News
NasDem Tahu Diri Tak Masuk Kabinet Prabowo, Jika PDIP Bagaimana?
Published
1 year agoon
By
Natsir Amir
Monitorday.com – Partai NasDem telah mengambil langkah yang strategis dengan menyadari posisinya yang tidak mendukung Prabowo Subianto dan Gibran dalam pilpres 2024.
Dengan tidak terlibat dalam kabinet, NasDem dapat menjaga independensinya dan terus mengawasi kebijakan pemerintah tanpa terikat oleh kepentingan koalisi.
Keputusan ini juga mencerminkan kesadaran NasDem akan realitas politik yang ada. Dalam konteks persaingan antar partai, bergabung dalam kabinet bisa berarti mengorbankan prinsip-prinsip yang diusung.
NasDem tampaknya memilih untuk fokus pada penguatan basis suara dan membangun citra sebagai partai yang kritis dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, mereka dapat memposisikan diri sebagai pengawas yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, memberi suara bagi rakyat, dan tetap relevan di mata publik.
Wakil Ketua Umum NasDem Saan Mustopa menyinggung soal etika dan kepantasan terkait keputusan NasDem yang tidak masuk ke kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Terkait dengan (keputusan) kabinet, NasDem kan selalu mengatakan dalam hal ini Pak Surya, ini soal etika saja dan kepantasan saja,” kata Saan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/10).
Saan menjelaskan posisi NasDem yang tidak mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 membuat partainya mawas diri untuk masuk ke kabinet. Oleh karena itu, kata dia, NasDem lebih mendorong para partai pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres untuk masuk ke dalam kabinet.
“Nasdem ini kan ketika Pilpres 2024, 14 Februari yang lalu, itu kan tidak memberikan dukungannya terhadap Pak Prabowo,” ujar Saan.
“Nah, karena itu secara etika tentu NasDem apa istilahnya tahu diri ya, bahwa dia memberikan kesempatan bagi partai-partai koalisi pendukung Pak Prabowo Pak Gibran untuk mengisi komposisi di kabinet,” sambungnya.
Di sisi lain, Saan menjelaskan NasDem tetap mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan meski tidak masuk ke dalam kabinet.
Ia juga membantah NasDem tidak masuk ke kabinet lantaran tidak mendapat jabatan menteri yang strategis.
“Jadi kita men-support dan mendukung sepenuhnya apa yang menjadi keputusan kebijakan dan program pemerintahan Pak Prabowo,” tutur dia.
Bagaimana dengan PDIP?
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut akan ada sosok dari PDIP dalam kabinet menteri pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menyinggung pilihan politik zero enemy yang kerap dilontarkan Prabowo.
“Mazhab Prabowo itu zero enemy. Prabowo sering bilang 1.000 kawan terlalu sedikit tapi satu musuh terlalu banyak. Ini yang menegaskan kenapa Prabowo ingin merangkul semua partai politik yang kalah pilpres,” kata Adi saat dihubungi, Kamis (10/10/2024).
Adi mengatakan keberadaan kader PDIP di kabinet Prabowo-Gibran mendatang juga sebagai upaya mencegah adanya kelompok dominan dalam koalisi. Dia menilai Prabowo ingin kekuatan partai politik di koalisinya kelak terbagi rata
“Karenanya, mengajak PDIP ke dalam koalisi untuk menetralisir itu semua. Lima tahun ke depan, bagi Prabowo tak boleh ada orang yang merasa ingin dominan. Cukup yang dominan itu hanya Prabowo sebagai presiden, bukan yang lain,” terang Adi.
Menurut Adi, bergabungnya PDIP ke pemerintahan Prabowo mendatang juga bisa dimaknai upaya Prabowo menghilangkan dominasi Joko Widodo (Jokowi) yang kental selama satu dekade terakhir.
“Bisa juga ditafsirkan masuknya PDIP ke dalam koalisi sebagai upaya untuk mengurangi pengaruh dan dominasi Jokowi di masa mendatang. Dengan adanya PDIP di dalam pemerintahan tentu kekuatan-kekuatan politik yang ada bisa seimbang. Apapun judulnya, meski kalah pilpres, PDIP partai pemenang pileg yang posisinya pasti strategis untuk dukungan politik lima tahun mendatang,” katanya.
Lalu, bergabungnya PDIP ke kabinet Prabowo-Gibran apa akan menimbulkan gejolak di partai Koalisi Indonesia Maju (KIM)?
Adi menilai riak-riak kecil itu tidak bisa dicegah mengingat PDIP dan sejumlah partai yang berseberangan di pilpres lalu tidak ‘berkeringat’ dalam memenangkan Prabowo. Namun, ia yakin partai-partai di KIM tidak bisa banyak memberikan perlawanan jika bergabungnya PDIP merupakan keinginan dari Prabowo selaku presiden terpilih.
Mungkin Kamu Suka
News
Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI
Published
14 minutes agoon
03/02/2026
Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya integritas dan mentalitas bertahan (survive) bagi santri dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pesan tersebut ia sampaikan saat mengisi kuliah umum bertema “Menyikapi Zaman Artificial Intelligence dan Peran Selaku Santri” di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (31/1).
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyampaikan bahwa alasan seorang santri masuk pesantren bisa bermacam-macam, baik karena keinginan sendiri, permintaan orang tua, maupun ajakan teman. Namun, menurutnya, ketika sudah berada di lingkungan pesantren, setiap santri perlu memiliki kebulatan tekad dan totalitas dalam menjalani proses belajar.
Ia menekankan bahwa totalitas dalam belajar harus dijalani dengan hati dan jiwa. Ketekunan, keuletan, dan kesabaran menjadi hal penting yang melengkapi kecerdasan intelektual. “Kalau adek-adek punya kecerdasan, punya keuletan, itu satu formulasi yang sempurna sebenarnya,” tekannya.
Wamen Fajar juga mencontohkan jejak alumni pondok pesantren yang berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidik, pengusaha, hingga pejabat publik. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari mentalitas bertahan (survive) yang dibangun pesantren.
Lebih lanjut, Wamen Fajar menjelaskan bahwa ukuran kesuksesan tidak semata-mata dapat diukur dari kekayaan atau jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi ciri khas pendidikan pesantren yang relevan dengan kehidupan saat ini.
Menanggapi maraknya penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan, Wamen Fajar menyebutkan bahwa kedisiplinan, integritas, kejujuran, dan amanah merupakan nilai paling penting. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam proses belajar dapat dilakukan, selama digunakan secara jujur dan bertanggung jawab.
“Orang boleh dalam proses belajar di sekolah atau nanti di perguruan tinggi, menggunakan aplikasi kecerdasan buatan, karena itu memang bisa meningkatkan proses pembelajaran. Tetapi, kalau tidak ada kejujuran dalam menggunakan teknologi, tidak punya integritas dalam menggunakan teknologi, maka kita akan menjadi subordinasi dari teknologi,” ujarnya.
Selain penguatan karakter, Wamen Fajar menambahkan bahwa inti pendidikan tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga mempertajam kepekaan nurani dan hati serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kalau adek-adek hafal rumus fisika, rumus matematika, mungkin juga termasuk hafal al quran, itu tidak cukup hari ini. Itu semua harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir analitis,” tambahnya.
Dalam sesi tanya jawab, Wamen Fajar menyampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi bahan evaluasi Kemendikdasmen untuk melihat kembali model pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah. Evaluasi tersebut tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada cara guru menyampaikan materi.
Ia menutup dengan menyatakan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) mendorong pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. “Jadi, kami sekarang dengan pembelajaran mendalam itu mendorong kepada semua guru agar yang diperbaiki cara mengajarnya, bukan materi yang diajarkan”, tutupnya.
Melalui pembelajaran mendalam (deep learning), Kemendikdasmen terus mendorong para guru untuk memperbaiki metode mengajar agar murid menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
News
Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat
Published
13 hours agoon
02/02/2026By
Natsir Amir
Monitorday.com – Seorang pria di China dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani kerja lembur intensif. Namun tragedi itu belum benar-benar berhenti di titik kematian. Delapan jam setelah dinyatakan wafat, ponsel milik korban justru masih menerima pesan tugas kantor. Peristiwa ini memicu keprihatinan, kemarahan, sekaligus humor pahit publik terhadap budaya kerja yang dianggap telah melampaui batas kemanusiaan.
Korban adalah seorang programmer berusia awal 30-an yang bekerja di perusahaan teknologi di wilayah Guangzhou. Ia dikenal sebagai pekerja rajin, nyaris tak pernah menolak lembur, dan kerap bekerja hingga larut malam. Pada hari terakhirnya, korban tetap masuk kerja meski kondisi tubuhnya tidak fit. Tak lama kemudian, ia mendadak pingsan dan meninggal dunia akibat serangan jantung.
Kabar duka tersebut semestinya menjadi akhir dari rutinitas kerja yang melelahkan. Namun kenyataan berkata lain. Sekitar delapan jam setelah kematian korban, ponselnya masih menerima pesan pekerjaan dari rekan kantor. Isinya bukan ucapan belasungkawa, melainkan permintaan penyelesaian tugas karena hasil inspeksi dinilai bermasalah dan perlu segera diperbaiki.
Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai reaksi luas. Banyak warganet menyebut kejadian tersebut sebagai simbol ekstrem budaya kerja “always on”, di mana batas antara jam kerja, waktu istirahat, bahkan hidup dan mati, menjadi kabur. “Deadline ternyata lebih abadi daripada nyawa,” tulis seorang pengguna internet dengan nada satir.
Ironi semakin terasa ketika terungkap bahwa sebelum meninggal, korban masih aktif di grup percakapan kerja, bahkan saat kondisinya kritis. Situasi ini memperlihatkan bagaimana tekanan kerja membuat manusia diperlakukan layaknya mesin: selama ponsel masih aktif, pekerjaan dianggap tetap bisa dijalankan.
Secara hukum, China memiliki aturan jam kerja yang membatasi waktu kerja harian dan mingguan. Namun dalam praktiknya, terutama di sektor teknologi, lembur sering dianggap sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi. Mereka yang menolak kerap dicap tidak profesional, sementara yang patuh perlahan mengorbankan kesehatan fisik dan mental.
Kasus ini pun memicu diskusi serius tentang keselamatan kerja, kesehatan mental, dan tanggung jawab perusahaan. Banyak pihak menilai kematian tersebut bukan sekadar musibah individual, melainkan kegagalan sistemik dalam melindungi pekerja. Humor yang muncul di ruang publik sejatinya adalah ekspresi keputusasaan: tertawa agar tidak ikut runtuh.
“Kerja sampai mati” bukan lagi metafora, melainkan realitas yang benar-benar terjadi. Dan ketika pesan kerja masih berdatangan setelah kematian, tragedi itu berubah menjadi kritik telanjang terhadap dunia kerja modern yang terlalu memuja produktivitas.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik layar komputer dan notifikasi ponsel, ada tubuh manusia yang memiliki batas. Jika batas itu terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin kematian hanya dianggap sebagai gangguan kecil, sementara tugas tetap harus diselesaikan.
News
Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam
Para ilmuwan memperingatkan umat manusia kini berada di titik paling berbahaya sepanjang sejarah Jam Kiamat.
Published
17 hours agoon
02/02/2026
Monitorday.com – Para ilmuwan internasional kembali menggeser posisi Jam Kiamat (Doomsday Clock) semakin mendekati tengah malam. Kini, jarum jam tersebut berada di posisi 85 detik menuju tengah malam, jarak terdekat sejak Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan hampir 80 tahun lalu.
Pengumuman ini disampaikan oleh Bulletin of the Atomic Scientists, lembaga yang secara rutin menilai tingkat ancaman global terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Penyesuaian waktu ini mencerminkan meningkatnya risiko kehancuran akibat berbagai faktor global yang saling berkaitan.
Menurut para ilmuwan, ancaman utama datang dari eskalasi senjata nuklir, krisis perubahan iklim yang semakin tak terkendali, serta perkembangan kecerdasan buatan yang melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan regulasi dan etika global. Selain itu, penyebaran disinformasi juga dinilai memperparah ketidakstabilan politik dan konflik internasional.
Mereka menilai dunia saat ini berada dalam kondisi rapuh, di mana kesalahan perhitungan politik atau teknologi dapat berujung pada konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir disebut menjadi salah satu faktor paling mengkhawatirkan.
Para ahli menyerukan langkah kolektif global yang lebih serius, termasuk penguatan diplomasi, pengendalian senjata, komitmen nyata terhadap penanganan krisis iklim, serta tata kelola kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Tanpa upaya bersama, peringatan Jam Kiamat ini dikhawatirkan bukan lagi sekadar simbol, melainkan gambaran nyata masa depan umat manusia, menurut laporan Muslim Network TV.
News
Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal
Fikih umrah berkemajuan menegaskan keseimbangan antara ketepatan syariat dan kemaslahatan jemaah di tengah meningkatnya praktik umrah massal.
Published
18 hours agoon
02/02/2026
Monitorday.com – Umrah merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam, meskipun tidak termasuk rukun Islam seperti haji. Dalam praktiknya, umrah menjadi ibadah yang semakin diminati umat Islam Indonesia, bahkan sering dilakukan lebih dari sekali. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait pemahaman fikih umrah agar ibadah tidak hanya sah secara ritual, tetapi juga selaras dengan tujuan syariat.
Secara fikih, umrah memiliki ketentuan yang relatif lebih ringkas dibandingkan haji, namun tetap mensyaratkan pemahaman yang tepat. Fikih umrah membahas syarat, rukun, wajib, serta larangan selama ihram. Rukun umrah meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Keempat rukun ini bersifat mutlak dan tidak dapat ditinggalkan. Dalam pandangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, ketepatan dalam melaksanakan rukun menjadi fondasi utama kesahihan ibadah.
Dari aspek what (apa), fikih umrah berfungsi sebagai panduan normatif agar setiap rangkaian ibadah dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Ihram bukan sekadar mengenakan pakaian tertentu, tetapi juga memasuki keadaan spiritual yang menuntut pengendalian diri. Tawaf, sa’i, dan tahallul memiliki makna simbolik yang menegaskan ketaatan dan ketundukan manusia kepada Allah SWT.
Dilihat dari who (siapa), umrah dapat dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Tidak adanya batasan waktu tertentu seperti haji menjadikan umrah lebih fleksibel. Namun fleksibilitas ini sering kali disalahpahami sebagai kelonggaran tanpa batas. Menurut Muhammadiyah.or.id, pembimbing ibadah memiliki peran penting dalam meluruskan pemahaman jemaah agar tidak terjebak pada praktik yang kurang tepat, seperti mengabaikan larangan ihram atau memaksakan ibadah di luar kemampuan fisik.
Aspek where (di mana) dalam fikih umrah menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah hanya sah dilakukan di Masjidil Haram dan tempat-tempat terkait, dengan memulai ihram dari miqat yang telah ditentukan. Kesalahan dalam menentukan miqat atau ketidaktahuan tentang ketentuannya dapat berimplikasi pada kewajiban dam. Oleh karena itu, pemahaman fikih umrah yang aplikatif menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi jemaah pemula.
Sementara itu, umrah dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang diperselisihkan ulama. Dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah, umrah dipandang sah dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan-bulan haji, selama memenuhi ketentuan syariat. Pandangan ini menunjukkan fleksibilitas fikih yang tetap berlandaskan dalil yang kuat.
Fikih umrah perlu ditegaskan kembali muncul dari realitas umrah massal yang kerap berorientasi pada kuantitas. Tidak sedikit jemaah yang menunaikan umrah berulang kali, tetapi kurang memperhatikan nilai-nilai etik dan sosial yang terkandung di dalamnya. Menurut Republika, tantangan utama umrah saat ini bukan pada akses, melainkan pada kualitas pemahaman ibadah.
Dalam konteks how (bagaimana), fikih umrah berkemajuan menekankan prinsip kemudahan dan penghilangan kesulitan tanpa mengabaikan kesahihan. Penggunaan alat bantu, pengaturan waktu tawaf untuk menghindari kepadatan, hingga pelaksanaan sa’i dengan kursi roda dipandang sah selama memenuhi syarat fikih. Prinsip رفع الحرج menjadi landasan utama dalam menghadapi kondisi jemaah yang beragam.
Lebih jauh, fikih umrah juga menuntut refleksi pasca-ibadah. Umrah tidak berhenti pada selesainya tahallul, tetapi harus berdampak pada akhlak dan kehidupan sosial jemaah. Ibadah ini seharusnya melahirkan sikap tawaduk, kepedulian sosial, dan kesadaran spiritual yang lebih kuat. Dalam pandangan Tarjih Muhammadiyah, nilai inilah yang menjadi esensi umrah yang diterima Allah SWT.
Dengan pendekatan fikih yang berkemajuan, umrah tidak sekadar menjadi ritual berulang, tetapi sarana pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Fikih umrah hadir sebagai penuntun agar ibadah ini tetap bermakna, sah secara syariat, dan relevan dengan tantangan zaman.
News
Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045
Peran strategis teknologi dan SDM unggul untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.
Published
19 hours agoon
02/02/2026
Monitorday.com – Seminar Nasional Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1980 digelar di Aula Timur ITB, Bandung, Jumat (31/1/2026). Forum ini menjadi ruang strategis bagi para teknokrat, akademisi, dan praktisi industri untuk merumuskan kontribusi nyata menuju visi besar Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada peningkatan produktivitas ekonomi berbasis teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kegiatan yang mengusung tema “Mendorong Produktivitas untuk Pertumbuhan Ekonomi: Strategi Teknologi Industri dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” ini membahas tantangan utama pembangunan nasional, khususnya ancaman middle income trap. Menurut panitia Seminar Nasional Alumni ITB 80, Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola lama berbasis eksploitasi sumber daya alam tanpa nilai tambah.
Dalam paparannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa kunci lompatan Indonesia menjadi negara maju terletak pada penguasaan teknologi dan kualitas manusia. Menurutnya, negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan membangun kekuatan ekonomi bukan dari kekayaan alam, melainkan dari inovasi, riset, dan rekayasa industri yang berkelanjutan.
Seminar ini juga menyoroti peran strategis insinyur (engineer) sebagai arsitek peradaban ekonomi. Insinyur diposisikan bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi penggerak efisiensi produksi, pencipta solusi industri, sekaligus penjaga kedaulatan teknologi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor teknologi asing.
Sebagai bukti konkret, forum ini mengangkat kisah sukses PT Insera Sena (Polygon) yang dipimpin Mas Suyanto, alumni ITB 80. Menurut paparan dalam seminar, Polygon berhasil menembus pasar global melalui inovasi manufaktur, riset material, dan penguatan merek internasional. Keberhasilan ini dinilai menjadi contoh nyata hilirisasi industri yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem industri nasional.
Tidak berhenti pada diskusi, Alumni ITB 80 juga merancang langkah tindak lanjut berupa pembentukan kluster sektor strategis, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama BUMN seperti Pertamina, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada kementerian terkait dan KADIN. Menurut pengurus IA-ITB 80, hasil seminar ini diharapkan menjadi masukan konkret bagi arah kebijakan pembangunan nasional.
Menutup rangkaian acara, para alumni membacakan ikrar bersama bertajuk “Belajar Bersama, Berkawan Selamanya”. Ikrar ini menegaskan komitmen Alumni ITB 80 untuk terus berkontribusi bagi bangsa, dengan menjadikan teknologi, inovasi, dan kolaborasi sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
News
28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas
Published
24 hours agoon
02/02/2026
Monitorday.com — Komitmen menghadirkan pendidikan bermutu dan merata kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Sebanyak 28 satuan pendidikan jenjang SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini resmi menuntaskan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dengan capaian 100 persen.
Peresmian hasil revitalisasi dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di SMA Ali Maksum Krapyak, Sabtu (31/1/2026). Atip menegaskan, program revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan diarahkan untuk meningkatkan kualitas ekosistem pembelajaran di sekolah.
“Kenapa disebut revitalisasi? Karena bukan hanya membangun fisiknya. Pembelajaran di sekolah juga harus benar-benar meningkat. Sekolah itu harus hidup kembali,” ujar Atip.
Menurut dia, revitalisasi tidak boleh dimaknai sekadar rehabilitasi bangunan. Perbaikan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pengembangan potensi peserta didik.
Atip juga menyoroti penerapan skema swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi. Model ini dinilai lebih efektif karena menumbuhkan rasa memiliki di tingkat sekolah sekaligus memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, mengungkapkan total anggaran revitalisasi untuk 28 SMA di wilayahnya mencapai Rp19,97 miliar. Seluruh pekerjaan, baik fisik maupun administrasi, berhasil diselesaikan tepat waktu.
“Ketersediaan sarana yang memadai sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Kami berharap dampaknya terlihat pada peningkatan prestasi sekolah-sekolah di Yogyakarta,” ujar Suhirman.
Sebagai lokasi peresmian, SMA Ali Maksum Krapyak menerima bantuan pembangunan empat ruang kelas baru lengkap dengan perabot senilai Rp1,36 miliar. Kepala sekolah Khoirul Fuad menyebut program tersebut membawa perubahan signifikan, mengingat sebelumnya sebagian siswa harus belajar di ruang terbuka akibat keterbatasan kelas.
“Kini anak-anak bisa belajar di ruang yang lebih layak, nyaman, dan kondusif. Ini sangat membantu proses belajar mengajar,” katanya.
Guru SMA Ali Maksum, Ika Setiawati, juga merasakan suasana pembelajaran menjadi lebih tenang dan fokus setelah adanya penambahan ruang kelas.
Manfaat serupa dirasakan sekolah lain. SMA Muhammadiyah Boarding School Sleman menerima pembangunan laboratorium Fisika, Kimia, serta ruang Bimbingan Konseling. Guru setempat, Roig, menilai fasilitas baru tersebut membuat pembelajaran sains lebih optimal.
“Anak-anak sekarang bisa praktik dengan maksimal. Kami berharap prestasi mereka ikut meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, SMA Negeri 5 Yogyakarta merasakan peningkatan kualitas ruang kelas yang kini lebih terang dan aman. Di SMA Stella Duce Bambanglipuro, Bantul, revitalisasi difokuskan pada perbaikan laboratorium yang sebelumnya rusak berat. Kepala sekolah Thomas menilai skema swakelola memungkinkan sekolah mengutamakan kualitas pembangunan.
“Sekarang gedungnya kokoh, bersih, aman, dan sangat mendukung kegiatan belajar,” ujarnya.
Suara Siswa: Belajar Lebih Nyaman
Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh siswa. Nufaisah, siswi kelas XI IPS 2 SMA Ali Maksum, mengaku suasana kelas kini lebih lega dan nyaman dibanding sebelumnya.
“Dulu terasa padat dan ramai, jadi kurang fokus. Sekarang lebih luas dan tenang,” katanya.
Hal senada disampaikan Gathan Asnanto, siswa kelas XI IPA 1. “Kelas jadi lebih rapi, terang, dan menyenangkan untuk belajar,” ujarnya.
Program revitalisasi ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari kualitas fasilitas belajar. Dengan ruang yang lebih layak dan aman, sekolah diharapkan benar-benar hidup sebagai ruang tumbuh generasi masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Monitorday.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memproses normalisasi akses layanan kecerdasan buatan Grok milik X Corp yang sebelumnya sempat dibekukan oleh pemerintah Indonesia. Normalisasi tersebut dilakukan secara bersyarat dan berada di bawah pengawasan ketat otoritas.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk pelonggaran tanpa kontrol, melainkan bagian dari mekanisme penegakan hukum digital yang terukur dan dapat dievaluasi sewaktu-waktu.
“Normalisasi akses layanan Grok dilakukan secara bersyarat setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang memuat langkah-langkah konkret perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan. Komitmen ini menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan,” ujar Alexander dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (31/1).
Menurut dia, melalui surat resmi kepada Menteri Komunikasi dan Digital, X Corp menyatakan telah menerapkan berbagai langkah penanganan berlapis atas potensi penyalahgunaan Grok. Upaya tersebut meliputi penguatan pelindungan teknis, pembatasan akses terhadap fitur tertentu, penajaman kebijakan dan penegakan aturan internal, serta aktivasi protokol respons insiden.
Alexander menegaskan seluruh klaim perbaikan dari pihak X akan diverifikasi dan diuji secara berkelanjutan oleh Kemenkomdigi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan efektivitas langkah-langkah tersebut dalam mencegah pelanggaran, termasuk penyebaran konten ilegal dan pelanggaran prinsip pelindungan anak.
“Normalisasi ini disertai pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Jika ditemukan ketidakkonsistenan atau pelanggaran lanjutan, Kemenkomdigi tidak akan ragu mengambil tindakan korektif, termasuk menghentikan kembali akses layanan,” tegasnya.
Kemenkomdigi menyatakan kebijakan pengawasan ruang digital, baik berupa pembatasan maupun normalisasi akses layanan, dilaksanakan secara proporsional, transparan, dan berbasis regulasi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi kepentingan publik serta menjaga ruang digital tetap aman dan berkeadilan.
Alexander menambahkan, pihaknya mencatat komitmen X Corp untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam memenuhi kewajiban hukum sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan membangun ekosistem digital yang bertanggung jawab.
“Dialog konstruktif tetap kami buka, tetapi kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban. Normalisasi layanan bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kemenkomdigi memblokir sementara akses terhadap Grok AI sejak Sabtu (10/1) sebagai langkah preventif untuk melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak, dari potensi eksploitasi di ruang digital. Kebijakan serupa juga diambil Malaysia sehari setelahnya.
Grok AI menuai kritik tajam setelah diketahui menghasilkan dan mempublikasikan gambar seksual berdasarkan permintaan pengguna di platform X, termasuk konten yang menampilkan perempuan dan anak-anak dalam situasi sugestif. Fenomena tersebut memicu perhatian serius dari otoritas di berbagai negara.
Monitorday.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Penunjukan tersebut dilakukan melalui mekanisme internal dan rapat direksi, serta telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris BEI.
Jeffrey menegaskan bahwa penunjukannya bertujuan menjaga kesinambungan kinerja dan stabilitas operasional bursa. Ia memastikan seluruh aktivitas di BEI tetap berjalan normal di tengah dinamika pasar yang sedang berlangsung.
“Untuk itu kami memastikan, operasional di BEI akan berjalan secara normal,” ujar Jeffrey dalam jumpa pers bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih sektor keuangan di kantor pusat Danantara, Sabtu (31/1).
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pasar modal Indonesia agar berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai perdagangan, tetapi juga transparansi dan tata kelola. Menurut Jeffrey, BEI telah berkomunikasi dengan penyedia indeks global untuk merespons berbagai ekspektasi yang ada.
“Kami mencermati perkembangan terakhir dan apa yang diharapkan oleh indeks provider global. Kami sudah berkomunikasi dan menampung masukan tersebut, dan akan kami realisasikan secepat mungkin,” katanya.
Jeffrey Hendrik merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti pada 1995. Ia memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal. Sebelum ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama, Jeffrey menjabat Direktur Pengembangan BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Karier profesionalnya dimulai di PT Zone Pratama (1994–1996), dilanjutkan di PT Transpacific Securindo sebagai bagian dari corporate finance (1996–1999). Selanjutnya, ia menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, dari 1999 hingga 2022.
Selain itu, Jeffrey aktif di berbagai organisasi pasar modal, antara lain sebagai Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020), pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Anggota Departemen Perdagangan Efek (2020–2022), serta Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021.
Sebelumnya, Iman Rachman secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama BEI. Ia menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.
“Saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI. Ia menambahkan bahwa proses penunjukan pimpinan sementara hingga direktur utama definitif akan dilakukan sesuai ketentuan anggaran dasar.
Pengunduran diri Iman terjadi di tengah tekanan kuat di pasar modal nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpuruk setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, yang berdampak pada anjloknya IHSG dan terjadinya penghentian perdagangan sementara. Meski demikian, IHSG mulai menunjukkan pemulihan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
News
Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel
Published
1 day agoon
01/02/2026
Monitorday.com – Perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dan Mesir dilaporkan kembali dibuka melalui skema “operasi uji coba” setelah hampir dua tahun ditutup total. Informasi tersebut dilaporkan media Israel pada Minggu (1/2) pagi waktu setempat, sebagaimana dilansir Anadolu.
Harian Yedioth Ahronoth menyebutkan, pergerakan orang melalui Perbatasan Rafah secara resmi akan dimulai pada Senin (2/2). Pembukaan ini dinilai menjadi langkah penting bagi mobilitas warga di wilayah konflik tersebut.
Dalam tahap awal, operasional terminal dilakukan dengan pengawasan ketat dan kuota harian yang terbatas. Sekitar 150 orang diperkirakan akan keluar dari Jalur Gaza setiap hari, sementara 50 orang lainnya diizinkan masuk kembali.
Warga Palestina yang sempat meninggalkan Gaza selama perang disebut hanya diperbolehkan kembali ke wilayah tersebut melalui terminal Rafah. Meski dibuka, militer Israel tidak akan ditempatkan langsung di area perlintasan. Pengawasan dilakukan dari jarak jauh menggunakan peralatan pemantau canggih.
Mesir dilaporkan akan menyerahkan daftar nama warga yang akan melintasi perbatasan di kedua arah kepada Israel paling lambat 24 jam sebelum keberangkatan. Israel juga dikabarkan akan mengizinkan sejumlah kecil milisi Palestina yang terluka untuk keluar melalui Rafah jika mereka menginginkannya.
“Pada prinsipnya, semua orang yang pergi akan diizinkan untuk kembali,” tulis laporan tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel, Mesir, maupun Palestina terkait pembukaan kembali perlintasan Rafah ini.
Perbatasan Rafah merupakan jalur utama masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza yang dikuasai militer Israel sejak Mei 2024. Penutupan terminal tersebut memperparah krisis kemanusiaan di Gaza, dengan jumlah korban tewas dilaporkan melampaui 71.000 orang sejak konflik pecah pada Oktober 2023.
Sebelumnya, pembukaan kembali Rafah dijadwalkan pada Oktober 2025 sebagai bagian dari fase awal kesepakatan gencatan senjata. Namun, Israel sempat menolak rencana tersebut hingga seluruh tawanan terakhir mereka di Gaza dibebaskan, yang baru terealisasi pekan ini.
Meski gencatan senjata telah diumumkan, situasi di Gaza masih dilaporkan mencekam. Kantor media Gaza menyebut serangan Israel terus berlangsung, menewaskan 524 orang dan melukai 1.360 lainnya sejak 10 Oktober lalu
News
Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI
Published
1 day agoon
01/02/2026
Monitorday.com – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memahami dan menguasai keamanan siber serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bersamaan. Langkah ini diambil untuk menghadapi ancaman digital yang semakin personal, kompleks, dan masif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perkembangan ancaman siber saat ini tidak lagi hanya menyasar sistem berskala besar, tetapi juga perangkat dan data pribadi masyarakat. Karena itu, penguatan talenta digital menjadi respons strategis pemerintah.
“Kemkomdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber dari tingkat global hingga nasional dengan menyiapkan talenta melalui pelatihan-pelatihan,” ujar Nezar dalam keterangannya pada Workshop Cybersecurity di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).
Nezar menjelaskan, pengembangan talenta dilakukan melalui berbagai program pelatihan di balai pengembangan sumber daya manusia, termasuk Digital Talent Scholarship yang kini memasukkan modul keamanan siber dan AI. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema khusus penguatan talenta melalui program AI Talent Factory.
“Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” katanya.
Ia mengakui, pemanfaatan AI dalam serangan siber menyebabkan eskalasi ancaman berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem untuk bertahan, baik di tingkat lembaga maupun pada perangkat pribadi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan.
Untuk melindungi publik, Nezar menekankan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan digital. Masyarakat diimbau menggunakan kata sandi yang kuat serta mengaktifkan perlindungan berlapis pada perangkat digital.
“Kita menyebarkan awareness agar publik paham menggunakan gawai secara aman, memakai password yang lebih kompleks, multi-factor authentication, bahkan kunci fisik yang sudah mulai dipakai sejumlah platform,” ujarnya.
Selain penguatan literasi publik, pemerintah juga mendorong pengembang platform digital menerapkan pendekatan security by design. Menurut Nezar, aspek keamanan harus menjadi bagian dari perancangan sistem sejak awal, bukan sekadar ditambahkan setelah terjadi insiden.
“Sejak awal mereka harus melakukan review terhadap ketahanan siber dan comply dengan standar-standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegasnya.
Melalui penguatan talenta dan arsitektur keamanan digital, pemerintah menegaskan perannya dalam melindungi masyarakat di ruang digital sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di era kecerdasan artifisial.
Monitor Saham BUMN
Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya
Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI
Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”
Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat
Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam
Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal
Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045
28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas
Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung
Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero
Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat
Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?
Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel
Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI
Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara
Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat
Menperin Tegaskan Motor Listrik Tanpa Insentif Baru Tahun Ini
Tangis Haru Pecah Usai Usai Raih Gelar Perdana di Thailand Masters 2026
Vera Rubin, Mesin NVIDIA di Balik Revolusi AI Global
