Monitorday.com – Pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian 100 sekolah yang telah rampung direvitalisasi di wilayah Tangerang Raya oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Rabu (14/1/2026).
Peresmian dipusatkan di SD Islam Ruhama Lab School Cirendeu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sepanjang 2025.
Secara keseluruhan, pada 2025 Kemendikdasmen merevitalisasi 323 sekolah di Provinsi Banten dengan total nilai bantuan mencapai Rp380 miliar. Program tersebut menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan nonformal. Khusus di wilayah Tangerang Raya—yang meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang—sebanyak 96 sekolah menerima bantuan revitalisasi dengan total nilai Rp105 miliar.
Rinciannya, Kota Tangerang Selatan memperoleh revitalisasi untuk 22 sekolah dengan total bantuan Rp24 miliar. Kota Tangerang menerima bantuan bagi 16 sekolah senilai Rp26,2 miliar. Sementara Kabupaten Tangerang menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, yakni 58 sekolah, dengan nilai bantuan mencapai Rp55,6 miliar.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak anak atas lingkungan belajar yang layak dan bermartabat. Ia menekankan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Program revitalisasi ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan sekolah-sekolah kita menjadi tempat belajar yang layak, aman, dan mendukung pembelajaran bermutu bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan ruang kelas, tetapi juga pembangunan dan peningkatan fasilitas pendukung, seperti sanitasi, perpustakaan, laboratorium, ruang praktik, serta sarana penunjang lainnya. Dengan fasilitas yang memadai, sekolah diharapkan menjadi ruang yang ramah anak dan mendorong proses pembelajaran yang menyenangkan.
Selain revitalisasi satuan pendidikan, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan untuk revitalisasi pendidikan vokasi serta pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK). Total nilai bantuan vokasi dan PKPLK di Provinsi Banten mencapai Rp131,73 miliar. Dari jumlah tersebut, wilayah Tangerang Raya menerima Rp54,75 miliar yang tersebar di tiga daerah tersebut.
Rangkaian peresmian diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti secara serentak oleh 100 sekolah penerima revitalisasi di Tangerang Raya. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan karakter serta pembiasaan hidup sehat bagi peserta didik.
Menutup sambutannya, Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat revitalisasi sekolah secara berkelanjutan. “Sesuai arahan Presiden, kami ingin memastikan tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi yang tidak layak. Sekolah harus menjadi tempat yang memuliakan anak,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini bertujuan membangun lingkungan sekolah yang aman secara fisik, sosial, spiritual, dan digital. Selain itu, turut diluncurkan lagu anak dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025 yang dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.
Manfaat program revitalisasi dirasakan langsung oleh sekolah penerima. Di Perguruan Ruhama, revitalisasi SD Islam Ruhama meliputi pembangunan toilet dan sarana sanitasi. Sementara di SMK Islam Ruhama, bantuan mencakup pembangunan ruang kelas teori, ruang praktik Bisnis Digital, perpustakaan, laboratorium komputer, ruang OSIS, UKS, hingga fasilitas administrasi.
Kepala SD Islam Ruhama Cirendeu, Sindi Rosmilda, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah. Ia menuturkan, proses revitalisasi yang berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025 memberikan dampak signifikan terhadap kualitas sarana dan prasarana sekolah.
“Kami berharap hasil revitalisasi ini benar-benar menjadikan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Fasilitas yang memadai sangat membantu menyeimbangkan kebutuhan sekolah dengan jumlah peserta didik,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMKS Hanjuang Kabupaten Tangerang, Ratu Shodfatul Munifah. Menurutnya, bantuan rehabilitasi berupa ruang kelas, toilet, dan perpustakaan baru sangat membantu perkembangan sekolah.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, kepercayaan diri sekolah meningkat, termasuk dalam menghadapi masa Sistem Penerimaan Murid Baru. Minat calon peserta didik juga mulai bertambah,” katanya.