Monitorday.com – Program Studi Linguistik Terapan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan International Seminar on Humanity, Education and Language (ISHEL) 2025 secara daring pada Sabtu (05/07).
Seminar ini diikuti oleh 179 peserta dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional, dengan 150 di antaranya berperan sebagai presenter yang memaparkan hasil riset terkait tema pendidikan, bahasa, dan kemanusiaan.
Sejumlah pembicara kunci turut dihadirkan dalam forum akademik lintas negara ini, di antaranya Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Elshemy, Associate Prof. Dr. Yusri Kamin dari Universiti Teknologi Malaysia, dan Associate Prof. Dr. Mohd Aidil Subhan dari National Institute of Education, Singapore, yang membuka wawasan peserta mengenai isu-isu kontemporer pendidikan dan humaniora.
Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Dedi Purwana, M.Bus menegaskan dalam sambutannya bahwa dinamika global menuntut dunia pendidikan untuk terus adaptif dan inovatif dalam menyiapkan generasi yang mampu merespons tantangan. Menurutnya, bahasa sebagai medium komunikasi memainkan peran penting dalam membangun rasa kemanusiaan dan harmoni lintas budaya.
“Kita tidak bisa menafikan peran bahasa dalam membangun semangat perdamaian, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, kegiatan seminar ini menjadi medium strategis untuk mempertemukan gagasan, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin,” ujarnya.
Lebih komprehensif lagi, Prof. Dedi mengungkapkan, transformasi teknologi saat ini harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan agar pembangunan pengetahuan tidak terjebak pada sekadar aspek teknis, tetapi mampu menghidupkan empati dan solidaritas.
Untuk itu, Prof. Dedi menegaskan bahwa Program Pascasarjana UNJ akan terus membuka kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional untuk memperluas cakupan penelitian, termasuk peluang kolaborasi lintas benua.
“Kami ingin agar hasil riset yang dipresentasikan tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berwawasan kemanusiaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Program Studi S2 dan S3 Linguistik Terapan UNJ, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd menambahkan bahwa forum ilmiah semacam ISHEL menjadi ruang akademik yang sangat relevan untuk memperkuat jejaring riset dan meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah di bidang linguistik terapan, pendidikan, dan kemanusiaan.
Ia menyebut bahwa tren penelitian saat ini menunjukkan pentingnya interdisiplinaritas dalam membahas isu-isu bahasa dan pendidikan agar mampu menjawab persoalan sosial yang kompleks.
“Kami berharap ISHEL tidak hanya berhenti sebagai forum diskusi, tetapi juga mampu memicu kolaborasi konkret dalam penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelas Prof. Endry.
Lebih lanjut Prof. Endry optimis bahwa dengan tingginya antusiasme peserta dari berbagai kampus, ISHEL 2025 menjadi bukti bahwa topik-topik terkait kemanusiaan, pendidikan, dan bahasa tetap relevan dan memiliki urgensi tinggi untuk terus didialogkan secara kritis.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong munculnya solusi berbasis penelitian yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan pendidikan dan praktik kebahasaan, terutama dalam konteks multikultural dan multibahasa di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Peserta seminar juga mendapatkan ruang untuk mempresentasikan karya ilmiah terbaru, termasuk kajian kebijakan bahasa, pedagogi berbasis teknologi, hingga penguatan literasi multikultural dalam pendidikan tinggi.
Seminar internasional ini menjadi momentum penting bagi UNJ untuk mengukuhkan posisi sebagai pusat keunggulan riset dan publikasi di bidang linguistik terapan dan pendidikan.