Monitorday.com – Petenis peringkat satu dunia, Jannik Sinner, mengukuhkan dominasinya di Wimbledon 2025 dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Amerika Serikat, Ben Shelton, pada babak perempat final, Rabu (9/7) waktu setempat. Meski sempat diragukan tampil akibat cedera siku, Sinner menepis semua kekhawatiran lewat performa solidnya, menang tiga set langsung: 7-6(2), 6-4, 6-4.
Kemenangan ini mengantar petenis asal Italia itu ke semifinal Wimbledon untuk kedua kalinya sepanjang kariernya.
“Saya sangat, sangat senang dengan penampilan hari ini. Bermain melawan Ben selalu menantang, servisnya luar biasa. Tapi saya suka tantangan seperti ini,” ujar Sinner dalam wawancara usai laga di Centre Court.
Sebelumnya, Sinner sempat tertinggal dua set melawan Grigor Dimitrov di babak keempat sebelum lawannya mundur karena cedera. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran soal kebugarannya. Namun, melawan Shelton, Sinner tampil bugar dan fokus selama dua jam 19 menit.
Ia merebut tujuh poin beruntun di tie-break set pertama, lalu mencetak break penentu di masing-masing set kedua dan ketiga untuk menyegel kemenangan keenam berturut-turut atas Shelton.
“Perkembangannya jauh lebih baik dari kemarin ke hari ini. Saya hanya sempat latihan singkat di dalam ruangan, 20 menit dengan pelatih, tapi tidak ada alasan. Ini Wimbledon – panggung terbesar,” tegasnya.
Menghadapi servis keras Shelton, Sinner tampil efektif dan tenang. Ia mencatatkan 89 persen kemenangan poin dari servis pertamanya (50/56), mengungguli Shelton yang mencatat 80 persen (48/60), menurut data ATP.
Shelton sempat membuka peluang break di awal set kedua, tetapi Sinner meningkatkan intensitas permainan untuk menggagalkan upaya tersebut. Tekanan dari Sinner pada servis Shelton di gim penutup dua set terakhir menjadi kunci kemenangan.
Meski Shelton menyelamatkan dua match point, ia tak mampu mencegah kekalahan di set ketiga.
Sinner kini bersiap menghadapi semifinal Wimbledon keduanya, setelah tahun lalu tersingkir dari Novak Djokovic di babak yang sama. Kali ini, Sinner hadir sebagai petenis nomor satu dunia dan juara tiga kali Grand Slam.
“Saya ingat pertama kali bermain di semifinal Wimbledon, rasanya luar biasa. Tapi setahun sangat berarti, saya merasa lebih dewasa dan lebih siap sekarang,” kata Sinner yang kini berusia 23 tahun.
“Wimbledon adalah turnamen paling spesial di kalender tenis. Berada di semifinal lagi sangat berarti dan saya harap bisa memainkan pertandingan hebat.”