Monitorday.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersiap menggelar kongres pada 19–20 Juli 2025 dengan semangat baru dan agenda penting: memilih ketua umum baru untuk periode 2025–2030. Dalam penutupan kongres ini, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan hadir memberi arahan dan menutup rangkaian acara.
“Iya, tanggal 20 Juli kita undang Bapak Presiden untuk hadir di acara penutupan Kongres PSI,” kata Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres PSI, Benidiktus ‘Beny’ Papa, kepada wartawan, Jumat (11/7).
Beny menyebut kehadiran Presiden Prabowo merupakan bentuk dukungan moral kepada para kader muda PSI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Selain memberikan pidato arahan dan motivasi, Prabowo juga dijadwalkan secara resmi menutup agenda kongres yang berlangsung selama dua hari itu.
“Kami undang beliau untuk memberikan semangat kepada seluruh kader PSI, sekaligus secara resmi menutup Kongres PSI,” ujarnya.
Selain Prabowo, PSI juga mengundang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran keduanya diharapkan membawa energi positif sekaligus mempererat hubungan politik antara pemerintahan dan partai-partai muda seperti PSI. Tak hanya itu, menurut Beny, PSI juga mengundang para ketua umum partai politik lain untuk hadir sebagai bentuk silaturahmi nasional.
Kongres PSI tahun ini tak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum penting untuk menentukan sosok pemimpin baru yang akan menahkodai PSI lima tahun ke depan. Tiga nama telah resmi ditetapkan sebagai calon ketua umum periode 2025–2030: Ronald A. Sinaga (Bro Ron), Kaesang Pangarep, dan Agus Mulyono Herlambang.
“Jadi dengan ini kami sudah memeriksa kelengkapan dokumen para kandidat dan kami nyatakan bahwa ketiganya memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua umum,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSI, Andy Budiman, dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (24/6).
Penetapan tiga kandidat ini menarik perhatian publik, terutama karena salah satu calon, Kaesang Pangarep, merupakan putra Presiden Joko Widodo sekaligus adik dari Wakil Presiden Gibran. Hal ini semakin memanaskan dinamika internal PSI yang dikenal progresif dan inklusif.
Selama dua hari, para kader PSI dari seluruh Indonesia akan berkumpul untuk membahas program kerja partai, arah politik, serta menyusun strategi pemenangan untuk pemilu mendatang. Kongres ini juga diharapkan menjadi ajang konsolidasi ideologi serta memperkuat komitmen PSI terhadap nilai-nilai solidaritas, keberagaman, dan antikorupsi.
Sebagai partai muda, PSI dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi milenial dan Gen Z, sehingga pemilihan ketua umum baru diharapkan semakin mengakselerasi langkah PSI dalam meraih simpati masyarakat.
Dengan kehadiran Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, momentum kongres kali ini bukan hanya penting bagi internal PSI, tetapi juga menjadi panggung strategis untuk membangun komunikasi antara pemerintah dan partai-partai politik yang punya semangat perubahan.
Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung secara terbuka dan dinamis, dengan debat kandidat yang segar dan partisipatif. PSI menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nanti adalah hasil demokrasi internal yang sehat dan transparan.
Kongres PSI ini menjadi sorotan publik tidak hanya karena dinamika pemilihan ketua umum, tetapi juga karena atmosfer politik nasional yang sedang hangat menjelang persiapan pemerintahan baru di bawah Prabowo-Gibran. Banyak pihak menunggu kejutan apa yang akan muncul dari panggung kongres PSI kali ini.