Monitorday.com – Udara sejuk khas Kota Batu menyambut ratusan guru dan calon kepala sekolah dari berbagai penjuru Jawa Timur yang berkumpul di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur.
Mereka hadir bukan hanya untuk pelatihan biasa, melainkan mengikuti Pelatihan Tahap III Bakal Calon Kepala Sekolah se-Jawa Timur, sebuah program yang menekankan pentingnya kepemimpinan transformatif dan inspiratif dalam dunia pendidikan.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, yang memberikan sambutan penuh semangat dan reflektif tentang peran strategis kepala sekolah di era perubahan.
“Kepala sekolah bukan hanya manajer. Ia adalah navigator dan arsitek pembelajaran di sekolahnya,” tegas Fajar, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Dalam pidatonya, Wamen Fajar menekankan bahwa sekolah yang hebat tidak ditentukan oleh teknologi canggih semata, melainkan oleh kemampuan warganya untuk cepat belajar dan mau berubah. Di sinilah, peran kepala sekolah menjadi krusial sebagai penggerak utama budaya belajar.
Menurut Fajar, kepala sekolah ideal adalah mereka yang mampu menyeimbangkan tiga peran utama:
- Directive-instructive: Memberikan arah dan instruksi yang jelas,
- Transformative: Mengubah pola pikir guru dan murid,
- Distributive: Membimbing dan memberdayakan seluruh elemen sekolah.
Fajar yang juga alumni program doktoral Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM ini, mengajak para peserta untuk melihat sekolah sebagai organisasi pembelajar, merujuk pada teori Peter Senge yang menyebut lima prinsip kunci: personal mastery, mental model, shared vision, team learning, dan system thinking.
“Kalau lima prinsip itu dijalankan, sekolah akan hidup. Guru belajar, murid tumbuh, semua berkembang bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari sebagai bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penyiapan Kepala Sekolah. Program ini menggabungkan metode daring dan luring, dengan pendekatan yang berorientasi pada praktik nyata di lapangan.
Direktur Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Iwan Junaedi, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas.
“Kita sedang menyiapkan kepala sekolah yang tidak hanya memimpin, tetapi mampu menggerakkan ekosistem pendidikan di sekitarnya,” ujar Iwan.
Sementara itu, Kepala BBGTK Jawa Timur, Abu Khaer, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Wamen Fajar, serta kehadiran para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota yang memberikan motivasi langsung kepada peserta.
Di penghujung sambutannya, Wamen Fajar juga menyampaikan visi kementerian di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti yang kini fokus memperkuat ekosistem pembelajaran mendalam, salah satunya melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Negara maju bukan hanya karena infrastrukturnya, tapi karena dua etos: belajar sepanjang hayat dan belajar cepat. Etos ini hanya bisa lahir dari sekolah-sekolah yang dipimpin oleh pemimpin yang terus belajar,” tutupnya.
Suasana penuh semangat dan harapan menyelimuti aula BBGTK Jawa Timur sore itu. Dari Kota Batu, gema perubahan dan semangat untuk mencetak kepala sekolah tangguh, adaptif, dan pembelajar kini bergema ke seluruh Indonesia.