Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan nasional tidak dapat dibebankan hanya pada satu pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta sebagai kunci sukses mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti dalam peresmian Kampus III Mumtaza Islamic School di Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/6/2025). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Mumtaza sebagai lembaga pendidikan swasta yang telah aktif mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
“Kami berterima kasih atas kontribusi Mumtaza dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu. Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mu’ti.
Lebih lanjut, ia menyerukan agar dikotomi antara sekolah negeri dan swasta dihapuskan. Keduanya, kata dia, merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang saling melengkapi dan memperkuat.
“Sejak sebelum kemerdekaan, banyak sekolah diinisiasi oleh masyarakat. Ini tradisi yang harus kita rawat. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha harus bersinergi untuk menyukseskan pendidikan yang adil dan bermutu,” tegasnya.
Mu’ti juga menyatakan dukungannya terhadap pilihan orang tua yang menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan swasta, yang dijamin konstitusi sebagai bagian dari hak warga negara atas pendidikan.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel telah mengalokasikan 26 persen anggaran daerah untuk pendidikan.
“Bahkan sejak 2022, kami membiayai 5.000 siswa untuk bersekolah di 95 SMP swasta. Ini bentuk komitmen kami untuk menjangkau seluruh anak tanpa terkecuali,” ujar Benyamin.
Ia juga menyampaikan pencapaian makro pendidikan Kota Tangsel yang kini memiliki rata-rata lama sekolah 11,8 tahun, dengan target harapan lama sekolah 14,6 tahun pada akhir tahun ini.
Ketua Yayasan Nawa Dinamika Sejahtera, Mundzier Suparta, menyampaikan bahwa Mumtaza Islamic School hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan yang berkualitas dan bernilai.
“Dengan lebih dari 900 murid dari jenjang RA hingga SMP, kami terus berkomitmen mendukung misi pemerintah dalam mendidik generasi Indonesia yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Kampus III Mumtaza yang diresmikan pada kesempatan tersebut akan difokuskan sebagai fasilitas pendidikan tingkat SMP, lengkap dengan sarana belajar modern dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Peresmian ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan swasta. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata di seluruh penjuru Indonesia.
“Semoga Mumtaza menjadi sekolah yang terus tumbuh, memiliki reputasi tinggi, dan menjadi pusat pembentukan generasi Indonesia yang hebat,” tutup Mu’ti.