Refleksi Imam Al Ghazali tentang kekuasaan sejati, di mana kendali diri atas syahwat dan emosi lebih besar dari kekuasaan raja. Kisah dari Ihya Ulumuddin.
Zuhud adalah detasemen hati dari duniawi, bukan penolakan atau kemiskinan. Menawarkan ketenangan batin, prioritaskan spiritualitas, dan tekankan keyakinan pada janji Allah.
Islam menekankan keseimbangan antara duniawi dan spiritual, menolak penarikan diri total. Nabi SAW dan ulama pun bekerja, mencari rezeki, serta berupaya keras.
Perbincangan dua Tabi'in, Salamah bin Dinar & Abdurrahman bin Zaid, membahas 'cinta dunia'. Salamah menjelaskan kecintaan dunia tak tercela jika tak melanggar larangan atau menghalangi kebaikan...
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin menjabarkan lima akhlak mulia penanda ulama akhirat: khasyyah, khusyu’, tawadhu’, husnul khuluq, dan zuhud. Ini peta jalan menuju ilmu bermanfaat.
Monitorday.com – Zuhud dalam Islam erat kaitannya dengan meninggalkan hal-hal yang sifatnya duniawi. Muslim dengan sikap zuhud lebih mementingkan urusan akhirat ketimbang duniawi. Zuhud menandakan tingkat...