Connect with us

Pangan

Pupuk Indonesia Grup Bagikan 329 Hewan Kurban

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) melaksanakan kegiatan penyaluran hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1445 H. Sebanyak 329 hewan kurban, termasuk sapi dan kambing, telah diserahkan kepada lebih dari 275.844 penerima manfaat di berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, secara simbolis menyerahkan hewan kurban tersebut kepada perwakilan penerima manfaat di Kantor Pupuk Indonesia, Jakarta Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang dikenal dengan nama “Berkah Bersama Pupuk Indonesia”.

Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk syukur perusahaan atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat selama operasional Pupuk Indonesia Grup.

“Keberadaan perusahaan dan kita sebagai individu harus memberikan manfaat. Kegiatan ini menunjukkan internalisasi nilai kebermanfaatan di Pupuk Indonesia Grup berjalan dengan baik,” ujarnya.

Berikut adalah kontribusi anak perusahaan Pupuk Indonesia dalam penyaluran hewan kurban:

  • PT Petrokimia Gresik: 22 ekor sapi dan 98 kambing di Gresik, Surabaya, Lamongan, Jombang, termasuk Pondok Pesantren Tebuireng.
  • PT Pupuk Kujang: 16 sapi dan 4 kambing di Cikampek dan Karawang.
  • PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim): 30 ekor sapi di Bontang, Balikpapan, dan Papua.
  • PT Pupuk Iskandar Muda: 23 sapi dan 2 kambing di Aceh Utara.
  • PT Pupuk Sriwidjaja Palembang: 74 sapi dan 33 kambing di Palembang, Jakarta, Lampung, serta wilayah sekitar kantor perwakilan Pusri di Jawa Timur, Jawa Tengah, Cilacap, Yogyakarta.
  • PT Pupuk Indonesia: 18 sapi di Jakarta, Garut, Indramayu, dan Bandung.

Selain itu, anak perusahaan nonpupuk juga turut serta dalam kegiatan ini:

  • Rekayasa Industri: 3 kambing di Jakarta.
  • Pupuk Indonesia Niaga: 1 sapi dan 1 kambing di Jakarta.
  • Pupuk Indonesia Logistik dan Pupuk Indonesia Utilitas: masing-masing 1 sapi di Tomang dan Gresik.
  • Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA PI) Group: 2 sapi di Jakarta.

Rahmad Pribadi menegaskan bahwa sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat, semua hewan kurban telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.

Hal ini sesuai dengan syariat Islam yang menjamin keamanan konsumsi dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pangan

Wamentan Ungkap Peta Jalan Kemandirian Pangan Nasional

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com –  Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membeberkan langkah besar pemerintah dalam membangun kemandirian pangan nasional. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar urusan produksi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ekonomi rakyat.

Menurut Sudaryono, peta jalan kemandirian pangan diarahkan pada tiga fokus utama: peningkatan produktivitas pertanian, perluasan lahan produksi, dan penguatan sistem distribusi pangan. Kementerian Pertanian menargetkan pencetakan sawah baru seluas 225 ribu hektare pada 2025 sebagai fondasi memperkuat produksi nasional. Langkah ini sekaligus menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan tekanan ekonomi global.

Wamentan menekankan pentingnya substitusi bahan pangan impor dengan komoditas lokal. Singkong, misalnya, akan diproyeksikan menjadi pengganti sebagian kebutuhan gandum yang selama ini masih diimpor. Upaya serupa juga dilakukan terhadap komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, dan gula agar Indonesia bisa berdaulat dalam produksi pangan.

Lebih jauh, Sudaryono menyampaikan bahwa kemandirian pangan harus berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Pemerintah mendorong integrasi antara produksi lokal dan program sosial, seperti “Makan Bergizi Gratis”, agar hasil panen petani bisa terserap langsung oleh lembaga pendidikan dan masyarakat. Dengan demikian, sistem pangan nasional tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pemerataan manfaat ekonomi.

Dalam kerangka kebijakan nasional, arah pembangunan pertanian di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diarahkan untuk menekan impor dan memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya mandiri pangan, tetapi juga mampu menjadi eksportir dan lumbung pangan di kawasan Asia.

Sudaryono mengingatkan bahwa tantangan kemandirian pangan tidak ringan. Masalah utama terletak pada infrastruktur pertanian yang belum merata, akses pupuk dan benih unggul yang terbatas, serta kapasitas penyuluh yang masih perlu ditingkatkan. Pemerintah berkomitmen memperbaiki rantai pasok melalui peningkatan fasilitas irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian modern, serta memperkuat peran Bulog dalam penyerapan hasil panen.

Selain itu, kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) juga akan disesuaikan agar petani mendapat harga yang adil. Dengan harga yang stabil, diharapkan petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi. Pemerintah juga membuka ruang sinergi dengan sektor swasta, BUMN, dan pemerintah daerah agar strategi kemandirian pangan bisa berjalan serempak di seluruh wilayah.

Di akhir pemaparannya, Sudaryono menegaskan bahwa peta jalan kemandirian pangan adalah upaya kolektif bangsa. Ia menaruh keyakinan bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi modern, Indonesia mampu mewujudkan cita-cita menjadi negara yang berdaulat pangan, mandiri, dan berdaya saing globa

Continue Reading

Pangan

Pupuk Indonesia Siapkan Revitalisasi Industri Senilai Rp54 Triliun

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani melalui langkah revitalisasi industri pupuk, khususnya dengan efisiensi penggunaan gas.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa banyak pabrik urea milik perusahaan telah berusia tua sehingga produksinya kurang efisien. Untuk itu, mereka menargetkan revitalisasi menyeluruh dengan anggaran sekitar Rp54 triliun.

“Pabrik-pabrik kami sudah tua. Kami sudah lama tidak membangun pabrik baru. Untuk revitalisasi itu butuh Rp54 triliun — tetapi tetap akan kami lakukan,” ujar Rahmad dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (30/9).


Rahmad menjelaskan bahwa dari total 15 pabrik urea milik Pupuk Indonesia, delapan di antaranya telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Kondisi infrastruktur lama itu menyebabkan konsumsi gas per ton urea sangat tinggi — rata-rata 28 MMBTU — bahkan bisa mencapai 32,2 MMBTU di pabrik tua. Angka ini jauh di atas standar global.

Revitalisasi ditargetkan dapat menurunkan konsumsi gas hingga 25 MMBTU per ton urea pada tahun 2035, sehingga otomatis menekan biaya produksi dan memungkinkan perusahaan menawarkan harga pupuk yang lebih terjangkau.


Salah satu proyek jangka pendek yang sudah berjalan adalah pembangunan Pabrik Pusri IIIB melalui anak usaha PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Palembang. Dijadwalkan selesai pada 2027, pabrik baru ini dirancang untuk menggantikan fasilitas lama dengan teknologi terkini.

“Dengan hadirnya Pusri IIIB, efisiensi konsumsi gas bisa diturunkan dari 32 MMBTU per ton menjadi 21,7 MMBTU per ton urea,” jelas Rahmad.
Efisiensi ini diperkirakan menghasilkan penghematan biaya produksi sekitar Rp1,5 triliun per tahun.

Rahmad berharap kehadiran Pusri IIIB akan menjadikan Pusri sebagai perusahaan pupuk yang secara teknologi paling muda dan efisien, meskipun usianya sebagai perusahaan sudah lama.


Langkah revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kontinuitas pasokan pupuk tetapi juga menjaga harga pupuk subsidi maupun non-subsidi tetap terjangkau bagi petani. Dengan efisiensi produksi dan modernisasi fasilitas, Pupuk Indonesia berharap bisa menjawab tantangan kebutuhan pupuk nasional secara lebih andal dan berkelanjutan.

Continue Reading

Pangan

Peduli Palestina, BULOG Siapkan 10 Ribu Ton Beras

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perum BULOG menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan Indonesia dengan menyiapkan bantuan pangan sebesar 10 ribu ton beras untuk rakyat Palestina. Bantuan ini berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG dan telah dikoordinasikan langsung bersama pemerintah pusat.

“Perum BULOG telah mempersiapkan 10 ribu ton beras terbaik yang berasal dari penyerapan petani dalam negeri. Ini adalah bentuk solidaritas bangsa Indonesia kepada saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Rizky Puspitasari Umagaf, Wakil Pemimpin BULOG Wilayah DKI Jakarta dan Banten, saat melakukan peninjauan di Gudang BULOG Sunter, Jakarta Utara, Selasa (5/8/2025).

Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Luar Negeri. Mereka secara langsung memeriksa kesiapan stok dan kualitas beras di Gudang Sunter Timur VI dan XIV yang akan digunakan dalam misi kemanusiaan ini.

Rizky menegaskan bahwa beras yang disiapkan merupakan hasil penyerapan dalam negeri pada Mei 2025, sebagai bagian dari pencapaian BULOG dalam menyerap hingga 3 juta ton beras dari petani nasional tahun ini.

“Kami memastikan kualitasnya sangat baik, karena ini membawa nama baik Indonesia dalam misi kemanusiaan global. BULOG siap kapan pun pemerintah memberikan arahan lebih lanjut,” lanjutnya.

Penyaluran bantuan pangan ke luar negeri ini dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2025, yang mengatur penggunaan CBP untuk bantuan internasional hanya melalui arahan resmi pemerintah.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari penguatan diplomasi kemanusiaan Indonesia, menyusul kunjungan Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer S, ke Jakarta pada 15–17 Juni 2025 lalu. Dalam pertemuan bilateral tersebut, kerja sama di bidang pertanian dan bantuan kemanusiaan menjadi fokus pembahasan antara kedua negara.

Sebagai BUMN strategis di bidang pangan, Perum BULOG memiliki kapasitas logistik yang andal dan sistem pengawasan mutu ketat, menjadikannya ujung tombak dalam penyaluran pangan baik di dalam maupun luar negeri. Jaringan gudang yang tersebar luas juga menjadi kekuatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan solidaritas internasional.

“Bantuan ini bukan sekadar pengiriman pangan, tetapi juga pesan moral bahwa Indonesia hadir dan peduli pada penderitaan rakyat Palestina. BULOG siap menjadi perpanjangan tangan negara dalam menjalankan misi kemanusiaan ini,” tutup Rizky.

Pengiriman bantuan ini diharapkan dapat segera terealisasi setelah proses administrasi, sertifikasi mutu, dan logistik rampung. Langkah ini juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat peran aktifnya dalam diplomasi global berbasis kemanusiaan.

Continue Reading

Pangan

Bulog Siap Salurkan Bantuan Beras untuk 18,27 Juta Warga

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perum Bulog memastikan kesiapannya dalam menyalurkan bantuan pangan beras kepada 18,27 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Indonesia. Penyaluran akan dilakukan usai terbitnya surat penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada 4 Juli 2025.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, M. Suyamto, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program penebalan bantuan sosial tahun 2025 yang digagas pemerintah. Tujuannya untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menekan inflasi pangan, terutama komoditas beras.

“Kami telah menerima penugasan resmi dari Bapanas, dan seluruh lini distribusi Bulog siap bergerak. Kami memastikan kualitas beras yang disalurkan adalah beras terbaik dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” ujar Suyamto di Jakarta, Sabtu (12/7).

Berdasarkan surat Bapanas Nomor 170/TS.03.03/K/7/2025, penyaluran bantuan dilakukan secara “one shoot”, atau satu kali pengiriman untuk alokasi dua bulan sekaligus, yakni Juni dan Juli 2025. Setiap penerima akan mendapatkan 20 kilogram beras, masing-masing 10 kg untuk setiap bulan.

Data penerima telah ditetapkan oleh Bapanas melalui koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos), guna memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif.

Bulog telah menyiapkan sistem distribusi menyeluruh, mulai dari stok CBP di seluruh gudang, armada logistik, hingga penggunaan teknologi informasi untuk memantau distribusi secara real-time. Proses distribusi dirancang berjalan secara efisien dan akuntabel, dengan mengutamakan ketepatan jumlah, lokasi, dan waktu.

Sebagai bagian dari strategi nasional ketahanan pangan dan perlindungan sosial, Bulog memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Bapanas, Kemensos, dan pemerintah daerah.

“Bulog berkomitmen menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan sinergi. Kami akan terus mendukung pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial serta menjaga akses pangan masyarakat,” tegas Suyamto.

Dalam kesempatan yang sama, Bulog menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang terus mendorong penguatan program bantuan pangan sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Continue Reading

Pangan

Industri Kelapa Naik Daun, Indonesia Pacu Nilai Tambah Lewat Hilirisasi

Mentan Andi Amran menegaskan hilirisasi kelapa sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah pertanian nasional dan merebut peluang ekspor global.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi sektor pertanian akan menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri. Salah satu komoditas yang menjadi prioritas adalah kelapa.

Hal ini mengingat ketersediaan bahan baku kelapa yang melimpah di Tanah Air. Menurutnya, kebijakan tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Amran menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Sri Lanka, Dewi Agustina Tobing, di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Menurut Mentan, saat ini terjadi pergeseran pola konsumsi di sejumlah negara—terutama di China—dari susu ke santan dan produk kelapa lainnya seperti virgin coconut oil (VCO). Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia.

“Ini adalah berkah bagi Indonesia karena negara-negara Eropa tidak memiliki iklim yang memungkinkan untuk menanam kelapa,” kata Amran, seperti tertulis dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian, dikutip Ahad (15/6/2025).

Ia menambahkan, dari sekitar 2 juta ton kelapa yang diekspor Indonesia setiap tahun dalam bentuk bahan mentah, nilai ekspornya mencapai sekitar Rp 20 triliun. Namun, apabila kelapa tersebut diolah menjadi produk hilir, nilainya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat.

“Kalau dihilirisasi, potensi nilainya bisa mencapai Rp 40 hingga Rp 60 triliun. Ini yang ingin kita dorong ke depan,” ujar Amran.

Dalam upaya memperluas ekspansi hilirisasi, Mentan juga menjajaki peluang kerja sama dengan negara sahabat. Pada pertemuan dengan Dubes RI untuk Sri Lanka, dibahas potensi kolaborasi dalam mengembangkan industri olahan kelapa dengan Sri Lanka.

Dubes Dewi Agustina Tobing menjelaskan, perusahaan-perusahaan di Sri Lanka memiliki teknologi pengolahan kelapa yang canggih, termasuk untuk sabut dan batok kelapa. Teknologi ini dinilai sangat cocok dan bermanfaat jika diterapkan di Indonesia.

“Perusahaan Sri Lanka sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka memiliki teknologi yang mampu mengolah seluruh bagian kelapa menjadi produk bernilai tinggi,” kata Dewi.

Selain kelapa, keduanya juga membahas kemungkinan kerja sama di komoditas teh. Menurut Dubes Dewi, beberapa perusahaan Sri Lanka berminat berinvestasi dalam pengolahan teh di Indonesia guna meningkatkan nilai tambah produk teh nasional.

“Dengan pengolahan yang tepat, nilai produk teh kita bisa jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Dubes Dewi juga menyampaikan bahwa capaian Indonesia dalam produksi beras menjadi perhatian pemerintah Sri Lanka. Bahkan, kata dia, Presiden dan sejumlah pejabat tinggi negara tersebut menyatakan minat mempererat kerja sama dengan Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Continue Reading

Pangan

Rumah BUMN Jadi Jembatan UMKM Ekspor Sambal ke Luar Negeri

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Sambal Kawani, produk sambal kemasan asal Jakarta, semakin mantap memperluas pasar ekspornya hingga berhasil membawa cita rasa autentik khas Indonesia ke mancanegara, khususnya ke negara Taiwan.

Pemilik Sambal Kawani Daniel Hendra menceritakan pandemi Covid-19 sendiri menjadi titik balik bagi usaha yang ia kelola. Pasalnya, sebelum pandemi, Daniel sempat mengelola restoran ayam goreng di salah satu wisma di area Kelapa Gading.

“Waktu itu, omzet kami bisa mencapai Rp3,5 juta per hari dari penjualan masakan ayam. Namun, saat pandemi mulai meluas, orang-orang bekerja dari rumah dan food court jadi sepi. Pemasukan menurun drastis,” ujar Daniel.

Penurunan omzet ini berlangsung selama berbulan-bulan. Meski demikian, Daniel mulai melihat peluang baru. Saat beberapa pelanggan kembali untuk makan ayam goreng, ia menyadari ada satu elemen yang tetap dicari, yaitu sambal khasnya.

“Turning point-nya pada saat sudah Covid-19 mulai balik, orang mulai makan di luar lagi. Dan saat orang datang untuk makan ayam kita, ternyata mereka suka sambalnya. Dengan begitu, kita berpikir untuk fokus ke sambal aja,” tutur Daniel.

Seiring waktu, Daniel pun menyadari bahwa sambalnya tidak hanya digemari oleh pelanggan lokal, tetapi juga oleh mereka yang merindukan cita rasa masakan rumahan Indonesia. Momen tersebut membuat Daniel berpikir ulang tentang cara agar sambalnya dapat menjangkau lebih banyak orang. Dari sinilah ide untuk memproduksi sambal kemasan muncul, menghadirkan rasa autentik masakan rumah khas Indonesia bagi siapa pun, termasuk diaspora yang merindukan kampung halaman.

“Kami sadar, orang suka sambalnya. Jadi, kenapa tidak dijual terpisah saja? Dari situ, kami mulai produksi sambal dalam kemasan,” tambahnya.

Keputusan itu terbukti tepat. Hasilnya, tidak hanya diterima di pasar lokal, Sambal Kawani berhasil mencatatkan pesanan dari Taiwan hingga ribuan botol. Daniel juga terus mengembangkan produknya menjadi 18 varian rasa, seperti sambal ikan roa, cakalang, cumi, oseng iga, teri pete, hingga chili oil.

“Tahun ini, permintaan dari Taiwan tidak hanya untuk sambal bawang, tetapi juga untuk varian rasa baru. Oleh karena itu, kami mulai mengembangkan lebih banyak varian rasa sambal yang sesuai dengan selera pasar,” ungkap Daniel.

Upaya pengembangan varian sambal ini terbukti efektif dalam mendorong penjualan. Daniel mengungkapkan bahwa omzet saat ini mencapai puluhan juta Rupiah, tergantung pada musim penjualan dan permintaan pasar, baik ekspor maupun lokal. Potensinya terus tumbuh seiring dengan ekspansi pasar yang terus dilakukan.

Melihat peluang besar di pasar Asia, Daniel mulai mengincar negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Keputusan ini bukan tanpa dasar. Berdasarkan data diaspora Indonesia di luar negeri, permintaan terhadap produk makanan khas Indonesia cukup tinggi, terutama di Singapura dan Amerika Serikat. Daniel menyebutkan permintaan dari negara-negara tersebut masih bersifat jastip (jasa titip). Daniel optimistis ke depan dapat memperoleh pesanan dengan sistem bulking.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa kesuksesan Sambal Kawani tidak terlepas dari dukungan Rumah BUMN BRI Jakarta, yang diikutinya sejak 2022. Melalui program tersebut, Daniel mendapatkan wawasan baru tentang branding, strategi digitalisasi, hingga pengelolaan keuangan.

“Biasanya di grup tersebut ada sesi sharing dengan topik berbeda yang sangat berguna untuk pengembangan usaha kita, mulai dari digital marketing, manajemen konten, hingga pengurusan sertifikasi halal,” ujarnya.

Sementara pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa BRI tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan yang membantu usaha lokal memahami strategi pemasaran dan memperluas jaringan untuk meningkatkan penjualan mereka.

“Peran aktif Rumah BUMN Jakarta dalam mendukung UMKM ini selaras dengan komitmen BRI dalam memberdayakan pelaku usaha melalui program pelatihan dan pendampingan. Rumah BUMN tidak hanya sekadar menjadi tempat pertemuan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kapasitas dan kapabilitas yang membantu UMKM,” pungkas Hendy.

Continue Reading

Pangan

Pupuk Indonesia Wujudkan Ketahanan Pangan di Forum Internasional

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan regional dengan berpartisipasi dalam forum internasional terbesar industri pupuk di Bali.

Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan pemerintah dari berbagai negara, serta menjadi ajang penting untuk membangun kerja sama di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dalam pidatonya menekankan pentingnya kolaborasi lintas batas dalam menghadapi tantangan global, seperti krisis pangan, gangguan rantai pasokan, dan perubahan iklim.

“Forum ini bukan hanya konferensi, tapi platform penting yang menyatukan para pemangku kepentingan industri pupuk dari Asia dan dunia. Melalui forum seperti ini, kita dapat memperkuat kerja sama dan mendorong posisi strategis Indonesia di tingkat regional,” ungkap Rahmad.

Rahmad juga mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia kini menempati posisi keenam sebagai produsen pupuk terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk, baik di tingkat nasional maupun regional.

“Ketahanan pangan hanya dapat tercapai jika rantai pasok pupuknya stabil dan kita memiliki visi bersama,” tambahnya.

Sebagai pemain utama di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara, Pupuk Indonesia membawa visi menjadi perusahaan agrosolusi dan petrokimia kelas dunia.

Perusahaan ini mengelola lima kawasan industri pupuk dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 9,4 juta ton urea dan 4 juta ton NPK, yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang hilirisasi petrokimia di dalam negeri.

Rahmad juga menyoroti pentingnya ketersediaan bahan baku pupuk, seperti fosfat dan potash, yang tidak seluruhnya dapat dipenuhi dari dalam negeri. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia menjalin kolaborasi global untuk memastikan pasokan bahan baku tetap aman.

“Melalui forum ini, kami berupaya memastikan ketersediaan bahan baku sebagai bagian dari strategi swasembada pangan Indonesia,” tegasnya.

Dalam upayanya memastikan keberlanjutan pasokan pupuk, Pupuk Indonesia terus mempercepat pembangunan fasilitas produksi domestik, termasuk revitalisasi Pabrik Pusri IIIB dan revamping pabrik Amonia PKT II untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.

Selain itu, proyek pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), juga menjadi prioritas untuk memperkuat distribusi pupuk di wilayah Indonesia timur.

“Revitalisasi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menjaga keterjangkauan harga pupuk, serta menyesuaikan kapasitas produksi dengan pertumbuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat,” ujar Rahmad.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Pupuk Indonesia tidak hanya memperkuat daya saing industri pupuk dalam negeri, tetapi juga mengokohkan posisi Indonesia sebagai simpul utama rantai pasok pupuk di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Ini membuka peluang kerja sama global yang lebih luas demi menciptakan industri pupuk dan petrokimia yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.

Continue Reading

Pangan

Berkat Homologasi, Rajawali Nusindo Pastikan Keberlanjutan operasional dan Pemulihan Kinerja Perusahaan

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Rajawali Nusindo, anak usaha dari Holding Pangan BUMN ID FOOD, resmi mendapatkan persetujuan mayoritas kreditor atas skema restrukturisasi utang dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan dalam upaya pemulihan kinerja dan keberlanjutan bisnis.

Rapat pemungutan suara terkait skema perdamaian dilaksanakan pada Selasa (15/4), yang kemudian disusul dengan pengesahan Perjanjian Perdamaian (homologasi) oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (17/4).

Dalam rapat tersebut, kreditor konkuren menyetujui proposal restrukturisasi dengan tingkat persetujuan 95% dari jumlah kreditor, yang mewakili 83% nilai tagihan. Sementara itu, kreditor separatis (perbankan) menyetujui dengan suara mayoritas 83%, mewakili 98% dari nilai tagihan separatis.

“Hasil voting tersebut telah disahkan melalui putusan homologasi oleh Pengadilan Niaga,” ungkap VP Sekretaris Perusahaan ID FOOD, Yosdian Adi Pramono, di Jakarta.

Dengan disahkannya proposal perdamaian ini, Rajawali Nusindo akan segera melaksanakan kewajiban pembayaran sesuai skema restrukturisasi yang telah disepakati. Yosdian menyebut keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan kuat dari para kreditor terhadap kemampuan Rajawali Nusindo untuk menjalankan rencana bisnisnya secara konsisten sebagai perusahaan trading dan distribusi.

Pasca homologasi, ID FOOD mendorong Rajawali Nusindo untuk fokus memperbaiki kinerja operasional dan memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang. Yosdian menekankan bahwa keputusan ini menjadi titik balik penting bagi perusahaan untuk memperkuat fundamental bisnis, memperbaiki arus kas, serta menjaga kelangsungan operasional.

“Restrukturisasi ini dirancang untuk memperbaiki arus kas yang digunakan sebagai modal kerja, sekaligus memberi waktu pemulihan agar penjualan dan operasional perusahaan kembali stabil,” jelasnya.

Yosdian juga menyatakan bahwa proses PKPU memberikan kepastian hukum, baik bagi kreditor maupun bagi Rajawali Nusindo, dalam menjalankan kegiatan bisnisnya secara normal.

“Seluruh kegiatan operasional Rajawali Nusindo akan tetap berjalan seperti biasa. Kami berkomitmen melaksanakan restrukturisasi ini sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing perusahaan,” tegasnya.

Homologasi ini, tambah Yosdian, merupakan hasil nyata dari komitmen manajemen dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelangsungan bisnis Rajawali Nusindo. Ke depan, perusahaan akan fokus pada evaluasi strategis dan peningkatan efisiensi sebagai bagian dari proses pemulihan menyeluruh.

Continue Reading

Pangan

Ampas Kopi Bisa Jadi Emas Hijau, Kok Bisa?

Pakar UGM dorong gerakan daur ulang ampas kopi demi ekonomi sirkular dan lingkungan lestari. Limbah kopi punya potensi jadi produk bernilai tinggi.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Siapa sangka, ampas kopi yang biasa kita buang ternyata menyimpan potensi emas bagi lingkungan dan ekonomi. Pakar lingkungan dari Universitas Gadjah Mada, Chandra Wahyu Purnomo, dengan lantang mendorong gerakan pengumpulan limbah kopi, khususnya ampasnya, agar bisa diolah kembali menjadi produk bernilai jual. Di tengah ancaman krisis lingkungan dan meningkatnya volume sampah, Chandra menyuarakan solusi yang bukan hanya inovatif, tapi juga visioner.

“Ampas kopi biasanya langsung dibuang dan menjadi satu dengan sampah lainnya. Padahal kalau kita mau kumpulkan, itu bisa dijadikan barang yang bernilai ekonomi,” tegas Chandra pada Sabtu (19/4/2025). Suaranya penuh semangat, seperti ingin segera mengubah persepsi masyarakat bahwa limbah tak selalu berarti sampah tak berguna.

Apa yang disampaikan Chandra bukan sekadar wacana. Ia menyebutkan bahwa sejumlah penelitian telah membuktikan potensi ampas kopi. Salah satu pemanfaatan yang tengah dikembangkan adalah pengolahan ampas menjadi arang aktif. Bahan ini dikenal mampu menyerap zat-zat berbahaya dalam air, menjadikannya alat filtrasi alami yang efektif dan ramah lingkungan.

Namun, tak hanya sebatas itu. Chandra juga menyayangkan bila ampas kopi terus-menerus dibuang sembarangan. Ia memperingatkan bahwa limbah kopi yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi polutan. “Justru kalau dibuang sembarangan bisa menjadi polutan dan mencemari sungai,” ujarnya. Peringatan itu bukan tanpa dasar, mengingat limbah organik seperti ampas kopi bisa menghasilkan zat berbahaya jika terdegradasi secara tidak tepat.

Di balik ancaman itu, ada pula secercah harapan. Saat ini sudah mulai muncul gerakan dan inisiatif dari masyarakat serta pelaku industri yang memanfaatkan limbah kopi menjadi barang-barang bermanfaat. Salah satu yang menarik adalah pengolahan limbah kopi menjadi furnitur ramah lingkungan. Ampas kopi ternyata bisa digunakan untuk memperbaiki tekstur dan warna pada furnitur kayu, sementara kulit ari biji kopi diolah menjadi bahan alternatif untuk meja dan kursi.

Gerakan ini seolah menjadi energi baru bagi ekonomi sirkular di Indonesia. Inovasi seperti ini membuka peluang baru dalam penciptaan produk hijau yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga membawa misi pelestarian lingkungan. Potensinya makin besar jika mengingat fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Dengan produksi kopi yang tinggi, limbah yang dihasilkan pun melimpah – sebuah tantangan sekaligus peluang besar untuk inovasi.

Energi perubahan itu kini tinggal menunggu dukungan lebih luas dari masyarakat dan pemerintah. Chandra berharap ke depan akan muncul lebih banyak kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem daur ulang yang kuat. Ia percaya, jika dikelola serius, ampas kopi bisa menjadi bagian dari gerakan hijau nasional yang nyata dan berdampak luas.

Dari seduhan pagi hari yang sederhana, kini ampas kopi punya kesempatan untuk jadi pahlawan baru bagi lingkungan. Gerakan ini bukan sekadar soal mendaur ulang, melainkan tentang bagaimana kita mengubah cara pandang terhadap limbah. Dari sesuatu yang dianggap sisa, menjadi sesuatu yang bernilai dan berdaya guna. Indonesia punya potensi besar, dan momentum perubahan ini tinggal menunggu satu langkah nyata: mengumpulkan, mengolah, dan memberi makna baru pada setiap ampas yang tersisa.

Continue Reading

Pangan

Restoran Hidup Kembali Berkat Makan Gratis

Program MBG menyelamatkan gizi anak sekaligus menghidupkan kembali industri kuliner lokal yang nyaris bangkrut, membentuk ekosistem baru yang berkelanjutan dan penuh dampak sosial.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Ketika dapur-dapur nyaris padam dan panci-panci berdebu, program Makan Bergizi Gratis datang seperti angin segar. Bukan sekadar memberi makan anak-anak, tapi juga menyelamatkan industri kuliner dari jurang kebangkrutan.

Restoran yang hampir tutup kini kembali menyalakan kompor. Dapur yang sempat dingin kini penuh aroma sedap dan aktivitas penuh semangat. Semua ini terjadi berkat satu gebrakan kebijakan: Makan Bergizi Gratis (MBG). Program besutan Badan Gizi Nasional (BGN) ini telah menjelma menjadi penyelamat gizi anak sekaligus pahlawan ekonomi bagi pelaku usaha kuliner.

“Restoran yang sudah sepi, bahkan mau tutup, sekarang punya pelanggan tetap minimal 3.000 per hari,” ungkap Kepala BGN, Dadan Hindayana, dengan semangat di hadapan Presiden RI dalam Sarasehan Ekonomi di Jakarta. Apa yang ia sampaikan bukan sekadar angka. Di balik angka-angka itu ada nyawa usaha kecil yang terselamatkan, ada pekerja yang kembali tersenyum, dan ada dapur yang kembali hidup.

Program MBG bukan hanya proyek jangka pendek. Ini adalah investasi jangka panjang yang menyentuh dua sisi penting kehidupan bangsa: anak-anak sebagai generasi penerus, dan UMKM kuliner sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan melibatkan restoran, katering lokal, hingga kantin sekolah, program ini menjelma menjadi ekosistem baru yang dinamis dan inklusif.

Contohnya di Bogor, sebuah kantin sekolah di bawah Yayasan Boswa Bina Insani kini bukan hanya melayani siswa sekolah asalnya. Setelah digandeng dalam program MBG, kantin tersebut melayani 10 sekolah sekitar, menyuplai makanan sehat untuk 3.000 anak per hari. Omzet harian mereka melonjak dari Rp2-3 juta menjadi Rp6 juta. Sebuah lompatan besar yang bukan hanya soal angka, tapi juga soal keberlanjutan.

Cerita serupa banyak ditemukan di berbagai daerah. Bahkan di tempat-tempat yang sulit dijangkau seperti kawasan 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal—BGN tengah menyiapkan tender untuk membangun lebih dari 1.500 satuan pelayanan gizi yang dibiayai penuh oleh APBN. Ini bukan hanya tentang makan, tapi tentang kehadiran negara yang nyata, menyentuh hingga pelosok dan memberi harapan baru bagi masa depan.

Dari ujung dapur hingga meja makan anak-anak, MBG telah menciptakan rantai nilai yang saling menguatkan. Di satu sisi, anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang lebih baik dan merata. Di sisi lain, pelaku usaha mikro seperti pemilik kantin dan restoran lokal kembali mendapatkan napas usaha. Tak hanya mereka bisa bertahan, tapi juga berkembang.

Program ini membuktikan bahwa solusi masalah bangsa tidak selalu harus rumit. Terkadang, cukup dengan menyajikan sepiring makanan sehat dengan cinta dan sistem yang tepat, perubahan besar bisa terjadi. Tidak hanya membuat perut kenyang, tetapi juga membuat ekonomi berdenyut kembali.

Inilah wajah baru kebijakan publik yang enerjik dan berdampak luas. Di tengah tantangan global dan tekanan ekonomi, MBG hadir sebagai contoh sinergi yang dinamis antara kepedulian sosial dan keberlanjutan ekonomi. Satu kebijakan, dua kemenangan: anak-anak sehat, dapur rakyat hidup kembali.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget6 hours ago

Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung

LakeyBanget7 hours ago

Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026

LakeyBanget7 hours ago

Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya

News7 hours ago

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Review20 hours ago

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

News20 hours ago

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

News1 day ago

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

News1 day ago

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

News1 day ago

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

News1 day ago

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

LakeyBanget1 day ago

Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung

LakeyBanget1 day ago

Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero

News1 day ago

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

News1 day ago

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

News2 days ago

Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel

News2 days ago

Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI

LakeyBanget2 days ago

Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara

News2 days ago

Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat

LakeyBanget2 days ago

Menperin Tegaskan Motor Listrik Tanpa Insentif Baru Tahun Ini

LakeyBanget2 days ago

Tangis Haru Pecah Usai Usai Raih Gelar Perdana di Thailand Masters 2026

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.