Monitorday.com – Dalam kehidupan umat Islam, sering muncul kisah-kisah tentang kejadian luar biasa—seorang ulama yang bisa berjalan di atas air, seorang santri yang selamat dari maut secara ajaib, atau seseorang yang tiba-tiba bisa menyembuhkan penyakit parah dengan doa. Namun, tak sedikit pula yang justru mencampuradukkan istilah-istilah seperti ma’unah, karomah, dan sihir. Padahal, ketiganya punya makna, sumber, dan dampak yang sangat berbeda. Yuk, kita bedah satu per satu agar tidak salah memahami!
—
Apa Itu Ma’unah?
Ma’unah adalah pertolongan Allah yang diberikan kepada orang mukmin biasa—bukan nabi, bukan wali—yang taat dan bertakwa kepada-Nya. Pertolongan ini bersifat insidental dan datang secara tiba-tiba, terutama ketika orang itu berada dalam kesulitan yang sangat berat. Contoh ma’unah adalah seseorang yang selamat dari kecelakaan maut karena dia berdoa dengan sungguh-sungguh dan pasrah kepada Allah.
Ciri-ciri ma’unah:
Diberikan kepada orang saleh biasa.
Terjadi di saat genting.
Tidak bisa dipelajari atau dilatih.
Membawa manfaat dan keselamatan.
Tidak untuk pamer atau mencari pengaruh.
—
Apa Itu Karomah?
Karomah adalah kejadian luar biasa yang terjadi pada wali Allah—orang yang sangat dekat dengan Allah, memiliki ketaatan luar biasa, dan hidupnya penuh dengan ibadah dan amal saleh. Karomah biasanya lebih “menetap” dan kadang terjadi berkali-kali dalam hidup sang wali.
Contohnya adalah cerita Imam Ahmad bin Hanbal yang mampu mengetahui isi hati orang, atau kisah Sunan Kalijaga yang bisa menyeberangi sungai tanpa perahu. Karomah ini bukan karena mereka sakti, tapi karena kedekatan mereka dengan Allah membuat Allah memberikan “kemuliaan” sebagai tanda kehormatan.
Ciri-ciri karomah:
Terjadi pada wali Allah.
Kadang menetap (bisa terjadi berulang).
Bukan hasil pelatihan, tapi buah dari ketaatan.
Tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Tidak digunakan untuk kepentingan duniawi.
—
Apa Itu Sihir?
Sihir adalah kejadian luar biasa yang berasal dari bantuan jin atau setan, dan biasanya dilakukan oleh orang yang mempelajarinya dengan cara-cara yang diharamkan oleh agama. Tujuannya bisa bermacam-macam: menarik kekayaan, mencelakai orang lain, mencari kekuasaan, atau popularitas.
Contoh sihir adalah orang yang mengaku bisa menggandakan uang, menyakiti orang dari jauh, atau mengendalikan pikiran orang lain. Sihir memang bisa terlihat “wow”, tapi itu bukan pertolongan Allah. Bahkan, sihir adalah dosa besar dan salah satu perbuatan kufur jika dilakukan dengan mengorbankan akidah.
Ciri-ciri sihir:
Bisa dipelajari melalui ritual tertentu.
Dibantu oleh jin atau setan.
Bertentangan dengan ajaran Islam.
Bisa merugikan orang lain.
Biasanya dilakukan untuk kepentingan dunia.
—
Tabel Singkat Perbandingan
—
Kenapa Perlu Memahami Perbedaan Ini?
Di zaman sekarang, banyak orang terpesona dengan yang “gaib-gaib”. Tak sedikit yang lebih tertarik pada orang yang bisa menunjukkan “kehebatan”, daripada yang diam-diam menjaga hubungan dengan Allah. Padahal, ma’unah dan karomah itu tidak untuk dipamerkan, sedangkan sihir justru sering ditampilkan secara terbuka untuk mendapatkan kekaguman.
Ketika kita tidak bisa membedakan mana pertolongan Allah dan mana rekayasa setan, maka kita bisa terjerumus dalam kekaguman yang salah. Bahkan lebih parah, bisa jadi kita menganggap pelaku sihir sebagai orang suci, dan mencurigai wali Allah yang hidupnya sederhana.
—
Penutup: Ukur dengan Al-Qur’an dan Sunnah
Cara terbaik untuk membedakan ma’unah, karomah, dan sihir adalah dengan menilai apakah perbuatan itu sesuai syariat atau tidak. Jika sesuai syariat, tidak merugikan orang lain, dan membawa manfaat spiritual, maka bisa jadi itu ma’unah atau karomah. Tapi kalau bertentangan dengan ajaran Islam, ada unsur kesombongan, atau dilakukan untuk menipu dan mencelakai, maka itu jelas sihir yang harus dihindari.
Jangan mudah terpesona dengan keajaiban. Dalam Islam, yang paling penting bukanlah keajaiban, tetapi ketaatan, keikhlasan, dan ketakwaan.