Monitorday.com – Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang merasa kehilangan jati diri dan arah hidup. Kesibukan dunia, tuntutan pekerjaan, pengaruh media sosial, serta gaya hidup materialistis sering kali membuat manusia menjauh dari fitrah aslinya. Fitrah manusia adalah kecenderungan bawaan yang diberikan oleh Tuhan sebagai pedoman menuju kebaikan dan keseimbangan dalam hidup. Namun, modernisasi telah menciptakan tantangan besar dalam mempertahankan dan mengembalikan fitrah ini.
Apa Itu Fitrah Manusia?
Fitrah manusia adalah kecenderungan alami untuk mengenal Tuhan, mencari kebenaran, serta menjalani kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai moral dan etika. Dalam Islam, fitrah disebut sebagai keadaan suci di mana setiap manusia dilahirkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa manusia memiliki potensi bawaan untuk menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai kebaikan, tetapi lingkungan, pendidikan, dan pengalaman hidup dapat membentuk atau mengubah arah perkembangan mereka.
Tantangan Fitrah dalam Kehidupan Modern
Perubahan zaman membawa berbagai tantangan yang membuat manusia semakin jauh dari fitrahnya. Beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam kehidupan modern antara lain:
- Kesibukan yang Berlebihan
Dunia modern menuntut manusia untuk selalu produktif dan mengejar kesuksesan materi. Akibatnya, banyak orang yang kehilangan waktu untuk merenung, beribadah, atau sekadar menikmati kehidupan sederhana.
- Pengaruh Media Sosial
Media sosial sering kali membuat manusia terjebak dalam pencitraan dan perbandingan dengan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya keikhlasan, rendahnya rasa syukur, serta kecenderungan untuk mencari validasi eksternal daripada memahami diri sendiri.
- Materialisme dan Hedonisme
Budaya konsumtif dan gaya hidup mewah sering kali menjadi tolok ukur kebahagiaan di era modern. Akibatnya, banyak orang yang lupa bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang memiliki banyak hal, tetapi tentang hidup dengan hati yang tenang dan penuh makna.
- Pendidikan yang Terfokus pada Prestasi Akademik
Sistem pendidikan modern lebih banyak menekankan kecerdasan intelektual dibandingkan dengan pembentukan karakter. Akibatnya, banyak orang yang tumbuh dengan kemampuan akademik yang tinggi tetapi miskin dalam aspek spiritual dan emosional.
- Minimnya Waktu untuk Keluarga dan Hubungan Sosial
Kesibukan kerja dan aktivitas harian membuat banyak orang kehilangan waktu berkualitas dengan keluarga dan sahabat. Padahal, hubungan yang harmonis dengan orang-orang terdekat adalah bagian penting dari keseimbangan hidup manusia.
Cara Mengembalikan Fitrah dalam Kehidupan Modern
Meskipun tantangan di era modern begitu besar, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan fitrah manusia agar kembali hidup sesuai dengan nilai-nilai yang benar. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
1. Mendekatkan Diri kepada Tuhan
Mengembalikan fitrah dimulai dengan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Melalui ibadah yang konsisten, doa, dan refleksi diri, seseorang dapat menemukan ketenangan batin serta arah hidup yang lebih jelas.
2. Mengurangi Ketergantungan pada Dunia Digital
Mengontrol penggunaan media sosial dan membatasi paparan terhadap konten yang tidak bermanfaat dapat membantu seseorang lebih fokus pada kehidupan nyata. Luangkan waktu untuk menikmati alam, membaca buku yang bermakna, atau berbicara langsung dengan orang-orang terdekat.
3. Menjaga Kesederhanaan dalam Hidup
Hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kekurangan, tetapi lebih kepada tidak berlebihan dalam mengejar materi. Dengan bersikap qana’ah (merasa cukup), seseorang bisa lebih mudah merasakan kebahagiaan dan kedamaian batin.
4. Menyeimbangkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Mengembalikan fitrah berarti mengembalikan keseimbangan dalam hidup. Jangan biarkan pekerjaan menghabiskan seluruh waktu dan energi, tetapi sisihkan waktu untuk keluarga, ibadah, serta aktivitas yang menenangkan jiwa.
5. Meningkatkan Kesadaran Diri (Self-Awareness)
Merenungkan tujuan hidup dan mengevaluasi diri secara berkala sangat penting untuk memahami apakah jalan yang ditempuh sudah sesuai dengan fitrah atau belum. Journaling, meditasi, dan introspeksi diri bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan kesadaran diri.
6. Menjalin Hubungan Sosial yang Sehat
Kembali kepada fitrah juga berarti membangun hubungan yang sehat dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat. Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang positif akan membantu seseorang lebih bahagia dan merasa lebih berarti.
7. Membiasakan Pola Hidup Sehat
Kesehatan fisik juga merupakan bagian dari fitrah manusia. Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat, berolahraga, dan tidur yang cukup sangat penting agar tubuh tetap kuat dan pikiran tetap jernih.
8. Mendidik Diri dengan Ilmu yang Benar
Ilmu yang bermanfaat akan membantu seseorang kembali kepada fitrahnya. Membaca buku-buku yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, menghadiri kajian keagamaan, serta terus belajar dari pengalaman akan membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih bijaksana.
Dampak Positif Kembali kepada Fitrah
Ketika seseorang berhasil mengembalikan fitrahnya, akan ada banyak perubahan positif yang terjadi dalam kehidupannya, di antaranya:
- Ketenangan Batin → Hidup menjadi lebih damai karena tidak lagi dikejar oleh ambisi duniawi yang berlebihan.
- Hubungan yang Lebih Baik dengan Orang Lain → Seseorang yang hidup sesuai fitrahnya akan lebih mudah membangun hubungan yang sehat dan penuh kasih sayang.
- Meningkatnya Keimanan dan Ketakwaan → Hidup yang seimbang akan membuat seseorang lebih dekat dengan Tuhan dan lebih istiqamah dalam menjalankan ajaran agama.
- Kebahagiaan Sejati → Kebahagiaan tidak lagi bergantung pada harta atau status sosial, tetapi berasal dari hati yang penuh syukur dan puas dengan ketentuan Tuhan.
Kesimpulan
Di era modern yang penuh distraksi, banyak orang yang kehilangan fitrah aslinya. Namun, dengan usaha yang sungguh-sungguh, manusia bisa kembali ke jalan yang benar dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Mengembalikan fitrah bukan berarti menolak kemajuan zaman, tetapi menyesuaikan diri dengan perkembangan modern tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental sebagai manusia. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, menjaga keseimbangan hidup, serta meningkatkan kesadaran diri, kita bisa kembali kepada fitrah yang sejati dan meraih kebahagiaan yang hakiki.