Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyerahkan Buku Rekomendasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Kepala Badan Gizi Nasional, Dandan Hidayana.
Penyerahan ini berlangsung dalam peluncuran Center of Excellence Program Makan Bergizi Gratis di IPB University, Bogor, Jawa Barat.
Buku rekomendasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan dukungan UNICEF.
Buku ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam penyelenggaraan program MBG secara efektif dan berkelanjutan.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kementeriannya telah menyiapkan pedoman pelaksanaan program ini di sekolah-sekolah.
Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan layanan kesehatan bagi peserta didik.
“Kami berupaya agar program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak-anak tetapi juga pada mental dan karakter mereka. Kami berharap penyelenggaraan MBG di sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penguatan karakter bangsa melalui nilai-nilai spiritual, kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujar Abdul Mu’ti.
Buku rekomendasi yang diserahkan terdiri dari tujuh bagian utama:
- Rekomendasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis
- Rekomendasi Tata Kelola dan Manajemen Program MBG
- Rekomendasi Sistem Pemantauan dan Evaluasi Program MBG
- Rekomendasi Sistem Penjaminan Keamanan Pangan dan Pengelolaan Limbah
- Kumpulan Rekomendasi Prosedur Operasional Baku Program MBG
- Pedoman Makan Bergizi Gratis di Satuan Pendidikan
- Standar Gizi dan Makanan Program MBG
Peran Strategis Program MBG
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan bahwa program MBG merupakan investasi penting bagi masa depan pembangunan nasional.
“Hasilnya sudah jelas, program ini dapat meningkatkan prestasi akademik, meningkatkan partisipasi pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan membuka lapangan kerja baru,” kata Rachmat.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, juga menegaskan pentingnya investasi pada anak-anak sebagai generasi masa depan.
“Setiap anak berhak mendapatkan kebutuhan dasar dan layanan berkualitas agar dapat berkembang secara optimal dalam lingkungan yang peduli dan sehat. Hal ini termasuk akses terhadap pola makan yang bergizi dan seimbang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut diluncurkan Center of Excellence Program MBG di IPB University. Pusat ini akan menjadi wadah kolaborasi multipihak untuk memperkuat pelaksanaan program MBG agar lebih efisien dan tepat guna.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga turut serta dalam seremoni peletakan batu pertama di Agribusiness and Technology Park, IPB University.
Rektor IPB University, Arif Satria, menyampaikan bahwa Center of Excellence akan menjadi pusat penelitian untuk mengembangkan model implementasi terbaik bagi program MBG.
“Pusat ini akan berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan, pusat penelitian dan inovasi, serta pusat manajemen pengetahuan berbasis data. Dengan demikian, rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar perbaikan dan penyempurnaan program MBG,” jelas Arif.
Dengan peluncuran buku rekomendasi dan Center of Excellence ini, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.