Connect with us

Lokomotif Prabowo Gibran

Rosan Roeslani resmi didapuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo Gibran sebagai calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024.t

Deni Irawan

Published

on

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Bertemu MBZ, Prabowo Sepakati 8 MoU dan LoI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) mendengarkan secara langsung pengumuman delapan Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) yang telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua negara.

Pengumuman tersebut dilakulan di akhir pertemuan bilateral kedua pemimpin negara yang digelar di Istana Qasr Al Shatie, Abu Dhabi, pada Rabu, 9 April 2025.

Kedelapan dokumen tersebut terdiri atas empat kerja sama antar-pemerintah (Government to Government/G-to-G) dan empat kerja sama antarpelaku usaha (Business to Business/B-to-B). Kerja sama tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis antara Indonesia dan PEA di berbagai bidang.

Empat MoU G-to-G yang diumumkan meliputi:

  1. Pernyataan Kehendak antara Kementerian Luar Negeri PEA dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia tentang Kemitraan Alam dan Iklim;
  2. Protokol Perubahan Kedua Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah PEA tentang Kerja Sama Kelautan dan Perikanan;
  3. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Dalam Negeri PEA dan Kepolisian RI tentang Kerja Sama Keamanan dan Penanggulangan Terorisme; dan
  4. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Agama RI dengan Otoritas Umum Bidang Islam, Wakaf, dan Zakat PEA tentang Kerja Sama di Bidang Islam dan Wakaf.

Sementara itu, empat kesepakatan B-to-B yang disampaikan adalah:

  1. Memorandum Saling Pengertian antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, dengan Al-Ain Farms for Livestock Production PEA tentang Investasi Produksi Susu;
  2. Nota Kesepahaman antara Ninety Degree General Trading LLC dan PT Pindad;
  3. Kesepakatan Prinsip Terkait Dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Surya Fotovoltaik Cirata; dan
  4. Memorandum Saling Pengertian antara PT PLN (Persero) dan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC – MASDAR tentang Rencana Pengembangan PLTS Terapung Jatigede 100 MW.

Pengumuman tersebut menjadi bagian penting dari pertemuan bilateral yang berlangsung hangat dan penuh semangat kemitraan antara Indonesia dan PEA, serta mencerminkan kesamaan visi dalam memperkuat kerja sama ekonomi, ketahanan pangan, transisi energi, keamanan, dan nilai-nilai keagamaan.

Pertemuan ini juga menjadi tonggak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin erat selama lebih dari empat dekade

Continue Reading

Sportechment

Megawati dan Bukilic Tinggalkan Red Sparks Musim Depan, Lha Kok Kenapa?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic memutuskan untuk meninggalkan Red Sparks, membuat tim harus mencari pengganti mereka untuk musim depan.

Red Sparks, tim voli terkemuka di Korea, akan menghadapi musim depan tanpa dua pemain andalannya, Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic, yang memutuskan untuk tidak melanjutkan karier di tim tersebut.

Dilansir dari Newsis, meski sudah berusaha memperpanjang kontrak kedua pemain tersebut, upaya Red Sparks gagal. Megawati, yang akrab disapa Mega, memilih untuk kembali ke Indonesia guna lebih dekat dengan ibunya yang sedang membutuhkan perhatian. S

ementara itu, Bukilic memutuskan untuk melanjutkan karier di Eropa, meskipun secara finansial ia bisa mendapatkan gaji lebih besar jika tetap bertahan di Korea.

Red Sparks mengonfirmasi keputusan ini melalui pernyataan resmi setelah pertandingan final kejuaraan Liga Voli Korea.

“Kami telah berdiskusi mengenai pembaruan kontrak dengan Mega dan Bukilic setelah final kemarin, namun sayangnya upaya kami tidak membuahkan hasil,” ungkap pernyataan tim.

Megawati, yang sebelumnya telah mencatatkan dua musim gemilang bersama Red Sparks, mengatakan bahwa ia sangat menikmati waktu yang dihabiskan di tim tersebut. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk mengutamakan kesehatan ibunya.

“Mega sangat senang dengan dua tahun yang dia habiskan di Red Sparks, namun kesehatan ibunya yang menurun membuatnya memilih untuk kembali ke Indonesia dan merawatnya,” ujar agen Megawati kepada Yonhap.

Di sisi lain, Vanja Bukilic, yang berperan sebagai opposite hitter selama di Red Sparks, memilih untuk mencari tantangan baru di Eropa.

Pemain asal Serbia ini merasa bahwa saatnya untuk tampil di liga yang lebih besar, meskipun di usia 25 tahun, ia telah mencapai puncak kariernya di Korea.

Dengan kehilangan dua pemain kunci ini, Red Sparks kini harus mencari cara untuk menggantikan peran penting yang ditinggalkan Mega dan Bukilic dalam tim.

Continue Reading

News

IKADI Desak Pemerintah RI Tegas Kecam Serangan Israel ke Gaza

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) mengutuk keras tindakan kejam Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Sejak Oktober 2023, Israel terus melakukan kejahatan kemanusiaan tanpa henti di wilayah tersebut.

Ketua Umum Ikadi, KH Ahmad Kusyairi Suhail, menyatakan bahwa serangan Israel jelas-jelas melanggar hak asasi manusia.

Ia menegaskan bahwa tindakan zionis telah menyebabkan genosida yang menewaskan ratusan ribu warga sipil tak berdosa.

Korban dari kekejaman ini mencakup perempuan, orang tua, ibu, dan anak-anak yang seharusnya dilindungi.

Ikadi juga mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengambil langkah aktif menghentikan genosida ini.

Menurut Ikadi, Indonesia bisa menjadi motor penggerak persatuan negara-negara Islam dan Arab untuk membebaskan Palestina.

Kiai Ahmad Kusyairi mengimbau pemerintah agar mengajak para pemimpin dunia Islam membantu rakyat Gaza dari penjajahan Israel.

Ia mengajak umat Islam di Indonesia dan dunia untuk terus peduli terhadap penderitaan warga Palestina.

Donasi berupa uang, makanan, obat-obatan, hingga hunian diminta terus disalurkan lewat lembaga terpercaya.

Para dai dan khatib masjid juga diminta terus menyuarakan penderitaan warga Palestina dalam khutbah mereka.

Ia menegaskan bahwa membebaskan Masjid al-Aqsha adalah tanggung jawab seluruh umat Islam.

Ikadi mengajak seluruh imam masjid untuk membaca doa qunut nazilah dalam shalat lima waktu memohon pertolongan Allah.

Sementara itu, PM Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan terus meningkatkan serangan brutal ke Gaza.

Hampir 50.700 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, telah terbunuh sejak serangan dimulai.

Mahkamah Pidana Internasional dan Mahkamah Internasional kini menjerat Israel dengan dakwaan genosida dan kejahatan perang.

Continue Reading

Ruang Sujud

Zuhud di Era Digital: Menjadi Hamba yang Merdeka dari Dunia

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Dalam sejarah spiritualitas Islam, zuhud selalu menjadi sikap yang dimuliakan. Ia bukan sekadar praktik menjauhi dunia, tetapi sebuah kesadaran mendalam bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan, bukan tujuan akhir. Di era digital yang serba cepat dan penuh godaan ini, zuhud bukan kehilangan makna, justru semakin relevan untuk menjaga kebeningan hati dan keteguhan iman.

Zuhud secara sederhana dapat dimaknai sebagai sikap tidak tergantung pada dunia, meskipun seseorang memilikinya. Bukan berarti seseorang harus meninggalkan harta, pekerjaan, atau kehidupan sosial. Zuhud bukan kemiskinan, tetapi kebebasan batin. Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Zuhud itu bukan berarti kamu tidak memiliki apa-apa, tetapi kamu tidak diperbudak oleh apa yang kamu miliki.”

Kini, kita hidup di tengah kemewahan digital: gawai canggih, media sosial, aplikasi yang memanjakan, hingga budaya viral yang serba instan. Kita terhubung dengan dunia dalam sekejap, namun seringkali menjadi hamba dari layar yang ada di genggaman. Ketergantungan ini membuat zuhud terasa jauh dari kehidupan modern, padahal justru dibutuhkan lebih dari sebelumnya.

Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah overstimulation—banjir informasi, notifikasi tanpa henti, dan dorongan untuk selalu terlihat eksis. Inilah bentuk perbudakan modern yang halus: kita merasa harus terus merespon, terus mengikuti tren, terus membandingkan hidup dengan orang lain. Dalam situasi ini, zuhud hadir sebagai jalan pembebasan. Ia mengajak kita melepaskan keterikatan, bukan benda fisik semata, tapi juga ikatan mental terhadap pengakuan, validasi, dan pencitraan.

Zuhud di era ini bisa dimulai dengan langkah-langkah kecil: membatasi waktu layar, mengurangi konsumsi media sosial, atau memilih untuk tidak mengikuti tren yang tak bermanfaat. Hal ini bukan berarti menolak teknologi, tapi menggunakannya dengan bijak. Dalam pandangan seorang zahid, teknologi adalah alat, bukan tujuan. Ia tidak membiarkan hidupnya dikendalikan oleh algoritma, melainkan tetap menjaga ruh dan arah hidupnya dengan sadar.

Para ulama dahulu memberi contoh tentang bagaimana memiliki dunia tapi tidak mencintainya secara berlebihan. Umar bin Khattab, meski seorang pemimpin besar, tetap hidup sederhana dan tidak terikat pada kekayaan duniawi. Begitu pula Imam Hasan al-Bashri yang sangat meyakini bahwa ketenangan hanya didapat ketika hati tidak bergantung pada dunia. Dalam konteks hari ini, kita bisa meneladani mereka dengan cara menjadi pengguna teknologi yang beretika, tidak silau dengan gaya hidup digital yang penuh glamor, dan tetap menjadikan akhirat sebagai orientasi utama.

Menjadi zahid di era digital juga berarti mampu mengatakan “cukup” ketika dunia terus menawarkan “lebih”. Kita tidak harus selalu memiliki gadget terbaru, mengikuti gaya hidup influencer, atau merasa tertinggal saat tidak mengonsumsi hal-hal viral. Zuhud menanamkan rasa qana’ah—merasa cukup dengan yang ada. Dengan itu, hati menjadi tenang, dan hidup lebih fokus.

Lebih dari itu, zuhud melatih kita untuk hidup dengan kesadaran. Setiap interaksi digital seharusnya menjadi ladang amal, bukan ladang kesia-siaan. Kita bisa bertanya pada diri: apakah waktu yang saya habiskan di media sosial mendekatkan saya pada Allah? Apakah unggahan saya membawa manfaat atau sekadar pamer? Apakah saya menjadi hamba Allah, atau hamba dari likes dan komentar?

Dalam perspektif sufistik, zuhud adalah langkah awal menuju ma’rifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Tanpa melepaskan diri dari keterikatan dunia, hati sulit menerima cahaya ilahi. Maka, siapa yang ingin naik derajat spiritual, ia harus rela membersihkan hatinya dari cinta dunia. Di zaman sekarang, cinta dunia itu bisa berbentuk obsesi pada popularitas digital, pencapaian semu, atau kemewahan virtual yang hanya tampak di layar.

Zuhud bukan pelarian dari kehidupan, tapi cara hidup yang jernih. Seorang zahid tetap bekerja, tetap bersosialisasi, bahkan bisa sukses di dunia, tapi hatinya tidak pernah tergantung padanya. Ia tidak sedih saat kehilangan, dan tidak bangga berlebihan saat mendapatkannya. Dunia ada di tangannya, bukan di hatinya.

Maka, menjadi zahid di era digital adalah perjuangan untuk tetap merdeka—merdeka dari keinginan tanpa batas, merdeka dari pencitraan, dan merdeka dari tekanan eksistensi virtual. Merdeka untuk memilih hidup yang bermakna, bukan yang sekadar terlihat menakjubkan di layar. Inilah esensi zuhud yang abadi: menjadikan dunia sebagai jembatan, bukan jebakan.

Zuhud di era digital memang tidak mudah. Tapi ia sangat mungkin, dan sangat dibutuhkan. Ia adalah benteng di tengah banjir informasi. Ia adalah oase di tengah hiruk-pikuk pencitraan. Dan yang terpenting, ia adalah jalan menuju kebebasan sejati—bebas dari dunia yang memperbudak, dan bebas untuk kembali kepada Allah dengan hati yang bersih.

Continue Reading

News

Pemerintah RI Didesak Larang Masuk Warga dengan Paspor Ganda Israel

Ahmad Munawir

Published

on

Continue Reading

Ruang Sujud

Rahasia Ketenangan Hati: Menyelami Makna Zuhud dalam Kehidupan Sehari-hari

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Setiap manusia pasti menginginkan hidup yang tenang, damai, dan terbebas dari kegelisahan. Tapi di tengah kesibukan, persaingan, dan hiruk-pikuk kehidupan modern, ketenangan hati seolah menjadi sesuatu yang langka. Banyak orang mengejarnya melalui materi, hiburan, atau pencapaian karier. Namun, semakin dicari ke luar, semakin sulit ditemukan. Padahal, salah satu kunci ketenangan hati justru terletak dalam nilai Islam yang luhur—yaitu zuhud.

Zuhud sering disalahpahami sebagai sikap menjauhi dunia secara total, hidup miskin, atau menolak harta. Padahal, makna sebenarnya jauh lebih dalam. Imam Ahmad bin Hanbal menjelaskan bahwa zuhud bukan berarti tidak memiliki dunia, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Orang yang zuhud bisa kaya raya, namun hatinya tidak terikat pada kekayaannya. Ia memegang dunia, tapi tidak digenggam olehnya.

Zuhud berasal dari akar kata “zahada” yang berarti meninggalkan. Dalam konteks spiritual, artinya meninggalkan keterikatan terhadap dunia demi sesuatu yang lebih mulia—yaitu akhirat. Zuhud bukanlah membenci dunia, melainkan menempatkannya pada posisi yang benar: sebagai alat, bukan tujuan.

Lalu bagaimana praktik zuhud dalam kehidupan sehari-hari? Apakah mungkin di era modern ini kita bisa mengamalkannya tanpa harus menjadi pertapa? Jawabannya: sangat mungkin. Justru di tengah kehidupan yang penuh distraksi dan kompetisi ini, zuhud menjadi pelindung hati agar tidak hanyut dalam keserakahan dan kecemasan.

Zuhud bisa dimulai dengan melatih diri untuk merasa cukup. Sifat qana’ah—merasa puas dengan apa yang ada—adalah saudara kembar dari zuhud. Saat orang lain sibuk mengejar tren, kita memilih untuk hidup sederhana. Saat orang lain panik karena merasa kurang, kita tenang karena yakin bahwa rezeki sudah ditakar oleh Allah. Sikap ini menumbuhkan rasa syukur, dan dari syukur itulah lahir ketenangan.

Dalam kehidupan sehari-hari, praktik zuhud bisa diterapkan dalam cara kita mengelola waktu, harta, dan perhatian. Misalnya, menghindari belanja berlebihan hanya demi gengsi. Atau, memilih pekerjaan yang halal dan memberi keberkahan, walau tidak membuat cepat kaya. Bahkan dalam penggunaan media sosial, zuhud mengajarkan kita untuk tidak tergoda oleh pencitraan, dan fokus pada kualitas hidup yang sesungguhnya.

Zuhud juga mendorong kita untuk tidak iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Ketika melihat orang lain punya rumah mewah, mobil mahal, atau liburan ke luar negeri, hati yang zuhud tidak tergerak oleh rasa ingin memiliki yang sama. Ia sadar bahwa dunia bukan tolok ukur kebahagiaan. Justru, zuhud membantu kita menciptakan kebahagiaan dari dalam diri, tanpa harus membandingkan hidup dengan orang lain.

Salah satu pelajaran zuhud terbaik datang dari Nabi Muhammad SAW sendiri. Beliau adalah pemimpin umat, tokoh besar, namun hidup dalam kesederhanaan. Beliau tidur di atas tikar kasar, tidak pernah menimbun kekayaan, dan selalu memberi bahkan saat beliau sendiri kekurangan. Namun, justru dari sana lahir pribadi yang kuat, penuh kasih, dan paling tenang menghadapi dunia.

Bahkan para sahabat yang kaya seperti Abdurrahman bin Auf tetap bersikap zuhud. Kekayaan yang ia miliki tidak menjadikannya sombong atau bergantung pada dunia. Ia menggunakan hartanya untuk akhirat, bukan untuk membanggakan diri. Dari sini kita belajar bahwa zuhud bukan soal jumlah, tapi soal sikap hati.

Dalam dunia kerja, zuhud bisa menjelma sebagai kejujuran dan kesederhanaan dalam ambisi. Kita tetap berusaha meraih yang terbaik, namun tidak sampai mengorbankan prinsip atau menjadikan kesuksesan duniawi sebagai segalanya. Zuhud menjaga agar kita tetap rendah hati dalam kemenangan, dan tetap berserah diri saat menghadapi kegagalan.

Zuhud juga memperhalus hubungan sosial. Orang yang zuhud tidak mudah tersinggung, tidak mudah marah karena urusan dunia. Ia tidak berebut pujian, tidak haus pengakuan. Karena hatinya tenang, ia bisa memaafkan, bersabar, dan menghindari konflik yang tidak perlu. Zuhud menanamkan rasa damai, dan kedamaian ini menular ke sekitar.

Ketenangan yang lahir dari zuhud adalah ketenangan sejati—bukan ketenangan yang dibeli atau dicari di luar diri. Zuhud membebaskan hati dari perbudakan dunia. Ia memberi ruang bagi ruhani untuk tumbuh, bagi jiwa untuk merasa cukup, dan bagi pikiran untuk jernih. Zuhud bukan sekadar ajaran, tapi seni menjalani hidup dengan ringan dan bermakna.

Akhirnya, zuhud bukanlah ajaran kuno yang tidak relevan. Justru dalam dunia yang makin bising, zuhud adalah jalan sunyi yang membawa kita kembali pada diri, kembali pada Allah. Dengan zuhud, kita belajar bahwa hidup bukan tentang memiliki segalanya, tapi tentang melepaskan apa yang tidak perlu. Di sanalah rahasia ketenangan hati disimpan, dan hanya mereka yang zuhud-lah yang bisa merasakannya.

Continue Reading

News

Ketum PP. Muhammadiyah Dorong Perguruan Tinggi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, menegaskan bahwa perguruan tinggi kini berada pada era kualitas, bukan sekadar rutinitas.

Akreditasi dan perangkingan internasional menjadi tolok ukur formal yang mencerminkan mutu suatu institusi pendidikan tinggi.

Ia mencontohkan UMS, UMM, dan UMY yang secara bergiliran masuk 10 besar kampus terbaik nasional serta diakui dunia.

Dalam kuliah tamu di Unismuh Makassar, Prof. Haedar menekankan pentingnya pengelolaan kampus yang modern, efisien, dan profesional.

Kampus tidak boleh dikelola secara personal, berdasarkan relasi, keluarga, atau kepentingan kelompok.

Ia mendorong tata kelola kampus berbasis keahlian dan profesionalisme demi kemajuan institusi setiap tahun.

Dosen yang telah bergelar doktor dan profesor harus berkontribusi nyata dalam riset dan pengabdian masyarakat.

Jika tidak, menurutnya, dosen hanya akan menjadi beban institusi pendidikan.

Kampus perlu membangun ekosistem riset yang produktif, bukan sekadar simbol formalitas.

Ia mencontohkan universitas Jepang seperti Nara University sebagai model kekuatan riset yang bisa ditiru.

Unismuh dinilai punya potensi besar untuk mengembangkan riset sosial yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Prof. Haedar juga menegaskan pentingnya komitmen civitas akademika terhadap nilai-nilai Muhammadiyah.

Kampus harus dipahami sebagai ruang pengabdian dan ibadah, bukan sekadar tempat mencari pekerjaan.

Komitmen ke-Muhammadiyahan harus menjadi ruh utama dalam mengelola dan mengembangkan perguruan tinggi.

Continue Reading

Ruang Sujud

Zuhud Bukan Anti-Kemajuan: Menggali Hikmah di Tengah Kemewahan Dunia

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Ketika mendengar kata “zuhud”, sebagian orang mungkin langsung membayangkan seseorang yang menjauh dari dunia, hidup di tempat terpencil, berpakaian sederhana, dan tak punya harta. Bahkan, ada yang menganggap zuhud sebagai sikap yang tidak sesuai lagi dengan kehidupan zaman sekarang yang maju, modern, dan serba cepat. Namun benarkah demikian?

Zuhud bukan berarti menolak kemajuan. Ia juga bukan tanda kemunduran. Justru, zuhud adalah ajaran Islam yang memberi arah agar kita tidak tenggelam dalam gemerlap dunia, tanpa harus meninggalkan peran penting dalam kehidupan. Dalam Islam, seseorang bisa menjadi ilmuwan, pebisnis sukses, pejabat tinggi, bahkan orang terkaya sekalipun—selama hatinya tidak bergantung pada dunia, itulah zuhud.

Zuhud berasal dari bahasa Arab “zuhd”, yang berarti menjauhkan diri atau tidak tertarik pada sesuatu. Dalam konteks agama, ia berarti tidak mencintai dunia secara berlebihan dan lebih mementingkan akhirat. Tapi penting dipahami, zuhud tidak identik dengan miskin atau tidak memiliki harta. Seseorang boleh memiliki kekayaan, namun jika hatinya tidak terikat padanya dan ia mampu menggunakan kekayaannya untuk kebaikan, maka ia tetap dikatakan zuhud.

Contoh paling nyata dari hal ini adalah sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Abdurrahman bin Auf. Ia adalah salah satu sahabat paling kaya, namun tetap zuhud. Kekayaannya tidak membuatnya sombong atau lalai. Ia bahkan lebih sibuk mencari akhirat, dengan membelanjakan hartanya untuk membela Islam. Begitu pula Utsman bin Affan, yang dalam kekayaannya tetap rendah hati dan dermawan. Keduanya adalah bukti nyata bahwa zuhud dan kemajuan bukan hal yang bertentangan.

Zuhud justru menjadi fondasi kuat bagi seseorang untuk tetap stabil di tengah kemajuan. Ketika dunia menawarkan kenyamanan, teknologi, kemewahan, dan kemudahan, zuhud hadir sebagai rem yang menjaga keseimbangan. Ia mengajarkan bahwa kita boleh memanfaatkan dunia, tapi jangan sampai diperbudak oleh dunia. Inilah yang menjadi pembeda antara orang yang cerdas secara spiritual dan yang hanya sibuk mengejar dunia tanpa arah.

Saat ini, dunia tengah melaju dengan cepat. Teknologi informasi, ekonomi digital, kendaraan canggih, dan gaya hidup mewah mudah ditemui. Dalam konteks ini, zuhud mengajak kita untuk tetap berpijak. Memiliki smartphone terbaru boleh saja, tapi jangan sampai ia menjadi pusat hidup kita. Memakai mobil mewah tidak dilarang, asalkan tidak menjadikan kita arogan dan merasa lebih baik dari yang lain. Memiliki rumah megah bukan kesalahan, selama kita tidak menjadikannya sumber kesombongan atau lalai dari ibadah.

Zuhud juga mengajarkan sikap efisien dan fokus. Orang yang zuhud tahu mana yang penting dan mana yang hanya keinginan sesaat. Di era konsumtif seperti sekarang, zuhud mengajari kita untuk tidak tergoda oleh gaya hidup boros. Ia mendorong kita hidup dengan kesadaran, bukan sekadar mengikuti tren atau tuntutan sosial.

Lebih jauh lagi, zuhud memperkuat integritas diri. Ketika seseorang mampu menahan diri dari mencintai dunia secara berlebihan, ia menjadi lebih jujur, tidak mudah tergoda oleh suap, dan tidak korup. Inilah yang dibutuhkan bangsa ini: pemimpin dan generasi yang tidak gila hormat, gila harta, dan gila pujian. Semua itu hanya bisa dicapai dengan sikap zuhud yang tertanam dalam hati.

Zuhud juga sangat relevan bagi dunia kerja dan bisnis. Dalam dunia yang kompetitif, banyak orang menghalalkan segala cara demi mendapatkan hasil. Tapi orang yang zuhud tetap menjunjung kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Ia tidak tergiur oleh keuntungan sesaat yang bisa mengorbankan nilai-nilai Islam. Bahkan dalam meraih kemajuan, orang yang zuhud tetap menjaga akhlaknya, karena ia tahu bahwa dunia hanyalah sarana menuju Allah.

Dalam kehidupan sosial pun, zuhud menciptakan harmoni. Ia membuat seseorang rendah hati, tidak iri dengan keberhasilan orang lain, dan tidak membanggakan apa yang dimilikinya. Zuhud menyuburkan rasa syukur, bukan keluhan. Ia juga menjauhkan kita dari stres akibat tekanan hidup yang disebabkan oleh tuntutan gaya hidup. Hati yang zuhud cenderung tenang, tidak mudah baper, dan selalu fokus pada hal yang lebih besar: ridha Allah.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menghidupkan kembali nilai zuhud di tengah masyarakat modern. Ini bukan berarti menolak kemajuan, tapi memberi ruh pada kemajuan itu sendiri. Apa artinya teknologi canggih jika hanya membuat manusia makin tamak? Apa artinya kekayaan berlimpah jika hanya menciptakan ketimpangan dan kesombongan?

Zuhud adalah seni hidup dengan cerdas. Ia tidak memusuhi dunia, tapi juga tidak memujanya. Ia menempatkan dunia sebagai titipan, bukan tujuan. Dengan zuhud, kita bisa tetap maju dalam karier, bisnis, teknologi, dan pendidikan, tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual dan moral yang menjadi akar kehidupan.

Maka, mari jadikan zuhud sebagai prinsip dalam menghadapi dunia modern. Bukan untuk menjauhi kemajuan, tapi untuk mengarahkannya ke jalan yang lebih bermakna. Karena pada akhirnya, bukan banyaknya harta atau tingginya jabatan yang menentukan nilai hidup kita, melainkan seberapa tulus kita dalam mengelola semua itu untuk mendekat kepada-Nya.

Continue Reading

Ruang Sujud

BKPRMI Imbau Pemerintah Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Zionis Israel kembali mengkhianati kesepakatan gencatan senjata dan melancarkan serangan brutal terhadap Palestina.

Serangan yang berubah menjadi genosida ini terus berlangsung meski ada seruan gencatan senjata dari Dewan Keamanan PBB dan Mahkamah Internasional.

Target serangan mencakup sekolah, rumah sakit, tempat pengungsian, dapur umum, dan zona aman yang justru ditetapkan oleh Israel sendiri.

Akibatnya, ribuan warga Palestina menjadi korban jiwa, luka-luka, mengungsi, serta kehilangan tempat tinggal dan akses dasar kehidupan.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 115.000 orang.

Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, menjadikan serangan ini sebagai pelanggaran HAM dan tindakan genosida.

Ketua BKPRMI, Nanang Mubarok, menegaskan bahwa penjajahan bertentangan dengan amanat konstitusi Indonesia.

Ia juga merujuk pada fatwa MUI Tahun 2023 tentang kewajiban mendukung perjuangan rakyat Palestina.

BKPRMI mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz atas serangan brutal mereka.

Mereka menyerukan penghentian genosida dan semua bentuk kontak senjata yang dilakukan oleh militer Israel.

BKPRMI juga mengecam dukungan tak bersyarat Presiden AS Donald Trump terhadap agresi Israel.

Amerika diminta menghentikan dukungan terhadap serangan militer dan mendorong solusi damai serta bantuan kemanusiaan.

BKPRMI mendesak pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo untuk aktif mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Langkah yang diharapkan termasuk diplomasi di PBB, konsolidasi pimpinan negara Islam, dan pengiriman pasukan penjaga perdamaian.

Selain itu, pemerintah diminta menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung ke Gaza.

BKPRMI juga mengajak seluruh anggotanya dan umat Islam Indonesia untuk melakukan penyadaran publik tentang krisis kemanusiaan di Palestina.

Mereka menyerukan gerakan donasi serta menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel.

Umat Islam juga diajak untuk mendoakan rakyat Palestina lewat qunut nazilah dan shalat ghaib bagi para syuhada.

Continue Reading

Sportechment

Ariel NOAH Izinkan Momo Nyanyikan Lagu Ciptaannya, Asalkan…

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Ariel NOAH kembali menunjukkan sikap santainya terhadap musisi yang membawakan lagu ciptaannya. Dalam sebuah acara, Momo meminta izin untuk menyanyikan salah satu lagu karya Ariel. Sebelum membawakan lagu tersebut, Momo dengan ringan meminta maaf kepada Ariel.

“Eh, tadi maaf ya, lagunya dibawakan,” ujar Momo kepada Ariel, seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh akun @pembasmi.kehaluan.reall.

Ariel pun dengan santai mengizinkan Momo untuk membawakan lagu ciptaannya. “Nggak apa-apa, pakai saja. Sebisa mungkin,” jawab Ariel, memberikan izin kepada Momo.

Tak berhenti di situ, Ariel melontarkan candaan ringan mengenai syarat untuk membawakan lagu-lagunya.

“Asalkan, syaratnya cuma satu, nggak boleh jelek,” katanya, membuat Momo tertawa. Ariel kemudian menambahkan, “Benar dong, kan kalau lagunya dinyanyiin bagus, orang jadi suka.”

Di sisi lain, Ariel NOAH saat ini sedang terlibat dalam sebuah gugatan hukum terkait Hak Cipta. Bersama 28 musisi lainnya, Ariel mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta di Mahkamah Konstitusi (MK).

Permohonan tersebut tercatat dengan nomor akta pengajuan permohonan elektronik (AP3) nomor 33/PUU/PAN.MK/AP3/03/2025.

Gugatan ini muncul di tengah perbincangan seputar hak cipta dan royalti yang semakin ramai diperbincangkan, menyusul kasus pelanggaran hak cipta antara Ari Bias dan Agnez Mo.

Dalam kasus tersebut, Agnez Mo diwajibkan membayar denda sebesar Rp1,5 miliar setelah putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 30 Januari 2025.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News5 hours ago

Bertemu MBZ, Prabowo Sepakati 8 MoU dan LoI

Sportechment5 hours ago

Megawati dan Bukilic Tinggalkan Red Sparks Musim Depan, Lha Kok Kenapa?

News6 hours ago

IKADI Desak Pemerintah RI Tegas Kecam Serangan Israel ke Gaza

Ruang Sujud8 hours ago

Zuhud di Era Digital: Menjadi Hamba yang Merdeka dari Dunia

News12 hours ago

Pemerintah RI Didesak Larang Masuk Warga dengan Paspor Ganda Israel

Ruang Sujud13 hours ago

Rahasia Ketenangan Hati: Menyelami Makna Zuhud dalam Kehidupan Sehari-hari

News14 hours ago

Ketum PP. Muhammadiyah Dorong Perguruan Tinggi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Ruang Sujud17 hours ago

Zuhud Bukan Anti-Kemajuan: Menggali Hikmah di Tengah Kemewahan Dunia

Ruang Sujud18 hours ago

BKPRMI Imbau Pemerintah Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina

Sportechment19 hours ago

Ariel NOAH Izinkan Momo Nyanyikan Lagu Ciptaannya, Asalkan…

News19 hours ago

Tunjangan Langsung untuk Guru, Tingkatkan Kesejahteraan dan Motivasi Mengajar

News20 hours ago

Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Prabowo Minta Dukungan 5 Negara Ini

News20 hours ago

Halalbihalal Kemendikdasmen: Momentum Perkuat Semangat Pengabdian dan Kerja Sama

Sportechment20 hours ago

Declan Rice Ukir Sejarah, 2 Gol Tendangan Bebas Hancurkan Real Madrid

Ruang Sujud21 hours ago

Menjadi Kaya Tanpa Terikat: Seni Zuhud di Era Modern

News1 day ago

Impor Bebas, Pajak Naik, Peternak Tersingkir?

Sportechment1 day ago

Hansi Flick Ingatkan Barcelona Tidak Jemawa Jelang Lawan Borussia Dortmund

Sportechment1 day ago

Megawati Gagal Antar Red Sparks Juarai Liga Voli Korea Meski Cetak Poin Tertinggi

News1 day ago

Hamas Apresiasi Langkah Uni Afrika Usir Dubes Israel dari Konferensi Genosida Rwanda

Sportechment1 day ago

Madonna dan Elton John Akhirnya Berdamai Usai 20 Tahun Berseteru