Monitorday.com – Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjawab tantangan era digital dengan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Driyorejo, kamis 16 Mei 2024.
Program PKM ini diketuai oleh Tri Edliani Lestari, S.S., M.Hum., yang akrab disapa Ani, dengan dukungan tim dosen lintas program studi, terdiri dari Ajeng Dianing Kartika, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Jerman), Dwi Nur Cahyani Sri Kusumaningtyas, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Inggris), Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro, S.Pd., M.Pd. (Dosen Program Studi Seni Musik), Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jerman) dan Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jerman).
Ani pun mengapresiasi kontribusi Tri Wahyuni, S.Pd., guru bahasa Jerman SMAN 1 Driyorejo bersama 40 siswa yang antusias mengikuti program PKM.
Selanjutnya, Ani menjelaskan, fokus utama PKM ini adalah meningkatkan kompetensi bahasa Jerman siswa melalui pemanfaatan media digital bernama Educandy, metode pembelajaran yang inovatif, efektif, dan menyenangkan.
“Siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa Jerman, seperti penguasaan kosakata dan tata bahasa. Selain itu, siswa dapat mengenal dan memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mereka, yang akan membantu dalam pembelajaran di era digital ini,” jelasnya.
Dengan teknologi ini, Ani menilai bahwa siswa dapat memahami materi secara interaktif, mempermudah proses belajar, sekaligus meningkatkan keterampilan digital mereka.
Transformasi Guru dan Siswa
Tidak hanya bermanfaat bagi siswa, program ini juga memberikan dampak positif bagi guru. sehingga lebih interakti saat mengajar. Lebih penting lagi, cara ini sangat bagus untuk memotivasi belajar siswa.
“Kegiatan PKM ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menggunakan media digital untuk tujuan pendidikan. Hal ini tidak hanya membantu mereka dalam pembelajaran bahasa Jerman tetapi juga meningkatkan keterampilan digital yang sangat relevan di masa kini,” tambah Ani.
Antusiasme Siswa dan Harapan ke Depan
Selama pelaksanaan program, antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka aktif mencoba fitur-fitur Educandy, berlatih kosakata, dan mengasah kemampuan tata bahasa dengan semangat tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis teknologi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik.
Ani berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di masa depan, tidak hanya di SMAN 1 Driyorejo tetapi juga di sekolah-sekolah lain.
Dengan keberhasilan program ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung transformasi pendidikan menuju era digital. Ini adalah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan pendidikan di Indonesia.
“Kami ingin berbagi manfaat lebih luas, sehingga lebih banyak siswa dan guru dapat merasakan dampak positif dari pembelajaran berbasis teknologi ini,” tutupnya.