Monitorday.com – Dalam perjalanan hidup manusia, tujuan utama bukan hanya meraih kesuksesan duniawi, tetapi juga mencapai keselamatan dan kebahagiaan di akhirat. Untuk mencapai keduanya, memperdalam pemahaman agama (tafaqquh fid din) menjadi bekal yang tidak tergantikan. Rasulullah ﷺ sendiri menegaskan dalam sabdanya, “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan membuatnya faham terhadap agama.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan betapa tingginya nilai tafaqquh fid din dalam Islam.
Memahami Agama adalah Bekal dalam Menjalani Hidup
Agama Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga dengan sesama manusia dan alam semesta. Tanpa pemahaman agama yang baik, seseorang mudah terjebak dalam kesalahan, baik dalam beribadah, bermuamalah, maupun mengambil keputusan sehari-hari.
Dengan tafaqquh fid din, seseorang memahami mana yang halal dan haram, mana yang benar dan salah, serta mana yang membawa keberkahan dalam hidup. Ia mampu menata hidupnya dengan nilai-nilai syariat yang penuh rahmat dan keseimbangan, sehingga dunia dan akhiratnya menjadi lebih terarah.
Tafaqquh Membentuk Pribadi yang Bijaksana dan Adil
Pemahaman agama yang mendalam menjadikan seseorang memiliki pandangan luas dan jiwa yang adil. Ia tidak mudah terprovokasi, tidak bersikap ekstrem, dan selalu mengedepankan keadilan serta kasih sayang dalam setiap sikapnya. Dalam bermasyarakat, pribadi yang bertafaqquh fid din menjadi perekat persatuan, penengah konflik, dan sumber kedamaian.
Sikap bijaksana ini sangat berharga, apalagi di tengah dunia yang penuh dengan tantangan sosial, perbedaan, dan konflik. Dengan tafaqquh, seseorang mampu menahan diri dari sikap emosional dan bertindak dengan dasar ilmu serta hikmah.
Mengantarkan pada Kesuksesan Dunia
Orang yang memahami agama dengan baik akan menjalani hidup dengan nilai-nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras. Semua nilai ini adalah kunci sukses di dunia profesional maupun sosial. Dalam bisnis, orang yang berpegang pada prinsip syariah akan menghindari riba, penipuan, dan ketidakadilan, sehingga membangun usaha yang bersih dan berkah.
Di dunia pendidikan, politik, kesehatan, hingga teknologi, prinsip-prinsip Islam mendorong profesionalisme, keadilan, dan pelayanan kepada sesama. Itulah sebabnya banyak tokoh besar dalam sejarah Islam, dari pedagang hingga ilmuwan, menjadikan tafaqquh fid din sebagai pondasi hidup mereka sebelum meraih prestasi dunia.
Menjadi Investasi Abadi untuk Akhirat
Lebih dari sekadar manfaat duniawi, tafaqquh fid din adalah investasi sejati untuk akhirat. Ilmu agama membimbing seseorang untuk beribadah dengan benar, memperbaiki amal, dan mengikhlaskan niatnya hanya untuk Allah. Ia juga mampu menjadi sebab tersebarnya kebaikan kepada orang lain, karena setiap ajakan, nasihat, dan amal saleh yang berlandaskan ilmu akan berbuah pahala yang terus mengalir.
Bahkan, seorang alim yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain mendapat keutamaan yang luar biasa. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang paling rendah di antara kalian.” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa jalan ilmu lebih mulia daripada sekadar beribadah tanpa ilmu.
Tantangan Tafaqquh di Era Modern
Tentu, memperdalam agama di era digital memiliki tantangan tersendiri. Banyak informasi agama yang tersebar tanpa verifikasi, banyak paham-paham ekstrem yang mudah diakses, dan banyak pula godaan duniawi yang menggerus semangat belajar. Oleh karena itu, niat yang kuat, kesabaran, serta memilih guru dan sumber yang terpercaya menjadi kunci dalam menjaga kualitas tafaqquh fid din.
Membangun komunitas belajar, mengikuti halaqah atau kajian rutin, dan mengatur waktu khusus untuk membaca kitab-kitab ulama adalah beberapa cara praktis untuk bertahan di jalur ini.
Penutup: Jalan Menuju Keberkahan
Tafaqquh fid din bukan hanya tugas para santri atau ulama. Ini adalah kebutuhan setiap Muslim, baik yang berprofesi sebagai pedagang, dokter, insinyur, politisi, ataupun ibu rumah tangga. Dengan ilmu agama, kita bisa menata niat, memperbaiki amal, membangun kehidupan yang lebih bermakna, dan menyiapkan bekal terbaik untuk perjalanan panjang menuju akhirat.
Di dunia ini, ilmu agama membimbing langkah kita agar tidak tersesat. Di akhirat nanti, ilmu itulah yang akan menerangi jalan kita menuju surga. Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersemangat dalam tafaqquh fid din, demi kebahagiaan dunia dan akhirat yang sejati.