Sedekah adalah amalan sunah dalam Islam yang sangat dianjurkan, diyakini membawa berkah, rezeki, dan keajaiban. Dilakukan dengan iman tulus mengharap ridha Allah.
Sedekah adalah bukti keimanan sejati yang harus dilakukan dengan ikhlas semata-mata mencari ridha Allah, bukan pujian manusia. Ia mendatangkan keberkahan dan tidak mengurangi harta.
Sholat Dhuha adalah sedekah untuk persendian tubuh dan penjamin rezeki, sesuai hadits Nabi. Dilakukan setelah matahari terbit hingga Dzuhur, kecuali saat terbit.
Islam menekankan keseimbangan antara duniawi dan spiritual, menolak penarikan diri total. Nabi SAW dan ulama pun bekerja, mencari rezeki, serta berupaya keras.
Rizki Islam: karunia ilahi butuh upaya syariat. Materialisme modern menyempitkan rizki jadi uang, mengikis iman. Rizki sejati terkait ketaatan, mencakup istiqomah, ketenangan, amal saleh.
Qana'ah dan syukur adalah kunci kebahagiaan sejati, bukan harta. Raih ketenangan jiwa dengan menerima karunia Allah dan mensyukuri setiap nikmat-Nya, menjauhkan diri dari ambisi duniawi.
Nabi Ibrahim, Abul Anbiya, berdoa untuk keamanan dan rezeki Makkah. Kisah ini menegaskan pentingnya iman, hikmah takdir Allah, serta berkat dunia akhirat.
Silaturahim, perintah agung Nabi Muhammad, membawa keberkahan rezeki, ampunan, dan rahmat. Ia berarti menyambung tali kasih sayang, bahkan dengan yang memutusnya, cerminan hati mukmin sejati.
Bekerja adalah ibadah dan ikhtiar mulia, dicontohkan para Nabi. Rezeki yang dicari dengan tangan sendiri, jujur, dan halal akan mendatangkan keberkahan, bukan hanya kuantitas.
Sebuah percakapan dengan seorang sopir taksi mengungkapkan rahasia keberhasilannya dalam menghasilkan pendapatan yang layak, meski dalam kondisi industri taksi yang tergerus oleh kemunculan layanan taksi online....