Connect with us

News

Pelajar Indonesia Sabet 3 Medali dan 2 Honorable Mention di Olimpiade Fisika Internasional

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di kancah dunia. Dalam ajang International Physics Olympiad (IPhO) ke-55 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 18–24 Juli 2025, tim Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali perunggu dan dua Honorable Mention.

Kompetisi bergengsi di bidang fisika tingkat sekolah menengah ini diikuti oleh 405 peserta dari 92 negara, menjadikannya salah satu ajang paling kompetitif di dunia.

Tiga pelajar yang berhasil meraih medali perunggu adalah:

  • Daffa Virwandy dari SMA Negeri 17 Palembang
  • Muhammad Rakha Naufal Maulana dari SMA Negeri 1 Kota Serang
  • Muhammad Dakita Arfa Alfaritsi dari MAN 2 Kota Malang

Sementara itu, Honorable Mention diberikan kepada:

  • Arkaan Javier dari MAN 2 Kota Malang
  • Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta

Dalam keterangannya, Daffa Virwandy menjelaskan bahwa kompetisi IPhO terdiri dari dua tahapan, yaitu eksperimen dan teori, masing-masing berdurasi lima jam.

“Pertama kami mengerjakan soal eksperimen selama lima jam, kemudian tahap teori dengan tiga soal fisika kompleks yang juga dikerjakan selama lima jam,” jelas Daffa.

Ia mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini, hasil dari perjuangannya selama tiga tahun terakhir.

Muhammad Rakha Naufal Maulana menyampaikan pesan motivasi bagi pelajar lain. “Jangan pernah memikirkan perkataan orang lain. Jadikan semua itu sebagai bahan bakar untuk membuktikan kemampuan kita,” ujarnya.

Koordinator Pembina IPhO, Triyanta dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menyatakan bahwa persaingan tahun ini sangat ketat, dengan jumlah peserta yang meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

“Anak-anak sudah berusaha dengan sangat baik. Persaingan tahun ini luar biasa dengan 405 siswa dari 92 negara. Ini capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, turut menyampaikan penghargaan atas kerja keras siswa dan tim pembina.

“Selamat kepada adik-adik yang telah mengharumkan nama bangsa. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga di masa depan. Terima kasih kepada para pembina yang telah mendampingi dengan penuh dedikasi,” kata Maria.

Keberhasilan ini menambah deretan prestasi internasional Indonesia di bidang sains, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda tanah air mampu bersaing di tingkat global.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Menlu Sugiono Buka Opsi RI Keluar dari Board of Peace Jika…

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Menteri Luar Negeri Sugiono angkat bicara mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila forum tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan utama Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam BoP sejak awal ditujukan untuk mendorong terciptanya perdamaian di Gaza dan Palestina secara menyeluruh, dengan muara akhir berupa kemerdekaan dan kedaulatan penuh bagi Palestina.

“Kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan—pertama situasi damai di Gaza, kemudian situasi damai di Palestina secara umum, dan akhirnya kemerdekaan serta kedaulatan Palestina—itu adalah trajektori yang ingin kita capai,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2), menanggapi pertanyaan soal peluang Indonesia keluar dari BoP.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono untuk merespons pernyataan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, yang sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto siap menarik Indonesia dari BoP apabila keanggotaan tersebut tidak memberikan dampak nyata bagi perjuangan Palestina.

“Komitmen Presiden adalah berjuang di Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina yang utuh dan berdaulat, sekaligus membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” kata Anwar.

Ia menambahkan, Indonesia melalui BoP juga bekerja sama dengan negara-negara Islam lain untuk mendorong perdamaian dunia. Namun, menurutnya, jika organisasi tersebut tidak lagi membawa kemaslahatan bagi Palestina dan perdamaian global, maka negara-negara Islam yang tergabung berpotensi keluar dari BoP.

Lebih lanjut, Sugiono menilai kondisi di Palestina saat ini masih sangat rapuh. Ia mencontohkan kembali meningkatnya serangan militer Israel yang dinilai dapat mengganggu proses perdamaian yang tengah diupayakan.

“Terkait serangan tersebut, negara-negara yang tergabung dalam Group of New York—delapan negara dengan mayoritas penduduk Muslim—sepakat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan itu karena dapat mencederai proses yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Sugiono menegaskan, bergabungnya Indonesia dalam BoP merupakan wujud komitmen aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya Palestina dan Gaza. Ia menekankan bahwa arah utama dari seluruh upaya diplomasi tersebut tetap mengacu pada solusi dua negara.

“Kompas dari semua upaya ini jelas, yaitu tercapainya solusi dua negara,” kata Sugiono.

Continue Reading

News

Kegembiraan Anak-anak PAUD di Cianjur Terima Papan Interaktif Digital

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas terus dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan memperluas akses belajar bagi seluruh warga negara. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas di ruang kelas formal, tetapi sebagai proses belajar yang bisa berlangsung di berbagai ruang kehidupan anak.

Salah satunya, Di PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Kabupaten Cianjur, kegiatan belajar tetap berjalan, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar. Pengelola PKBM Bhayangkara PAUD Kunang-Kunang, Sri Ningsih, menjelaskan bahwa sekolah yang dikelolanya melayani anak usia dini serta peserta didik PKBM yang sebagian besar berasal dari keluarga petani penggarap. Anak-anak PAUD berusia 5 s.d. 7 tahun mengikuti kegiatan belajar dasar, sementara peserta didik PKBM berusia 17 s.d. 20 tahun tetap bersekolah di sela aktivitas membantu orang tua.

Dalam kondisi tersebut, Sri Ningsih berupaya menjaga agar proses belajar tetap berjalan dan relevan dengan kebutuhan murid. Ia berharap setiap dukungan yang diterima sekolah dapat memberi dampak nyata bagi keberlangsungan pembelajaran dan masa depan peserta didik.

Salah satu dukungan yang diterima adalah bantuan digitalisasi pembelajaran berupa Papan Interaktif Digital (PID). Perangkat ini akan dimanfaatkan agar suasana belajar menjadi lebih variatif dan menarik bagi anak-anak.

Sri Ningsih, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pembelajaran di sekolahnya. “Dengan adanya Papan Interaktif Digital ini, kami berharap anak-anak semakin semangat belajar. Cara belajarnya jadi lebih menarik dan materi yang dipelajari lebih beragam. Mudah-mudahan lulusan ke depan bisa lebih berkualitas,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya ke PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berinteraksi langsung dengan murid dan guru, sekaligus mencoba Papan Interaktif Digital (PID). Anak-anak diajak menulis, mewarnai, dan menggambar menggunakan perangkat tersebut, dengan suasana belajar yang cair dan penuh semangat.

Kedekatan Mendikdasmen dengan anak-anak terasa hingga akhir kunjungan. Ia mengajak seluruh murid bernyanyi bersama lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, menciptakan suasana hangat yang membekas bagi warga sekolah.

“Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Mendikdasmen kepada para murid.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa penguatan akses dan layanan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui sistem sekolah formal, tetapi juga melalui penguatan sistem belajar yang lebih luas.

“Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Sehingga pendidikan itu tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” ucapnya.

Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, seperti kursus, program kesetaraan, sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga pendidikan keluarga. Dengan pendekatan ini, akses pendidikan diharapkan semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sekolah didorong untuk menjadi ruang yang bebas dari kekerasan dan perundungan, sekaligus menjadi tempat yang menyenangkan bagi murid untuk tumbuh dan belajar.

“Usia dini adalah masa emas. Kalau dari kecil cara belajarnya dan gaya hidupnya sudah tidak tepat, akan sulit membentuk perkembangan berikutnya. Karena itu, pendidikan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat harus sama-sama kita perkuat,” tegasnya.

Melalui penguatan pendidikan formal, nonformal, dan informal secara beriringan, Kemendikdasmen terus berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang setara, relevan, dan bermakna bagi masa depannya.

Continue Reading

News

INACRAFT 2026: Merayakan Peran Womenpreneurs di Balik Kriya Nusantara

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara akan kembali hadir pada tanggal 4-8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan menempati seluruh hall (± 24.941 m2 ). Pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event ini telah sukses diselenggarakan selama 25 tahun dengan mengusung tema besar “From Smart Village to Global Market”.

Melalui tema tersebut, INACRAFT menegaskan komitmennya untuk menjadi sarana promosi produk kerajinan lokal unggulan yang inovatif dan berkualitas, guna memperkuat pasar domestik sekaligus membuka akses ke pasar global sebagai komoditas ekspor, sejalan dengan upaya membangkitkan kembali semangat UMKM kerajinan di Indonesia.

Kini pada penyelenggaraan yang ke-26, INACRAFT beralih dari pendekatan geografis kepada pendekatan human-centered dengan menempatkan womenpreneurs sebagai ikon utama. Mengusung konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, INACRAFT memanfaatkan momentum ini untuk merayakan kreativitas perempuan Indonesia yang memiliki peran signifikan sebagai kontributor utama di balik karya kerajinan nusantara, baik dalam menciptakan keunikan produk, maupun mengolahnya menjadi sebuah peluang usaha.

Dengan konsep ini, ASEPHI mengajak masyarakat untuk lebih mengenal proses, cerita, dan semangat para womenpreneurs, yang melalui ketekunan, sentuhan hati, dan keterampilan tangan dapat menghadirkan karya bernilai budaya yang terus berkembang mengikuti zaman.

INACRAFT 2026 didedikasikan secara khusus sebagai bentuk apresiasi atas peran perempuan Indonesia dalam menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus menjaga warisan bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perajin di sejumlah daerah, termasuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, INACRAFT 2026 menjadi pameran yang tetap dinanti sebagai ruang berkumpul, saling menguatkan, serta memperkenalkan karya kriya terbaik mereka.

Untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja serta memudahkan pengunjung, ASEPHI melakukan kurasi peserta pameran melalui pembagian zona berdasarkan jenis produk (zoning product). Terdapat 11 zoning area dimulai dari area Main Lobby, dimana akan menampilkan household & housewares, gift & decorative items, footwears, bags, travel goods, toys & games serta beberapa sponsor yang telah bekerjasama. Di Cendrawasih Hall dan Promenade akan menyajikan batik, tenun, dan songket, begitu pula dengan Hall A yang juga menampilkan wastra Indonesia dilengkapi dengan jewelry dan aksesoris.

Pada Assembly Hall, terdapat beragam hasil karya binaan UMKM Kementerian dan Dinas/BUMN. Lobby Hall A pun serupa, namun juga merupakan area premium yang diisi oleh para sponsor INACRAFT. Sementara itu, pada Connecting Plenary akan diisi oleh jewelry, decorative items, home decor, dan bags. Berbeda dengan Plenary Hall dimana terdapat multi products dari Dinas/BUMN, serta berbagai produk dari International Hall dan INACRAFT Awards winning products.

Beralih ke Hall B dan Lobby Hall B, pengunjung dapat menemui produk-produk yang lebih bervariasi seperti household & housewares, batik, woven, songket, leather, fashion, muslim fashion, jewelry, accessories, gift & decorative items, serta berbagai multi products. Terdapat area kuliner nusantara yaitu Talam INACRAFT yang berada di area Mezzanine dan Hall B. Zona ini menyuguhkan beragam aneka makanan dan minuman cita rasa khas nusantara yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Selain produk-produk menarik dan berkualitas, INACRAFT menyediakan berbagai program pendukung (insight program) berlokasi di Plenary Hall. Terdapat Craft Talkshow bersama pelaku kerajinan dan para ahli dibidangnya, Craft Workshop terkait pelatihan produk kerajinan yang dipandu langsung oleh para praktisi, Seminar Go Green yang membahas gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan, Art Performance yang menampilkan kesenian Indonesia.

Selain itu juga ada Fashion Show, serta INACRAFT Appreciation Night yang merupakan bentuk apresiasi kepada para perajin dan pengusaha Indonesia yang telah menunjukkan keunggulan dan inovasi melalui karya mereka. Penghargaan ini diberikan kepada produk-produk terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat oleh juri profesional sesuai dengan standar World Craft Council.

Spesial di tahun ini, terdapat 2 penghargaan baru yaitu INACRAFT Womenpreneurs Award yang dikhususkan bagi peserta INACRAFT untuk mengapresiasi perajin perempuan dan INACRAFT Digital Excellence Award bagi peserta INACRAFT yang memanfaatkan teknologi digital secara inovatif dan berdampak pada bisnis mereka. Tak ketinggalan ada Digicraft Lounge yang selalu hadir secara offline maupun online dalam acara Podcraft, bincang-bincang mengenai dunia kerajinan bersama para penggiat kerajinan Indonesia.

Tahun ini Pameran INACRAFT akan diikuti oleh total peserta keseluruhan 1.013 stand. Peserta Individu sebanyak 788 peserta, untuk total peserta Kementerian, BUMN, dan Dinas sebanyak 208 stand, sementara itu peserta dari Luar Negeri sebanyak 10 stand. Terdapat juga 21 island yang diisi oleh beberapa Kementerian, BUMN, Dinas, dan Mitra INACRAFT.

Selain itu, terdapat peserta Talam (Kuliner Nusantara) sebanyak 56 peserta. INACRAFT menetapkan target transaksi retail sebesar 102,5 milyar rupiah dengan kontrak dagang diharapkan mencapai USD 1,5 juta. Tahun ini, INACRAFT menargetkan 100.000 pengunjung dan buyers dari luar negeri sebanyak 1.000 visitors yang berasal dari Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia, Perancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko.

INACRAFT 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti, Pertamina, Tokopedia & Tiktok Shop sebagai sponsor.

Pada tahun ini INACRAFT kembali menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri sebagai Main Sponsor. Senior Vice PresidentBank Mandiri, Abeka Natalia, menegaskan kemitraan ini menjadi langkah nyata Bank Mandiri untuk memperkuat dukunganterhadap pelaku usaha lokal agar dapat naik kelas. “INACRAFT merupakan platform strategis yang mempertemukan kreativitas, nilai budaya, dan peluang usaha, sehingga relevan dengan komitmen kami dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi. Mengusung tema INACRAFT 2026: Exploring & Celebrating Womenpreneurs in Craft, hal inisejalan dengan komitmen kami untuk terus mendukung sektor UMKM dan industri kreatif melalui berbagai solusi keuangan yang inovatif sekaligus mendorong praktik keberlanjutan,” ujar Abeka.

Bank Mandiri turut menghadirkan berbagai program menarik mulai dari program transaksi berupa raffle berhadiah dengan transaksi menggunakan QR Bayar, Kartu Debit, dan Kartu Kredit Bank Mandiri, penukaran Livin’poin dengan merchandise eksklusif, cashback hingga Rp100 ribu untuk transaksi Mandiri Kartu Kredit dan QR Bayar, serta program cicilan 0 persen hingga tenor enam bulan. Lebih dari sekadar menghadirkan program transaksi, partisipasi Bank Mandiri sebagai Main Sponsor INACRAFT 2026 juga diarahkan untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi pengembangan UMKM kreatif.

Hal ini diwujudkan melalui kehadiran Mandiri Looping for Life, inisiatif keberlanjutan Bank Mandiri yang berfokus padaedukasi pengurangan emisi karbon, penguatan praktik ekonomi sirkular, serta pemberdayaan UMKM kreatif melalui pendekatan kolaboratif. Kehadirannya di INACRAFT sejalan dengan peran pameran ini sebagai panggung utama UMKM kriya nasional, dengan mendorong perajin dan brand berkelanjutan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar. Dalam semangat kolaborasi tersebut, Bank Mandiri menggandeng Rue sebagai salah satu brand crafting Indonesia yang merepresentasikan perpaduan kreativitas, keberlanjutan, dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Pameran INACRAFT dibuka untuk umum dari pukul 10:00 s.d. 21:00 WIB dengan tiket masuk sebesar Rp35 ribu.

Pengunjung dapat membeli tiket dengan melakukan pre-registration pada website official INACRAFT. Pengunjung juga bisa membeli tiket secara langsung pada ticket box yang berlokasi di venue pameran. Khusus pembayaran menggunakan Bank Mandiri dapat membeli tiket dengan penawaran khusus presale Buy 1 Get 1 di Sukha Livin’ by Mandiri. Informasi dan agenda kegiatan dapat dilihat di laman digital www.inacraft.co.id, serta akun official media sosial INACRAFT di Facebook, Instagram dan Tiktok @weareinacraft serta Channel Youtube We Are INACRAFT.

Continue Reading

News

Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global

Karya sineas Palestina diakui festival dunia, tetapi distribusi internasional masih dibatasi faktor politik dan tekanan industri.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Film-film karya sineas Palestina terus meraih pengakuan di panggung internasional dengan memenangkan dan diputar di berbagai festival film bergengsi. Namun, capaian tersebut belum berbanding lurus dengan akses distribusi global yang luas, terutama di bioskop komersial dan platform streaming arus utama.

Sejumlah sutradara Palestina mengungkapkan bahwa meski film mereka diapresiasi di ajang seperti Cannes Film Festival dan Venice Film Festival, jalan menuju penonton global masih penuh hambatan. Mereka menyebut faktor ketakutan politik, tekanan industri, dan sensitivitas isu Palestina sebagai penyebab utama.

Menurut para pembuat film, banyak distributor dan platform besar memilih bersikap aman dengan tidak mengambil risiko menayangkan film bertema Palestina. Kekhawatiran akan reaksi politik, boikot, atau tekanan dari kelompok tertentu membuat karya-karya tersebut kerap berhenti di lingkaran festival saja.

Situasi ini dinilai ironis, mengingat film-film tersebut sering kali mengangkat isu kemanusiaan universal seperti kehilangan, identitas, dan kehidupan di bawah konflik. Para sineas menegaskan bahwa karya mereka bukan sekadar propaganda politik, melainkan ekspresi artistik dan kesaksian atas realitas hidup sehari-hari rakyat Palestina.

Para pengamat perfilman menilai kondisi ini mencerminkan adanya standar ganda dalam industri hiburan global, di mana kebebasan berekspresi tidak selalu berlaku setara. Mereka mendorong adanya ruang yang lebih adil bagi film-film dari wilayah konflik untuk menjangkau audiens internasional.

Meski menghadapi keterbatasan distribusi, para pembuat film Palestina menyatakan akan terus berkarya dan mencari jalur alternatif agar suara mereka tetap terdengar. Mereka berharap keberanian festival-festival internasional dapat diikuti oleh distributor global, sehingga sinema Palestina tidak hanya diakui, tetapi juga ditonton secara luas, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

News

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya integritas dan mentalitas bertahan (survive) bagi santri dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pesan tersebut ia sampaikan saat mengisi kuliah umum bertema “Menyikapi Zaman Artificial Intelligence dan Peran Selaku Santri” di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (31/1).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyampaikan bahwa alasan seorang santri masuk pesantren bisa bermacam-macam, baik karena keinginan sendiri, permintaan orang tua, maupun ajakan teman. Namun, menurutnya, ketika sudah berada di lingkungan pesantren, setiap santri perlu memiliki kebulatan tekad dan totalitas dalam menjalani proses belajar.

Ia menekankan bahwa totalitas dalam belajar harus dijalani dengan hati dan jiwa. Ketekunan, keuletan, dan kesabaran menjadi hal penting yang melengkapi kecerdasan intelektual. “Kalau adek-adek punya kecerdasan, punya keuletan, itu satu formulasi yang sempurna sebenarnya,” tekannya.

Wamen Fajar juga mencontohkan jejak alumni pondok pesantren yang berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidik, pengusaha, hingga pejabat publik. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari mentalitas bertahan (survive) yang dibangun pesantren.

Lebih lanjut, Wamen Fajar menjelaskan bahwa ukuran kesuksesan tidak semata-mata dapat diukur dari kekayaan atau jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi ciri khas pendidikan pesantren yang relevan dengan kehidupan saat ini.

Menanggapi maraknya penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan, Wamen Fajar menyebutkan bahwa kedisiplinan, integritas, kejujuran, dan amanah merupakan nilai paling penting. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam proses belajar dapat dilakukan, selama digunakan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Orang boleh dalam proses belajar di sekolah atau nanti di perguruan tinggi, menggunakan aplikasi kecerdasan buatan, karena itu memang bisa meningkatkan proses pembelajaran. Tetapi, kalau tidak ada kejujuran dalam menggunakan teknologi, tidak punya integritas dalam menggunakan teknologi, maka kita akan menjadi subordinasi dari teknologi,” ujarnya.

Selain penguatan karakter, Wamen Fajar menambahkan bahwa inti pendidikan tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga mempertajam kepekaan nurani dan hati serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kalau adek-adek hafal rumus fisika, rumus matematika, mungkin juga termasuk hafal al quran, itu tidak cukup hari ini. Itu semua harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir analitis,” tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, Wamen Fajar menyampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi bahan evaluasi Kemendikdasmen untuk melihat kembali model pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah. Evaluasi tersebut tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada cara guru menyampaikan materi.

Ia menutup dengan menyatakan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) mendorong pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. “Jadi, kami sekarang dengan pembelajaran mendalam itu mendorong kepada semua guru agar yang diperbaiki cara mengajarnya, bukan materi yang diajarkan”, tutupnya.

Melalui pembelajaran mendalam (deep learning), Kemendikdasmen terus mendorong para guru untuk memperbaiki metode mengajar agar murid menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Continue Reading

News

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Seorang pria di China dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani kerja lembur intensif. Namun tragedi itu belum benar-benar berhenti di titik kematian. Delapan jam setelah dinyatakan wafat, ponsel milik korban justru masih menerima pesan tugas kantor. Peristiwa ini memicu keprihatinan, kemarahan, sekaligus humor pahit publik terhadap budaya kerja yang dianggap telah melampaui batas kemanusiaan.

Korban adalah seorang programmer berusia awal 30-an yang bekerja di perusahaan teknologi di wilayah Guangzhou. Ia dikenal sebagai pekerja rajin, nyaris tak pernah menolak lembur, dan kerap bekerja hingga larut malam. Pada hari terakhirnya, korban tetap masuk kerja meski kondisi tubuhnya tidak fit. Tak lama kemudian, ia mendadak pingsan dan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kabar duka tersebut semestinya menjadi akhir dari rutinitas kerja yang melelahkan. Namun kenyataan berkata lain. Sekitar delapan jam setelah kematian korban, ponselnya masih menerima pesan pekerjaan dari rekan kantor. Isinya bukan ucapan belasungkawa, melainkan permintaan penyelesaian tugas karena hasil inspeksi dinilai bermasalah dan perlu segera diperbaiki.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai reaksi luas. Banyak warganet menyebut kejadian tersebut sebagai simbol ekstrem budaya kerja “always on”, di mana batas antara jam kerja, waktu istirahat, bahkan hidup dan mati, menjadi kabur. “Deadline ternyata lebih abadi daripada nyawa,” tulis seorang pengguna internet dengan nada satir.

Ironi semakin terasa ketika terungkap bahwa sebelum meninggal, korban masih aktif di grup percakapan kerja, bahkan saat kondisinya kritis. Situasi ini memperlihatkan bagaimana tekanan kerja membuat manusia diperlakukan layaknya mesin: selama ponsel masih aktif, pekerjaan dianggap tetap bisa dijalankan.

Secara hukum, China memiliki aturan jam kerja yang membatasi waktu kerja harian dan mingguan. Namun dalam praktiknya, terutama di sektor teknologi, lembur sering dianggap sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi. Mereka yang menolak kerap dicap tidak profesional, sementara yang patuh perlahan mengorbankan kesehatan fisik dan mental.

Kasus ini pun memicu diskusi serius tentang keselamatan kerja, kesehatan mental, dan tanggung jawab perusahaan. Banyak pihak menilai kematian tersebut bukan sekadar musibah individual, melainkan kegagalan sistemik dalam melindungi pekerja. Humor yang muncul di ruang publik sejatinya adalah ekspresi keputusasaan: tertawa agar tidak ikut runtuh.

“Kerja sampai mati” bukan lagi metafora, melainkan realitas yang benar-benar terjadi. Dan ketika pesan kerja masih berdatangan setelah kematian, tragedi itu berubah menjadi kritik telanjang terhadap dunia kerja modern yang terlalu memuja produktivitas.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik layar komputer dan notifikasi ponsel, ada tubuh manusia yang memiliki batas. Jika batas itu terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin kematian hanya dianggap sebagai gangguan kecil, sementara tugas tetap harus diselesaikan.

Continue Reading

News

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

Para ilmuwan memperingatkan umat manusia kini berada di titik paling berbahaya sepanjang sejarah Jam Kiamat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Para ilmuwan internasional kembali menggeser posisi Jam Kiamat (Doomsday Clock) semakin mendekati tengah malam. Kini, jarum jam tersebut berada di posisi 85 detik menuju tengah malam, jarak terdekat sejak Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan hampir 80 tahun lalu.

Pengumuman ini disampaikan oleh Bulletin of the Atomic Scientists, lembaga yang secara rutin menilai tingkat ancaman global terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Penyesuaian waktu ini mencerminkan meningkatnya risiko kehancuran akibat berbagai faktor global yang saling berkaitan.

Menurut para ilmuwan, ancaman utama datang dari eskalasi senjata nuklir, krisis perubahan iklim yang semakin tak terkendali, serta perkembangan kecerdasan buatan yang melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan regulasi dan etika global. Selain itu, penyebaran disinformasi juga dinilai memperparah ketidakstabilan politik dan konflik internasional.

Mereka menilai dunia saat ini berada dalam kondisi rapuh, di mana kesalahan perhitungan politik atau teknologi dapat berujung pada konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir disebut menjadi salah satu faktor paling mengkhawatirkan.

Para ahli menyerukan langkah kolektif global yang lebih serius, termasuk penguatan diplomasi, pengendalian senjata, komitmen nyata terhadap penanganan krisis iklim, serta tata kelola kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Tanpa upaya bersama, peringatan Jam Kiamat ini dikhawatirkan bukan lagi sekadar simbol, melainkan gambaran nyata masa depan umat manusia, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

News

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

Fikih umrah berkemajuan menegaskan keseimbangan antara ketepatan syariat dan kemaslahatan jemaah di tengah meningkatnya praktik umrah massal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Umrah merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam, meskipun tidak termasuk rukun Islam seperti haji. Dalam praktiknya, umrah menjadi ibadah yang semakin diminati umat Islam Indonesia, bahkan sering dilakukan lebih dari sekali. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait pemahaman fikih umrah agar ibadah tidak hanya sah secara ritual, tetapi juga selaras dengan tujuan syariat.

Secara fikih, umrah memiliki ketentuan yang relatif lebih ringkas dibandingkan haji, namun tetap mensyaratkan pemahaman yang tepat. Fikih umrah membahas syarat, rukun, wajib, serta larangan selama ihram. Rukun umrah meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Keempat rukun ini bersifat mutlak dan tidak dapat ditinggalkan. Dalam pandangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, ketepatan dalam melaksanakan rukun menjadi fondasi utama kesahihan ibadah.

Dari aspek what (apa), fikih umrah berfungsi sebagai panduan normatif agar setiap rangkaian ibadah dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Ihram bukan sekadar mengenakan pakaian tertentu, tetapi juga memasuki keadaan spiritual yang menuntut pengendalian diri. Tawaf, sa’i, dan tahallul memiliki makna simbolik yang menegaskan ketaatan dan ketundukan manusia kepada Allah SWT.

Dilihat dari who (siapa), umrah dapat dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Tidak adanya batasan waktu tertentu seperti haji menjadikan umrah lebih fleksibel. Namun fleksibilitas ini sering kali disalahpahami sebagai kelonggaran tanpa batas. Menurut Muhammadiyah.or.id, pembimbing ibadah memiliki peran penting dalam meluruskan pemahaman jemaah agar tidak terjebak pada praktik yang kurang tepat, seperti mengabaikan larangan ihram atau memaksakan ibadah di luar kemampuan fisik.

Aspek where (di mana) dalam fikih umrah menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah hanya sah dilakukan di Masjidil Haram dan tempat-tempat terkait, dengan memulai ihram dari miqat yang telah ditentukan. Kesalahan dalam menentukan miqat atau ketidaktahuan tentang ketentuannya dapat berimplikasi pada kewajiban dam. Oleh karena itu, pemahaman fikih umrah yang aplikatif menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi jemaah pemula.

Sementara itu, umrah dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang diperselisihkan ulama. Dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah, umrah dipandang sah dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan-bulan haji, selama memenuhi ketentuan syariat. Pandangan ini menunjukkan fleksibilitas fikih yang tetap berlandaskan dalil yang kuat.

Fikih umrah perlu ditegaskan kembali muncul dari realitas umrah massal yang kerap berorientasi pada kuantitas. Tidak sedikit jemaah yang menunaikan umrah berulang kali, tetapi kurang memperhatikan nilai-nilai etik dan sosial yang terkandung di dalamnya. Menurut Republika, tantangan utama umrah saat ini bukan pada akses, melainkan pada kualitas pemahaman ibadah.

Dalam konteks how (bagaimana), fikih umrah berkemajuan menekankan prinsip kemudahan dan penghilangan kesulitan tanpa mengabaikan kesahihan. Penggunaan alat bantu, pengaturan waktu tawaf untuk menghindari kepadatan, hingga pelaksanaan sa’i dengan kursi roda dipandang sah selama memenuhi syarat fikih. Prinsip رفع الحرج menjadi landasan utama dalam menghadapi kondisi jemaah yang beragam.

Lebih jauh, fikih umrah juga menuntut refleksi pasca-ibadah. Umrah tidak berhenti pada selesainya tahallul, tetapi harus berdampak pada akhlak dan kehidupan sosial jemaah. Ibadah ini seharusnya melahirkan sikap tawaduk, kepedulian sosial, dan kesadaran spiritual yang lebih kuat. Dalam pandangan Tarjih Muhammadiyah, nilai inilah yang menjadi esensi umrah yang diterima Allah SWT.

Dengan pendekatan fikih yang berkemajuan, umrah tidak sekadar menjadi ritual berulang, tetapi sarana pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Fikih umrah hadir sebagai penuntun agar ibadah ini tetap bermakna, sah secara syariat, dan relevan dengan tantangan zaman.

Continue Reading

News

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

Peran strategis teknologi dan SDM unggul untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Seminar Nasional Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1980 digelar di Aula Timur ITB, Bandung, Jumat (31/1/2026). Forum ini menjadi ruang strategis bagi para teknokrat, akademisi, dan praktisi industri untuk merumuskan kontribusi nyata menuju visi besar Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada peningkatan produktivitas ekonomi berbasis teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kegiatan yang mengusung tema “Mendorong Produktivitas untuk Pertumbuhan Ekonomi: Strategi Teknologi Industri dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” ini membahas tantangan utama pembangunan nasional, khususnya ancaman middle income trap. Menurut panitia Seminar Nasional Alumni ITB 80, Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola lama berbasis eksploitasi sumber daya alam tanpa nilai tambah.

Dalam paparannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa kunci lompatan Indonesia menjadi negara maju terletak pada penguasaan teknologi dan kualitas manusia. Menurutnya, negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan membangun kekuatan ekonomi bukan dari kekayaan alam, melainkan dari inovasi, riset, dan rekayasa industri yang berkelanjutan.

Seminar ini juga menyoroti peran strategis insinyur (engineer) sebagai arsitek peradaban ekonomi. Insinyur diposisikan bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi penggerak efisiensi produksi, pencipta solusi industri, sekaligus penjaga kedaulatan teknologi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor teknologi asing.

Sebagai bukti konkret, forum ini mengangkat kisah sukses PT Insera Sena (Polygon) yang dipimpin Mas Suyanto, alumni ITB 80. Menurut paparan dalam seminar, Polygon berhasil menembus pasar global melalui inovasi manufaktur, riset material, dan penguatan merek internasional. Keberhasilan ini dinilai menjadi contoh nyata hilirisasi industri yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem industri nasional.

Tidak berhenti pada diskusi, Alumni ITB 80 juga merancang langkah tindak lanjut berupa pembentukan kluster sektor strategis, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama BUMN seperti Pertamina, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada kementerian terkait dan KADIN. Menurut pengurus IA-ITB 80, hasil seminar ini diharapkan menjadi masukan konkret bagi arah kebijakan pembangunan nasional.

Menutup rangkaian acara, para alumni membacakan ikrar bersama bertajuk “Belajar Bersama, Berkawan Selamanya”. Ikrar ini menegaskan komitmen Alumni ITB 80 untuk terus berkontribusi bagi bangsa, dengan menjadikan teknologi, inovasi, dan kolaborasi sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

News

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Komitmen menghadirkan pendidikan bermutu dan merata kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Sebanyak 28 satuan pendidikan jenjang SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini resmi menuntaskan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dengan capaian 100 persen.

Peresmian hasil revitalisasi dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di SMA Ali Maksum Krapyak, Sabtu (31/1/2026). Atip menegaskan, program revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan diarahkan untuk meningkatkan kualitas ekosistem pembelajaran di sekolah.

“Kenapa disebut revitalisasi? Karena bukan hanya membangun fisiknya. Pembelajaran di sekolah juga harus benar-benar meningkat. Sekolah itu harus hidup kembali,” ujar Atip.

Menurut dia, revitalisasi tidak boleh dimaknai sekadar rehabilitasi bangunan. Perbaikan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pengembangan potensi peserta didik.

Atip juga menyoroti penerapan skema swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi. Model ini dinilai lebih efektif karena menumbuhkan rasa memiliki di tingkat sekolah sekaligus memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, mengungkapkan total anggaran revitalisasi untuk 28 SMA di wilayahnya mencapai Rp19,97 miliar. Seluruh pekerjaan, baik fisik maupun administrasi, berhasil diselesaikan tepat waktu.

“Ketersediaan sarana yang memadai sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Kami berharap dampaknya terlihat pada peningkatan prestasi sekolah-sekolah di Yogyakarta,” ujar Suhirman.

Sebagai lokasi peresmian, SMA Ali Maksum Krapyak menerima bantuan pembangunan empat ruang kelas baru lengkap dengan perabot senilai Rp1,36 miliar. Kepala sekolah Khoirul Fuad menyebut program tersebut membawa perubahan signifikan, mengingat sebelumnya sebagian siswa harus belajar di ruang terbuka akibat keterbatasan kelas.

“Kini anak-anak bisa belajar di ruang yang lebih layak, nyaman, dan kondusif. Ini sangat membantu proses belajar mengajar,” katanya.

Guru SMA Ali Maksum, Ika Setiawati, juga merasakan suasana pembelajaran menjadi lebih tenang dan fokus setelah adanya penambahan ruang kelas.

Manfaat serupa dirasakan sekolah lain. SMA Muhammadiyah Boarding School Sleman menerima pembangunan laboratorium Fisika, Kimia, serta ruang Bimbingan Konseling. Guru setempat, Roig, menilai fasilitas baru tersebut membuat pembelajaran sains lebih optimal.

“Anak-anak sekarang bisa praktik dengan maksimal. Kami berharap prestasi mereka ikut meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, SMA Negeri 5 Yogyakarta merasakan peningkatan kualitas ruang kelas yang kini lebih terang dan aman. Di SMA Stella Duce Bambanglipuro, Bantul, revitalisasi difokuskan pada perbaikan laboratorium yang sebelumnya rusak berat. Kepala sekolah Thomas menilai skema swakelola memungkinkan sekolah mengutamakan kualitas pembangunan.

“Sekarang gedungnya kokoh, bersih, aman, dan sangat mendukung kegiatan belajar,” ujarnya.

Suara Siswa: Belajar Lebih Nyaman

Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh siswa. Nufaisah, siswi kelas XI IPS 2 SMA Ali Maksum, mengaku suasana kelas kini lebih lega dan nyaman dibanding sebelumnya.

“Dulu terasa padat dan ramai, jadi kurang fokus. Sekarang lebih luas dan tenang,” katanya.

Hal senada disampaikan Gathan Asnanto, siswa kelas XI IPA 1. “Kelas jadi lebih rapi, terang, dan menyenangkan untuk belajar,” ujarnya.

Program revitalisasi ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari kualitas fasilitas belajar. Dengan ruang yang lebih layak dan aman, sekolah diharapkan benar-benar hidup sebagai ruang tumbuh generasi masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget25 minutes ago

Ukir Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Tantang Jepang di Semifinal AFC Futsal 2026

News1 hour ago

Menlu Sugiono Buka Opsi RI Keluar dari Board of Peace Jika…

News2 hours ago

Kegembiraan Anak-anak PAUD di Cianjur Terima Papan Interaktif Digital

News2 hours ago

INACRAFT 2026: Merayakan Peran Womenpreneurs di Balik Kriya Nusantara

News7 hours ago

Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global

LakeyBanget13 hours ago

Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung

LakeyBanget13 hours ago

Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026

LakeyBanget14 hours ago

Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya

News14 hours ago

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Review1 day ago

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

News1 day ago

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

News1 day ago

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

News1 day ago

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

News1 day ago

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

News2 days ago

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

LakeyBanget2 days ago

Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung

LakeyBanget2 days ago

Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero

News2 days ago

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

News2 days ago

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

News2 days ago

Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.