Connect with us

News

Begini Sosok Menteri dan Pembantu Prabowo yang Potensial di Reshuffle

N Ayu Ashari

Published

on

Monitorday.com – Belum genap sebulan menjabat, sejumlah menteri di kabinet Prabowo telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang cukup kontroversial. Langkah-langkah ini menuai reaksi beragam dari masyarakat dan berbagai kalangan, terutama terkait dengan dampaknya terhadap ekonomi dan sosial.

Beberapa kebijakan tersebut dianggap sebagai gebrakan, namun banyak juga yang dipandang sebagai wanprestasi karena dinilai tidak sesuai dengan janji kampanye atau kurang mempertimbangkan kepentingan publik.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Suko Widodo, melihat belum adanya arahan kepada para menteri dalam bersikap dan berucap, sehingga mereka terkesan “ingin tampil, menonjol, dilihat, dan dianggap hebat sendiri-sendiri.”

“Kabinet ini lahir dari agak ketergesaan di dalam menentukan orang,“ kata Suko, Kamis (24/10).

Yandri dan kop surat kementerian

Penggunaan surat kementerian untuk kepentingan pribadi terungkap dalam unggahan di akun Instagram mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, pada Selasa (22/10).

Mahfud mengunggah surat undangan yang ditandatangani Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, tentang ‘Undangan Haul, Hari Santri dan Tasyakuran‘ tertanggal 21 Oktober 2024.

Mahfud pun menuliskan penggunaan surat dengan kop dan stempel resmi kementerian untuk acara pribadi dan keluarga sebagai kesalahan.

Postingan Mahfud itu mendapat lebih dari 7.000 komentar. Ada yang menuliskan “Menteri kok ga paham hal begini, Gmn kami gak pesimis“.

Komentar lainnya berbunyi, “Kasihan @Prabowo baru dilantik sudah seperti ini menterinya“.

Saat dijumpai usai acara serah terima jabatan menteri pertahanan pada Selasa (22/10), Mahfud mengatakan bahwa hal itu melanggar etika birokrasi.

“Kan tidak boleh ya urusan pribadi, urusan tahlilan, urusan syukuran gitu, lalu menggunakan kop dan stempel menteri. Karena itu berarti lalu menjadi tugas kementerian,” kata Mahfud.

Yandri kemudian mengklarifikasi dan mengakui penggunaan kop surat kementerian untuk acara pribadi murni kesalahan administrasi.

Namun, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu beralasan, dirinya baru belajar menjadi menteri setelah dilantik beberapa hari lalu. Dia pun berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama ke depannya.

“Tapi intinya dari acara itu tidak satu sen pun uang Kemendes yang saya gunakan, demi Allah demi Rasul, enggak ada,” kata Yandri, Rabu (23/10).

Permintaan anggaran Kementerian HAM hingga Rp20 triliun yang ‘tidak masuk akal’

Pernyataan kontroversial juga datang dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, yang menghendaki alokasi anggaran di kementeriannya sebesar Rp20 triliun, jika negara menyanggupi.

“Rombak itu. Dari Rp20 T (pagu anggaran) cuma Rp64 M. Tidak bisa. Tidak tercapai cita-cita dan visi keinginan Presiden Indonesia,” ujar Natalius Pigai saat acara penyambutan di Gedung Kemenkumham, Jakarta Selatan, Senin (21/10).

Dia mengatakan, anggaran yang besar itu dibutuhkan untuk memperkuat perlindungan HAM.

“Anggaran yang ada kan Rp64 miliar ya, anggaran yang dikasih ini mereka berpikir Kementerian HAM hanya mengawasi pekerjaan-pekerjaan pemerintah. Tidak, Kementerian HAM itu pembangunan hak asasi manusia,” kata Pigai.

“Sesuai dengan amanat konstitusi salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan HAM, kebutuhan akan sandang, pangan dan papan.”

Mantan Komisioner Komnas HAM itu juga menyampaikan ide pendirian Universitas Hak Asasi Manusia (Unham).
Menurutnya, Unham akan memberi kontribusi penting bagi penguatan HAM di Indonesia.

Prabowo bentuk Kementerian HAM, akankah jadi jawaban tuntutan kelompok korban?

“Saya mau mendirikan Unham, Universitas Hak Asasi Manusia dengan jurusan ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya, pusat laboratorium HAM di situ, pusat studi HAM di situ, itu anggarannya berapa itu yang saya butuh, itu akan satu-satunya di dunia lho,” katanya.

Pernyataan Pigai mendapat kritikan dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

“Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai untuk naikkan anggaran dari Rp60 miliar menjadi Rp20 triliun adalah yang hal yang tidak masuk akal, dan tidak akan mungkin dikabulkan Presiden Prabowo, Menteri Keuangan dan DPR, karena akan menghamburkan uang negara untuk program yang tidak jelas dan akan berbuntut korupsi,” kata Dino dalam keterangannya yang dibagikan ke wartawan, Rabu (23/10).

“Koordinasi dulu dengan Menko-nya, Setneg dan Kantor Presiden sebelum membuat pernyataan kebijakan yang berisiko tinggi. Ingat, Anda sekarang pejabat pemerintah, bukan aktivis lagi. Credibility is everything,” tegas Dino kemudian.

Terkait dengan keinginan Pigai, Wakil Ketua DPR Adies Kadir mengatakan pihaknya perlu melihat terlebih dulu kebutuhan apa saja yang diperlukan dari anggaran itu.

“Kita belum lihat ya apa-apa saja yang diajukan dari Rp60 miliar sampai Rp20 triliun. Nanti kita akan lihat apakah masuk akal atau tidak,” kata Adies, Rabu (23/10).

Selain itu, jajaran pembantu Prabowo yang lain juga tak luput dari masalah.

Di dunia pendidikan, gelar doktor yang diperoleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dari Universitas Indonesia (UI) memicu kritik dari Dewan Guru Besar UI.

“Kami bersama Senat Akademik UI sudah membentuk tim investigasi untuk memeriksa kasus ini,” ujar Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof. Harkristuti Harkrisnowo.

Keterangan gambar,Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kanan) menjawab pertanyaan awak media usai melakukan pertemuan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (17/10).

Harkristuti menyebut bahwa tim investigasi dibentuk karena adanya sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam proses pemberian gelar doktor keBahlil.

Selain itu sejumlah alumni UI membuat petisi yang berjudul ‘Tolak Komersialisasi Gelar Doktor, Pertahankan Integritas Akademik’ dan telah memperoleh 13.788 dukungan.

Masih dalam isu yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad juga mendapatkan kritik usai memperoleh gelar doktor honoris causa (HC) yang diterimanya dari Universal Institute of Professional Management (UIPM).

Pasalnya, Kemendikbudristek (yang kini telah dipecah ke beberapa kementerian) tidak mengakui gelar yang dikeluarkan oleh UIPM itu.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Prof. Abdul Haris mengatakan, gelar tersebut tidak sah karena UIPM tidak memiliki izin operasional penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Tanpa izin operasional penyelenggaraan pendidikan tinggi dari pemerintah, gelar akademik yang diperoleh dari perguruan tinggi asing tersebut tidak dapat diakui,” kata Haris.

Prabowo lantik jajaran utusan khusus presiden – Apa tugas Raffi Ahmad dan Zitta Anjani?
Selain di dunia pendidikan, beberapa menteri Prabowo juga pernah berurusan dengan kasus hukum. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat beberapa nama.

Pertama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang diperiksa Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi izin ekspor sawit mentah dan turunannya.

Kerugian negara akibat kasus izin ekspor CPO berdasarkan keputusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap adalah Rp6,47 triliun.

Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo terseret kasus korupsi proyek menara pemancar komunikasi (BTS) di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka di kasus itu, Dito disebut menerima uang Rp27 miliar.

Dalam pemerintahan Prabowo, dia kembali menjabat di pos kementerian yang sama.

Keterangan gambar,Menpora Dito Ariotedjo berjalan keluar usai melakukan pertemuan tertutup di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).

Lalu, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej yang menjadi tersangka KPK pada 2023 atas dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp8 miliar.

Namun status tersangka itu dicabut usai dia menang prapreradilan terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Walau kalah, KPK mengaku tetap melanjutkan penanganan perkara dugaan korupsi itu.

ICW juga menyebut nama Budi Gunawan yang menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di era Prabowo.

Budi Gunawan jadi Menko Polkam, siapa yang paling diuntungkan secara politik?

Budi pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 2015 atas dugaan kepemilikan rekening gendut jenderal polisi.

Terakhir dari catatan ICW adalah Yusrli Ihza Mahendra yang pernah berurusan dengan dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum).

‘Ingin tampil dan dilihat hebat, jadinya tergesa-gesa’

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Suko Widodo, mengatakan pernyataan hingga sikap menteri yang baru saja dilantik menunjukkan kemampuan dan kapasitas komunikasi publik mereka yang belum memadai, ditambah keinginan untuk “menonjol dan segera tampil”.

Alhasil, para menteri itu terkesan, “ingin segera tampil, ingin menonjol, ingin dilihat dan dianggap hebat sendiri-sendiri,” katanya.

“Lebih banyak menyangkut personality kalau komunikasi politik, akhirnya terlihat jadi tergesah-gesah komunikasinya,“ ujar Suko kemudian.

Sikap ingin tampil itu menunjukkan bahwa belum ada instruksi dan arahan yang tegas dari Prabowo ke para pembantunya dalam bersikap maupun berucap di depan publik.

“Dalam konteks komunikasi politik tentu saja berpikir sebelum berkata. Nah itu yang kayaknya kelabakan dan amburadul komunikasi politiknya karena tidak dihitung risiko-risiko dari pesan yang disampaikan, tidak diverifikasi,” kata Suko.

Penyebab lainnya, menurut Suko, karena sebagian menteri Prabowo berasal dari partai atau kelompok tertentu yang memiliki kepentingannya masing-masing.

“Memang saya bisa paham karena kabinet ini lahir dari agak ketergesaan di dalam menentukan orang,“ katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Cecep Hidayat, melihat rangkaian kontroversi yang dilakukan sekelompok menteri itu menunjukkan ketimpangan kompetensi hingga pengalaman para pembantu Prabowo yang menduduki kursi menteri.

Ketimpangan itu sebagai akibat dari upaya Prabowo untuk menyatukan berbagai kepentingan dengan mengakomodasi “tim TKN yang berkeringat, orang-orang yang di-endorse Jokowi, dan juga beberapa teknokrat, sehingga menimbulkan kabinet yang gemuk”.

“Latar belakang mereka yang berbeda, kepentingan yang dibawa berbeda. Lalu ada yang belum berpengalaman, hingga mementingkan ego sektoral. Ini dampak dari upaya Prabowo mengakomodasi semuanya. Akhirnya muncul lah kasus-kasus ini,“ kata Cecep.

Untuk itu, Cecep mengatakan, Prabowo perlu segera melakukan sinergi di antara para pembantunya.

“Sebagai seorang latar belakang militer yang berfikir strategik, idealnya Prabowo bisa melakukan itu. Tapi kemudian kan supporting datanya harus kuat, ketika dia harus mengambil keputusan. Harus reliable-lah,“ katanya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya integritas dan mentalitas bertahan (survive) bagi santri dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pesan tersebut ia sampaikan saat mengisi kuliah umum bertema “Menyikapi Zaman Artificial Intelligence dan Peran Selaku Santri” di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (31/1).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyampaikan bahwa alasan seorang santri masuk pesantren bisa bermacam-macam, baik karena keinginan sendiri, permintaan orang tua, maupun ajakan teman. Namun, menurutnya, ketika sudah berada di lingkungan pesantren, setiap santri perlu memiliki kebulatan tekad dan totalitas dalam menjalani proses belajar.

Ia menekankan bahwa totalitas dalam belajar harus dijalani dengan hati dan jiwa. Ketekunan, keuletan, dan kesabaran menjadi hal penting yang melengkapi kecerdasan intelektual. “Kalau adek-adek punya kecerdasan, punya keuletan, itu satu formulasi yang sempurna sebenarnya,” tekannya.

Wamen Fajar juga mencontohkan jejak alumni pondok pesantren yang berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidik, pengusaha, hingga pejabat publik. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari mentalitas bertahan (survive) yang dibangun pesantren.

Lebih lanjut, Wamen Fajar menjelaskan bahwa ukuran kesuksesan tidak semata-mata dapat diukur dari kekayaan atau jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi ciri khas pendidikan pesantren yang relevan dengan kehidupan saat ini.

Menanggapi maraknya penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan, Wamen Fajar menyebutkan bahwa kedisiplinan, integritas, kejujuran, dan amanah merupakan nilai paling penting. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam proses belajar dapat dilakukan, selama digunakan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Orang boleh dalam proses belajar di sekolah atau nanti di perguruan tinggi, menggunakan aplikasi kecerdasan buatan, karena itu memang bisa meningkatkan proses pembelajaran. Tetapi, kalau tidak ada kejujuran dalam menggunakan teknologi, tidak punya integritas dalam menggunakan teknologi, maka kita akan menjadi subordinasi dari teknologi,” ujarnya.

Selain penguatan karakter, Wamen Fajar menambahkan bahwa inti pendidikan tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga mempertajam kepekaan nurani dan hati serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kalau adek-adek hafal rumus fisika, rumus matematika, mungkin juga termasuk hafal al quran, itu tidak cukup hari ini. Itu semua harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir analitis,” tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, Wamen Fajar menyampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi bahan evaluasi Kemendikdasmen untuk melihat kembali model pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah. Evaluasi tersebut tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada cara guru menyampaikan materi.

Ia menutup dengan menyatakan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) mendorong pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. “Jadi, kami sekarang dengan pembelajaran mendalam itu mendorong kepada semua guru agar yang diperbaiki cara mengajarnya, bukan materi yang diajarkan”, tutupnya.

Melalui pembelajaran mendalam (deep learning), Kemendikdasmen terus mendorong para guru untuk memperbaiki metode mengajar agar murid menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Continue Reading

News

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Seorang pria di China dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani kerja lembur intensif. Namun tragedi itu belum benar-benar berhenti di titik kematian. Delapan jam setelah dinyatakan wafat, ponsel milik korban justru masih menerima pesan tugas kantor. Peristiwa ini memicu keprihatinan, kemarahan, sekaligus humor pahit publik terhadap budaya kerja yang dianggap telah melampaui batas kemanusiaan.

Korban adalah seorang programmer berusia awal 30-an yang bekerja di perusahaan teknologi di wilayah Guangzhou. Ia dikenal sebagai pekerja rajin, nyaris tak pernah menolak lembur, dan kerap bekerja hingga larut malam. Pada hari terakhirnya, korban tetap masuk kerja meski kondisi tubuhnya tidak fit. Tak lama kemudian, ia mendadak pingsan dan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kabar duka tersebut semestinya menjadi akhir dari rutinitas kerja yang melelahkan. Namun kenyataan berkata lain. Sekitar delapan jam setelah kematian korban, ponselnya masih menerima pesan pekerjaan dari rekan kantor. Isinya bukan ucapan belasungkawa, melainkan permintaan penyelesaian tugas karena hasil inspeksi dinilai bermasalah dan perlu segera diperbaiki.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai reaksi luas. Banyak warganet menyebut kejadian tersebut sebagai simbol ekstrem budaya kerja “always on”, di mana batas antara jam kerja, waktu istirahat, bahkan hidup dan mati, menjadi kabur. “Deadline ternyata lebih abadi daripada nyawa,” tulis seorang pengguna internet dengan nada satir.

Ironi semakin terasa ketika terungkap bahwa sebelum meninggal, korban masih aktif di grup percakapan kerja, bahkan saat kondisinya kritis. Situasi ini memperlihatkan bagaimana tekanan kerja membuat manusia diperlakukan layaknya mesin: selama ponsel masih aktif, pekerjaan dianggap tetap bisa dijalankan.

Secara hukum, China memiliki aturan jam kerja yang membatasi waktu kerja harian dan mingguan. Namun dalam praktiknya, terutama di sektor teknologi, lembur sering dianggap sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi. Mereka yang menolak kerap dicap tidak profesional, sementara yang patuh perlahan mengorbankan kesehatan fisik dan mental.

Kasus ini pun memicu diskusi serius tentang keselamatan kerja, kesehatan mental, dan tanggung jawab perusahaan. Banyak pihak menilai kematian tersebut bukan sekadar musibah individual, melainkan kegagalan sistemik dalam melindungi pekerja. Humor yang muncul di ruang publik sejatinya adalah ekspresi keputusasaan: tertawa agar tidak ikut runtuh.

“Kerja sampai mati” bukan lagi metafora, melainkan realitas yang benar-benar terjadi. Dan ketika pesan kerja masih berdatangan setelah kematian, tragedi itu berubah menjadi kritik telanjang terhadap dunia kerja modern yang terlalu memuja produktivitas.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik layar komputer dan notifikasi ponsel, ada tubuh manusia yang memiliki batas. Jika batas itu terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin kematian hanya dianggap sebagai gangguan kecil, sementara tugas tetap harus diselesaikan.

Continue Reading

News

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

Para ilmuwan memperingatkan umat manusia kini berada di titik paling berbahaya sepanjang sejarah Jam Kiamat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Para ilmuwan internasional kembali menggeser posisi Jam Kiamat (Doomsday Clock) semakin mendekati tengah malam. Kini, jarum jam tersebut berada di posisi 85 detik menuju tengah malam, jarak terdekat sejak Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan hampir 80 tahun lalu.

Pengumuman ini disampaikan oleh Bulletin of the Atomic Scientists, lembaga yang secara rutin menilai tingkat ancaman global terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Penyesuaian waktu ini mencerminkan meningkatnya risiko kehancuran akibat berbagai faktor global yang saling berkaitan.

Menurut para ilmuwan, ancaman utama datang dari eskalasi senjata nuklir, krisis perubahan iklim yang semakin tak terkendali, serta perkembangan kecerdasan buatan yang melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan regulasi dan etika global. Selain itu, penyebaran disinformasi juga dinilai memperparah ketidakstabilan politik dan konflik internasional.

Mereka menilai dunia saat ini berada dalam kondisi rapuh, di mana kesalahan perhitungan politik atau teknologi dapat berujung pada konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir disebut menjadi salah satu faktor paling mengkhawatirkan.

Para ahli menyerukan langkah kolektif global yang lebih serius, termasuk penguatan diplomasi, pengendalian senjata, komitmen nyata terhadap penanganan krisis iklim, serta tata kelola kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Tanpa upaya bersama, peringatan Jam Kiamat ini dikhawatirkan bukan lagi sekadar simbol, melainkan gambaran nyata masa depan umat manusia, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

News

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

Fikih umrah berkemajuan menegaskan keseimbangan antara ketepatan syariat dan kemaslahatan jemaah di tengah meningkatnya praktik umrah massal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Umrah merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam, meskipun tidak termasuk rukun Islam seperti haji. Dalam praktiknya, umrah menjadi ibadah yang semakin diminati umat Islam Indonesia, bahkan sering dilakukan lebih dari sekali. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait pemahaman fikih umrah agar ibadah tidak hanya sah secara ritual, tetapi juga selaras dengan tujuan syariat.

Secara fikih, umrah memiliki ketentuan yang relatif lebih ringkas dibandingkan haji, namun tetap mensyaratkan pemahaman yang tepat. Fikih umrah membahas syarat, rukun, wajib, serta larangan selama ihram. Rukun umrah meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Keempat rukun ini bersifat mutlak dan tidak dapat ditinggalkan. Dalam pandangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, ketepatan dalam melaksanakan rukun menjadi fondasi utama kesahihan ibadah.

Dari aspek what (apa), fikih umrah berfungsi sebagai panduan normatif agar setiap rangkaian ibadah dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Ihram bukan sekadar mengenakan pakaian tertentu, tetapi juga memasuki keadaan spiritual yang menuntut pengendalian diri. Tawaf, sa’i, dan tahallul memiliki makna simbolik yang menegaskan ketaatan dan ketundukan manusia kepada Allah SWT.

Dilihat dari who (siapa), umrah dapat dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Tidak adanya batasan waktu tertentu seperti haji menjadikan umrah lebih fleksibel. Namun fleksibilitas ini sering kali disalahpahami sebagai kelonggaran tanpa batas. Menurut Muhammadiyah.or.id, pembimbing ibadah memiliki peran penting dalam meluruskan pemahaman jemaah agar tidak terjebak pada praktik yang kurang tepat, seperti mengabaikan larangan ihram atau memaksakan ibadah di luar kemampuan fisik.

Aspek where (di mana) dalam fikih umrah menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah hanya sah dilakukan di Masjidil Haram dan tempat-tempat terkait, dengan memulai ihram dari miqat yang telah ditentukan. Kesalahan dalam menentukan miqat atau ketidaktahuan tentang ketentuannya dapat berimplikasi pada kewajiban dam. Oleh karena itu, pemahaman fikih umrah yang aplikatif menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi jemaah pemula.

Sementara itu, umrah dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang diperselisihkan ulama. Dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah, umrah dipandang sah dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan-bulan haji, selama memenuhi ketentuan syariat. Pandangan ini menunjukkan fleksibilitas fikih yang tetap berlandaskan dalil yang kuat.

Fikih umrah perlu ditegaskan kembali muncul dari realitas umrah massal yang kerap berorientasi pada kuantitas. Tidak sedikit jemaah yang menunaikan umrah berulang kali, tetapi kurang memperhatikan nilai-nilai etik dan sosial yang terkandung di dalamnya. Menurut Republika, tantangan utama umrah saat ini bukan pada akses, melainkan pada kualitas pemahaman ibadah.

Dalam konteks how (bagaimana), fikih umrah berkemajuan menekankan prinsip kemudahan dan penghilangan kesulitan tanpa mengabaikan kesahihan. Penggunaan alat bantu, pengaturan waktu tawaf untuk menghindari kepadatan, hingga pelaksanaan sa’i dengan kursi roda dipandang sah selama memenuhi syarat fikih. Prinsip رفع الحرج menjadi landasan utama dalam menghadapi kondisi jemaah yang beragam.

Lebih jauh, fikih umrah juga menuntut refleksi pasca-ibadah. Umrah tidak berhenti pada selesainya tahallul, tetapi harus berdampak pada akhlak dan kehidupan sosial jemaah. Ibadah ini seharusnya melahirkan sikap tawaduk, kepedulian sosial, dan kesadaran spiritual yang lebih kuat. Dalam pandangan Tarjih Muhammadiyah, nilai inilah yang menjadi esensi umrah yang diterima Allah SWT.

Dengan pendekatan fikih yang berkemajuan, umrah tidak sekadar menjadi ritual berulang, tetapi sarana pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Fikih umrah hadir sebagai penuntun agar ibadah ini tetap bermakna, sah secara syariat, dan relevan dengan tantangan zaman.

Continue Reading

News

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

Peran strategis teknologi dan SDM unggul untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Seminar Nasional Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1980 digelar di Aula Timur ITB, Bandung, Jumat (31/1/2026). Forum ini menjadi ruang strategis bagi para teknokrat, akademisi, dan praktisi industri untuk merumuskan kontribusi nyata menuju visi besar Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada peningkatan produktivitas ekonomi berbasis teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kegiatan yang mengusung tema “Mendorong Produktivitas untuk Pertumbuhan Ekonomi: Strategi Teknologi Industri dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” ini membahas tantangan utama pembangunan nasional, khususnya ancaman middle income trap. Menurut panitia Seminar Nasional Alumni ITB 80, Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola lama berbasis eksploitasi sumber daya alam tanpa nilai tambah.

Dalam paparannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa kunci lompatan Indonesia menjadi negara maju terletak pada penguasaan teknologi dan kualitas manusia. Menurutnya, negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan membangun kekuatan ekonomi bukan dari kekayaan alam, melainkan dari inovasi, riset, dan rekayasa industri yang berkelanjutan.

Seminar ini juga menyoroti peran strategis insinyur (engineer) sebagai arsitek peradaban ekonomi. Insinyur diposisikan bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi penggerak efisiensi produksi, pencipta solusi industri, sekaligus penjaga kedaulatan teknologi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor teknologi asing.

Sebagai bukti konkret, forum ini mengangkat kisah sukses PT Insera Sena (Polygon) yang dipimpin Mas Suyanto, alumni ITB 80. Menurut paparan dalam seminar, Polygon berhasil menembus pasar global melalui inovasi manufaktur, riset material, dan penguatan merek internasional. Keberhasilan ini dinilai menjadi contoh nyata hilirisasi industri yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem industri nasional.

Tidak berhenti pada diskusi, Alumni ITB 80 juga merancang langkah tindak lanjut berupa pembentukan kluster sektor strategis, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama BUMN seperti Pertamina, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada kementerian terkait dan KADIN. Menurut pengurus IA-ITB 80, hasil seminar ini diharapkan menjadi masukan konkret bagi arah kebijakan pembangunan nasional.

Menutup rangkaian acara, para alumni membacakan ikrar bersama bertajuk “Belajar Bersama, Berkawan Selamanya”. Ikrar ini menegaskan komitmen Alumni ITB 80 untuk terus berkontribusi bagi bangsa, dengan menjadikan teknologi, inovasi, dan kolaborasi sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

News

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Komitmen menghadirkan pendidikan bermutu dan merata kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Sebanyak 28 satuan pendidikan jenjang SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini resmi menuntaskan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dengan capaian 100 persen.

Peresmian hasil revitalisasi dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di SMA Ali Maksum Krapyak, Sabtu (31/1/2026). Atip menegaskan, program revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan diarahkan untuk meningkatkan kualitas ekosistem pembelajaran di sekolah.

“Kenapa disebut revitalisasi? Karena bukan hanya membangun fisiknya. Pembelajaran di sekolah juga harus benar-benar meningkat. Sekolah itu harus hidup kembali,” ujar Atip.

Menurut dia, revitalisasi tidak boleh dimaknai sekadar rehabilitasi bangunan. Perbaikan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pengembangan potensi peserta didik.

Atip juga menyoroti penerapan skema swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi. Model ini dinilai lebih efektif karena menumbuhkan rasa memiliki di tingkat sekolah sekaligus memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, mengungkapkan total anggaran revitalisasi untuk 28 SMA di wilayahnya mencapai Rp19,97 miliar. Seluruh pekerjaan, baik fisik maupun administrasi, berhasil diselesaikan tepat waktu.

“Ketersediaan sarana yang memadai sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Kami berharap dampaknya terlihat pada peningkatan prestasi sekolah-sekolah di Yogyakarta,” ujar Suhirman.

Sebagai lokasi peresmian, SMA Ali Maksum Krapyak menerima bantuan pembangunan empat ruang kelas baru lengkap dengan perabot senilai Rp1,36 miliar. Kepala sekolah Khoirul Fuad menyebut program tersebut membawa perubahan signifikan, mengingat sebelumnya sebagian siswa harus belajar di ruang terbuka akibat keterbatasan kelas.

“Kini anak-anak bisa belajar di ruang yang lebih layak, nyaman, dan kondusif. Ini sangat membantu proses belajar mengajar,” katanya.

Guru SMA Ali Maksum, Ika Setiawati, juga merasakan suasana pembelajaran menjadi lebih tenang dan fokus setelah adanya penambahan ruang kelas.

Manfaat serupa dirasakan sekolah lain. SMA Muhammadiyah Boarding School Sleman menerima pembangunan laboratorium Fisika, Kimia, serta ruang Bimbingan Konseling. Guru setempat, Roig, menilai fasilitas baru tersebut membuat pembelajaran sains lebih optimal.

“Anak-anak sekarang bisa praktik dengan maksimal. Kami berharap prestasi mereka ikut meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, SMA Negeri 5 Yogyakarta merasakan peningkatan kualitas ruang kelas yang kini lebih terang dan aman. Di SMA Stella Duce Bambanglipuro, Bantul, revitalisasi difokuskan pada perbaikan laboratorium yang sebelumnya rusak berat. Kepala sekolah Thomas menilai skema swakelola memungkinkan sekolah mengutamakan kualitas pembangunan.

“Sekarang gedungnya kokoh, bersih, aman, dan sangat mendukung kegiatan belajar,” ujarnya.

Suara Siswa: Belajar Lebih Nyaman

Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh siswa. Nufaisah, siswi kelas XI IPS 2 SMA Ali Maksum, mengaku suasana kelas kini lebih lega dan nyaman dibanding sebelumnya.

“Dulu terasa padat dan ramai, jadi kurang fokus. Sekarang lebih luas dan tenang,” katanya.

Hal senada disampaikan Gathan Asnanto, siswa kelas XI IPA 1. “Kelas jadi lebih rapi, terang, dan menyenangkan untuk belajar,” ujarnya.

Program revitalisasi ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari kualitas fasilitas belajar. Dengan ruang yang lebih layak dan aman, sekolah diharapkan benar-benar hidup sebagai ruang tumbuh generasi masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

News

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memproses normalisasi akses layanan kecerdasan buatan Grok milik X Corp yang sebelumnya sempat dibekukan oleh pemerintah Indonesia. Normalisasi tersebut dilakukan secara bersyarat dan berada di bawah pengawasan ketat otoritas.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk pelonggaran tanpa kontrol, melainkan bagian dari mekanisme penegakan hukum digital yang terukur dan dapat dievaluasi sewaktu-waktu.

“Normalisasi akses layanan Grok dilakukan secara bersyarat setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang memuat langkah-langkah konkret perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan. Komitmen ini menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan,” ujar Alexander dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (31/1).

Menurut dia, melalui surat resmi kepada Menteri Komunikasi dan Digital, X Corp menyatakan telah menerapkan berbagai langkah penanganan berlapis atas potensi penyalahgunaan Grok. Upaya tersebut meliputi penguatan pelindungan teknis, pembatasan akses terhadap fitur tertentu, penajaman kebijakan dan penegakan aturan internal, serta aktivasi protokol respons insiden.

Alexander menegaskan seluruh klaim perbaikan dari pihak X akan diverifikasi dan diuji secara berkelanjutan oleh Kemenkomdigi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan efektivitas langkah-langkah tersebut dalam mencegah pelanggaran, termasuk penyebaran konten ilegal dan pelanggaran prinsip pelindungan anak.

“Normalisasi ini disertai pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Jika ditemukan ketidakkonsistenan atau pelanggaran lanjutan, Kemenkomdigi tidak akan ragu mengambil tindakan korektif, termasuk menghentikan kembali akses layanan,” tegasnya.

Kemenkomdigi menyatakan kebijakan pengawasan ruang digital, baik berupa pembatasan maupun normalisasi akses layanan, dilaksanakan secara proporsional, transparan, dan berbasis regulasi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi kepentingan publik serta menjaga ruang digital tetap aman dan berkeadilan.

Alexander menambahkan, pihaknya mencatat komitmen X Corp untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam memenuhi kewajiban hukum sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan membangun ekosistem digital yang bertanggung jawab.

“Dialog konstruktif tetap kami buka, tetapi kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban. Normalisasi layanan bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenkomdigi memblokir sementara akses terhadap Grok AI sejak Sabtu (10/1) sebagai langkah preventif untuk melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak, dari potensi eksploitasi di ruang digital. Kebijakan serupa juga diambil Malaysia sehari setelahnya.

Grok AI menuai kritik tajam setelah diketahui menghasilkan dan mempublikasikan gambar seksual berdasarkan permintaan pengguna di platform X, termasuk konten yang menampilkan perempuan dan anak-anak dalam situasi sugestif. Fenomena tersebut memicu perhatian serius dari otoritas di berbagai negara.

Continue Reading

News

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Penunjukan tersebut dilakukan melalui mekanisme internal dan rapat direksi, serta telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris BEI.

Jeffrey menegaskan bahwa penunjukannya bertujuan menjaga kesinambungan kinerja dan stabilitas operasional bursa. Ia memastikan seluruh aktivitas di BEI tetap berjalan normal di tengah dinamika pasar yang sedang berlangsung.

“Untuk itu kami memastikan, operasional di BEI akan berjalan secara normal,” ujar Jeffrey dalam jumpa pers bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih sektor keuangan di kantor pusat Danantara, Sabtu (31/1).

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pasar modal Indonesia agar berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai perdagangan, tetapi juga transparansi dan tata kelola. Menurut Jeffrey, BEI telah berkomunikasi dengan penyedia indeks global untuk merespons berbagai ekspektasi yang ada.

“Kami mencermati perkembangan terakhir dan apa yang diharapkan oleh indeks provider global. Kami sudah berkomunikasi dan menampung masukan tersebut, dan akan kami realisasikan secepat mungkin,” katanya.

Jeffrey Hendrik merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti pada 1995. Ia memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal. Sebelum ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama, Jeffrey menjabat Direktur Pengembangan BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.

Karier profesionalnya dimulai di PT Zone Pratama (1994–1996), dilanjutkan di PT Transpacific Securindo sebagai bagian dari corporate finance (1996–1999). Selanjutnya, ia menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, dari 1999 hingga 2022.

Selain itu, Jeffrey aktif di berbagai organisasi pasar modal, antara lain sebagai Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020), pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Anggota Departemen Perdagangan Efek (2020–2022), serta Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021.

Sebelumnya, Iman Rachman secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama BEI. Ia menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

“Saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI. Ia menambahkan bahwa proses penunjukan pimpinan sementara hingga direktur utama definitif akan dilakukan sesuai ketentuan anggaran dasar.

Pengunduran diri Iman terjadi di tengah tekanan kuat di pasar modal nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpuruk setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, yang berdampak pada anjloknya IHSG dan terjadinya penghentian perdagangan sementara. Meski demikian, IHSG mulai menunjukkan pemulihan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Continue Reading

News

Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dan Mesir dilaporkan kembali dibuka melalui skema “operasi uji coba” setelah hampir dua tahun ditutup total. Informasi tersebut dilaporkan media Israel pada Minggu (1/2) pagi waktu setempat, sebagaimana dilansir Anadolu.

Harian Yedioth Ahronoth menyebutkan, pergerakan orang melalui Perbatasan Rafah secara resmi akan dimulai pada Senin (2/2). Pembukaan ini dinilai menjadi langkah penting bagi mobilitas warga di wilayah konflik tersebut.

Dalam tahap awal, operasional terminal dilakukan dengan pengawasan ketat dan kuota harian yang terbatas. Sekitar 150 orang diperkirakan akan keluar dari Jalur Gaza setiap hari, sementara 50 orang lainnya diizinkan masuk kembali.

Warga Palestina yang sempat meninggalkan Gaza selama perang disebut hanya diperbolehkan kembali ke wilayah tersebut melalui terminal Rafah. Meski dibuka, militer Israel tidak akan ditempatkan langsung di area perlintasan. Pengawasan dilakukan dari jarak jauh menggunakan peralatan pemantau canggih.

Mesir dilaporkan akan menyerahkan daftar nama warga yang akan melintasi perbatasan di kedua arah kepada Israel paling lambat 24 jam sebelum keberangkatan. Israel juga dikabarkan akan mengizinkan sejumlah kecil milisi Palestina yang terluka untuk keluar melalui Rafah jika mereka menginginkannya.

“Pada prinsipnya, semua orang yang pergi akan diizinkan untuk kembali,” tulis laporan tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel, Mesir, maupun Palestina terkait pembukaan kembali perlintasan Rafah ini.

Perbatasan Rafah merupakan jalur utama masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza yang dikuasai militer Israel sejak Mei 2024. Penutupan terminal tersebut memperparah krisis kemanusiaan di Gaza, dengan jumlah korban tewas dilaporkan melampaui 71.000 orang sejak konflik pecah pada Oktober 2023.

Sebelumnya, pembukaan kembali Rafah dijadwalkan pada Oktober 2025 sebagai bagian dari fase awal kesepakatan gencatan senjata. Namun, Israel sempat menolak rencana tersebut hingga seluruh tawanan terakhir mereka di Gaza dibebaskan, yang baru terealisasi pekan ini.

Meski gencatan senjata telah diumumkan, situasi di Gaza masih dilaporkan mencekam. Kantor media Gaza menyebut serangan Israel terus berlangsung, menewaskan 524 orang dan melukai 1.360 lainnya sejak 10 Oktober lalu

Continue Reading

News

Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memahami dan menguasai keamanan siber serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bersamaan. Langkah ini diambil untuk menghadapi ancaman digital yang semakin personal, kompleks, dan masif.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perkembangan ancaman siber saat ini tidak lagi hanya menyasar sistem berskala besar, tetapi juga perangkat dan data pribadi masyarakat. Karena itu, penguatan talenta digital menjadi respons strategis pemerintah.

“Kemkomdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber dari tingkat global hingga nasional dengan menyiapkan talenta melalui pelatihan-pelatihan,” ujar Nezar dalam keterangannya pada Workshop Cybersecurity di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

Nezar menjelaskan, pengembangan talenta dilakukan melalui berbagai program pelatihan di balai pengembangan sumber daya manusia, termasuk Digital Talent Scholarship yang kini memasukkan modul keamanan siber dan AI. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema khusus penguatan talenta melalui program AI Talent Factory.

“Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” katanya.

Ia mengakui, pemanfaatan AI dalam serangan siber menyebabkan eskalasi ancaman berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem untuk bertahan, baik di tingkat lembaga maupun pada perangkat pribadi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan.

Untuk melindungi publik, Nezar menekankan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan digital. Masyarakat diimbau menggunakan kata sandi yang kuat serta mengaktifkan perlindungan berlapis pada perangkat digital.

“Kita menyebarkan awareness agar publik paham menggunakan gawai secara aman, memakai password yang lebih kompleks, multi-factor authentication, bahkan kunci fisik yang sudah mulai dipakai sejumlah platform,” ujarnya.

Selain penguatan literasi publik, pemerintah juga mendorong pengembang platform digital menerapkan pendekatan security by design. Menurut Nezar, aspek keamanan harus menjadi bagian dari perancangan sistem sejak awal, bukan sekadar ditambahkan setelah terjadi insiden.

“Sejak awal mereka harus melakukan review terhadap ketahanan siber dan comply dengan standar-standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegasnya.

Melalui penguatan talenta dan arsitektur keamanan digital, pemerintah menegaskan perannya dalam melindungi masyarakat di ruang digital sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di era kecerdasan artifisial.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget5 hours ago

Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung

LakeyBanget5 hours ago

Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026

LakeyBanget5 hours ago

Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya

News5 hours ago

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Review18 hours ago

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

News18 hours ago

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

News22 hours ago

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

News23 hours ago

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

News1 day ago

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

News1 day ago

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

LakeyBanget1 day ago

Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung

LakeyBanget1 day ago

Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero

News1 day ago

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

News1 day ago

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

News2 days ago

Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel

News2 days ago

Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI

LakeyBanget2 days ago

Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara

News2 days ago

Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat

LakeyBanget2 days ago

Menperin Tegaskan Motor Listrik Tanpa Insentif Baru Tahun Ini

LakeyBanget2 days ago

Tangis Haru Pecah Usai Usai Raih Gelar Perdana di Thailand Masters 2026

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.