Talk
Wow! Iga Swiatek Pecahkan Rekor 114 Tahun Usai Juara Wimbledon 2025
Published
7 months agoon
Monitorday.com – Petenis Polandia Iga Swiatek tampil luar biasa dan menorehkan sejarah di final Wimbledon 2025. Dalam partai puncak yang digelar di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Sabtu (12/7), Swiatek menghancurkan unggulan ke-13 asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova, dengan skor telak 6-0, 6-0 hanya dalam waktu 57 menit.
Kemenangan ini menjadikan Swiatek petenis putri pertama dalam 114 tahun terakhir yang berhasil menjuarai final Wimbledon tanpa kehilangan satu gim pun, sebuah pencapaian yang terakhir kali terjadi pada tahun 1911.
Swiatek, yang datang sebagai unggulan ke-8, memperlihatkan performa dominan sepanjang turnamen dan hanya kehilangan satu set sebelum mencapai final. Penampilan puncaknya melawan Anisimova menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama dalam tenis wanita saat ini.
Meski Anisimova sempat dianggap akan memberikan perlawanan sengit—terutama setelah menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di semifinal—harapan itu sirna sejak awal pertandingan. Pada set pertama, Anisimova hanya mampu meraih enam poin dari servisnya dan mencatatkan 14 unforced error.
Tekanan makin besar di set kedua, di mana Anisimova kembali melakukan double fault dan kehilangan momentum setelah backhand-nya membentur net. Dukungan penonton tak cukup untuk membalikkan keadaan, sementara Swiatek tetap tenang dan efisien menutup laga dengan servis terakhirnya.
Dengan kemenangan ini, Swiatek menjadi petenis kedua di era Open yang mampu menjuarai final Grand Slam dengan skor double bagel (6-0, 6-0). Prestasi serupa sebelumnya hanya pernah dicapai oleh legenda tenis Jerman, Steffi Graf, saat menaklukkan Natalia Zvereva di final French Open 1988.
“Rasanya sungguh luar biasa. Tenis terus mengejutkan saya, dan saya juga mengejutkan diri sendiri. Saya sangat senang dengan keseluruhan proses ini,” ujar Swiatek usai laga, dikutip dari Reuters.
Gelar ini merupakan trofi Wimbledon pertama bagi Swiatek, yang kini memperkuat posisinya sebagai salah satu bintang terbesar dalam dunia tenis putri modern.
Mungkin Kamu Suka
Talk
Erick Thohir Bocorkan 2 Striker Keturunan Siap Perkuat Timnas Indonesia, Siapa Saja?
Published
7 months agoon
18/07/2025
Monitorday.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan bahwa Timnas Indonesia berpeluang besar diperkuat dua pemain depan keturunan baru pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Hal ini diungkapkan Erick usai menghadiri National Coaching Conference 2025 di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (18/7).
Meski enggan menyebutkan identitas keduanya secara rinci, Erick menyebut proses pendekatan berjalan positif. Ia mengklaim kedua striker keturunan tersebut telah menunjukkan komitmen untuk membela Merah Putih.
“Kami juga sedang mendorong beberapa tambahan. Saya belum bisa bicara banyak, tapi ada dua pemain depan yang kami sedang seriuskan. Tadi malam, dua-duanya menyatakan komit untuk bergabung,” ujar Erick.
Munculnya dua nama baru ini diproyeksikan menambah kekuatan Timnas Indonesia yang kemungkinan besar tidak akan diperkuat oleh Ole Romeny karena cedera. Kehadiran pemain anyar menjadi penting, apalagi skuad Garuda akan menghadapi lawan-lawan berat seperti Arab Saudi dan Irak di fase berikutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menyinggung proses naturalisasi pemain muda Mauro Zijlstra. Penyerang berusia 20 tahun itu disebut tengah dalam tahap administrasi menuju DPR RI untuk mendapatkan persetujuan resmi.
“Proses [naturalisasi Mauro] sedang berjalan dari pemerintah ke DPR. Dia sudah ada di sini. Umurnya memang masih 20 tahun, tapi di sepak bola modern, pemain muda seperti Lamine Yamal pun bisa bersinar. Namun kita tidak buru-buru, biarkan dia main dulu di U-23,” jelas Erick.
Sementara itu, identitas dua calon striker keturunan masih menjadi teka-teki. Sejumlah nama seperti Miliano Jonathans, Jairo Riedewald, dan Dean Zandbergen sempat santer dikaitkan dengan proses naturalisasi PSSI. Namun belum ada konfirmasi resmi mengenai siapa yang akan masuk ke skuad senior.
Jika proses ini berjalan lancar, Timnas Indonesia akan mendapat tambahan kekuatan signifikan jelang pertandingan penting pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.
Talk
Reaksi Erick Thohir Soal Hasil Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026
Published
7 months agoon
17/07/2025
Monitorday.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif hasil drawing babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam undian yang digelar di markas AFC, Kuala Lumpur, Kamis (17/7), Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama dua raksasa Asia: Arab Saudi dan Irak.
Meskipun dihadapkan pada tantangan berat, Erick Thohir menilai hasil drawing ini cukup menguntungkan bagi skuad Garuda. Pasalnya, Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi kedua tim tersebut di fase sebelumnya. Irak menjadi lawan di babak kedua, sementara Arab Saudi dihadapi pada putaran ketiga.
“Timnas Indonesia tergabung dalam Grup B bersama Arab Saudi dan Irak pada Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kita akan bertanding pada 8–14 Oktober 2025. Kita akan berjuang memberikan yang terbaik agar Merah Putih bisa terbang tinggi,” tulis Erick melalui akun media sosial resminya.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, yang hadir langsung dalam acara drawing, juga menyuarakan optimisme.
“Bismillah, Indonesia lolos Piala Dunia babak keempat. Aamiin,” ungkapnya singkat namun penuh harapan.
Jadwal Pertandingan Grup B:
- 8 Oktober 2025: Indonesia vs Arab Saudi
- 11 Oktober 2025: Irak vs Indonesia
- 14 Oktober 2025: Arab Saudi vs Irak
Indonesia akan memulai perjuangan dengan menjamu Arab Saudi pada 8 Oktober 2025, sebelum menghadapi Irak tiga hari kemudian.
Hanya juara grup yang akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Dua tim runner-up dari Grup A dan B akan bertemu di babak kelima untuk memperebutkan satu tiket playoff antar-konfederasi. Pertandingan dua leg babak kelima dijadwalkan pada 13 dan 18 November 2025.
Pembagian Grup Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026:
Grup A:
- Qatar
- Uni Emirat Arab
- Oman
Grup B:
- Arab Saudi
- Irak
- Indonesia
Dengan persiapan matang dan semangat tinggi, Timnas Indonesia bertekad mencetak sejarah dan membuka jalan menuju Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Talk
Konser Perpisahan Black Sabbath dan Ozzy Osbourne Kumpulkan Rp3 Triliun untuk Amal
Published
7 months agoon
10/07/2025
Monitorday.com – Konser perpisahan Black Sabbath dan Ozzy Osbourne bertajuk “Back To The Beginning” tak hanya menjadi momen emosional bagi para penggemar musik rock, tetapi juga mencatat sejarah sebagai konser amal tersukses sepanjang masa.
Digelar di Villa Park, Birmingham, Inggris, konser megah tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari US$190 juta atau setara Rp3 triliun, yang sepenuhnya disumbangkan untuk kegiatan sosial. Dana tersebut disalurkan ke tiga lembaga amal besar: Cure Parkinson’s, Birmingham Children’s Hospital, dan Acorn Children’s Hospice.
Kabar gembira ini diumumkan oleh Tom Morello, gitaris legendaris Rage Against The Machine yang juga bertindak sebagai direktur musik konser, melalui unggahan di Instagram pada Selasa (8/7).
“Kami mengumpulkan banyak uang untuk tujuan yang mulia. Begitu banyak musisi, band, dan penggemar hebat di seluruh dunia memberikan penghormatan kepada para musisi terhebat sepanjang masa,” tulis Morello.
Konser dibuka dengan penampilan solo Ozzy Osbourne yang muncul dramatis dari bawah panggung duduk di atas singgasana bersayap raksasa. Ia membawakan lagu-lagu ikonik seperti I Don’t Know, Mr. Crowley, Mama, I’m Coming Home, hingga ditutup dengan Crazy Train.
Pukul 22.00 waktu setempat, Black Sabbath naik panggung dan menghentak penonton dengan sirene khas perang dan lagu pembuka legendaris War Pigs. Penampilan mereka dilanjutkan dengan Iron Man, NIB, dan ditutup dengan Paranoid.
“Ini lagu terakhir kami. Dukungan kalian memungkinkan kami menjalani hidup luar biasa. Terima kasih dari lubuk hati kami,” ucap Ozzy Osbourne menutup penampilannya.
Konser turut diramaikan oleh nama-nama besar dunia rock, termasuk Metallica, Slayer, Pantera, Alice In Chains, Gojira, Anthrax, Guns N’ Roses, KoRn, Tool, hingga Steven Tyler dari Aerosmith.
Salah satu momen paling spektakuler terjadi saat Danny Carey (Tool), Travis Barker (Blink-182), dan Chad Smith (Red Hot Chili Peppers) tampil bersama dalam sesi drum-off membawakan lagu “Symptom Of The Universe”. Mereka diiringi Tom Morello, Rudy Sarzo, dan Nuno Bettencourt.
Tak kalah menarik, Morello, Steven Tyler, Ronnie Wood (The Rolling Stones), dan Travis Barker menyajikan kolaborasi energik membawakan lagu dari Led Zeppelin.
Konser juga menjadi ajang penghormatan emosional. Musisi Yungblud memimpin sebuah supergrup membawakan lagu Changes, yang dipersembahkan khusus untuk mengenang Diogo Jota, pesepakbola yang wafat dan dikenal sebagai penggemar Black Sabbath.
Talk
Timnas U-23 Indonesia Siap Tempur di ASEAN U-23 Championship 2025, Catat Jadwalnya
Published
7 months agoon
10/07/2025
Monitorday.com – Timnas U-23 Indonesia yang kini ditangani pelatih asal Belanda, Gerald Vanenburg, akan segera berlaga di ASEAN U-23 Championship 2025 yang digelar di Jakarta dan Bekasi. Turnamen ini akan berlangsung mulai 15 Juli hingga 29 Juli, dengan seluruh pertandingan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Indonesia tergabung di Grup A, bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Grup ini menjadi satu-satunya yang berisi empat tim, sementara Grup B dan Grup C masing-masing hanya dihuni tiga tim.
Berdasarkan jadwal resmi yang dikutip dari akun Instagram Timnas Indonesia, Garuda Muda akan menjalani tiga laga fase grup sebagai berikut:
- Selasa, 15 Juli: Indonesia vs Brunei Darussalam, pukul 20.00 WIB (SUGBK)
- Jumat, 18 Juli: Indonesia vs Filipina, pukul 20.00 WIB (SUGBK)
- Senin, 21 Juli: Indonesia vs Malaysia, pukul 20.00 WIB (SUGBK)
ASEAN U-23 Championship 2025 diikuti oleh 10 negara peserta. Setiap juara grup (A, B, dan C) akan lolos otomatis ke babak semifinal pada 25 Juli di SUGBK. Mereka akan ditemani oleh satu runner-up terbaik dari seluruh grup. Laga final digelar pada 29 Juli, sementara perebutan tempat ketiga dimainkan sehari sebelumnya, 28 Juli, seluruhnya di SUGBK.
Grup B dihuni oleh juara bertahan Vietnam, Kamboja, dan Laos, sementara Grup C diisi oleh Thailand, Myanmar, dan Timor Leste.
Vietnam menjadi tim tersukses di ajang ini setelah meraih dua gelar berturut-turut pada 2022 dan 2023, termasuk kemenangan dramatis atas Indonesia lewat adu penalti 6-5 pada final edisi sebelumnya.
Sementara itu, Indonesia pernah sekali menjuarai turnamen ini pada 2019 di bawah asuhan Indra Sjafri, mengalahkan Thailand 2-1 di final berkat generasi emas seperti Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, dan Todd Rivaldo Ferre.
Dengan dominasi pemain muda dari kompetisi Liga 1, skuad Garuda Muda menargetkan untuk merebut kembali gelar juara tahun ini di kandang sendiri.
Jadwal Lengkap ASEAN U-23 Championship 2025
Grup A (SUGBK dan Patriot Candrabhaga)
- Selasa, 15 Juli
- 17.00 WIB: Malaysia vs Filipina (SUGBK)
- 20.00 WIB: Indonesia vs Brunei Darussalam (SUGBK)
- Jumat, 18 Juli
- 17.00 WIB: Brunei Darussalam vs Malaysia (SUGBK)
- 20.00 WIB: Filipina vs Indonesia (SUGBK)
- Senin, 21 Juli
- 20.00 WIB: Indonesia vs Malaysia (SUGBK)
- 20.00 WIB: Filipina vs Brunei Darussalam (Patriot Candrabhaga)
Grup B (Patriot Candrabhaga & SUGBK)
- Rabu, 16 Juli
- 17.00 WIB: Kamboja vs Laos (Patriot Candrabhaga)
- Sabtu, 19 Juli
- 17.00 WIB: Laos vs Vietnam (Patriot Candrabhaga)
- Selasa, 22 Juli
- 20.00 WIB: Vietnam vs Kamboja (SUGBK)
Grup C (Patriot Candrabhaga)
- Rabu, 16 Juli
- 20.00 WIB: Myanmar vs Timor Leste
- Sabtu, 19 Juli
- 20.00 WIB: Timor Leste vs Thailand
- Selasa, 22 Juli
- 20.00 WIB: Thailand vs Myanmar
Babak Gugur
- Semifinal: Jumat, 25 Juli (SUGBK)
- Perebutan tempat ketiga: Senin, 28 Juli (SUGBK)
- Final: Selasa, 29 Juli (SUGBK)
Garuda Muda kini membawa semangat baru dan dukungan penuh dari publik tuan rumah. Mampukah mereka mengulang kejayaan 2019 dan menaklukkan Asia Tenggara di depan pendukung sendiri?
Talk
Geser Paradigma, Andy F. Noya Sebut Jazz Jadi Genre Musik Universal
Published
7 months agoon
04/07/2025
Monitorday.com – Wartawan senior dan pembawa acara “Kick Andy”, Andy F. Noya, menyatakan bahwa musik jazz kini telah menjadi genre universal yang bisa dinikmati oleh siapa saja, bukan lagi musik eksklusif seperti anggapan lama.
Pernyataan ini disampaikan Andy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/7), menjelang penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo 2025. Ia menyoroti pergeseran paradigma tentang jazz yang sebelumnya dianggap sempit dan terbatas hanya untuk kalangan tertentu.
“Selama ini jazz dianggap terlalu eksklusif, dengan segmentasi yang sempit. Banyak orang merasa tidak menjadi bagian dari kegiatan jazz. Padahal, musik bersifat universal,” ujarnya.
Andy mengakui bahwa dahulu jazz memang identik dengan kelas sosial tertentu. Penikmatnya dianggap serius dan ‘berkelas’. Namun, perspektif itu menurutnya sudah usang.
“Dulu ada kelas yang diciptakan oleh perspektif yang salah,” tambahnya.
Kini, lanjut Andy, jazz telah membuka diri, menjadi lebih inklusif dan relevan dengan gaya hidup modern. Ia pun mengaku rutin mendengarkan musik jazz dalam kesehariannya—mulai dari saat sarapan hingga menjelang tidur.
“Musik jazz yang ringan dan instrumental sering menemani saya untuk healing. Banyak yang percaya, kesehatan jiwa bisa dipelihara dengan menutup hari lewat musik,” tuturnya.
Perubahan cara orang menikmati jazz juga tercermin dalam berbagai festival yang menjangkau lintas generasi dan genre, termasuk Jazz Gunung Bromo 2025 yang akan digelar pada 19 dan 26 Juli mendatang di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Festival ini menampilkan kolaborasi musisi dari berbagai aliran, seperti dangdut koplo hingga pop, serta dipadukan dengan keindahan alam terbuka.
“Pemilihan tempat seperti gunung, pantai, atau ruang terbuka lainnya adalah cara menggoda anak-anak muda menikmati jazz dalam suasana yang lebih bebas dan menyenangkan,” kata Andy.
Menurutnya, kunci agar jazz tetap relevan di tengah generasi muda adalah para musisinya harus bersedia sedikit berkompromi antara idealisme dan kebutuhan pasar.
“Dengan menurunkan sedikit idealisme, jazz bisa makin dihargai dan dinikmati, bahkan oleh pendengar pemula,” pungkasnya.
Festival seperti Jazz Gunung Bromo pun diharapkan menjadi simbol bahwa jazz tidak lagi terbatas oleh ruang dan kelas, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang semakin terbuka dan beragam.
Talk
Marquez Rajai Sprint Race di Sirkuit Mugello, Bagnaia Konsisten P3
Published
8 months agoon
22/06/2025
Monitorday.com – Pebalap Ducati, Marc Marquez, kembali unjuk ketangguhan dengan meraih kemenangan di Sprint Race MotoGP Italia 2025 yang digelar di Sirkuit Mugello, Sabtu waktu setempat. Balapan sengit 11 lap itu menghadirkan duel dramatis antara Marquez bersaudara dan Francesco Bagnaia, bintang tuan rumah.
Marc memulai balapan dari pole position berkat waktu kualifikasi impresif 1 menit 44,169 detik. Meski sempat kehilangan posisi terdepan pada awal lomba dari adiknya, Alex Marquez (Gresini Ducati), Marc melakukan comeback meyakinkan dan menuntaskan balapan dengan catatan waktu total 19 menit 31,416 detik.
“Ini balapan yang luar biasa ketat. Saya tahu Alex dan Pecco akan menekan sejak awal, tapi saya percaya pada kecepatan motor dan ritme saya,” ujar Marc usai balapan.
Alex Marquez menyusul di posisi kedua dengan selisih +1,441 detik, sementara Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) melengkapi podium ketiga dengan jarak +2,561 detik dari pemuncak lomba.
Balapan ini sekaligus mempertegas dominasi tim-tim Ducati, dengan lima dari enam posisi teratas diisi oleh motor pabrikan Italia tersebut. Pembalap KTM, Maverick Vinales, menjadi satu-satunya non-Ducati di lima besar, finis keempat.
Hasil Lengkap Sprint Race MotoGP Italia 2025 – Mugello:
Marc Marquez (Ducati Lenovo) – 19:31.416
Alex Marquez (Gresini Ducati) – +1.441
Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) – +2.561
Maverick Vinales (KTM) – +3.099
Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) – +4.139
Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) – +6.391
Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) – +7.631
Raul Fernandez (Trackhouse Racing) – +8.926
Fermin Aldeguer (Ducati) – +10.361
Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) – +11.096
Enea Bastianini (Ducati Lenovo) – +11.870
Ai Ogura (Trackhouse Racing) – +12.930
Miguel Oliveira (Prima Pramac) – +13.916
Joan Mir (Castrol Honda) – +15.460
Takaaki Nakagami (Castrol Honda) – +17.038
Jack Miller (Prima Pramac) – +20.031
Lorenzo Savadori (Aprilia Racing) – +20.729
Alex Rins (Monster Energy) – +24.661
Somkiat Chantra (Idemitsu Honda) – +31.539
Gagal Finis:
Pedro Acosta (Red Bull KTM)
Johann Zarco (LCR Honda Castrol)
Brad Binder (Red Bull KTM)
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Marc Marquez dalam perburuan gelar musim 2025, sekaligus menandai kembalinya ia sebagai kekuatan utama di kelas premier. Balapan utama MotoGP Italia akan digelar Minggu (22/6), dan antusiasme pun terus memuncak.
Talk
Pendidikan Berkemajuan; Ikhtiar Panjang Muhammadiyah Membumikan Pendidikan Seutuhnya
Published
1 year agoon
11/10/2024By
Natsir Amir
Monitorday.com – Diskursus tentang Islam berkemajuan di kalangan warga Muhammadiyah menjadi tema menarik sepanjang masa. Bermula pada saat Prof. Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mencanangkan konsep Islam Berkemajuan pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang diadakan di Makassar pada tahun 2015. Pada saat itu, Haedar Nashir memperkenalkan Islam Berkemajuan sebagai kerangka pemikiran yang memperkuat semangat dan visi Muhammadiyah dalam memadukan nilai-nilai Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan peradaban modern.
Maka sejak saat itulah, Islam Berkemajuan menjadi pedoman, pendekatan, gerak, tagline, maupun slogan baru Muhammadiyah dalam menafsirkan Islam yang tidak sekadar Aqidah dalam bentuk normative understanding and values akan tetapi Islam sebagai sebuah gerakan sosial yang implementatif, responsive, adaptif sepanjang zaman. Jika saja ada yang memberikan perspektif bahwa Islam tidak sejalan dengan perkembangan zaman, dipastikan orang tersebut belum tuntas dalam penggalian nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam itu sendiri.
Berpijak dari pencanangan konsep Islam Berkemajuan itu, maka warga Muhammadiyah yang bergerak di semua lini; baik secara keorganisasian yaitu pengurus Muhammadiyah, Aisyiyah dan Ortom di bawahnya, maupun anggota yang berkiprah di bidang Amal Usaha Muhammadiyah atau AUM baik itu Lembaga Pendidikan, Rumah Sakit dan Bisnis lainnya, mereka senantiasa membreakdown konsep islam Berkemajuan dalam tatanan aktivitas Dimana mereka berkhidmat. Dari langkah inilah maka Islam Berkemajuan menjadi nilai plus dan distingsi Muhammadiyah dalam bergerak. Mereka yang mengabdi di Muhammadiyah di level manapun senantiasa merumuskan benang merah tentang Islam Berkemajuan yang bisa dipahami secara operasional dan terukur.
Maka, begitu juga dalam konteks Pendidikan, Islam Berkemajuan diturunkan menjadi Konsep Dasar Pendidikan Berkemajuan. Pemahaman tentang Pendidikan Berkemajuan adalah konsep pendidikan yang dikembangkan oleh Muhammadiyah dan berlandaskan pada ajaran Islam yang progresif, adaptif, dan kontekstual. Filosofi ini mengedepankan nilai-nilai Islam dalam mendorong kemajuan umat dan bangsa, dengan fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman. Pemahaman ini sesuai dengan kajian-kajian para insan Cendekia Muhammadiyah secara berkelanjutan sebagai upaya untuk menerjemahkan relasi Islam Berkemajuan ke dalam Pendidikan Berkemajuan. Setidaknya, ada beberapa prinsip utama dari Pendidikan Berkemajuan versi Muhammadiyah yang sudah menjadi bahasan-bahasan baik dalam Artikel Akademik tentang Muhammadiyah, sumber berita dan informasi pada laman www.muhammadiyah.or.id, maupun kajian-kajian akademik pada level Pendidikan mulai dari level Pendidikan dasar sampai Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Adapun beberapa prinsip Pendidikan Berkemajuan itu dijelaskan sebagai berikut:
- Integrasi Iman dan Ilmu (Integration): Pendidikan Berkemajuan berusaha untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dengan ajaran Islam. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berkontribusi pada kemaslahatan umat.
- Pendidikan Holistik (Holistic): Muhammadiyah menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga mencakup pengembangan moral, spiritual, fisik, dan sosial. Hal ini bertujuan untuk membentuk individu yang seimbang dan berkarakter.
- Inovasi dan Kemajuan (Inovation): Pendidikan Berkemajuan mendorong inovasi, adaptasi terhadap teknologi baru, dan respons terhadap tantangan global. Ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang selalu berusaha memperbarui diri tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam.
- Humanisme Teosentris (Humanism): Konsep ini menggabungkan nilai-nilai kemanusiaan dengan ajaran teologis, di mana manusia dianggap sebagai khalifah di bumi yang bertugas menjaga keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan dalam bingkai keislaman.
- Kemandirian dan Kepemimpinan (Leadership): Pendidikan Berkemajuan berupaya untuk menghasilkan lulusan yang mandiri, mampu berpikir kritis, dan memiliki kemampuan kepemimpinan, baik di tingkat lokal maupun global.
- Keberpihakan pada Keadilan Sosial (Social Orientation): Konsep ini juga menekankan pentingnya keadilan sosial, dengan pendidikan yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa memandang status ekonomi, sehingga berperan aktif dalam mengurangi kesenjangan sosial.
Dari enam prinsip di atas, Pendidikan Berkemajuan senantiasa in line dengan regulasi dan perkembangan Pendidikan masa kini, yakni orientasi pada nilai. Karena esensi Pendidikan tidak sekedar transfer of knowledge tapi lebih dari itu adalah transform of knowledge harus diejawantahkan sebagai langkah akseleratif untuk melahirkan insan-insan berkeadaban di masa mendatang. Perjalanan yang cukup panjang untuk bisa melihat Pendidikan Berkemajuan secara sempurna berhasil. Butuh kerja keras dari semua pihak dan tidak sekedar Muhammadiyah saja. Topangan dari berbagai pihak sesuai dengan kapasitasnya akan turut memengaruhi laju akselerasi pembumian Pendidikan ini secara utuh. Ditambah lagi, hegemoni kebijakan dan arus teknologi yang tidak bisa dikendalikan akan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya implementasi ini. Dan tidak kalah penting juga, bahwa perspektif dasar tentang man behind the gun berlaku juga dalam tatanan praktis konsep ini. Para pendidik yang memiliki Growth Mindset mesti menjadi syarat utama sebagai pemeran perubahan ini. Sehingga kekuatan konseptual dan practical menjadi dua sisi yang harus hadir bersama.
Muhammadiyah melalui konsep Pendidikan Berkemajuan ini ingin memajukan umat melalui pendidikan yang berkualitas, sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap dalam kerangka nilai-nilai Islam yang universal dan progresif.
Nanan Abdul Manan
Akademisi Universitas Muhammadiyah Kuningan
Talk
Political Fatigue dan Perkembangan Politik di Indonesia: Fenomena yang Meningkat di Era Demokrasi Digital
Published
1 year agoon
16/09/2024By
Natsir Amir
Monitorday.com – Berbicara politik tak pernah mengenal bahasa ‘usai’. Ia menjelma menjadi bahasan dinamis dengan narasi menarik di setiap zaman dan sesuai pelaku sebagai penentu drama kepolitikan itu sendiri. Meskipun secara teori umum, berpolitik pasti mengenal strategi dan taktik yang bisa dipelajari, akan tetapi teori itu tidak serta merta bisa difungsikan dengan baik secara otomatis.
Teori itu butuh diterjemahkan ke dalam ranah spesifik sesuai lokus dan kasus. Maka, kepiawaian dalam membaca situasi bagi seorang yang ‘berani’ memilih di jalur politik menjadi keharusan. Saking dinamisnya, gerak politik melebihi kecepatan waktu yang kita lalui, begitulah kebanyakan orang berseloroh demikian. Sehingga, politisi yang handal pasti diidentikan dengan sikap yang santai, mampu mengendalikan emosi, siap disalip dan menyalip, bahkan yang tidak kalah penting adalah memiliki jiwa petarung, siap bertarung sampai titik darah penghabisan.
Dalam konteks politik kekinian, baik nasional maupun daerah. Alur sejarah kepolitikan tetap mengikuti siklus yang sama seperti perjalanan politik-politik sebelumnya. Politik akan selalu diwarnai dengan konflik, keterpurukan suatu rezim, lalu hadir satrio piningit, hadir generasi penikmat, dan berakhir generasi perusak sebagai akhir dari siklus ini. Lalu siklus berikutnya akan hadir lagi sebagai generasi perintis, membangun fondasi peradaban yang lebih beretika dengan segala kebaruan dari model politik sebelumnya, dan terus menerus sesuai tahapan baku.
Beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan transformasi signifikan dalam dunia politik Indonesia. Reformasi yang membawa angin segar demokrasi di era pasca-Orde Baru kini telah menghadapi tantangan tersendiri. Salah satu fenomena yang kian mencolok adalah munculnya political fatigue, atau kelelahan politik, di kalangan masyarakat Indonesia. Kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden dengan segala dinamika sensasional, drama partai politik yang terus terjadi putus nyambung dalam koalisi menjadikan hiruk pikuk di kalangan Masyarakat, menyita perhatian dan melelahkan untuk diamati. Sehingga, kelelahan itu menjadi fenomena kini atau Bahasa lainnya yaitu political fatigue.
Apa Itu Political Fatigue?
Political fatigue adalah kondisi di mana masyarakat merasa lelah, jenuh, dan tidak antusias terhadap isu-isu politik. Fenomena ini terjadi ketika warga negara merasa bahwa keterlibatan politik tidak memberikan perubahan berarti atau malah menimbulkan konflik yang berlarut-larut. Dalam konteks demokrasi Indonesia, yang penuh dinamika dan sering kali diwarnai dengan polarisasi politik, political fatigue menjadi relevan dan makin nyata.
Adapun beberapa penyebab Meningkatnya Political Fatigue di Indonesia, diantaranya; pertama, Polarisasi Politik yang Berkelanjutan. Polarisasi yang sangat terlihat, terutama selama dan setelah pemilu, telah membuat masyarakat terpecah dalam kubu-kubu ideologis yang sulit didamaikan. Pemilu presiden 2014 dan 2019 misalnya, meninggalkan warisan polarisasi pada masa-masa berikutnya cukup lumayan. Diskursus politik yang terjadi di media sosial sering kali bersifat antagonistik, penuh serangan pribadi, dan minim diskusi substantif, sehingga membuat banyak orang merasa jenuh.
Kedua, Overload Informasi dan Penyebaran Hoaks. Era digital mempercepat aliran informasi politik, tetapi juga membuat publik kewalahan. Masyarakat Indonesia terus dibombardir oleh berita politik, baik melalui media mainstream maupun media sosial, dengan informasi yang sering kali tumpang tindih. Penyebaran hoaks dan berita palsu semakin memperburuk keadaan, membuat warga sulit memisahkan antara fakta dan manipulasi. Hal ini mengakibatkan frustrasi dan apatisme terhadap isu-isu politik.
Ketiga, Janji Politik yang Tidak Terpenuhi. Dalam sistem demokrasi, politik adalah arena harapan dan janji. Namun, ketika janji-janji politik terus-menerus tidak terpenuhi, kekecewaan masyarakat semakin menumpuk. Banyak warga yang merasa bahwa suara mereka tidak berdampak signifikan pada perubahan kebijakan. Kelelahan politik ini berujung pada sikap skeptis terhadap politisi dan partai-partai yang ada.
Dampak Political Fatigue pada Demokrasi
Fenomena political fatigue memiliki dampak langsung terhadap kualitas demokrasi. Ketika warga semakin apatis terhadap proses politik, partisipasi dalam pemilu dan kegiatan politik lainnya bisa menurun. Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi aktif dan keterlibatan warga negara dalam proses pengambilan keputusan. Jika political fatigue terus meningkat, dikhawatirkan hal ini dapat menurunkan legitimasi institusi politik dan memperkuat oligarki politik, di mana kekuasaan politik hanya berputar di lingkaran elite tertentu.
Mengatasi Political Fatigue
Untuk mengatasi political fatigue, perlu adanya perbaikan sistemik dalam berbagai aspek politik. Pertama, penting untuk mengurangi polarisasi politik dengan mendorong diskusi yang lebih inklusif dan berorientasi pada solusi. Media, sebagai pilar demokrasi keempat, harus memainkan peran penting dalam menyediakan informasi yang akurat dan berimbang serta menghindari sensasionalisme yang memperburuk polarisasi.
Kedua, pendidikan politik perlu ditingkatkan, terutama dalam memberikan pemahaman yang mendalam mengenai hak-hak warga negara dan cara efektif untuk berpartisipasi dalam demokrasi. Hal ini dapat membantu membangun kembali kepercayaan warga terhadap proses politik dan meningkatkan partisipasi mereka.
Ketiga, politisi dan partai politik harus memperlihatkan komitmen yang nyata dalam memenuhi janji-janji kampanye mereka. Akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan harus ditegakkan, agar warga merasa bahwa suara mereka memang berdampak pada perubahan positif.
Political fatigue adalah tantangan yang nyata bagi perkembangan politik di Indonesia. Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi aktif dari warga negara, tetapi kelelahan politik yang melanda dapat mengancam masa depan demokrasi itu sendiri.
Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari semua pihak—baik pemerintah, partai politik, media, maupun masyarakat luas—untuk membangun kembali kepercayaan dan meningkatkan kualitas dialog politik di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia bisa terus berkembang menuju demokrasi yang lebih matang dan inklusif.
Nanan Abdul Manan
Akademisi Universitas Muhammadiyah Kuningan
Talk
Kesan Pertama Kuliah Kajian Mutakhir Linguistik Terapan, Meledak!
Published
1 year agoon
06/09/2024By
Natsir Amir
Monitorday.com – Pada hari Kamis, 5 September 2024, suasana di Ruang 706 lantai 7 Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta dipenuhi dengan antusiasme dan rasa ingin tahu oleh Mahasiswa S3 Program Studi Linguistik Terapan. Mereka pun terlihat semangat dan menunggu kehadiran Dr. Ifan Iskandar, S.Pd., PG Dipl. in TESOL, M. Hum, yang dijadwalkan untuk memberikan kuliah Kajian Mutakhir Linguistik Terapan.
Dr. Ifan, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 UNJ, dikenal luas di kalangan akademisi dan mahasiswa karena kepakarannya dalam bidang linguistik terapan dan TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages).

Ketertarikan mahasiswa terhadap sosok Dr. Ifan tidak lepas dari reputasinya yang cemerlang sebagai seorang dosen dan pemimpin di universitas. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan kekaguman terhadap kemampuan Dr. Ifan dalam menyampaikan materi kuliah dengan cara yang mendalam dan informatif. Mereka juga mengakui bahwa Dr. Ifan dikenal sebagai dosen yang adil dalam memberikan nilai dan selalu berusaha memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para mahasiswanya.
Paparannya yang mendalam dalam bidang linguistik terapan tidak hanya mencerminkan kepiawaiannya sebagai akademisi, tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mahasiswa merasa antusias dan penuh harapan saat menantikan kesempatan untuk mendengarkan langsung presentasi atau kuliah dari Dr. Ifan.
Sementara itu, kehadiran Dr. Ifan sebagai Wakil Rektor 1 UNJ juga menambah daya tariknya di mata mahasiswa. Jabatan tersebut menunjukkan bahwa Dr. Ifan tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai salah satu pengambil keputusan penting di universitas.
Di tengah suasana yang penuh harapan ini, tampak jelas bahwa mahasiswa tidak hanya ingin mendapatkan wawasan baru dari Dr. Ifan, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan seorang tokoh akademis yang mereka anggap sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Dengan segala prestasi dan pengalamannya, Dr. Ifan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembelajaran dan pengembangan intelektual mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta.

Pucuk di cinta ulam pun tiba, sosok yang dinanti-nanti itu pun tiba. Pada pertemuan pertama kelas Kajian Mutakhir Linguistik Terapan pada program S3 Linguistik Terapan, Dr. Ifan memulai dengan menyuguhkan berbagai pertanyaan yang memprovokasi pemikiran tentang urgensi mempelajari kajian ini dalam konteks kondisi saat ini.
Saya pun mulai menebak, pertanyaan pertama Dr. Ifan pasti soal tujuan mengambil S3. Asumsi itu ternyata benar, Ia langsung mengambil marker dan menanyakan pertanyaan ” tujuan ambil S3 ini apa?, ia dengan cermat mendengar setiap jawaban para mahasiswa. Hasilnya, luar biasa, dalam amatan Dr. Ifan, jawaban mahasiswa ternyata sangat normative alias sangat biasa karena baru sebatas jawaban yang epistimologis seperti pengembangan pengetahuan mendalam, berkontribusi pada pengembangan teori, metode, atau pemahaman baru dalam disiplin ilmu. Apalagi hanya sebagai syarat untuk posisi akademik atau jabatan tertentu.
Namun, Dr. Ifan menghendaki mahasiswa membuka cakrawala berfikir dengan jawaban-jawaban secara aksiologis agar pasca lulus dari S3 UNJ, bisab berkontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, memecahkan masalah sosial, kesehatan, lingkungan, atau ekonomi yang memiliki dampak langsung pada kehidupan orang banyak. Selain pencapaian akademis, program doktor juga sejatinya meningkatkan keterampilan kepemimpinan, keterampilan analitis, dan kemampuan berpikir kritis yang dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks profesional dan pribadi.
Lebih penting lagi, Dr. Ifan meluruskan niat setiap mahasiswa agar menjadi hamba terbaik atau “khairunnas”, sebuah nasihat yang penuh makna. Dalam Islam, menjadi “hamba terbaik” berarti menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab terhadap Allah SWT, serta memperlakukan sesama manusia dengan kebaikan dan keadilan.

Lalu, Dr. Ifan pun mengajak mahasiswa berpikir lebih mendalam mengenai relevansi dan aplikasi linguistik terapan dalam menghadapi tantangan-tantangan mutakhir. Dengan cara ini, Dr. Ifan ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori-teori linguistik, tetapi juga mampu mengaitkan teori tersebut dengan realitas praktis yang ada di lapangan.
Mahasiswa kemudian diajak untuk mengeksplorasi bagaimana kajian mutakhir dalam linguistik terapan dapat berkontribusi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, teknologi, dan sosial. Dalam konteks pendidikan, kajian ini bisa menjawab tantangan terkait pengajaran bahasa yang efektif di era digital, dimana metode pembelajaran tradisional seringkali tidak lagi memadai.
Mahasiswa diminta untuk merenungkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan strategi pengajaran yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Selanjutnya, Dr. Ifan mengarahkan perhatian mahasiswa pada peran linguistik terapan dalam bidang teknologi, khususnya dalam pengembangan perangkat lunak bahasa dan sistem pemrosesan bahasa alami.
Dengan pesatnya kemajuan teknologi, khususnya dalam kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, ada kebutuhan mendesak untuk pemahaman linguistik yang mendalam guna menciptakan sistem yang lebih efektif dan akurat. Diskusi ini menekankan bagaimana pemahaman linguistik dapat membantu merancang algoritma yang lebih baik dan mengurangi kesalahan dalam sistem bahasa otomatis.
Mahasiswa diajak untuk berpikir tentang bagaimana kajian linguistik terapan ini dapat mendukung pengembangan kebijakan bahasa yang inklusif dan mendukung pemeliharaan bahasa-bahasa yang terancam punah. Pertanyaan ini mengarahkan mahasiswa untuk melihat linguistik terapan sebagai alat untuk menciptakan perubahan sosial yang positif.
Akhirnya, Dr. Ifan menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam kajian mutakhir linguistik terapan. Mahasiswa diundang untuk mempertimbangkan bagaimana kolaborasi dengan bidang-bidang lain seperti psikologi, sosiologi, dan antropologi dapat memperkaya pemahaman mereka tentang bahasa dan komunikatif. Diskusi ini bertujuan untuk membentuk perspektif yang lebih holistik dan komprehensif dalam menerapkan pengetahuan linguistik pada berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Dengan cara ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan solusi yang lebih inovatif dan relevan.
Saya dan teman-teman pasca S3 UNJ pun dibuat terpukau, letupan intelektual begitu terasa, seolah waktu begitu cepat berlalu. Sontak saya langsung sampaikan “Meledak”.
Natsir Amir, penikmat kopi
Dua anak muda perantau tangguh kaya pengalaman ini berbagi cerita di Kopi Pahit. Apa gagasan di kepalanya? Apa yang mereka inginkan dan butuhkan bagi masa kini dan masa depan?
Jawel Husin seorang chef yang mengisahkan masakannya dalam bait-bait lagu. Gagasannya dan cara pandangnya khas banget anak milenial. Ia melintas bidang dalam berkarya, melintas batas negeri untuk memperkenalkan Indonesia.
Mahfud Budiono membuktikan tekadnya. Dari pekerja menjadi entrepreneur di Malaysia. Ia melihat optimis melihat Indonesia sebagai sebuah negeri yang akan menggenggam kejayaan di masa depan.
Kemana pilihan politik mereka berlabuh? Ikuti sampai akhir di podcast ini
Monitor Saham BUMN
Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”
Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat
Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam
Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal
Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045
28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas
Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung
Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero
Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat
Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?
Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel
Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI
Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara
Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat
Menperin Tegaskan Motor Listrik Tanpa Insentif Baru Tahun Ini
Tangis Haru Pecah Usai Usai Raih Gelar Perdana di Thailand Masters 2026
Vera Rubin, Mesin NVIDIA di Balik Revolusi AI Global
Doktor: Disertasi Meluncur, Novelty Tertinggal
Pemimpin Defisit Intelektual! No More
