
Bank Mandiri turut menghadirkan berbagai program menarik mulai dari program transaksi berupa raffle berhadiah dengan transaksi menggunakan QR Bayar, Kartu Debit, dan Kartu Kredit Bank Mandiri, penukaran Livin’poin dengan merchandise eksklusif, cashback hingga Rp100 ribu untuk transaksi Mandiri Kartu Kredit dan QR Bayar, serta program cicilan 0 persen hingga tenor enam bulan. Lebih dari sekadar menghadirkan program transaksi, partisipasi Bank Mandiri sebagai Main Sponsor INACRAFT 2026 juga diarahkan untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi pengembangan UMKM kreatif.
Hal ini diwujudkan melalui kehadiran Mandiri Looping for Life, inisiatif keberlanjutan Bank Mandiri yang berfokus padaedukasi pengurangan emisi karbon, penguatan praktik ekonomi sirkular, serta pemberdayaan UMKM kreatif melalui pendekatan kolaboratif. Kehadirannya di INACRAFT sejalan dengan peran pameran ini sebagai panggung utama UMKM kriya nasional, dengan mendorong perajin dan brand berkelanjutan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar. Dalam semangat kolaborasi tersebut, Bank Mandiri menggandeng Rue sebagai salah satu brand crafting Indonesia yang merepresentasikan perpaduan kreativitas, keberlanjutan, dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Pameran INACRAFT dibuka untuk umum dari pukul 10:00 s.d. 21:00 WIB dengan tiket masuk sebesar Rp35 ribu.
Pengunjung dapat membeli tiket dengan melakukan pre-registration pada website official INACRAFT. Pengunjung juga bisa membeli tiket secara langsung pada ticket box yang berlokasi di venue pameran. Khusus pembayaran menggunakan Bank Mandiri dapat membeli tiket dengan penawaran khusus presale Buy 1 Get 1 di Sukha Livin’ by Mandiri. Informasi dan agenda kegiatan dapat dilihat di laman digital www.inacraft.co.id, serta akun official media sosial INACRAFT di Facebook, Instagram dan Tiktok @weareinacraft serta Channel Youtube We Are INACRAFT.
News
Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global
Karya sineas Palestina diakui festival dunia, tetapi distribusi internasional masih dibatasi faktor politik dan tekanan industri.
Published
1 day agoon
03/02/2026
Monitorday.com – Film-film karya sineas Palestina terus meraih pengakuan di panggung internasional dengan memenangkan dan diputar di berbagai festival film bergengsi. Namun, capaian tersebut belum berbanding lurus dengan akses distribusi global yang luas, terutama di bioskop komersial dan platform streaming arus utama.
Sejumlah sutradara Palestina mengungkapkan bahwa meski film mereka diapresiasi di ajang seperti Cannes Film Festival dan Venice Film Festival, jalan menuju penonton global masih penuh hambatan. Mereka menyebut faktor ketakutan politik, tekanan industri, dan sensitivitas isu Palestina sebagai penyebab utama.
Menurut para pembuat film, banyak distributor dan platform besar memilih bersikap aman dengan tidak mengambil risiko menayangkan film bertema Palestina. Kekhawatiran akan reaksi politik, boikot, atau tekanan dari kelompok tertentu membuat karya-karya tersebut kerap berhenti di lingkaran festival saja.
Situasi ini dinilai ironis, mengingat film-film tersebut sering kali mengangkat isu kemanusiaan universal seperti kehilangan, identitas, dan kehidupan di bawah konflik. Para sineas menegaskan bahwa karya mereka bukan sekadar propaganda politik, melainkan ekspresi artistik dan kesaksian atas realitas hidup sehari-hari rakyat Palestina.
Para pengamat perfilman menilai kondisi ini mencerminkan adanya standar ganda dalam industri hiburan global, di mana kebebasan berekspresi tidak selalu berlaku setara. Mereka mendorong adanya ruang yang lebih adil bagi film-film dari wilayah konflik untuk menjangkau audiens internasional.
Meski menghadapi keterbatasan distribusi, para pembuat film Palestina menyatakan akan terus berkarya dan mencari jalur alternatif agar suara mereka tetap terdengar. Mereka berharap keberanian festival-festival internasional dapat diikuti oleh distributor global, sehingga sinema Palestina tidak hanya diakui, tetapi juga ditonton secara luas, menurut laporan Muslim Network TV.
News
Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI
Published
1 day agoon
03/02/2026
Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya integritas dan mentalitas bertahan (survive) bagi santri dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pesan tersebut ia sampaikan saat mengisi kuliah umum bertema “Menyikapi Zaman Artificial Intelligence dan Peran Selaku Santri” di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (31/1).
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyampaikan bahwa alasan seorang santri masuk pesantren bisa bermacam-macam, baik karena keinginan sendiri, permintaan orang tua, maupun ajakan teman. Namun, menurutnya, ketika sudah berada di lingkungan pesantren, setiap santri perlu memiliki kebulatan tekad dan totalitas dalam menjalani proses belajar.
Ia menekankan bahwa totalitas dalam belajar harus dijalani dengan hati dan jiwa. Ketekunan, keuletan, dan kesabaran menjadi hal penting yang melengkapi kecerdasan intelektual. “Kalau adek-adek punya kecerdasan, punya keuletan, itu satu formulasi yang sempurna sebenarnya,” tekannya.
Wamen Fajar juga mencontohkan jejak alumni pondok pesantren yang berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidik, pengusaha, hingga pejabat publik. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari mentalitas bertahan (survive) yang dibangun pesantren.
Lebih lanjut, Wamen Fajar menjelaskan bahwa ukuran kesuksesan tidak semata-mata dapat diukur dari kekayaan atau jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi ciri khas pendidikan pesantren yang relevan dengan kehidupan saat ini.
Menanggapi maraknya penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan, Wamen Fajar menyebutkan bahwa kedisiplinan, integritas, kejujuran, dan amanah merupakan nilai paling penting. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam proses belajar dapat dilakukan, selama digunakan secara jujur dan bertanggung jawab.
“Orang boleh dalam proses belajar di sekolah atau nanti di perguruan tinggi, menggunakan aplikasi kecerdasan buatan, karena itu memang bisa meningkatkan proses pembelajaran. Tetapi, kalau tidak ada kejujuran dalam menggunakan teknologi, tidak punya integritas dalam menggunakan teknologi, maka kita akan menjadi subordinasi dari teknologi,” ujarnya.
Selain penguatan karakter, Wamen Fajar menambahkan bahwa inti pendidikan tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga mempertajam kepekaan nurani dan hati serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kalau adek-adek hafal rumus fisika, rumus matematika, mungkin juga termasuk hafal al quran, itu tidak cukup hari ini. Itu semua harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir analitis,” tambahnya.
Dalam sesi tanya jawab, Wamen Fajar menyampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi bahan evaluasi Kemendikdasmen untuk melihat kembali model pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah. Evaluasi tersebut tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada cara guru menyampaikan materi.
Ia menutup dengan menyatakan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) mendorong pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. “Jadi, kami sekarang dengan pembelajaran mendalam itu mendorong kepada semua guru agar yang diperbaiki cara mengajarnya, bukan materi yang diajarkan”, tutupnya.
Melalui pembelajaran mendalam (deep learning), Kemendikdasmen terus mendorong para guru untuk memperbaiki metode mengajar agar murid menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
News
Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat
Published
2 days agoon
02/02/2026By
Natsir Amir
Monitorday.com – Seorang pria di China dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani kerja lembur intensif. Namun tragedi itu belum benar-benar berhenti di titik kematian. Delapan jam setelah dinyatakan wafat, ponsel milik korban justru masih menerima pesan tugas kantor. Peristiwa ini memicu keprihatinan, kemarahan, sekaligus humor pahit publik terhadap budaya kerja yang dianggap telah melampaui batas kemanusiaan.
Korban adalah seorang programmer berusia awal 30-an yang bekerja di perusahaan teknologi di wilayah Guangzhou. Ia dikenal sebagai pekerja rajin, nyaris tak pernah menolak lembur, dan kerap bekerja hingga larut malam. Pada hari terakhirnya, korban tetap masuk kerja meski kondisi tubuhnya tidak fit. Tak lama kemudian, ia mendadak pingsan dan meninggal dunia akibat serangan jantung.
Kabar duka tersebut semestinya menjadi akhir dari rutinitas kerja yang melelahkan. Namun kenyataan berkata lain. Sekitar delapan jam setelah kematian korban, ponselnya masih menerima pesan pekerjaan dari rekan kantor. Isinya bukan ucapan belasungkawa, melainkan permintaan penyelesaian tugas karena hasil inspeksi dinilai bermasalah dan perlu segera diperbaiki.
Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai reaksi luas. Banyak warganet menyebut kejadian tersebut sebagai simbol ekstrem budaya kerja “always on”, di mana batas antara jam kerja, waktu istirahat, bahkan hidup dan mati, menjadi kabur. “Deadline ternyata lebih abadi daripada nyawa,” tulis seorang pengguna internet dengan nada satir.
Ironi semakin terasa ketika terungkap bahwa sebelum meninggal, korban masih aktif di grup percakapan kerja, bahkan saat kondisinya kritis. Situasi ini memperlihatkan bagaimana tekanan kerja membuat manusia diperlakukan layaknya mesin: selama ponsel masih aktif, pekerjaan dianggap tetap bisa dijalankan.
Secara hukum, China memiliki aturan jam kerja yang membatasi waktu kerja harian dan mingguan. Namun dalam praktiknya, terutama di sektor teknologi, lembur sering dianggap sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi. Mereka yang menolak kerap dicap tidak profesional, sementara yang patuh perlahan mengorbankan kesehatan fisik dan mental.
Kasus ini pun memicu diskusi serius tentang keselamatan kerja, kesehatan mental, dan tanggung jawab perusahaan. Banyak pihak menilai kematian tersebut bukan sekadar musibah individual, melainkan kegagalan sistemik dalam melindungi pekerja. Humor yang muncul di ruang publik sejatinya adalah ekspresi keputusasaan: tertawa agar tidak ikut runtuh.
“Kerja sampai mati” bukan lagi metafora, melainkan realitas yang benar-benar terjadi. Dan ketika pesan kerja masih berdatangan setelah kematian, tragedi itu berubah menjadi kritik telanjang terhadap dunia kerja modern yang terlalu memuja produktivitas.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik layar komputer dan notifikasi ponsel, ada tubuh manusia yang memiliki batas. Jika batas itu terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin kematian hanya dianggap sebagai gangguan kecil, sementara tugas tetap harus diselesaikan.
News
Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam
Para ilmuwan memperingatkan umat manusia kini berada di titik paling berbahaya sepanjang sejarah Jam Kiamat.
Published
2 days agoon
02/02/2026
Monitorday.com – Para ilmuwan internasional kembali menggeser posisi Jam Kiamat (Doomsday Clock) semakin mendekati tengah malam. Kini, jarum jam tersebut berada di posisi 85 detik menuju tengah malam, jarak terdekat sejak Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan hampir 80 tahun lalu.
Pengumuman ini disampaikan oleh Bulletin of the Atomic Scientists, lembaga yang secara rutin menilai tingkat ancaman global terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Penyesuaian waktu ini mencerminkan meningkatnya risiko kehancuran akibat berbagai faktor global yang saling berkaitan.
Menurut para ilmuwan, ancaman utama datang dari eskalasi senjata nuklir, krisis perubahan iklim yang semakin tak terkendali, serta perkembangan kecerdasan buatan yang melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan regulasi dan etika global. Selain itu, penyebaran disinformasi juga dinilai memperparah ketidakstabilan politik dan konflik internasional.
Mereka menilai dunia saat ini berada dalam kondisi rapuh, di mana kesalahan perhitungan politik atau teknologi dapat berujung pada konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir disebut menjadi salah satu faktor paling mengkhawatirkan.
Para ahli menyerukan langkah kolektif global yang lebih serius, termasuk penguatan diplomasi, pengendalian senjata, komitmen nyata terhadap penanganan krisis iklim, serta tata kelola kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Tanpa upaya bersama, peringatan Jam Kiamat ini dikhawatirkan bukan lagi sekadar simbol, melainkan gambaran nyata masa depan umat manusia, menurut laporan Muslim Network TV.
Monitor Saham BUMN
Ilhan Omar Diserang Saat Town Hall, Tetap Lanjutkan Pidato
Mendagri Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang, Pastikan Pengungsi Hidup Layak
Mendikdasmen Raih Anugerah Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia
Sejumlah Bos Teknologi Masuk Epstein Files, Elon Musk-Bill Gates Buka Suara
John Herdman Pantau Langsung Latihan Jay Idzes di Italia
Janice Tjen Bersinar di Abu Dhabi Open 2026, Gebuk Eks Nomor Satu Dunia
SpaceX Akuisisi xAI, Ambisi Elon Musk Satukan Kecerdasan Buatan dan Antariksa
Rano Karno Beber Alasan Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK
Pemerintah Siapkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia
Respon Marc Marquez Usai Jadi Tercepat di Hari Pertama Tes Pramusim MotoGP 2026
Ukir Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Tantang Jepang di Semifinal AFC Futsal 2026
Menlu Sugiono Buka Opsi RI Keluar dari Board of Peace Jika…
Kegembiraan Anak-anak PAUD di Cianjur Terima Papan Interaktif Digital
INACRAFT 2026: Merayakan Peran Womenpreneurs di Balik Kriya Nusantara
Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global
Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung
Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026
Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya
Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI
