Connect with us

News

Mendikdasmen Pastikan 100 Persen Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra Kembali Terlaksana

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa seluruh sekolah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat telah berhasil melaksanakan kembali kegiatan pembelajaran. Pencapaian ini menjadi fondasi penting dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan di Kementerian Dalam Negeri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu lalu, Menteri Mu’ti memaparkan data lengkap mengenai tingkat kerusakan sarana dan prasarana pendidikan. Tercatat total sebanyak 4.863 sekolah terdampak di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat; dengan rincian 3.409 sekolah rusak ringan, 925 rusak sedang, 437 rusak berat, dan 92 sekolah direlokasi. Khusus di Provinsi Aceh, terdapat 3.073 sekolah terdampak, disusul oleh Sumatra Utara dengan 1.168 sekolah, dan Sumatra Barat sebanyak 622 sekolah. Penilaian tingkat kerusakan difokuskan pada pemulihan ruang-ruang esensial yang menjadi dasar dari proses pembelajaran di setiap wilayah. “Penghitungan kerusakan didasarkan pada kerusakan ruang esensial seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah,” jelasnya. 

Ia menambahkan, bahwa penilaian kerusakan sekolah terus dilakukan melalui rekonsiliasi data dengan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi. Sebagai solusi atas kerusakan sarana dan prasarana pendidikan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah cepat guna memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi. Meski banyak infrastruktur mengalami kerusakan berat, Menteri Mu’ti memastikan bahwa per tanggal 11 Februari 2026, progres pemulihan pelaksanaan pembelajaran telah menyentuh angka 100 persen.

Di Aceh, 3.001 sekolah telah kembali ke sekolah asal, sementara 52 sekolah belajar di tenda/kelas darurat dan 20 sekolah menumpang di sekolah lain sementara. Di Sumatra Utara, 1.142 sekolah kembali ke sekolah asal dan 26 lainnya masih menggunakan tenda/kelas darurat. Sedangkan, di Sumatra Barat, 599 sekolah sudah kembali ke sekolah asal, dengan 21 di tenda/kelas darurat dan 2 sekolah lainnya menumpang. “Total untuk pembelajaran sudah 100 persen. Per tanggal 26 Januari lalu, terdapat 129 sekolah yang belajar di tenda/ruang kelas darurat, namun saat ini tersisa 99 sekolah karena proses pembersihan sudah selesai. Begitu juga dengan sekolah yang menumpang, per tanggal 26 Januari, terdapat 27 sekolah, saat ini tersisa 22 sekolah,” ungkapnya.

Langkah super cepat ini mendapat perhatian dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indrawijaya. Ia menilai sinergi antara kementerian, TNI/Polri, relawan, dan warga telah menghasilkan hasil konkret dalam waktu dua bulan pascabencana. “Data, fakta, dan realita ini menunjukkan hasil super cepat dan kerja konkret. Buktinya tentu yang sebagaimana sudah dijelaskan Mendikdasmen, di mana pelaksanaan pembelajaran mencapai 100 persen,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri, sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatra,Tito Karnavian, juga menambahkan bahwa Kemendikdasmen telah mengidentifikasi tingkat kerusakan dengan tepat. “Mendikdasmen sudah paham mana yang rusak berat, sedang, maupun ringan. Beliau berikan bantuan melalui satgas untuk pembersihan bersama TNI/Polri, dan setelah itu pembangunan sekolah dilakukan. Mendikdasmen memiliki _timeline_ pasti atas apa yang akan dikerjakan,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Kemendikdasmen Raih Nilai Indeks Reformasi Birokrasi 91,56, Lampaui Rata-Rata Nasional

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Capaian Reformasi Birokrasi (RB) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil menorehkan penilaian baik pada tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kemendikdasmen meraih Indeks RB sebesar 91,56. 

Merujuk hasil evaluasi KemenPAN-RB, nilai RB General Kemendikdasmen adalah 84, sementara untuk RB Tematik mendapat nilai 7,56. Data tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar indikator Pelaksanaan Kebijakan Reformasi Birokrasi di Kemendikdasmen telah memenuhi target dengan nilai baik. Dari total 18 indikator, sebanyak 16 indikator menorehkan nilai baik dengan persentase capaian pelaksanaan sebesar 88,89 persen. 

Adapun lima indikator dengan capaian tertinggi antara lain yaitu 1) Penyederhanaan Struktur Organisasi: dengan nilai 100 persen, 2) Sistem Kerja untuk Penyederhanaan Birokrasi 100 persen, 3) Indeks Reformasi Hukum 99,33 persen, 4) Digitalisasi Arsip 98 persen, dan 5) Indeks Perencanaan Pembangunan 96 persen. 

Selain itu, pada indikator Sasaran Strategis Reformasi Birokrasi, Kemendikdasmen juga dinilai berkinerja positif dengan capaian 75 persen. Tiga indikator dengan nilai tertinggi yaitu 1) Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 100 persen, 2) Survei Kepuasan Masyarakat 90,12 persen dan 3) Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 84,56 persen. 

Lebih lanjut, pada evaluasi RB Tematik, capaian RB Kemendikdasmen mencapai 75,60 persen. Nilai tersebut melampaui rata-rata nasional sebesar 62,30 persen. Capaian positif lainnya juga dihasilkan pada evaluasi RB General dengan capaian 97,30 persen (melampaui rata-rata nasional 72,87 persen). 

“Secara keseluruhan, hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa RB Kemendikdasmen berjalan dengan baik dan menunjukkan tingkat kualitas tata kelola, transparansi, serta pelayanan publik yang nyata pada masyakarat. Ke depan, kami akan terus memperkuat transformasi birokrasi agar semakin adaptif, akuntabel, dan berdampak nyata guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Seketaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, di Jakarta, Jumat (13/2).

Continue Reading

News

Empat Skema MBG di Bulan Ramadhan

Published

on

Monitorday.Com – Ramadhan 2026 menjadi momentum pembuktian bahwa program sosial tak harus berhenti ketika ritme ibadah berubah. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan puasa dengan empat skema penyaluran yang disesuaikan dengan karakter penerima manfaat. Sebuah langkah adaptif yang tak hanya administratif, tetapi juga kultural.

Di tengah suasana sekolah yang lebih lengang pada siang hari, dan dapur-dapur MBG yang tetap mengepul, BGN merancang pola distribusi yang fleksibel. Untuk siswa yang berpuasa, makanan tahan lama akan dibagikan agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Kurma, abon, hingga telur asin menjadi contoh menu yang dipilih—praktis, bernilai gizi, dan sesuai tradisi berbuka masyarakat Indonesia.

Namun tidak semua wilayah memiliki mayoritas siswa yang berpuasa. Untuk sekolah-sekolah di daerah dengan komposisi beragam, MBG tetap berjalan seperti biasa. Pendekatan ini menunjukkan sensitivitas kebijakan: negara hadir tanpa menyeragamkan kondisi sosial. Sementara itu, bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, layanan tetap berlangsung normal. Asupan gizi bagi kelompok rentan tidak boleh terhenti oleh perubahan kalender ibadah.

Skema khusus juga diterapkan bagi pesantren. Penyaluran makanan digeser ke waktu berbuka puasa, menyesuaikan ritme kegiatan santri. Di sinilah fleksibilitas program diuji—bagaimana memastikan distribusi tepat waktu, tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah, sekaligus menjaga kualitas makanan tetap layak konsumsi.

Pilihan menu selama Ramadhan dirancang variatif. Selain makanan tahan lama, tersedia sumber protein seperti telur rebus, telur pindang, dan susu. Buah-buahan seperti pisang, apel, dan jeruk melengkapi kebutuhan serat dan vitamin. Bahkan makanan lokal seperti kue lumpur, klepon, dan pukis turut dihadirkan, memberi sentuhan kearifan lokal dalam program nasional. BGN juga menegaskan bahwa jika terjadi kelebihan permintaan pada satu komoditas, menu dapat dialihkan ke jenis lain, memastikan kelancaran distribusi.

Di balik skema ini, terdapat pertimbangan mendasar: memastikan pemenuhan gizi tetap optimal tanpa mengganggu ibadah puasa. Keberlanjutan program juga menjadi prioritas, terutama dalam upaya menekan angka stunting. MBG bukan sekadar program makan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Data per 6 Februari 2026 menunjukkan capaian yang signifikan. Sebanyak 60.154.640 orang tercatat sebagai penerima manfaat. Jumlah dapur MBG mencapai 22.734 unit, dengan dukungan 975.411 tenaga kerja di seluruh Indonesia. Angka-angka ini menggambarkan ekosistem besar yang bergerak—dari petani, pemasok bahan pangan, hingga tenaga distribusi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan komitmen tersebut. “Untuk Ramadhan, Makan Bergizi Gratis akan tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan,” ujarnya. Pernyataan itu bukan sekadar penegasan teknis, melainkan sinyal bahwa negara berupaya adaptif terhadap dinamika sosial-keagamaan masyarakatnya.

Ramadhan selalu mengajarkan tentang keseimbangan—antara menahan diri dan berbagi, antara spiritualitas dan kepedulian sosial. Dalam konteks itulah MBG menemukan relevansinya. Program ini mencoba menjembatani kebutuhan biologis dan kesadaran spiritual, memastikan bahwa puasa tidak menjadi alasan terhentinya hak atas gizi yang layak.

Di dapur-dapur MBG, aroma makanan mungkin baru akan benar-benar dinikmati saat matahari terbenam. Tetapi kerja memastikan kecukupan gizi bangsa tetap berlangsung sejak pagi. Sebuah ikhtiar sunyi yang, seperti puasa itu sendiri, bertumpu pada ketekunan dan niat menjaga kehidupan.

Continue Reading

News

Prabowo Minta Qodari Kumpulkan Video Kritik Program MBG

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk mengumpulkan video dari berbagai pihak yang mengkritik dan menghina program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2). Ia menyoroti adanya kritik dari sejumlah kalangan terdidik, termasuk yang bergelar profesor, yang menilai program MBG akan gagal dan hanya menghamburkan uang rakyat.

“Bagi mereka yang waktu kita baru mulai satu bulan kita sudah dihina, sudah diramalkan pasti gagal, Pak Qodari tolong dikumpulin video klip yang ramal kita pasti gagal yang katakan saya hina bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, program MBG semata-mata bertujuan menyelamatkan anak-anak Indonesia serta meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa. Ia mengaku bingung dengan tudingan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap rakyat.

“Ini harus ada rekam digital, direkam semua. Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta (penerima manfaat), biar saya tiap malam bisa lihat-lihat, enggak apa-apa, aduh apa iya, ya, saya hina bangsa Indonesia,” katanya.

Menurut Prabowo, hingga Jumat (13/2), jumlah penerima manfaat MBG telah melampaui 60 juta orang per hari, mulai dari anak-anak hingga ibu hamil. Ia menyebut capaian tersebut sebagai salah satu prestasi besar Indonesia di bidang kesejahteraan sosial.

Prabowo juga membandingkan skala program tersebut dengan jumlah penduduk sejumlah negara. “Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari, atau sama dengan sepuluh kali Singapura tiap hari, atau dua kali Malaysia tiap hari,” ujarnya.

Continue Reading

News

Selain Didit, Ternyata ini Anak Presiden Prabowo? Tapi..

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Selain Didit yang selama ini dikenal publik, ternyata ada sosok lain yang kerap disebut sebagai “anak” Presiden Prabowo. Namun bukan dalam arti biologis. Publik dibuat penasaran ketika Presiden berulang kali menyebut sejumlah tokoh muda sebagai bagian dari generasi yang ia bina dan banggakan, layaknya seorang ayah terhadap putranya. Ungkapan itu memantik pertanyaan: siapa sebenarnya yang dimaksud?

Jawabannya terungkap dalam momen penuh apresiasi saat Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk kebanggaan atas kinerja luar biasa Polri.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Di hadapan jajaran kepolisian dan para undangan, Presiden berbicara dengan nada hangat dan penuh penghargaan.

Ia mengibaratkan pemberian Bintang Mahaputera tersebut sebagai kebahagiaan seorang bapak yang menyaksikan anaknya tumbuh, bekerja keras, dan berprestasi untuk bangsa dan negara. Menurut Presiden, keberhasilan Polri hari ini bukan hanya tercermin dari stabilitas keamanan yang terjaga, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam mendukung program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Keterlibatan Polri dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan ketahanan pangan nasional menjadi bukti konkret transformasi institusi Bhayangkara. Pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri dinilai mampu menjawab tantangan zaman dengan profesionalisme dan pendekatan yang humanis. Reformasi pelayanan publik, penguatan transparansi, hingga respons cepat terhadap berbagai dinamika sosial menjadi bagian dari kinerja yang diapresiasi Presiden.

“Ini kebahagiaan seorang bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya,” ujar Presiden, menegaskan bahwa penghargaan tersebut adalah simbol kepercayaan dan pengakuan atas dedikasi yang telah ditunjukkan Kapolri beserta seluruh jajaran.

Presiden juga menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Tanpa keamanan yang terjaga, pertumbuhan ekonomi dan program kesejahteraan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, peran Polri dinilai sangat strategis dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

Rencana penganugerahan Bintang Mahaputera akan dituangkan dalam keputusan resmi Presiden. Momentum tersebut menjadi suntikan moral bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan nada bangga, Presiden menutup pernyataannya dengan harapan agar Polri terus menjadi institusi yang kuat, dipercaya, dan dicintai rakyat. Seperti seorang ayah yang melihat anaknya berhasil, kebahagiaan itu bukan hanya milik pribadi, tetapi menjadi kebanggaan seluruh bangsa.

Continue Reading

News

Pemerintah Terbitkan Aturan Pembelajaran Ramadan 2026, Ini Skema Lengkapnya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

SEB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Aturan ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kemenag, serta satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran selama Ramadan hingga pasca-Idulfitri.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif sekaligus mendukung penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik.

“Bulan Ramadan adalah momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik. Melalui pengaturan pembelajaran yang adaptif dan humanis, kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa terbebani,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan SEB, skema pembelajaran Ramadan 2026 dibagi ke dalam beberapa tahap:

1. 18–21 Februari 2026
Pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat berdasarkan penugasan dari satuan pendidikan. Penugasan diharapkan sederhana, menyenangkan, tidak membebani, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet.

2. 23 Februari–14 Maret 2026
Pembelajaran berlangsung di sekolah, madrasah, atau satuan pendidikan keagamaan. Selain kegiatan akademik, dianjurkan pelaksanaan kegiatan yang meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Bagi peserta didik beragama Islam, dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sementara itu, peserta didik non-Islam dianjurkan mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.

3. Libur Idulfitri
Libur bersama Idulfitri berlangsung pada 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026. Peserta didik diharapkan memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan. Kegiatan pembelajaran kembali berjalan normal pada 30 Maret 2026.

Dalam SEB ditegaskan, pemerintah daerah dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta menyusun perencanaan pembelajaran selama Ramadan serta memastikan pelaksanaannya selaras di seluruh satuan pendidikan.

Kepala satuan pendidikan diinstruksikan menyesuaikan aktivitas pembelajaran, antara lain dengan mengurangi intensitas kegiatan fisik seperti PJOK, memperkuat asesmen formatif, serta memberi perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus dan peserta didik yang berpotensi mengalami ketertinggalan belajar.

Selain itu, sekolah wajib menjaga keamanan aset selama masa libur dan menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua terkait keselamatan serta perlindungan peserta didik.

Adapun peran orang tua atau wali murid saat pembelajaran mandiri di rumah meliputi pendampingan praktik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan literasi dan numerasi, pengaturan penggunaan gawai secara bijak, mendorong keterlibatan anak dalam kegiatan sosial-keagamaan, serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik pernikahan usia dini.

Abdul Mu’ti menegaskan, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.

“Kami mengajak seluruh pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua untuk bersinergi. Ramadan harus menjadi ruang pendidikan karakter yang kuat, sekaligus memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi secara optimal,” tegasnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah dapat berlangsung tertib, adaptif, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

Continue Reading

News

Prabowo Resmikan SPPG Polri, Apresiasi Kinerja Kepolisian

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden terpilih Prabowo Subianto meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG ) Polri di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/02/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Acara peresmian ini menjadi sorotan, mengingat Prabowo juga menyuarakan pandangannya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas dalam kabinetnya mendatang. Pernyataan ini disampaikan di hadapan jajaran petinggi Polri dan para peserta didik SPPG.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya peran Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara, serta menegakkan hukum. Ia secara khusus memuji dedikasi dan profesionalisme institusi kepolisian yang terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apresiasi ini mengindikasikan dukungan kuat dari presiden terpilih terhadap institusi penegak hukum.

Lebih lanjut, Prabowo menyinggung mengenai program Makan Bergizi Gratis yang akan segera diimplementasikan. Ia menyampaikan tantangan dan visi di balik program tersebut, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang layak bagi generasi muda.

Peresmian SPPG Polri sendiri merupakan langkah strategis dalam upaya pengembangan dan peningkatan kapasitas personel kepolisian di masa depan. Fasilitas pendidikan ini diharapkan mampu mencetak anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan kamtibmas.

Kedatangan Prabowo dalam peresmian ini menandai komitmen pemerintahannya terhadap penguatan sektor keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan kepolisian, seiring dengan implementasi program-program prioritas, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Continue Reading

News

Apakah Emas Masih Aman Di 2026?

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Perdebatan mengenai keamanan emas sebagai aset investasi hingga tahun 2026 semakin mengemuka di kalangan investor dan analis. Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar menjadi faktor utama yang memicu pertanyaan krusial ini.

Emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar. Namun, perubahan lanskap ekonomi dan moneter global memunculkan pertanyaan mengenai efektivitasnya di masa depan, seiring dengan tantangan dan peluang baru yang muncul.

Sejumlah analis pasar berpendapat bahwa emas akan tetap relevan sebagai komponen portofolio yang stabil. Mereka menyoroti peran emas sebagai penyimpan nilai di tengah inflasi yang persisten dan potensi pelemahan mata uang fiat, menjadikannya pilihan menarik untuk diversifikasi risiko.

Di sisi lain, beberapa ekonom menyatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral global dapat mengurangi daya tarik emas. Instrumen investasi lain seperti obligasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi bisa menjadi alternatif yang lebih menarik bagi investor yang mencari pengembalian dari aset tanpa bunga.

Faktor geopolitik dan permintaan dari bank sentral juga diproyeksikan akan sangat mempengaruhi harga emas. Eskalasi konflik regional atau kebijakan moneter yang tidak konvensional dapat meningkatkan permintaan terhadap logam mulia ini sebagai aset ‘safe haven’ utama, memperkuat posisinya di pasar.

Oleh karena itu, prospek emas hingga 2026 kemungkinan besar akan ditentukan oleh interaksi kompleks antara kebijakan moneter, tingkat inflasi, kondisi geopolitik, dan sentimen investor secara keseluruhan. Para ahli menyarankan pendekatan yang cermat dan analisis mendalam dalam mengambil keputusan investasi terkait emas.

Continue Reading

News

Prabowo: Ada Kelompok Politik Bangun Narasi Ketidakpercayaan

Respons cepat aparat di lapangan membuktikan kehadiran negara untuk rakyat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan adanya kelompok politik tertentu yang diduga memanfaatkan momentum bencana alam di Indonesia. Kelompok ini disebut senang dengan terjadinya musibah untuk membangun narasi ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai meninjau langsung penanganan dampak bencana di sejumlah titik. Ia menyayangkan adanya manuver politik yang mencoba memancing di air keruh saat rakyat sedang berduka.

Dalam peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2), Presiden Prabowo menegaskan, “Pertama orang-orang politik tertentu seolah-olah girang dengan bencana. Mereka berpikir, dengan bencana bisa bikin suatu suasana ketidakpercayaan kepada pemerintah, ketidakpercayaan kepada Republik Indonesia. Memang ada kelompok-kelompok tertentu itu.”

Meskipun demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa respons cepat aparat di lapangan membuktikan kehadiran negara untuk rakyat. Ia memberikan apresiasi kepada personel TNI, Polri, serta kementerian terkait yang telah bekerja tanpa henti di lokasi bencana selama berminggu-minggu. “Saya lihat sendiri, saya keliling. Saya tanya anggota, sudah berapa lama di sini? Ada yang bilang sudah 20 hari, tiga minggu, bahkan satu bulan. TNI dan Polri habis-habisan terjun untuk mengatasi kesulitan rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengungkapkan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menunjuk Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn.) Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi untuk memimpin pemulihan wilayah terdampak.

Pemerintah berkomitmen penuh pada penanganan dan pemulihan pascabencana, serta memastikan upaya politik yang mencoba mengganggu stabilitas tidak akan menghalangi fokus negara terhadap kesulitan rakyat.

Continue Reading

News

LMT 3 SMPIT Insantama Cilegon Dorong Siswa Jadi Calon Pemimpin Berbasis Pengalaman Lapangan

Published

on

By

Monitorday.com – SMPIT Insantama Cilegon melaksanakan kegiatan Leadership and Management Training (LMT) 3 pada 11–13 Februari 2026 di Kampung Pamogoan, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran kesiswaan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan siswa.

Dalam pelaksanaannya, LMT 3 mengusung konsep “Bedah Desa” dengan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terhadap wilayah yang dikunjungi. Selama tiga hari dua malam, para siswa melakukan eksplorasi mandiri melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, mereka juga mengunjungi rumah warga untuk mempelajari proses pembuatan emping sebagai potensi ekonomi lokal, serta juga mengikuti kegiatan tadabur alam melalui long march menuju Kali Gajah.

Hasil pengumpulan data tersebut kemudian dianalisis oleh para siswa untuk menentukan potensi unggulan Kampung Pamogoan. Program ini tidak hanya bertujuan melatih kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir strategis dan problem solving sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Waringinkurung, Al Muksin. Ia menilai kemampuan siswa SMP dalam memetakan kondisi wilayah melalui pendekatan penelitian merupakan hal yang luar biasa.

“SMP sudah belajar kepemimpinan itu sangat luarbiasa, sudah bisa memetakan keadaan diwilayah kami. Kalian adalah anak-anak hebat, jarang anak SMP sudah melakukan penelitian,” tuturnya.

Melalui LMT 3, pihak sekolah berharap para siswa memperoleh pengalaman berharga dalam melatih kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan komunikasi publik. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter dan mental kepemimpinan sejak dini bagi generasi muda. [BI/Red.]

Continue Reading

News

Perluas Kampung Haji, Danantara Beli Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan perluasan proyek Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi, dengan rencana pembelian lahan baru yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pengembangan kawasan terpadu bagi jamaah haji dan umrah Indonesia.

“Next-nya yang akan kita lakukan pembelian lahan kurang lebih jaraknya adalah 600 meter dari Masjidil Haram,” ujar Rosan dalam paparannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.

Selain pembelian lahan baru, Rosan mengungkapkan bahwa kawasan Kampung Haji nantinya akan dilengkapi dengan terowongan. Namun, ia belum merinci terowongan tersebut akan terhubung ke area mana di Makkah.

“Ada terowongan langsung, dan ini yang sudah kita lakukan pembelian hotel maupun lahan di Kampung Haji,” katanya.

Dalam pengembangannya, Danantara berencana membangun total 13 gedung (tower) di kawasan tersebut untuk mengakomodasi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

“Ini penandatanganan pada 14 Desember 2025 lalu, dan ini denah yang akan kita bangun, 13 tower yang akan kita bangun di wilayah itu,” ujar Rosan.

Thakher City Jadi Fondasi Awal

Sebelumnya, Danantara telah mengakuisisi aset perhotelan dan real estat di kawasan Thakher City, yang berjarak sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram. Salah satu aset tersebut adalah Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi.

Kawasan Thakher mencakup lahan pengembangan seluas sekitar 4,4 hektare dengan 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara. Selain itu, terdapat sekitar 14 plot lahan yang disiapkan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan kawasan tersebut dirancang berkembang secara bertahap hingga memiliki sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jamaah.

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Pandu.

Melalui ekspansi ini, Danantara menargetkan Kampung Haji menjadi pusat akomodasi terintegrasi bagi jamaah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi investasi Indonesia di sektor properti dan perhotelan di Arab Saudi.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget34 minutes ago

Janice Tjen Bidik Hattrick Babak Kedua di Timur Tengah, Tantang Yastremska di Dubai

LakeyBanget48 minutes ago

Prediksi Grid MotoGP 2027 Versi Marc Marquez: Alex Marquez ke Ducati

LakeyBanget2 hours ago

Terinspirasi Real Madrid, Striker Persib Bertekad Hajar Ratchaburi

News2 hours ago

Kemendikdasmen Raih Nilai Indeks Reformasi Birokrasi 91,56, Lampaui Rata-Rata Nasional

Ruang Sujud3 hours ago

MBG: Dari Nilai Sahabat Nabi ke Kebijakan Nasional

Ruang Sujud3 hours ago

Kisah Berhala yang Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad

News7 hours ago

Empat Skema MBG di Bulan Ramadhan

Ruang Sujud8 hours ago

Inilah Kota dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia

News12 hours ago

Prabowo Minta Qodari Kumpulkan Video Kritik Program MBG

News12 hours ago

Selain Didit, Ternyata ini Anak Presiden Prabowo? Tapi..

LakeyBanget12 hours ago

Petuah Simon Tahamata untuk Timnas U-17 Jelang Piala Asia 2026

LakeyBanget12 hours ago

2 Klub Korsel Pilih Training Center Bali United, Menpora: Bukti Sport Tourism Indonesia Luar Biasa

News12 hours ago

Pemerintah Terbitkan Aturan Pembelajaran Ramadan 2026, Ini Skema Lengkapnya

News15 hours ago

Prabowo Resmikan SPPG Polri, Apresiasi Kinerja Kepolisian

News15 hours ago

Apakah Emas Masih Aman Di 2026?

News15 hours ago

Prabowo: Ada Kelompok Politik Bangun Narasi Ketidakpercayaan

News16 hours ago

LMT 3 SMPIT Insantama Cilegon Dorong Siswa Jadi Calon Pemimpin Berbasis Pengalaman Lapangan

LakeyBanget21 hours ago

Film Pelangi di Mars Siap Tayang di Bioskop, Catat Tanggalnya

News22 hours ago

Perluas Kampung Haji, Danantara Beli Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

News22 hours ago

Purbaya Bakal Cairkan THR ASN, Kapan?

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.