News
Asa Bagnaia Kunci Gelar di Lusail, Bagaimana Peluang Jorge Martin?
Titel juara dunia bisa dikunci pada seri balap ke-19 MotoGP Qatar 2023 yang akan berlangsung pada akhir pekan ini.
Francesco Bagnaia dari tim Ducati Lenovo masih memimpin dalam perburuan di MotoGP 2023 dengan koleksi 412 poin hasil dari 6 kemenangan dan 7 podium lainnya.
Menjadi satu-satunya penantang adalah Jorge Martin dari tim satelit Ducati, Prima Pramac, yang cuma terpaut 14 poin.
Menggunakan motor spesifikasi pabrikan yang sama seperti Bagnaia, Martinator mengancam dengan kecepatan tinggi yang stabil sejak paruh musim kedua.
Penambahan sprint yang menawarkan setengah poin balapan utama dalam format akhir pekan membuat persaingan musim ini menjadi berbeda.
Dampaknya dua arah baik bagi Bagnaia yang bisa mengunci gelar lebih cepat atau bagi Martin yang punya lebih banyak kesempatan.
Bagi Bagnaia, match point pertama bisa didapatkannya apabila menjaga jarak poin dengan Martin berada di angka 12 atau lebih setelah sprint MotoGP Qatar pada Sabtu (18/11/2023).
Dengan demikian, dia bisa mendapatkan 37 poin pada balapan utama hari Minggu (19/11/2023), jika menang, untuk memastikan gelar.
Martin tetap akan berada di posisi kedua meski poinnya sama dengan Bagnaia di seri terakhir karena kalah jumlah kemenangan lomba.
Kemenangan Martin lebih banyak diraih di sprint (6 kali) daripada balapan utama yang lebih menentukan (4 kali). Adapun Bagnaia kebalikannya, saat sprint dia cuma menang 4 kali.
Meski punya peluang untuk naik tahkta lebih cepat, Bagnaia tak mau terlena. Menurutnya, untuk melakukannya itu tidak mudah.
“Saya tidak menganggap akhir pekan ini sebagai match point. Saya harus meraih 37 poin dan itu tidak mudah,” katanya dalam konferensi pers di Sirkuit Lusail, Qatar, Kamis (16/11/2023).
Sebagai informasi, asumsi tambahan 25 poin saat balapan utama baru terealisasi apabila Bagnaia menang sementara Martin gagal finis atau finis di luar zona poin yaitu 15 besar.
Martin sendiri terbilang konsisten. Musim ini cuma tiga kali dia gagal finis saat balapan utama dan itu jumlahnya lebih sedikit dengan Bagnaia yang sudah mengalaminya empat kali.
“Dalam satu akhir pekan Jorge melakukan pekerjaan hebat dan akan lebih penting untuk berpikir sesi demi sesi, untuk bekerja seperti ketika di Sepang dan mencoba kompetitif,” imbuh Bagnaia.
“Kita tahu treknya baru saja mengalami pengaspalan ulang jadi itu tanda tanya besar untuk masalah ban. Saya pikir lintasannya akan sangat menuntut ban karena masih baru.”
“Kita lihat saja nanti, ini sirkuit yang saya sukai, kami selalu kompetitif di sini, kecuali tahun lalu karena kami datang di momen yang tidak tepat.”
“Rekor lapnya masih punya saya dan saya pikir motor kami sangat cocok dengan treknya,” pungkas sang juara bertahan.
Sementara Martin memilih untuk tidak menganggap kemungkinan gagal juara pada akhir pekan ini sebagai tekanan.
Pembalap asal Madrid itu merasa sudah puas dengan situasinya sekarang.
Untuk ukuran pembalap tim satelit, menjadi runner-up kejuaraan sudah menjadi pencapaian tersendiri walau tentunya ada angan-angan untuk berbuat lebih.
“Saya tidak tahu hitung-hitungannya secara pastinya, saya hanya perlu untuk memangkas poinnya jadi itu targetnya,” timpal Martin.
“Saya sudah berada di peringkat dua di kejuaraan, dan tetap di sana meski melewatkan dua balapan berikutnya.”
Posisi Martin tidak mungkin tergeser oleh Marco Bezzecchi (Mooney VR46) di peringkat tiga karena terpaut 75 poin sedangkan hanya ada maksimal 74 poin untuk diraih di sisa musim.
“Jadi saya harus menyerang dan memangkas poin sebanyak mungkin dari dua balapan ini,” tandas juara dunia Moto3 musim 2018 itu.
Saat ditanya soal siapa yang diharapkannya akan berada di pihaknya dalam persaingan ini, Martin menunjuk Valentino Rossi yang merupakan mentor Bagnaia di VR46 Riders Academy.
“Sulit untuk mengatakannya sih, mungkin, Valentino adalah idola saya jadi saya berharap dia (bergabung dengan Tim Martin).”
“Tapi rasanya itu sulit. Yah, mungkin Jason Statham,” jawabnya yang disambut senyum tipis Bagnaia yang duduk di sebelahnya.
MotoGP Qatar 2023 akan berlangsung pada akhir pekan ini, 17-19 November 2023, di Sirkuit Lusail, Lusail, Qatar.
News
Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana
Monitorday.com – Pemerintah menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) murni karena alasan pribadi dan tidak terkait kondisi kesehatan.
Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026), untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah Perry mengajukan pengunduran diri.
“Karena alasan pribadinya dan tentu kita menghormati,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, surat yang disampaikan Perry kepada Presiden Prabowo Subianto hanya berisi permohonan pengunduran diri tanpa menjelaskan alasan secara rinci. Ia juga membantah isu yang mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi kesehatan Perry.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, pemerintah akan memproses pemberhentian Perry secara hormat melalui Keputusan Presiden (Keppres) sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
Selama proses penetapan gubernur definitif, posisi Gubernur BI akan dijalankan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia.
Pemerintah memastikan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah tetap berjalan untuk menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta perekonomian nasional selama masa transisi kepemimpinan bank sentral.
News
Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026
Bogor [Monitorday] – Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan seluruh persiapan Stadion Pakansari, Cibinong, telah rampung menjelang laga Piala AFF 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan kesiapan venue telah mencapai 100 persen, baik dari sisi lapangan maupun infrastruktur penunjang.
Rudy Susmanto menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau persiapan terakhir di kawasan Stadion Pakansari, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, seluruh fasilitas utama telah siap digunakan dan kini hanya menyisakan proses pembersihan area stadion.
“Persiapan untuk lapangan sudah 100 persen, infrastruktur di luar juga sudah 100 persen, tinggal hari ini melakukan pembersihan,” kata Rudy.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut dengan antusias penunjukan Stadion Pakansari sebagai salah satu venue penyelenggaraan Piala AFF 2026.
“Kami menyambut baik, diberikan kepercayaan, diberikan kehormatan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu venue tuan rumah Piala AFF,” ungkapnya.
Rudy menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Pada hari terakhir sebelum pertandingan, Pemkab Bogor bersama organisasi perangkat daerah (OPD), berbagai organisasi, serta masyarakat menggelar kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari penyempurnaan kesiapan.
Menurutnya, pembersihan difokuskan di sepanjang jalur dari Exit Tol Sentul Sirkuit hingga kawasan Stadion Pakansari agar memberikan kesan terbaik bagi para tamu dan peserta turnamen.
“Ini bukan hanya membawa wajah Bogor, tapi membawa wajah Indonesia. Kami berkolaborasi dengan seluruh OPD, seluruh organisasi melakukan pembersihan lingkungan, khususnya dari mulai Exit Tol Sentul Sirkuit hingga Stadion Pakansari,” tuturnya.
Selain memastikan kesiapan stadion, Rudy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pertandingan pembuka Piala AFF 2026 sekaligus memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.
” Tentunya perhelatan kick off pertama Piala AFF kita doakan bersama dan dukung bersama Garuda-garuda muda,” ujarnya.
News
Jangkar Hidup Dony Oskaria
Temukan inspirasi dari perjalanan luar biasa Dony Oskaria, dari masa kecil di desa tanpa listrik hingga menjadi petinggi korporasi. Kisahnya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang kesuksesan.
Monitorday.com – Cerita kecil Dony Oskaria menarik untuk diulik dari sudut yang paling sunyi: sebuah nagari tanpa listrik di kaki Gunung Marapi. Namanya Tanjung Alam. Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Disanalah, puluhan tahun lalu, seorang anak laki-laki tumbuh dalam kegelapan malam, tanpa pernah tahu bahwa kelak namanya akan tertulis di lembaran penting negara.
Bayangkan anak zaman sekarang. Umur enam tahun sudah pusing les ini-itu. Dony tidak. Umur delapan tahun dia baru bisa mengendus bau bangku sekolah dasar. Kenapa terlambat? Bukan karena malas. Bukan pula karena orang tuanya tidak peduli.
Ini soal tradisi fisik yang kaku. Zaman itu, syarat masuk SD di kampungnya unik: tangan kanan harus dilingkarkan di atas kepala. Kalau ujung jari bisa menyentuh telinga kiri, barulah dianggap cukup umur. Tubuh Dony kecil rupanya kurang tinggi. Jari-jarinya belum sampai. Maka, dia harus rela menunggu satu tahun lagi di ladang, bermain dengan tanah dan sepi.
Tapi otak Dony tidak bisa menunggu. Begitu masuk sekolah, ledakan kecerdasannya tak tertahankan. Dia selalu juara satu. Saban tahun. Otak anak kampung tanpa listrik ini ternyata secerah lampu petromaks.
Merantau
Orang tuanya—yang hidup pas-pasan dari kerja serabutan—terperangah. Mereka sadar, anak ini punya “sesuatu”. Sesuatu yang tidak boleh mati di dalam gelapnya malam Tanjung Alam. Maka, lahirlah sebuah keputusan besar yang sangat khas orang Minang: mendidik anak dengan melepasnya. Merantau.
Umur Dony baru kelas 5 SD ketika harus mengemas baju. Meninggalkan dekapan ibu. Pindah ke Kota Padang demi sekolah yang lebih baik. Tidak berhenti di sana. Lulus SD, dia kembali “dibuang” lebih jauh. Ke Jakarta. Kota yang kejam bagi yang tidak punya uang.
Di Jakarta, rumah mereka bukan paviliun mentereng. Orang tuanya menyewa sebuah garasi mobil di kawasan Ciledug. Ya, garasi. Di sanalah Dony tidur, belajar, dan merajut mimpi. Di tempat mobil biasanya diparkir, masa depan seorang Chief Operating Officer [COO] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara [Danantara] ini justru sedang disetir.
Orang tuanya tidak bisa mewariskan sepeser pun saham. Mereka tidak punya tanah untuk dibagi. Namun, mereka menanamkan satu doktrin yang membakar dada Dony: “Kita ini orang miskin. Kita tidak punya warisan harta. Maka, sekolah adalah satu-satunya senjata kita untuk mengubah nasib.”
Pendidikan di mata orang tua Dony bukan sekadar angka di rapor. Pendidikan adalah harga diri. Pendidikan adalah martabat untuk keluar dari kubangan kemiskinan.
Didikan keras dan mandiri inilah yang membentuk mental “badak” dalam diri Dony. Ketika kuliah di Universitas Padjadjaran, uang kiriman tentu saja cekak. Di sinilah mental garasi Ciledug-nya keluar. Dony tidak gengsi. Dia butuh uang untuk bertahan hidup dan kuliah.
Maka, apa saja dikerjakan. Dony pernah menjadi buruh kasar yang memanjat jembatan tol malam-malam. Tugasnya? Memasang baliho iklan. Angin kencang dan taruhan nyawa di atas jalan tol adalah menu hariannya. Dia juga mengambil sif sebagai petugas call center, melayani keluhan orang lewat telepon dengan suara yang harus selalu ramah, meski perut mungkin sedang keroncongan.
Anak yang dulu telat masuk SD karena tangan tidak sampai ke telinga, kini tangannya sudah mampu meraih apa saja. Mental kerja keras itu membawanya bertemu dengan jajaran mentor papan atas, termasuk si “Anak Singkong” Chairul Tanjung. Dari petugas pelayanan pelanggan, Dony melesat menjadi CEO di berbagai perusahaan raksasa CT Corp, hingga akhirnya dipercaya mengurus korporasi negara.
Kisah masa kecil Dony adalah monumen pengingat. Bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah vonis mati bagi masa depan. Gelapnya kampung tanpa listrik justru membuat mata batinnya lebih awas melihat peluang.
Pola didik orang tuanya membuktikan satu hal: anak yang terlalu dimanja di dalam kamar ber-AC belum tentu sekuat anak yang ditempa di dalam garasi.
Kini, anak kampung itu sudah duduk di kursi terhormat kementerian. Tapi saya yakin, di dalam kepala Dony yang sekarang penuh dengan angka-angka triliunan rupiah, memori tentang dinginnya angin jembatan tol dan gelapnya Tanjung Alam tidak akan pernah hilang. Itulah jangkar hidupnya.
Eagle Parenting
Kisah masa kecil Dony Oskaria mematahkan mitos bahwa modal utama mendidik anak sukses adalah uang. Lahir di pelosok Tanjung Alam, Sumatra Barat, Dony tumbuh di rumah tanpa listrik dari keluarga yang hidup pas-pasan. Namun, orang tuanya memiliki visi yang luar biasa.
Saat Dony baru kelas 5 SD, mereka mengambil keputusan emosional yang sangat berani: melepas putra mereka merantau sendirian ke Kota Padang, lalu ke Jakarta saat SMP, demi sekolah yang lebih baik.
Langkah berani orang tua Dony ini merupakan penerapan nyata dari “Pola Asuh Anak Elang” (Eagle Parenting). Layaknya induk elang yang sengaja mendorong anaknya keluar dari kenyamanan sarang di tebing tinggi agar mau mengepakkan sayap, mereka melatih Dony berdiri di atas kaki sendiri sejak dini. Melalui life hack ini, menjauhkan anak dari zona nyaman keluarga di waktu yang tepat justru memicu kemandirian ekstrem. Karena harus mengurus hidupnya sendiri sejak kecil, mental Dony terlatih untuk tidak manja, cepat beradaptasi, dan tangguh menghadapi masalah.
Selain itu, mereka selalu menanamkan keyakinan bahwa hanya pendidikan yang bisa mengubah nasib. Keterbatasan ekonomi tidak dianggap sebagai nasib sial, melainkan bahan bakar untuk belajar lebih keras.
Pola asuh anak elang ini membentuk apa yang disebut para ahli sebagai Grit atau daya juang jangka panjang. Daya juang inilah yang terbukti jauh lebih penting daripada nilai IQ tinggi untuk kesuksesan masa depan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa hadiah terbaik untuk anak bukanlah fasilitas yang serba ada, melainkan keberanian untuk melatih mereka terbang mandiri.
News
Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan
Danantara meluncurkan strategi terpadu untuk mengembangkan pemimpin BUMN dari internal. Target 2028, talenta terbaik dari dalam mengisi posisi strategis, didukung sistem SDM dan pelatihan komprehensif.
Jakarta [Monitorday] – Danantara tengah menyiapkan sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi untuk mencetak pemimpin BUMN dari internal perusahaan. Melalui langkah ini, seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN diharapkan diisi oleh talenta yang dibina secara berkelanjutan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan target tersebut mulai diwujudkan agar pada 2028 dan seterusnya, posisi direktur hingga CEO di BUMN berasal dari talenta yang tumbuh di dalam ekosistem perusahaan.
“Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan,” kata Dony, yang juga menjabat Kepala BP BUMN, dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.
Untuk mewujudkan target tersebut, Danantara mulai menerapkan Single Grading System dan Job Value. Kedua sistem ini dirancang untuk menyelaraskan penilaian dan pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan BUMN.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai acuan dalam proses penempatan talenta. Dengan sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif, sehingga praktik penempatan yang didasarkan pada preferensi tertentu dapat diminimalkan.
Di sisi lain, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University sebagai pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Program ini akan membekali para peserta dengan standar kompetensi, kepemimpinan, serta kemampuan nonteknis (soft skills) yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan di masa mendatang.
Melalui penguatan sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis BUMN ke depan dapat diisi oleh talenta yang berkembang dari dalam organisasi.
Dony menegaskan, membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO. Menurutnya, proses pengembangan SDM harus menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menilai keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan SDM yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat, lanjutnya, menjadi faktor penting agar perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.
“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” kata Dony.
News
Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan
Persaingan industri kecerdasan buatan semakin memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem GPT-5.6 yang disusul oleh perilisan Grok 4.5 oleh xAI.
Monitorday.com – Persaingan industri kecerdasan buatan global kembali memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem terbaru mereka. Perilisan versi GPT-5.6 ini hadir dengan membawa berbagai varian khusus yang dirancang untuk mempertajam penalaran bidang sains dan teknologi. Kehadiran model mutakhir tersebut langsung menarik perhatian para pengembang perangkat lunak serta pelaku industri teknologi di seluruh dunia.
Hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman tersebut, xAI turut merilis sistem tandingan bernama Grok 4.5. Model terbaru buatan perusahaan besutan Elon Musk ini dioptimalkan secara khusus untuk memaksimalkan kecepatan pemrosesan data real-time. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam menangani berbagai tugas berbasis volume tinggi.
Perilisan serentak dari dua raksasa teknologi ini menandai babak baru eskalasi inovasi model frontier di kancah global. Para pengamat industri menilai bahwa adu cepat kapabilitas kecerdasan buatan akan semakin mendominasi paruh kedua tahun ini. Konsumen dan korporasi kini memiliki lebih banyak opsi sistem cerdas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan komputasi masing-masing.
News
Iran-Oman Sepakat Bahas Jalur Aman di Selat Hormuz
Iran dan Oman membahas mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Upaya diplomatik ini bertujuan menjaga stabilitas jalur perdagangan energi vital global.
Monitorday.com – Iran mengklaim telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan dengan Oman terkait mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan sejumlah pertemuan digelar di Teheran pada Jumat (24/7/2026) dan Sabtu (25/7/2026) yang mempertemukan delegasi kedua negara.
“Kedua pihak bertukar pandangan tentang prinsip-prinsip umum dan mekanisme operasional untuk jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz,” kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars, Minggu (26/7/2026).
Menurut Baqaei, delegasi Oman telah meninggalkan Teheran pada Sabtu malam setelah menjalani pembicaraan yang disebut berlangsung produktif. Meski demikian, konsultasi di tingkat teknis maupun politik antara kedua negara masih terus berlanjut.
Iran juga menegaskan tidak ada perubahan terhadap arus pelayaran di Selat Hormuz, meski kawasan tersebut tetap menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah.
Selat Hormuz kembali menjadi sorotan sejak meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Jalur laut yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk itu sempat dibayangi ancaman terhadap kebebasan navigasi menyusul konflik yang pecah awal tahun ini.
Pada Juni lalu, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman yang mencakup gencatan senjata melalui mediasi Qatar dan Pakistan sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik. Namun, kesepakatan itu kembali goyah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata berakhir pada 8 Juli menyusul eskalasi militer terbaru.
Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat terus mendesak Iran menghentikan ancaman terhadap kapal dagang dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sebaliknya, Teheran menegaskan pengaturan lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut harus berada di bawah mekanisme yang dikelolanya sesuai wilayah pantainya.
Pembicaraan antara Iran dan Oman dipandang sebagai salah satu upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi perdagangan energi global.
News
Prabowo Ingatkan Perang Siber, Perwira TNI-Polri Diminta Kuasai AI
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan perubahan ancaman global yang kini merambah perang siber dan informasi, sekaligus meminta perwira muda TNI-Polri menguasai AI dan teknologi modern.
Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi baru perwira TNI dan Polri bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak lagi hanya berbentuk serangan militer konvensional. Perang siber, perang informasi, kejahatan lintas negara hingga berbagai upaya melemahkan suatu negara dari dalam menjadi tantangan yang harus diantisipasi aparat pertahanan dan keamanan Indonesia. Pesan itu disampaikan Prabowo dalam Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Prabowo mengatakan dunia berubah dengan sangat cepat dan persaingan antarnegara semakin ketat. Perubahan tersebut membuat bentuk ancaman semakin kompleks, sehingga kemampuan mempertahankan negara tidak dapat lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik dan persenjataan. Perwira TNI-Polri dituntut memahami perubahan teknologi sekaligus pola ancaman baru yang berkembang di ruang digital.
Di hadapan para perwira muda, Prabowo secara khusus meminta mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sistem siber, teknologi nirawak, serta bahasa asing. Kemampuan tersebut dinilai penting karena generasi perwira yang dilantik akan berada di garis depan dalam menghadapi tantangan keamanan Indonesia pada masa mendatang.
Arahan tersebut disampaikan kepada 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang dilantik dalam Upacara Prasetya Perwira 2026. Mereka terdiri atas 512 perwira TNI Angkatan Darat, 229 perwira TNI Angkatan Laut, 154 perwira TNI Angkatan Udara, dan 282 perwira Polri.
Penekanan terhadap penguasaan teknologi menunjukkan tantangan pertahanan dan keamanan semakin bergeser menuju ruang yang lebih luas. Selain perang siber, Prabowo menyinggung perang informasi, narkotika, penyelundupan, dan kejahatan lintas negara sebagai bagian dari ancaman modern yang harus diwaspadai.
Karena itu, kemampuan menggunakan AI dan sistem siber tidak hanya relevan bagi pengembangan teknologi pertahanan. Kompetensi tersebut juga semakin penting untuk membaca ancaman, mengolah informasi, mengamankan sistem digital, hingga mendukung pengambilan keputusan dalam situasi yang bergerak cepat. Pesan Prabowo menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari kesiapan pertahanan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi.
Prabowo juga mengingatkan para perwira bahwa setelah dilantik mereka memikul tanggung jawab yang lebih besar kepada bangsa dan negara. Mereka diminta mengabdi kepada rakyat serta menjaga kepentingan nasional, bukan semata-mata mengejar kepentingan pribadi maupun jabatan.
Arahan mengenai AI, teknologi nirawak, sistem siber dan bahasa asing memperlihatkan tuntutan baru terhadap profil aparat pertahanan dan keamanan Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi yang cepat, perwira masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan kemiliteran, tetapi juga literasi teknologi yang kuat untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan lintas batas.
News
Iran Ngebut Bangun Kembali Fasilitas Militer Saat Perang Bikin Israel Kaget
Laporan terbaru dan citra satelit menunjukkan Iran dengan cepat membangun kembali fasilitas militer yang rusak, termasuk pangkalan rudal dan fasilitas produksi senjata. Kecepatan ini mengejutkan Israel dan memicu analisis mendalam mengenai kapasitas pertahanan Teheran.
Monitorday.com – Iran bergerak cepat membangun kembali sejumlah fasilitas militer yang rusak akibat perang. Rekonstruksi pangkalan rudal bawah tanah, pelabuhan, hingga fasilitas produksi senjata yang terekam citra satelit memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Israel.
Laporan The Wall Street Journal menyebut laju pemulihan infrastruktur militer Iran menjadi perhatian serius karena dinilai menunjukkan kemampuan Teheran memulihkan kekuatan pertahanannya dalam waktu singkat.
Dikutip dari Middle East Monitor, citra satelit di wilayah barat Iran memperlihatkan pintu masuk terowongan dan jalur akses menuju pangkalan rudal yang sebelumnya rusak pada Maret lalu telah kembali dibangun hanya dalam hitungan pekan. Jalan baru juga terlihat sudah diaspal untuk mendukung akses menuju fasilitas tersebut.
Citra satelit lain pada awal Juli menunjukkan aktivitas rekonstruksi di galangan kapal yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Pelabuhan Bandar Anzali, Laut Kaspia.
Sementara itu, gambar terpisah memperlihatkan pembangunan kembali sebagian kompleks Industri Raja Shimi di dekat Teheran, fasilitas yang diyakini memproduksi komponen rudal. Sejumlah bangunan baru juga terlihat berdiri di kawasan tersebut.
Mantan Komandan Pertahanan Udara dan Rudal Israel, Ran Kochav, menilai kecepatan pemulihan itu menunjukkan Iran masih memiliki kapasitas industri yang kuat untuk membangun kembali infrastruktur militer sekaligus mengisi ulang persediaan rudalnya.
“Mereka mengisi kembali persediaan mereka. Mereka memiliki kemampuan industrialisasi dan rekonstruksi yang sangat mengesankan,” kata Kochav.
Senada, analis senior Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar, mengatakan anggapan bahwa stok rudal Iran telah menipis terbukti keliru.
“Ternyata rumor tentang berakhirnya atau berkurangnya rudal secara signifikan itu salah,” ujarnya.
Seorang pejabat militer Israel juga mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan teknis untuk memulihkan sebagian besar fasilitas militernya, termasuk lini produksi rudal.
Menurutnya, banyak serangan sebelumnya hanya merusak pintu masuk pangkalan rudal bawah tanah tanpa menghancurkan fasilitas utama di dalamnya. Kondisi tersebut memungkinkan Iran kembali mengakses persenjataan yang tersimpan dan mengoperasikan kembali jaringan terowongan.
Peneliti King’s College London, Jim Lamson, memperkirakan sejumlah fasilitas produksi komponen rudal memang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya. Namun, ia menilai Iran kemungkinan masih memiliki stok komponen yang disimpan di fasilitas bawah tanah sehingga mampu merakit ratusan rudal dan drone baru dalam waktu relatif singkat.
Temuan citra satelit tersebut memperkuat penilaian bahwa kemampuan industri pertahanan Iran masih menjadi faktor strategis yang patut diperhitungkan, meski negara itu sempat menjadi sasaran serangan terhadap sejumlah fasilitas militernya.
News
Wamen Fajar Tegaskan Revitalisasi Sekolah Tak Sekadar Bangun Gedung, Tapi…
Wamen Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa revitalisasi sekolah berorientasi pada pengembangan karakter, bukan sekadar infrastruktur. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan program Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan sekadar membangun ruang kelas atau melengkapi fasilitas sekolah. Pemerintah ingin memastikan setiap satuan pendidikan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berpikir kritis, dan memiliki kepedulian sosial.
Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meresmikan Laboratorium IPA, Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurut Fajar, revitalisasi infrastruktur pendidikan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak Indonesia, baik di sekolah negeri, swasta, pesantren, maupun satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Laboratorium IPA dan TIK ini diserahkan agar para santri memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu dan menguji teori. Namun, laboratorium yang sesungguhnya adalah masyarakat, sebagai laboratorium sosial untuk melatih kepekaan, keharmonisan, dan komunikasi,” ujar Fajar.
Ia menekankan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana prasarana, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk peserta didik yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Dukungan pemerintah tersebut disambut positif Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Hairus Salim H.S. Menurutnya, laboratorium baru akan memperkuat pembelajaran sains dan teknologi bagi santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menegaskan pesantrennya berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.
“Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang beriman sekaligus berwawasan luas,” kata Hairus.
Usai meresmikan fasilitas di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Fajar melanjutkan kunjungan dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas baru di TK Aisyiyah.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus diarahkan secara bijak agar tidak memicu kecanduan maupun berdampak pada kesehatan mental.
Fajar menyebut Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya belajar yang lebih sehat.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Melalui revitalisasi fasilitas pendidikan yang dibarengi penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah, Kemendikdasmen berharap kualitas pendidikan nasional terus meningkat sekaligus melahirkan generasi yang siap menjadi agen perubahan bagi Indonesia.
News
Indonesia dan 7 Negara Muslim Bersatu Bela Al-Aqsa
Indonesia bersama tujuh negara Arab dan mayoritas Muslim mengecam keras eskalasi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa dan menyerukan dunia mengambil sikap tegas.
Monitorday.com– Indonesia bersama Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Türkiye, dan Uni Emirat Arab mengecam keras eskalasi tindakan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa atau Al-Haram Al-Sharif di Yerusalem Timur yang diduduki. Kecaman disampaikan melalui pernyataan bersama para menteri luar negeri delapan negara setelah terjadinya masuknya kelompok pemukim Israel secara massal ke kawasan suci tersebut.
Para menteri luar negeri secara khusus menyoroti masuknya pemukim yang dipimpin sejumlah menteri Israel, pengibaran bendera Israel di halaman kompleks, hingga pendirian dua tenda oleh kepolisian Israel. Dalam pernyataan bersama, tindakan tersebut disebut provokatif dan tidak dapat diterima karena dinilai melanggar hukum internasional, resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta status quo historis dan hukum tempat-tempat suci di Yerusalem Timur.
Eskalasi terbaru terjadi setelah Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, memasuki kompleks Al-Aqsa bersama ratusan warga Israel pada 23 Juli 2026. Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan Tisha B’Av dalam tradisi Yahudi dan kembali memicu kecaman dari Palestina serta sejumlah negara Arab dan Muslim. (Dawn)
Delapan negara juga memperingatkan bahwa tindakan provokatif dan seruan untuk melakukan lebih banyak aktivitas di kawasan Al-Aqsa berpotensi meningkatkan kebencian dan ekstremisme. Situasi tersebut dinilai dapat menghambat upaya mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara.
Dalam pernyataan itu, para menteri menegaskan penolakan terhadap setiap upaya mengubah status quo historis dan hukum di Yerusalem. Mereka kembali mengakui peran khusus Kerajaan Yordania melalui Hashemite custodianship dalam menjaga tempat-tempat suci Islam dan Kristen di kota tersebut.
Para menteri juga menegaskan seluruh kawasan Masjid Al-Aqsa seluas sekitar 144 dunam merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Menurut pernyataan tersebut, Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa yang berada di bawah Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Yordania merupakan lembaga yang memiliki kewenangan mengelola kawasan tersebut dan mengatur akses masuk.
Status quo yang telah berlangsung selama puluhan tahun pada prinsipnya memungkinkan umat Yahudi mengunjungi kawasan tersebut, tetapi tidak melakukan ibadah di sana, sementara umat Islam menjalankan ibadah di kompleks Al-Aqsa. Karena itu, perubahan praktik maupun pembatasan akses menjadi isu yang sangat sensitif dan berulang kali memicu ketegangan di Yerusalem.
Indonesia dan tujuh negara lainnya juga mendesak Israel, sebagai kekuatan pendudukan, segera mencabut pembatasan akses menuju Kota Tua Yerusalem dan tidak menghalangi umat Islam yang hendak beribadah di Masjid Al-Aqsa. Pembatasan akses yang diskriminatif dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional dan upaya mengubah status quo kawasan suci tersebut.
Selain menyerukan penghentian tindakan Israel, delapan negara meminta masyarakat internasional mengambil posisi yang lebih tegas untuk menghentikan pelanggaran terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem. Pernyataan bersama tersebut menunjukkan Al-Aqsa tetap menjadi salah satu isu yang mampu menyatukan posisi diplomatik negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Palestina.
