Monitorday.com – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pemerataan fasilitas pendidikan bermutu, tidak hanya fokus pada sekolah negeri di perkotaan, tetapi juga menyasar sekolah swasta di kawasan 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).
Hal ini dibuktikan dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke Sekolah Indo Tionghoa Tarakan pada Rabu (3/12/2025).
Sekolah Indo Tionghoa, yang merupakan sekolah inklusi dari jenjang PAUD hingga SMP, menjadi salah satu penerima manfaat program revitalisasi dan digitalisasi dari kementerian.
Dalam kunjungannya, Wamen Fajar meninjau langsung progres pembangunan fasilitas sekolah. Ia menekankan bahwa perubahan nyata harus dirasakan seluruh sekolah, termasuk dalam hal sarana prasarana mendasar.
“Insyaallah pada pertengahan Desember revitalisasi toilet di sekolah ini dapat dituntaskan. Tambahan bangunan ini penting untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan anak-anak kita di sekolah,” ujar Wamen Fajar.
Kepala Sekolah SD Indo Tionghoa, Hary Bangkit Subagyo, menyambut baik bantuan tersebut. Sekolahnya mendapatkan penambahan dua unit toilet baru, termasuk toilet yang dapat diakses siswa disabilitas—fasilitas yang sebelumnya belum tersedia.
“Kami merasa sangat terbantu dan bersyukur karena menerima tambahan unit toilet baru, terutama untuk yang dapat diakses oleh siswa disabilitas,” jelas Bangkit.
Selain revitalisasi fisik, Wamen Fajar juga menyaksikan langsung implementasi perangkat digital di ruang kelas. Ia menyoroti penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) yang diterima sekolah sejak 17 Oktober 2025 dan kini dimanfaatkan guru PAUD hingga SMP.
“Tadi kami berdialog dengan guru dan anak-anak. Respons mereka sangat jelas: mereka senang. Interaksi berjalan lebih hidup sehingga pembelajaran menjadi lebih menggembirakan,” ungkap Wamen Fajar, setelah melihat antusiasme murid PAUD belajar menggunakan perangkat tersebut.
Siswa pun merasakan dampak positifnya. Kevin, siswa kelas 8A SMP Indo Tionghoa, mengungkapkan, “Saya sangat senang, dengan adanya IFP ini belajar jadi lebih menarik dan tidak membosankan.”
Di kelas 5 SD, Wamen Fajar turut mengapresiasi pelaksanaan program pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya adalah senam pagi.
Ketika ditanya manfaatnya, para siswa serentak menjawab bahwa kegiatan itu membuat mereka lebih semangat dan siap belajar. “Ini yang kita harapkan, kebiasaan baik yang mendukung suasana belajar yang menyenangkan,” pungkas Wamen Fajar.
Bangkit berharap dukungan pemerintah, termasuk dari Bapak Presiden Prabowo, dapat terus memotivasi mereka dalam mengembangkan dunia pendidikan agar lebih maju dan sukses.
Secara keseluruhan, Kalimantan Utara menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan perhatian serius. Berdasarkan data November 2025, provinsi ini menerima total 60 satuan pendidikan sebagai penerima program revitalisasi, tersebar di Kabupaten Bulungan, Tarakan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.