Tasawuf adalah upaya pemurnian diri dalam Islam, menekankan akhlak mulia dan kesucian batin. Asal-usulnya beragam, namun syariat adalah fondasi mutlaknya yang tak terpisahkan.
Narasi kenabian dan ulama menyoroti kekhawatiran perubahan fungsi masjid menjadi pusat duniawi, mengancam esensi ibadah. Islam mungkin tinggal nama, namun ada janji bagi penjaga kesucian masjid.
‘Uzlah, pengasingan diri, adalah upaya mencapai ketenangan hati dan introspeksi spiritual. Ulama seperti Ibnu Taimiyah & Al-Jauzi tekankan manfaatnya untuk ibadah dan peningkatan diri.
Zuhud adalah detasemen hati dari duniawi, bukan penolakan atau kemiskinan. Menawarkan ketenangan batin, prioritaskan spiritualitas, dan tekankan keyakinan pada janji Allah.
Tazkiyatun nafs, pembersihan jiwa, adalah tujuan utama ibadah dan misi Rasulullah, esensial untuk kesucian hati, adab mulia, dan kesuksesan spiritual sejati.
Memahami konsep takwa dalam Islam melalui tiga tingkatan: dari kesadaran dosa hingga ketergantungan mutlak pada Allah dan cinta-Nya, menjanjikan keutamaan besar.
Imam Hasan Al Bashri menjelaskan makna tawadhu' sejati: melihat setiap Muslim lebih baik dari diri. Sikap batin ini kunci akhlak mulia, jauh dari ujub dan takabur.
Al-Quran mengajarkan sabar dan shalat sebagai penolong sejati. Sabar adalah pengendalian diri aktif; shalat melatih ketenangan. Keduanya membentuk jiwa muthma'innah yang penuh keberkahan.
Artikel ini membahas makna ibadah yang luas, bukan hanya shalat, melainkan seluruh aspek kehidupan berniat karena Allah. Disertai tips menjaga semangat beribadah.