Monitorday.com – Di tengah dinamika hukum di Tanah Air, dunia akademik menjadi salah satu pengawal dan pemandu menuju tujuan penegakan keadilan. Program Doktor Universitas Bodobudur memulai perkuliahan semester baru pada Sabtu, 7 maret 2026. Kegiatan istimewa ini dihadiri oleh semua mahasiswa yang tersebar di lima kelas.
Para selebritas hukum memeriahkan awal kuliah yang tersebar di lima kelas 30 ABC dan 31 AB. Terlihat suasana penuh semangat. Para pengajar yang mumpuni dan berpengalaman bertemu dengan para mahasiswa yang antusias.
Tidak tanggung-tanggung, di kelas 30 A diajar oleh Prof Dr Arif Hidayat ketua Mahkamah Konstitusi 2015-2018. Sementara di kelas 30 B diajar oleh Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh Kepala BKN RI.
Nampak pula Prof Dr Suparji ahli pidana yang wajahnya sering tampil di layar kaca dalam memberikan keterangan ahli mengampu kelas 30 C. Sementara kelas 31 A diampu oleh Prof Dr Abdullah Sulaiman seorang guru besar hukum senior. Yang juga istimewa adalah kelas 31 B. Kelas ini diampu oleh Dr Bambang Soesatyo Ketua MPR 2019-2024 yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 2018-2019.
“Saya pikir tidak ada kampus lain yang bisa diajar oleh para selebritas hukum seperti Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur yang terakreditasi unggul dengan nilai sempurna 375,” ujar Prof Faisal Santiago yang merupakan Ketua Program Doktor Ilmu Hukum, kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Total ada 169 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut. Mereka tersebar di lima kelas, dengan komposisi 94 mahasiswa angkatan 30 dan 75 mahasiswa baru angkatan 31. Jumlah peminat yang besar ini semakin menegaskan bahwa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur menjadi salah satu kampus yang paling diminati di Indonesia saat ini.
Program ini didukung oleh lebih dari 25 dosen tetap. Selain mengajar di dalam negeri, kegiatan lecturing juga dilakukan di berbagai kampus luar negeri yang masuk kategori world class university. Setiap semester juga rutin diselenggarakan International Conference. Dukungan sarana prasarana yang modern, serta akses internet yang terhubung dengan berbagai basis data yang dapat diakses gratis oleh seluruh mahasiswa untuk kepentingan riset dan penulisan disertasi, semakin menunjukkan keunggulan program ini dibandingkan perguruan tinggi swasta lainnya. Semua itu dapat terlihat langsung dalam praktik penyelenggaraan akademiknya.
Melalui fasilitas Hukumonline Corner, mahasiswa juga dapat mengakses berbagai data hukum selama 24 jam. Layanan ini membantu mahasiswa memperoleh referensi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas perkuliahan, penulisan jurnal, hingga penyusunan disertasi.
“Sehingga tidak heran hampir semua mahasiswa Doktor Ilmu Hukum dan alumninya mempunyai karya ilmiah hal ini menjadikan kebanggaan bagi para civitas akademika,” jelas Prof Faisal.
Dengan capaian nilai 375, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur dinilai sebagai salah satu program doktor hukum terbaik di Indonesia. Standar akademik dijaga dengan ketat dalam setiap proses pembelajaran. Hal itu disampaikan oleh Ketua Program Doktor Ilmu Hukum, Prof Faisal Santiago. Selain meraih akreditasi unggul dari BAN-PT, Universitas Borobudur juga mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 sebagai bukti bahwa sistem tata kelola pendidikan dijalankan secara profesional dan terstandar.
“Bahkan perangkat teknologi AI (Artificial Intelligence) mengatakan kalau mau kuliah doktor hukum PTS akreditasi unggul yang keluar Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, suatu pengakuan yang luar biasa,” tuturnya.
Selain itu, PDIH Universitas Borobudur disebut sebagai salah satu kampus yang secara rutin melaksanakan kegiatan lecturing di berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia (world class university). Di antaranya Utrecht dan Leiden University di Belanda, Leeds dan Oxford University di Inggris, Kanzai Gaidai dan Wako University di Jepang, Thammasat University di Thailand, serta Youngsan dan Hankuk University di Korea Selatan.
Agenda akademik internasional juga telah dijadwalkan tahun ini. Pada 25 April 2026, Program Pascasarjana Universitas Borobudur akan menyelenggarakan International Conference yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Selanjutnya, pada 2 November 2026 mahasiswa akan mengikuti kegiatan lecturing ke Leiden dan Utrecht University. Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan studi mengenai peradilan dan penegakan hukum di Milan serta kunjungan ke Euronext pasar modal di Prancis.
Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas wawasan internasional mahasiswa sekaligus memperkaya pengalaman akademik selama menjalani studi di Universitas Borobudur. Menurut Prof Faisal, program akademik semacam ini jarang dilakukan oleh perguruan tinggi lain.
Adapun dosen yang mengampu perkuliahan antara lain Prof Arif Hidayat, Prof Zudan Arif Fakrulloh, Prof Ade Saptomo, Prof Surya Jaya, Prof Zainal Arifin Hoesein, Prof Abdullah Sulaeman, Prof Suparji, Prof Tundjung, Prof Faisal Santiago, Dr Ahmad Redi, Dr Bambang Soesatyo, Dr Evita, Dr KMS Herman, Dr Boy Nurdin, Dr Subiyanta Mandala, Dr Muchlas Rowi, Dr Tina Amelia, Dr Binsar Jon Vic, Dr Natsir Asnawi, Dr Irfan, Dr Marhaeni, Dr Handoyo, Dr Afdhal Mahatta dan Dr Lod Effendi Simanjuntak.
“Semua perkuliahan dilakukan di kampus sehingga terbangun atmosfer akademik dengan baik,” tandasnya.