Connect with us

Bisnis

Mengenal Angkasa Pura II, Pengelola 20 Bandara di Indonesia

Ma'ruf Mtq

Published

on

Angkasa Pura II saat ini mengelola 20 bandara, yang fokus pada rute penerbangan terintegrasi baik internasional maupun domestik.”

Monitorday.Com – Musim haji telah tiba, lalu lintas penerbangan di sejumlah bandara di Indonesia pun menjadi lebih sibuk dibanding biasanya. Meski begitu, pelayanan penumpang umum kita saksikan tak terganggu.

Nah, di balik pelayanan penerbangan umum yang tetap maksimal meski lalu lintas sibuk tersebut, kita pun mengenal ada namanya Angkasa Pura II. Perusahaan pengelola bandara yang merupakan bagian dari holding Injourney Airports.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Agus Wialdi menuturkan, perusahaannya saat ini mengelola 20 bandara, yang fokus pada rute penerbangan terintegrasi baik internasional maupun domestik. Sesuai Keputusan Menteri Nomor 31/2024 tentang Penetapan bandar udara Internasional.

“AP II sebagai pengelola 20 bandara akan fokus mengembangkan rute penerbangan terintegrasi antara rute internasional dan rute domestik sesuai dengan KM 31/2024 dan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan serta pemenuhan seluruh regulasi,” ujar Agus Wialdi seperti dikutip dari laman Angkasa Pura II, Senin [13/5/2024].

Menurut pria kelahiran Gorontalo pada 6 Maret 1968 silam ini, dari 20 bandara yang dikelola Angkasa Pura II ada 7 bandara masuk daftar internasional. Ketujuh bandara tersebut yaitu, Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Kualanamu, Minangkabau, Sultan Syarif Kasim II, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Bandar Udara Kertajati.

“Penataan bandara ini berdampak positik, dimana rute penerbangan di Indonesia semakin tertata yang kemudian juga akan mendorong pertumbuhan pariwisata domestik dan perekonomian nasional,” pungkas lulusan ITN Malang tahun 1992 ini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pangan

Pasar Pangan Murah Raup Rp 39,3 M, Kok Bisa?

Operasi Pasar Pangan Murah yang digelar pemerintah sukses meraup omzet Rp 39,3 miliar. Program ini menekan harga pangan, memperkuat distribusi, dan memastikan stok tetap terjaga di seluruh wilayah.

Published

on

Monitorday.com – Di tengah tingginya kebutuhan pangan selama Ramadan dan menjelang Lebaran, pemerintah menggelar operasi pasar murah yang sukses meraup omzet hingga Rp 39,3 miliar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“Tingginya serapan pangan menunjukkan bahwa masyarakat sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini. Pemerintah akan terus memperkuat distribusi pangan serta memastikan ketersediaan stok agar harga tetap stabil di pasaran,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/3/2025).

Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi digital melalui platform AgriPost Kementan, yang memangkas rantai pasok panjang dengan menghubungkan produsen langsung ke konsumen. Dengan melibatkan BUMN pangan dalam sistem distribusi, harga pangan tetap terkendali dan stok tersebar merata di seluruh wilayah. Masyarakat pun mulai mengenal AgriPost sebagai tempat berbelanja bahan pangan murah di tiap-tiap kantor pos.

Tidak seperti operasi pasar konvensional yang sering menyebabkan antrean panjang akibat keterbatasan stok, AgriPost memastikan ketersediaan pangan lebih terjaga. Beberapa komoditas yang dijual dengan harga lebih rendah dibanding pasar antara lain Beras SPHP seharga Rp 12.000 per kg, Gula Pasir Rp 15.000 per kg, Daging Kerbau Beku Rp 75.000 per kg, Minyak Goreng Minyakita Rp 14.700 per kg, serta Daging Ayam Ras Beku Rp 34.000 per kg.

Operasi pasar ini pertama kali digelar pada 25 Februari 2025 dengan melibatkan 4.500 gerai Kantor Pos di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau menjelang bulan Ramadan dan Lebaran. Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia memungkinkan distribusi pangan murah menjangkau hingga pelosok desa, memastikan masyarakat luas bisa menikmati harga yang lebih stabil.

“Dengan 4.500 gerai PT Pos Indonesia, operasi pasar ini bisa menjangkau masyarakat luas, baik di kota maupun di daerah terpencil. Ini langkah konkret pemerintah untuk memastikan harga pangan tetap stabil menjelang Ramadan,” jelas Amran.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah outlet aktif terbanyak, yaitu 549 outlet, disusul Jawa Tengah dengan 528 outlet, dan Jawa Barat dengan 325 outlet. Dari segi jumlah item pangan yang terjual, Jawa Timur juga menempati posisi teratas dengan 272.583 item, diikuti Jawa Tengah dengan 236.934 item, dan Sumatera Utara dengan 109.705 item. Sementara itu, dalam hal omzet penjualan, Jawa Tengah mencatat angka tertinggi dengan Rp 6,7 miliar, disusul Jawa Timur dengan Rp 5,6 miliar, dan Jawa Barat dengan Rp 3,64 miliar.

Keberhasilan program ini berkat kolaborasi erat antara pemerintah dan berbagai pihak, termasuk PT Pos Indonesia, BUMN pangan (Perum Bulog, PT Berdikari, ID Food, PPI), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, serta beberapa pihak swasta. Dengan upaya ini, diharapkan harga pangan tetap stabil dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa tekanan finansial berlebih.

Continue Reading

Pangan

Harga Pangan Naik Saat Lebaran, Apa Solusinya?

Harga pangan naik selama Lebaran akibat liburnya pedagang dan meningkatnya permintaan. Pemerintah menjamin harga akan kembali stabil dalam seminggu, sementara masyarakat beradaptasi dengan berbagai strategi berhemat.

Published

on

Monitorday.com – Lebaran selalu membawa kebahagiaan. Suasana rumah yang ramai, obrolan akrab dengan keluarga, dan tentu saja hidangan lezat yang tersaji di meja makan. Namun, di balik euforia itu, ada satu hal yang hampir selalu terjadi setiap tahun: harga pangan yang melonjak. Tahun ini pun tidak berbeda. Dari pasar tradisional hingga supermarket besar, harga kebutuhan pokok naik drastis. Banyak orang yang kaget dan terpaksa mengatur ulang rencana belanja mereka.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, sudah memprediksi ini. Menurutnya, kenaikan harga saat Lebaran bukan hal baru. Banyak pedagang yang libur, distributor yang berhenti beroperasi, bahkan pabrik yang tutup sementara. Jadi, ketika pasokan terbatas tetapi permintaan tetap tinggi, harga pun naik. “Jangan kaget kalau hari ini sayur mahal, karena pedagangnya juga libur,” kata Zulhas di rumahnya di Jatinegara, Jakarta Timur.

Di berbagai daerah, masyarakat merasakan dampaknya. Beras premium kini dihargai Rp 15.594 per kilogram, beras medium Rp 13.725 per kilogram. Harga daging sapi pun naik mendekati Rp 140.000 per kilogram. Bahkan daging kerbau beku impor, yang biasanya lebih murah, kini tembus Rp 110.159 per kilogram, jauh di atas harga acuan Rp 80.000. Bagi masyarakat, ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang ingin tetap menyajikan hidangan istimewa di hari raya.

Namun, benarkah harga ini akan bertahan lama? Zulhas menenangkan masyarakat bahwa kondisi ini hanya sementara. “Seminggu setelah Lebaran, harga akan normal lagi,” katanya. Meski demikian, tidak semua orang yakin. Dalam beberapa tahun terakhir, harga pangan sering kali sulit turun kembali setelah naik. Kekhawatiran ini wajar, mengingat tren kenaikan harga yang sulit dikendalikan.

Di sisi lain, para pedagang kecil juga harus putar otak. Dengan harga bahan baku yang naik, mereka menghadapi dilema: menaikkan harga dan berisiko kehilangan pelanggan, atau tetap menjual dengan harga lama dan merugi. Pedagang makanan, misalnya, harus berpikir dua kali sebelum menyesuaikan harga dagangannya.

Sementara itu, masyarakat mencari berbagai cara untuk berhemat. Ada yang sudah berbelanja lebih awal sebelum harga melonjak. Ada juga yang memilih alternatif lebih murah, seperti mengganti daging sapi dengan ayam atau tahu-tempe. Tak sedikit pula yang memasak dalam porsi lebih kecil agar tidak ada makanan yang terbuang percuma.

Pemerintah tentu tidak tinggal diam. Mereka berusaha menjaga kestabilan harga dengan memastikan stok pangan cukup. Salah satu langkahnya adalah operasi pasar, di mana bahan pangan dijual dengan harga lebih terjangkau. Tapi, langkah ini belum tentu efektif di semua tempat. Distribusi yang tidak merata sering kali membuat masyarakat di beberapa daerah tetap kesulitan mendapatkan bahan pangan dengan harga wajar.

Dalam jangka panjang, Indonesia butuh solusi lebih dari sekadar operasi pasar sesaat. Rantai pasok pangan harus lebih efisien agar tidak bergantung pada sedikit pihak saja. Digitalisasi sektor pangan bisa menjadi jawaban, dengan memangkas rantai distribusi dan menghubungkan produsen langsung ke konsumen. Dengan begitu, harga pangan bisa lebih stabil, bahkan saat Lebaran tiba.

Seiring dengan berlalunya momen Lebaran, masyarakat tentu berharap harga kembali stabil, daya beli tetap terjaga, dan pangan tetap terjangkau. Namun, sampai saat itu tiba, kita harus lebih cermat menyiasati kenaikan harga dan mengatur pola konsumsi. Karena pada akhirnya, Lebaran bukan soal kemewahan hidangan di meja makan, melainkan tentang kebersamaan dan kehangatan keluarga.

Continue Reading

Keuangan

Fintech Syariah Berpotensi Jadi Peluang Emas di Era Digital

Fintech syariah di Indonesia berkembang pesat berkat bonus demografi dan penetrasi digital. Meski menghadapi tantangan literasi, kolaborasi berbagai pihak membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri ini.

Published

on

Monitorday.com – Geliat fintech syariah di Indonesia semakin tak terbendung. Bonus demografi yang melimpah, ditambah dengan penetrasi digital yang terus meningkat, menciptakan lahan subur bagi pertumbuhan industri ini. Generasi muda yang semakin melek digital menunjukkan minat tinggi terhadap layanan investasi berbasis syariah. Mereka mencari solusi keuangan yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dan ini adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan.

Data menunjukkan bahwa hingga November 2024, penyaluran dana melalui Pindar syariah telah mencapai Rp234,21 miliar dengan total outstanding sebesar Rp1,38 triliun. Tak hanya itu, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) juga terjaga di angka 98,88 persen, sebuah capaian yang menunjukkan stabilitas dan kepercayaan pengguna terhadap layanan ini.

Namun, di balik peluang besar ini, ada tantangan yang tak bisa diabaikan. Ketua Klaster Syariah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Chairul Aslam, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap skema syariah masih jauh tertinggal dibandingkan dengan fintech konvensional. Meskipun minat tinggi, literasi keuangan syariah masih rendah. Inilah yang mendorong AFPI untuk terus melakukan edukasi dan literasi agar masyarakat tidak hanya memahami manfaat fintech syariah, tetapi juga terhindar dari jebakan pinjaman online ilegal yang meresahkan.

Dalam upaya meningkatkan literasi, AFPI menggagas berbagai inisiatif, salah satunya melalui program “Pindar Berbagi Berkah Ramadan” di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan fintech syariah kepada masyarakat secara lebih luas.

Kegiatan ini mencakup Talk Show Pindar yang menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AFPI, dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Mereka membahas perkembangan serta tantangan fintech syariah di Indonesia. Selain itu, ada pula penyerahan santunan infaq berupa 4.000 box Iftar Ramadan bagi jemaah Masjid Istiqlal, sebagai wujud nyata kepedulian fintech syariah terhadap kesejahteraan umat.

Tidak berhenti di situ, acara ini juga menjadi saksi penandatanganan MoU antara AFPI, AFSI, dan Masjid Istiqlal untuk pengembangan ekosistem fintech syariah di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan fintech berbasis syariah dan memperluas jangkauannya kepada lebih banyak masyarakat. Selain itu, kegiatan Tadarus Al-Qur’an Insan Muslim Fintech yang melibatkan komunitas fintech dalam ibadah Ramadan menjadi bentuk lain dari upaya mendekatkan fintech syariah dengan nilai-nilai Islam. Ditambah dengan acara buka puasa bersama, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pelaku industri keuangan syariah.

Dukungan dari regulator juga sangat penting. Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Mohammad Ismail Riyadi, mengakui bahwa penetrasi fintech syariah masih tergolong rendah. Menurut survei OJK, produk keuangan syariah baru memenuhi 12,8 persen dari permintaan pasar, sementara tingkat literasi keuangan syariah masih berada di angka 4 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.

Kolaborasi antara regulator, industri, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjawab tantangan ini. Fintech syariah tidak hanya harus menawarkan produk yang kompetitif, tetapi juga harus terus membangun kepercayaan dengan memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Dengan langkah-langkah ini, fintech syariah di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi pilar utama dalam sistem keuangan nasional.

Bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini adalah peluang emas yang tidak boleh disia-siakan. Dengan pendekatan yang tepat, edukasi yang terus-menerus, serta dukungan dari berbagai pihak, fintech syariah dapat tumbuh pesat dan menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan yang aman, transparan, dan sesuai dengan prinsip Islam.

Continue Reading

Kesehatan

Lebaran Ceria, Tubuh Bugar Sepanjang Idul Fitri

Menjaga kesehatan selama Lebaran penting untuk menikmati perayaan tanpa gangguan. Dengan pola makan seimbang, hidrasi cukup, aktivitas fisik, serta menjaga kesehatan mental, Lebaran bisa dinikmati dengan penuh energi.

Published

on

Monitorday.com – Momen Lebaran selalu membawa kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, tibalah saatnya untuk merayakan kemenangan bersama keluarga dan orang-orang terkasih. Meja makan penuh dengan hidangan lezat, rumah ramai dengan suara tawa, dan energi kebersamaan terasa begitu kuat. Namun, di balik euforia itu, ada tantangan besar yang sering kali terabaikan: menjaga kesehatan agar tetap prima sepanjang perayaan.

Setiap tahun, banyak orang mengeluhkan masalah kesehatan setelah Lebaran. Mulai dari gangguan pencernaan, kenaikan berat badan, hingga tubuh yang terasa lesu akibat pola makan yang tidak terkendali. Tidak ingin hal itu terjadi? Tenang, dengan sedikit kesadaran dan kebiasaan sehat, Lebaran bisa dinikmati dengan penuh semangat tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pola makan seimbang. Godaan makanan bersantan, daging berlemak, dan aneka kue manis memang sulit ditolak, tetapi mengontrol porsi adalah kunci utama. Makanlah dalam porsi kecil namun sering, daripada langsung menyantap dalam jumlah besar. Dengan begitu, pencernaan tidak terbebani dan tubuh tetap memiliki energi stabil sepanjang hari.

Selain itu, memperhatikan asupan cairan sangat penting. Di tengah kesibukan silaturahmi, jangan lupa untuk tetap minum air putih yang cukup. Kurangi konsumsi minuman manis atau bersoda yang bisa membuat tubuh lebih cepat lemas. Hidrasi yang baik akan membantu menjaga metabolisme tetap optimal dan mencegah dehidrasi di tengah perayaan yang panjang.

Aktivitas fisik juga tidak boleh diabaikan. Meski Lebaran identik dengan bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga, tetaplah aktif dengan bergerak. Cukup dengan berjalan kaki santai setelah makan atau ikut serta dalam permainan bersama keluarga, tubuh akan tetap bugar. Aktivitas ringan ini juga membantu melancarkan pencernaan dan membakar kelebihan kalori dari makanan yang dikonsumsi.

Selain menjaga fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Lebaran sering kali menghadirkan momen emosional, baik kebahagiaan maupun tekanan sosial. Jangan ragu untuk mengambil jeda sejenak jika merasa lelah atau stres. Meluangkan waktu untuk diri sendiri, seperti sekadar duduk santai sambil menikmati suasana, bisa membantu menjaga keseimbangan emosi.

Faktor lain yang sering terlupakan adalah kebersihan makanan. Pastikan makanan yang dikonsumsi masih dalam kondisi baik dan diolah dengan higienis. Hindari menyimpan makanan terlalu lama atau mengonsumsi sesuatu yang sudah tidak segar. Perut yang sehat akan membuat momen Lebaran semakin menyenangkan tanpa gangguan pencernaan yang tidak diinginkan.

Selain itu, tidur yang cukup juga berperan besar dalam menjaga stamina selama Lebaran. Begadang karena terlalu asyik berbincang atau menonton acara favorit bisa membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya. Pastikan tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar tubuh tetap segar dan siap menikmati perayaan dengan penuh semangat.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, Lebaran bisa tetap ceria tanpa harus mengalami gangguan kesehatan. Menikmati hidangan khas, berkumpul bersama keluarga, dan berbagi kebahagiaan tetap bisa dilakukan dengan bijak. Seimbangkan kesenangan dengan kesehatan, dan rasakan bagaimana perayaan Lebaran tahun ini menjadi lebih berkesan dengan tubuh yang tetap bugar dan penuh energi!

Continue Reading

Kehutanan

Data Hutan Akurat: Kunci Masa Depan Hijau

National Forest Inventory (NFI) Learning Journey dari FAO membantu negara-negara mengelola data kehutanan yang akurat untuk perlindungan hutan dan kebijakan berbasis bukti demi masa depan yang berkelanjutan.

Published

on

Monitorday.com – Hutan Asia-Pasifik, seluas 740 juta hektare, bukan hanya rumah bagi 450 juta jiwa tetapi juga menjadi penopang ekonomi global dengan perdagangan tahunan mencapai 90 miliar dolar AS. Namun, tanpa data yang akurat, bagaimana kita bisa memastikan kelangsungan dan manfaatnya di masa depan?

Di tengah ancaman perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya alam, kebutuhan akan data hutan yang akurat semakin mendesak. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menjawab tantangan ini dengan meluncurkan “National Forest Inventory (NFI) Learning Journey,” sebuah inisiatif pembelajaran inovatif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas negara dalam mengelola data kehutanan secara lebih efektif. Dengan akses ke sumber daya dan metodologi berbasis ilmiah, negara-negara dapat lebih mudah merencanakan, mengimplementasikan, dan menganalisis inventarisasi hutan nasional mereka.

Hutan bukan sekadar kumpulan pohon, tetapi paru-paru planet yang menyokong kehidupan. Wakil Perwakilan Regional FAO untuk Asia dan Pasifik, Robert Simpson, menekankan pentingnya data hutan yang akurat untuk pemantauan ekosistem dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). National Forest Inventories (NFIs) menjadi instrumen utama dalam mengumpulkan data lapangan yang dapat diandalkan, melengkapi teknologi pemantauan modern seperti penginderaan jauh dan kecerdasan buatan.

NFIs tidak hanya sekadar menghitung jumlah pohon. Sistem ini menggali lebih dalam dengan menilai keanekaragaman spesies, biomassa, degradasi hutan, hingga kondisi tanah yang tidak dapat terdeteksi oleh satelit. Data berkualitas tinggi ini menjadi dasar bagi kebijakan nasional terkait restorasi hutan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga mitigasi perubahan iklim yang harus dilaporkan kepada FAO dan UNFCCC.

Bukan sekadar angka, data hutan yang terpercaya memungkinkan tindakan nyata di lapangan. Julian Fox, Senior Forestry Officer FAO, menegaskan bahwa dengan memperkuat kapasitas pemantauan hutan, negara-negara mendapatkan alat yang diperlukan untuk menjaga kelestarian hutan mereka. Inisiatif NFI Learning Journey memberikan panduan menyeluruh dari tahap perencanaan hingga analisis data, memastikan bahwa setiap keputusan berbasis bukti yang solid.

Keunggulan program ini terletak pada fleksibilitasnya. Dirancang untuk berbagai tingkat keahlian, dari praktisi lapangan hingga pembuat kebijakan, NFI Learning Journey mencakup berbagai topik seperti teknik pengambilan sampel, pengumpulan data lapangan, hingga strategi pelaporan. Para peserta yang berhasil menyelesaikan program ini akan mendapatkan lencana digital sebagai pengakuan atas kompetensi mereka, sebuah langkah maju dalam membangun jaringan ahli kehutanan global.

Lebih dari sekadar kursus, inisiatif ini adalah gerakan menuju masa depan hijau yang lebih berkelanjutan. Dengan tersedianya program ini dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Prancis, lebih banyak negara kini memiliki kesempatan untuk memperkuat sistem pemantauan hutan mereka. Dengan demikian, hutan bukan hanya terjaga, tetapi juga dapat terus memberikan manfaat bagi ekonomi, masyarakat, dan lingkungan global.

Continue Reading

Asuransi

Mudik 2025 Bisa Nyaman dan Aman! Loh Kok bisa?

Mudik 2025 diprediksi ramai dengan jutaan pemudik menggunakan mobil pribadi. Agar perjalanan lebih aman, gunakan Asuransi Raksa yang menawarkan perlindungan lengkap dan layanan darurat 24 jam.

Published

on

Monitorday.com – Mudik Lebaran 2025 diprediksi akan menjadi salah satu arus mudik terbesar dalam sejarah, dengan 146,48 juta orang siap bergerak menuju kampung halaman. Dari jumlah tersebut, sekitar 33,69 juta orang akan menggunakan mobil pribadi. Perjalanan jauh dengan mobil memang menawarkan kenyamanan dan privasi, namun tanpa persiapan yang matang, perjalanan bisa berubah menjadi tantangan besar.

Agar perjalanan mudik tetap lancar, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Pertama, cek kondisi mobil, termasuk ban, oli, dan mesin untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Kedua, jangan membawa barang berlebihan yang dapat membebani mobil dan mengurangi kenyamanan berkendara. Ketiga, rencanakan rute perjalanan untuk menghindari kemacetan dan menghemat waktu. Keempat, pastikan untuk beristirahat cukup agar tetap fokus saat berkendara. Terakhir, yang tak kalah penting, pertimbangkan untuk memiliki asuransi kendaraan guna memberikan perlindungan ekstra selama perjalanan.

Raksa Online hadir sebagai solusi perlindungan kendaraan terbaik selama musim mudik. Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Raksa Online memastikan perjalanan lebih aman dan nyaman. Kepraktisan menjadi daya tarik utama—cukup dengan mengakses situs resmi atau aplikasi Raksa Online, Anda bisa mendapatkan perlindungan hanya dalam beberapa langkah mudah. Masukkan data kendaraan, pilih jenis perlindungan, dan polis asuransi siap melindungi Anda sepanjang perjalanan.

Keunggulan lainnya adalah perlindungan lengkap yang mencakup berbagai risiko, mulai dari kerusakan akibat kecelakaan, kehilangan kendaraan, hingga layanan darurat 24 jam di jalan. Jadi, jika terjadi kendala selama perjalanan, bantuan dapat segera diperoleh tanpa perlu panik. Tak hanya itu, dalam rangka mudik 2025, Raksa Online juga memberikan promo spesial bagi pelanggan yang membeli polis selama bulan Ramadan dengan kode promo eksklusif: “MOBILAMAN”, “MOTORAMAN”, dan “RUMAHAMAN”.

Raksa Online juga menghadirkan layanan darurat 24 jam yang siap membantu kapan saja dan di mana saja. Ini sangat penting bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai kemungkinan di jalan. Dengan adanya layanan ini, perjalanan mudik menjadi lebih tenang dan bebas dari rasa khawatir.

Untuk mendapatkan perlindungan dari Raksa Online, prosesnya sangat mudah. Cukup kunjungi situs resmi www.raksaonline.com, isi data kendaraan, pilih jenis perlindungan yang diinginkan, dan selesai! Semua bisa dilakukan tanpa perlu datang ke kantor asuransi. Dengan sistem digital yang efisien, Anda bisa mendapatkan perlindungan kendaraan, rumah, dan motor secara online, sehingga lebih hemat waktu dan tenaga.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi juga momen berharga bersama keluarga. Pastikan perjalanan Anda aman dengan perlindungan dari Raksa Online. Jangan tunggu hingga terlambat—segera dapatkan asuransi kendaraan dan rumah sebelum berangkat mudik. Kunjungi raksaonline.com sekarang juga dan nikmati perjalanan yang nyaman tanpa rasa khawatir!

Continue Reading

Migas

Energi Aman, Mudik Nyaman!

BPH Migas menjamin kelancaran pasokan BBM selama mudik Lebaran 2025. Monitoring ke FT dan SPBU memastikan distribusi energi aman, termasuk penerapan teknologi smart mobil tangki untuk efisiensi.

Published

on

Monitorday.com – Ketika jutaan pemudik bersiap merayakan Idulfitri 2025, satu hal yang tak boleh terganggu adalah pasokan energi. Bayangkan jika antrean kendaraan mengular di sepanjang jalur selatan Jawa, bukan karena kepadatan lalu lintas, melainkan karena kelangkaan bahan bakar. Namun, skenario itu tak terjadi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan bahwa distribusi BBM selama periode mudik ini berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan berarti.

Anggota Komite BPH Migas, Yapit Sapta Putra, telah bergerak lebih awal untuk memastikan kesiapan infrastruktur energi di jalur selatan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Perjalanan monitoring ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan langkah strategis dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM selama periode Lebaran.

Salah satu titik penting yang dikunjungi adalah Fuel Terminal (FT) Maos di Cilacap. Di sinilah Yapit melihat langsung proses pengiriman BBM menggunakan Rail Train Wagon (RTW) PT Kereta Api Indonesia. Moda transportasi ini terbukti menjadi solusi cerdas dalam mendistribusikan BBM secara lebih efisien dan cepat ke berbagai wilayah, termasuk Banyumas Raya, Wonosobo, dan Temanggung. Keberadaan FT Maos sebagai tulang punggung distribusi BBM menjadi kunci utama dalam memastikan pemudik tidak mengalami kendala bahan bakar di tengah perjalanan mereka.

Dari Cilacap, perjalanan berlanjut ke FT Tasikmalaya. Yapit menyoroti pentingnya mitigasi terhadap potensi bencana alam yang dapat menghambat distribusi BBM. Dengan kesiapan maksimal dari FT Tasikmalaya, masyarakat bisa merasa lebih tenang. Sinergi antara BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, dan pemerintah daerah menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di wilayah ini.

Tak berhenti di sana, Yapit melanjutkan pemantauan ke FT Bandung Group Ujung Berung. Ada satu hal menarik yang membuat terminal ini mendapat apresiasi tinggi: penerapan teknologi smart mobil tangki. Teknologi ini memungkinkan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM, mulai dari keamanan tangki hingga kondisi awak pengemudi. Dengan sistem ini, kepercayaan masyarakat terhadap distribusi BBM semakin meningkat. BPH Migas ingin memastikan bahwa tidak hanya kuantitas, tetapi juga kualitas pengiriman BBM tetap terjaga dengan baik.

Selain mengunjungi terminal bahan bakar, Yapit juga melakukan inspeksi langsung ke berbagai SPBU di Kabupaten Banyumas, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung Barat. Di sini, ia memastikan pasokan BBM tetap stabil, kualitasnya terjamin, dan volume yang disalurkan sesuai dengan standar. Semua ini dilakukan demi memberikan kenyamanan maksimal bagi pemudik yang melintasi jalur selatan Jawa.

Hasil dari pemantauan ini sangat positif. BPH Migas memberikan apresiasi tinggi kepada badan usaha penugasan dan pengelola SPBU yang telah bekerja keras mempersiapkan layanan prima menjelang Lebaran. Tak hanya itu, komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga distribusi BBM tetap optimal juga mendapat pujian.

Bagi para pemudik, ini adalah kabar baik. Tidak ada lagi kekhawatiran akan kelangkaan BBM di tengah perjalanan menuju kampung halaman. BPH Migas telah memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Dengan energi yang terjamin, perjalanan mudik tahun ini bisa lebih nyaman dan menyenangkan. Selamat menikmati perjalanan, selamat sampai tujuan, dan selamat merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta!

Continue Reading

Pangan

Rekor Penyerapan Gabah: Bulog Pecahkan Batas!

Bulog mencatat rekor penyerapan gabah petani lebih dari 725 ribu ton setara beras, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dengan harga Rp 6.500/kg, kebijakan ini memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Published

on

Monitorday.com – Di tengah dinamika sektor pangan nasional, Perum Bulog berhasil mencetak sejarah baru. Hingga Maret 2025, total penyerapan gabah petani mencapai lebih dari 725 ribu ton setara beras. Ini bukan sekadar angka, tetapi pencapaian tertinggi dalam satu dekade terakhir! Sebuah langkah konkret untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di tengah gejolak ekonomi global.

Dalam periode Januari hingga Maret, Bulog mempercepat penyerapan gabah dengan strategi agresif. Bekerja sama dengan petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta perusahaan penggilingan beras di seluruh Indonesia, mereka memastikan bahwa setiap butir gabah yang dihasilkan petani memiliki pasar yang jelas. Tak hanya itu, harga yang ditetapkan sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp 6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP), memberikan kepastian ekonomi bagi petani.

Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan terhadap petani sekaligus langkah strategis dalam menjaga cadangan beras nasional. “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung petani. Setiap butir gabah yang kami serap adalah bukti nyata bahwa kesejahteraan petani adalah prioritas,” ujar Prihasto.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog sekaligus Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Baginya, ini adalah manifestasi kehadiran pemerintah bagi petani. Di saat harga gabah sering kali berfluktuasi, kehadiran Bulog dengan harga Rp 6.500/kg menjadi penyelamat bagi petani. “Ini bukan sekadar kebijakan, ini adalah aksi nyata yang langsung dirasakan oleh petani. Presiden Prabowo Subianto berkomitmen agar petani mendapatkan harga yang layak dan perekonomian pedesaan bergerak maju,” ungkap Sudaryono.

Namun, pencapaian ini tidak berhenti pada angka. Pemerintah terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjual gabah dengan harga yang sesuai ketentuan, serta mengedukasi petani untuk memanen pada waktu yang tepat. Dengan panen yang optimal, kualitas gabah meningkat dan petani bisa menikmati hasil yang lebih baik. Ini bukan hanya tentang membeli gabah, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan keberlanjutan bagi sektor pertanian.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso, menjelaskan bahwa sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, serta institusi lain seperti TNI dan Polri, sangat berperan dalam memastikan penyerapan gabah berjalan lancar. “Kami ingin memastikan setiap petani tidak hanya bisa menjual gabahnya dengan harga yang layak, tetapi juga merasa aman dan didukung dalam proses distribusi dan logistik,” tegasnya.

Dengan pencapaian ini, Bulog tak hanya mengamankan stok pangan nasional, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih stabil dan menguntungkan bagi semua pihak. Langkah ini juga menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Bulog tidak akan berhenti di sini. Mereka terus berinovasi, mencari solusi untuk mempercepat proses penyerapan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memastikan ketahanan pangan tetap kokoh di tengah tantangan global. Dengan energi dan semangat yang tak surut, Bulog siap mengawal masa depan pangan Indonesia ke arah yang lebih cerah.

Continue Reading

Pangan

Penyerapan Gabah Bulog Capai 725 Ribu Ton, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perum Bulog mengumumkan bahwa hingga Maret 2025, penyerapan gabah petani telah mencapai lebih dari 725 ribu ton setara beras, mencatatkan angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Capaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani.

Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, menyatakan, “Penyerapan gabah yang mencapai lebih dari 725 ribu ton setara beras ini merupakan capaian tertinggi Bulog dalam periode Januari-Maret dalam 10 tahun terakhir.

Angka ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan merupakan upaya nyata Bulog untuk memastikan cadangan pangan nasional tetap stabil.”

Bulog juga terus meningkatkan kerja sama dengan petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta perusahaan penggilingan beras di seluruh Indonesia. Penyerapan gabah dilakukan dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).

Prihasto menegaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung para petani dengan cara menyerap hasil panen mereka, sehingga program penyerapan gabah ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.”

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog yang juga Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulog yang mendukung petani melalui penyerapan gabah dan beras.

Ia menambahkan, upaya ini sangat penting untuk menjaga kesejahteraan petani, terutama menjelang hari raya ketika kebutuhan pangan meningkat.

“Upaya membeli GKP dari petani ini adalah wujud kehadiran pemerintah bagi rakyat. Tujuannya, meningkatkan nilai tukar petani (NTP) dan mendukung harga yang menguntungkan bagi petani,” ujar Sudaryono.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini adalah bukti perhatian nyata dari Presiden Prabowo melalui Bulog.

Selain itu, pemerintah gencar melakukan sosialisasi kepada petani mengenai pembelian gabah dengan harga yang sesuai ketentuan. Edukasi tentang waktu panen yang tepat juga diberikan untuk memastikan kualitas gabah yang lebih baik, yang berdampak pada kesejahteraan petani.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso, menjelaskan bahwa dengan harga pembelian gabah Rp 6.500/kg, Bulog memastikan petani tidak merugi dan dapat menikmati hasil panen dengan harga yang baik.

Ia juga menambahkan bahwa Bulog berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, TNI, dan Polri, untuk memastikan kelancaran penyerapan gabah di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan langkah dan capaian ini, Bulog berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan di masa depan,” ujar Widiarso.

Continue Reading

Migas

Pertamina Pastikan Operasional 24 Jam Selama Idulfitri

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa operasional perusahaan akan tetap berjalan 24 jam selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama jajaran manajemen, mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 H, semoga keberkahan menyertai kita semua,” ujar Simon dalam sambutannya.

Simon juga menyampaikan harapannya agar momen Idulfitri membawa harmoni dan kebersamaan, serta menguatkan energi positif di hari kemenangan.

“Harmoni merangkai kebersamaan, menguatkan energi di hari kemenangan yang fitri,” tambahnya.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa perusahaan akan tetap beroperasi penuh selama Lebaran untuk memastikan ketersediaan layanan energi bagi masyarakat.

“Selamat mudik Lebaran 2025 dan berhari raya bersama keluarga. Bagi pemudik yang membutuhkan informasi atau pengaduan terkait layanan Pertamina, kami mengimbau untuk menghubungi Pertamina Call Center 135, yang tetap aktif melayani 24 jam,” ujar Fadjar.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina juga terus berkomitmen mendukung pencapaian Net Zero Emission 2060 dan memperkuat program-program yang berdampak pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Semua inisiatif ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang diterapkan dalam seluruh lini bisnis dan operasionalnya.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News2 hours ago

Thailand Investigasi Keruntuhan Gedung Pencakar Langit di Bangkok Akibat Gempa 7,7 M

Sportechment2 hours ago

Alasan Kylian Mbappe Gabung Real Madrid Bukan Karena Cristiano Ronaldo, Tapi…

Sportechment2 hours ago

PSSI Bidik Pemain Keturunan Tristan Gooijer Jelang Timnas Indonesia Lawan China dan Jepang

Sportechment3 hours ago

Pink Spiders vs Red Sparks: Megawati Cs Keok di Leg Pertama

News3 hours ago

Ngeri! Ini Ancaman Trump Jika Iran Gagal Capai Kesepakatan Nuklir

Sportechment3 hours ago

Film Pabrik Gula Gentayangan di Amerika Buat Gempar Satu Studio

Sportechment4 hours ago

Berkat Peran Dua Sosok Ini Ruben Onsu Putuskan Jadi Mualaf

Sportechment4 hours ago

Elon Musk Jual X ke xAI Seharga Rp546 Triliun, Gabungkan Medsos dengan Kecerdasan Buatan

News4 hours ago

Menteri Ara Bicara Soal Rumah Subsidi untuk Wartawan, Janji Bangun Seribu Unit

News4 hours ago

Dukung Arus Balik Lebaran, Yusuf Hamka Bakal Gratiskan Tol Cisumdawu

News6 hours ago

Mudik Lebaran: Tradisi Tahunan yang Sarat Makna

Pangan7 hours ago

Pasar Pangan Murah Raup Rp 39,3 M, Kok Bisa?

Pangan7 hours ago

Harga Pangan Naik Saat Lebaran, Apa Solusinya?

Keuangan9 hours ago

Fintech Syariah Berpotensi Jadi Peluang Emas di Era Digital

Kesehatan9 hours ago

Lebaran Ceria, Tubuh Bugar Sepanjang Idul Fitri

Kehutanan9 hours ago

Data Hutan Akurat: Kunci Masa Depan Hijau

Asuransi9 hours ago

Mudik 2025 Bisa Nyaman dan Aman! Loh Kok bisa?

Migas10 hours ago

Energi Aman, Mudik Nyaman!

Ruang Sujud10 hours ago

Makna Ketupat di Hari Raya: Simbol Lebaran yang Penuh Filosofi

Ruang Sujud10 hours ago

Khutbah Prof. Rokhmin: Rahasia Idul Fitri yang Terlupakan