Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda ke-14 Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), yang diikuti ratusan lulusan dari tiga fakultas: Ilmu Kesehatan, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Teknik.
Dalam orasinya, Wamen Fajar mengajak para wisudawan untuk menjadi pembelajar cepat, pencipta nilai, dan penggerak perubahan sosial di tengah dunia yang berubah cepat dan kompetitif.
“Wisuda bukan sekadar pengukuhan gelar, tetapi momentum meneguhkan diri sebagai pembelajar sejati. Dunia hari ini tidak hanya menuntut IPK tinggi, tapi kemampuan belajar cepat dan daya tahan (resiliensi) dalam menghadapi perubahan,” ujarnya.
Fajar menekankan bahwa masa pasca-wisuda bukan hanya tentang mencari pekerjaan, melainkan juga tentang menciptakan peluang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita tidak hanya berjuang mencari pekerjaan, tapi juga menciptakan peluang dan nilai. Dunia mencari orang yang mau terus belajar dan beradaptasi,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa dua etos utama yang diwariskan Muhammadiyah sejak KH Ahmad Dahlan, yakni long-life learner dan fast learner, tetap relevan di era yang penuh ketidakpastian dan kemajuan teknologi.
Wamen Fajar juga menyoroti relevansi tiga fakultas di UMTAS dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, lulusan dari bidang kesehatan, pendidikan, dan teknik memiliki peran strategis karena mampu menggabungkan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“AI bisa meniru banyak hal, tapi tidak bisa menggantikan nilai dan empati manusia. Guru, perawat, dan tenaga profesional dengan nilai kemanusiaan akan selalu dibutuhkan di setiap zaman,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kebijakan pendidikan yang tengah didorong di bawah kepemimpinan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, yakni peran guru sebagai aktivator pembelajaran, bukan sekadar penyampai materi.
“Guru harus menjadi inspirator yang menumbuhkan semangat belajar dan karakter siswa,” tambahnya.
Dalam orasinya, Fajar turut memuji potensi besar generasi muda Tasikmalaya. Ia mencontohkan siswa SMKN 1 Tasikmalaya yang sedang dipersiapkan menjadi tenaga migran profesional di Jepang.
“Anak-anak Tasik ini contoh nyata. Mereka berani keluar dari zona nyaman dan membawa semangat untuk berkontribusi bagi daerahnya,” ungkapnya.
Menutup orasinya, Fajar berpesan agar ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti di ruang akademik, melainkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Apa yang didapatkan di kampus ini harus menjadi pohon yang berbuah, dan buahnya manis bagi banyak orang,” tuturnya.
Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wamen Fajar dalam wisuda tahun ini.
“Haturnuhun Pak Wamen Fajar berkenan hadir. Ini merupakan kebanggaan bagi kami dan membuat wisudawan makin siap menghadapi dunia kerja ke depan,” ujar Neni.
Wisuda ke-14 UMTAS menjadi momentum penuh makna bagi para lulusan untuk melangkah ke dunia nyata, membawa nilai-nilai kemuhammadiyahan serta kesiapan menghadapi tantangan global.