News
Dari Chatbot Menuju Agen Otonom
Perkembangan AI pada Agustus 2026 menunjukkan pergeseran dari sekadar model percakapan menuju agen otonom, simulasi dunia fisik, dan infrastruktur komputasi berskala raksasa.
Monitorday.com– Memasuki Agustus 2026, lanskap kecerdasan artifisial memasuki fase baru. Persaingan industri tidak lagi semata-mata ditentukan oleh siapa yang memiliki model bahasa paling pintar, tetapi oleh kemampuan AI untuk bertindak secara mandiri, memahami lingkungan, menggunakan berbagai alat, serta menyelesaikan rangkaian pekerjaan kompleks. Perubahan ini menandai pergeseran dari era chatbot menuju era agentic AI.
Di sisi model, persaingan tetap berlangsung sangat cepat. DeepSeek terus mendorong model berorientasi kecepatan dan kemampuan visi, sementara Google memperluas lini Gemini dengan model yang lebih ringan dan efisien. Anthropic juga mengembangkan Claude untuk pekerjaan ilmiah yang semakin kompleks, termasuk aplikasi pada desain protein. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi AI semakin bergeser dari kemampuan menjawab pertanyaan menuju kemampuan menyelesaikan pekerjaan spesifik dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Perubahan penting juga terjadi di tingkat bisnis. Ekosistem multi-model semakin strategis karena perusahaan tidak selalu membutuhkan satu model AI untuk seluruh pekerjaan. Platform routing seperti OpenRouter memungkinkan pengembang memilih model berdasarkan kebutuhan, biaya, kecepatan, dan kemampuan. Jika akuisisi Stripe terhadap OpenRouter benar-benar terealisasi sesuai laporan yang beredar, langkah tersebut akan memperlihatkan bahwa distribusi dan orkestrasi model mulai memiliki nilai strategis yang sebanding dengan pengembangan model itu sendiri.
Pada saat yang sama, kebutuhan infrastruktur AI terus meningkat. Pengembangan model besar membutuhkan GPU, pusat data, jaringan berkecepatan tinggi, serta pasokan listrik dalam skala besar. Nvidia dan Broadcom berada di antara perusahaan yang menikmati peningkatan permintaan tersebut. Besarnya kebutuhan modal bahkan mendorong pembiayaan dan investasi infrastruktur AI ke tingkat yang sebelumnya lebih lazim ditemukan pada industri energi dan telekomunikasi.
Namun, pertanyaan terbesar mulai bergeser dari “seberapa pintar AI?” menjadi “seberapa besar nilai ekonomi yang benar-benar dihasilkan AI?” Perusahaan mulai mengukur biaya token, penggunaan komputasi, produktivitas pekerja, serta penghematan waktu secara lebih ketat. Dengan belanja AI global yang terus membesar, tekanan untuk membuktikan return on investment akan semakin menentukan model bisnis perusahaan AI maupun keputusan perusahaan dalam mengadopsinya.
Perkembangan lain yang patut diperhatikan adalah munculnya world models atau model dunia. Pendekatan ini berusaha membuat AI memahami ruang, objek, gerakan, hubungan sebab-akibat, dan hukum fisika, bukan hanya memprediksi rangkaian kata. Jika berkembang sesuai ekspektasi, teknologi tersebut dapat menjadi fondasi bagi robot, kendaraan otonom, simulasi industri, sistem manufaktur, dan berbagai aplikasi AI yang berinteraksi langsung dengan dunia nyata.
Di sinilah AI agents dan world models mulai bertemu. Agen AI masa depan tidak hanya menerima instruksi dan menghasilkan teks, tetapi dapat merencanakan, menggunakan perangkat lunak, mengambil keputusan, mengevaluasi hasil, kemudian melakukan tindakan berikutnya. Namun, semakin besar otonomi tersebut, semakin besar pula persoalan keamanan, privasi, akuntabilitas, dan tata kelola yang harus diselesaikan.
Bagi dunia pendidikan, perubahan ini memiliki implikasi besar. Literasi AI tidak cukup lagi mengajarkan peserta didik cara menggunakan chatbot. Mereka perlu memahami cara merancang instruksi, mengevaluasi keluaran AI, bekerja bersama agen AI, memahami data, menjaga etika, serta mengendalikan keputusan yang dibuat sistem otonom. Dengan kata lain, pendidikan perlu bergerak dari AI literacy menuju AI agency—kemampuan manusia untuk tetap menjadi pengarah dan pengambil keputusan dalam ekosistem yang semakin dipenuhi agen kecerdasan artifisial.
News
Pertemuan Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan 4 Kesepakatan Kerja Sama
Monitorday.com – Indonesia dan Republik Arab Mesir terus memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui empat kerja sama di berbagai bidang. Keempat kesepakatan ini disampaikan saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu (11/10/2026).
Keempat kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi kedua negara untuk memperluas hubungan kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Adapun keempat kerja sama yang diumumkan yakni:
- Nota Kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Arab Mesir tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis;
- Nota Kesepahaman tentang Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Paspor Dinas, dan khusus;
- Nota Kesepahaman tentang Statistik; dan
- Nota Kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Republik Arab Mesir tentang Kelautan dan Perikanan.
Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kesepakatan yang dihasilkan merupakan wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir.
“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ucap Presiden Prabowo.
Kerja sama yang mencakup bidang strategis ini menunjukkan makin luasnya peluang kolaborasi kedua negara di dalam berbagai sektor. Melalui berbagai kesepakatan ini, Indonesia dan Mesir terus memperkuat kemitraan strategis yang saling menguntungkan.
News
Perbankan Global Berpacu Mengadopsi AI yang Bertanggung Jawab
Adopsi AI di sektor perbankan semakin masif, tetapi tata kelola, keamanan data, dan akuntabilitas menjadi penentu keberhasilan transformasi digital.
Monitorday.com-, Industri perbankan global semakin agresif mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, seiring dengan meluasnya penggunaan teknologi tersebut, perhatian bank-bank besar kini tidak hanya tertuju pada inovasi dan efisiensi, tetapi juga pada penerapan responsible AI atau AI yang bertanggung jawab. Laporan tahunan lembaga riset Evident terhadap 50 perusahaan keuangan terbesar di dunia menunjukkan bahwa tata kelola AI telah menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital perbankan.
Menurut laporan Evident yang dikutip Kompas.com pada 11 Oktober 2026, hampir seluruh bank yang disurvei telah menerapkan prinsip responsible AI. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 2023, ketika baru 16 bank yang menerapkannya. Lebih dari dua pertiga bank juga memiliki mekanisme pengawasan khusus untuk memeriksa data masukan, mengevaluasi keluaran sistem, membatasi penggunaan perangkat AI, serta memantau sistem yang telah beroperasi.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa AI di sektor keuangan mulai memasuki tahap yang lebih matang. Bank tidak lagi cukup hanya menguji coba teknologi untuk mempercepat pekerjaan administratif atau meningkatkan produktivitas karyawan. AI kini digunakan dalam berbagai fungsi strategis, mulai dari penilaian kredit, deteksi penipuan, pemantauan transaksi, pembayaran, perdagangan saham, hingga pemberian rekomendasi keuangan kepada nasabah.
Evident mencatat bahwa 50 bank yang disurvei telah menerapkan lebih dari 1.100 kasus penggunaan AI sejak 2021. Dalam setahun terakhir, kemajuan adopsi AI bahkan berlangsung tiga kali lebih cepat dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Sebanyak 12 bank juga melaporkan telah memperoleh keuntungan nyata atau return on investment (ROI) dari proyek AI mereka, meningkat dibandingkan delapan bank pada tahun sebelumnya.
JPMorgan Chase menempati peringkat pertama dalam Maturity Index Evident, disusul Capital One, Royal Bank of Canada, dan CommBank. Posisi tersebut mencerminkan pentingnya kombinasi antara kemampuan sumber daya manusia, inovasi, kepemimpinan, dan transparansi dalam pengembangan AI. Bank yang unggul tidak sekadar memiliki teknologi canggih, tetapi juga membangun mekanisme pengawasan dan mengukur dampak penerapannya terhadap kegiatan bisnis.
Tantangan terbesar muncul karena sektor perbankan mengelola data sensitif dan mengambil keputusan yang dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat. Kesalahan algoritma dalam penilaian kredit, misalnya, berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak adil. Sementara itu, kelemahan sistem deteksi penipuan dapat menyebabkan transaksi mencurigakan lolos dari pengawasan atau justru menghambat transaksi sah milik nasabah. Risiko tersebut menegaskan bahwa akurasi teknis saja tidak cukup tanpa transparansi, perlindungan data, dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.
Karena itu, responsible AI perlu diterapkan sejak tahap perancangan sistem. Bank harus menetapkan batas penggunaan, hak akses, standar evaluasi, prosedur pemantauan, serta mekanisme penanganan masalah sebelum AI digunakan secara luas. Pengawasan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan karena performa sistem dapat berubah mengikuti perkembangan data, pola transaksi, dan perilaku pengguna. Dalam konteks ini, manusia tetap harus memiliki kewenangan untuk mengevaluasi, mengoreksi, atau menghentikan keputusan AI yang berisiko.
Perhatian terhadap tata kelola juga terlihat dari pertumbuhan tenaga ahli pengawas AI di 50 bank teratas yang meningkat 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bank membutuhkan ilmuwan AI, insinyur perangkat lunak, manajer produk, serta spesialis risiko dan kepatuhan untuk memastikan teknologi berjalan sesuai tujuan. Investasi pada kompetensi tersebut sama pentingnya dengan investasi pada infrastruktur komputasi dan pengembangan model AI.
Perkembangan berikutnya adalah penggunaan AI agents untuk menjalankan rangkaian tugas yang lebih kompleks. Lebih dari separuh pimpinan teknologi informasi perbankan yang disurvei memperkirakan AI agents akan diterapkan secara luas dalam manajemen risiko, kepatuhan, audit, pelacakan penipuan, dan pemantauan transaksi. Berbeda dengan AI yang hanya memberikan jawaban atau rekomendasi, AI agents dapat menjalankan tahapan pekerjaan berdasarkan instruksi dan akses yang diberikan. Kemampuan tersebut membuka peluang efisiensi, tetapi sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap pembatasan kewenangan, pencatatan aktivitas, dan persetujuan manusia untuk tindakan berisiko tinggi.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran penting dalam mempercepat transformasi perbankan digital. Bank tidak cukup berlomba menghadirkan chatbot, otomatisasi layanan, atau aplikasi berbasis AI. Keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan melindungi data nasabah, mencegah diskriminasi algoritmik, menjelaskan keputusan otomatis, serta memastikan adanya pihak yang bertanggung jawab ketika sistem mengalami kegagalan. Prinsip tersebut perlu diterapkan sejalan dengan ketentuan perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan regulasi sektor jasa keuangan.
Pada akhirnya, masa depan AI di perbankan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat teknologi diadopsi, tetapi juga oleh seberapa besar kepercayaan yang mampu dipertahankan. Efisiensi dan keuntungan bisnis memang menjadi alasan penting bagi bank untuk berinvestasi pada AI. Namun, dalam industri yang bertumpu pada kepercayaan publik, inovasi yang tidak disertai tata kelola dapat berubah menjadi sumber risiko. Responsible AI karena itu bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan fondasi bagi perbankan digital yang aman, adil, transparan, dan berkelanjutan.
News
Pemerintah Target Terbit Aturan Insentif Pajak Royalti Penulis
Kebijakan strategis perpajakan tersebut saat ini tengah memasuki tahap harmonisasi setelah sebelumnya mengantongi persetujuan izin prakarsa langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Monitorday.com – Pemerintah menargetkan rancangan peraturan pemerintah mengenai insentif Pajak Penghasilan Final atas royalti penulis buku dapat resmi disahkan pada November 2026.
Kebijakan strategis perpajakan tersebut saat ini tengah memasuki tahap harmonisasi setelah sebelumnya mengantongi persetujuan izin prakarsa langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Saat ini (RPP) sedang dalam proses harmonisasi. Kita harapkan sebelum akhir tahun atau mungkin di bulan November terkait dengan RPP-nya sudah dapat disahkan,” kata Teuku Riefky saat membuka Festival Literaia 2026 di Museum Nasional, Jakarta, Minggu.
Melalui regulasi anyar tersebut, tarif Pajak Penghasilan Final atas pendapatan royalti karya tulis akan dipangkas drastis menjadi 1,5 persen dari tarif sebelumnya yang mencapai 15 persen.
Skema pajak yang bersifat final ini memastikan kewajiban perpajakan tuntas begitu penerbit melakukan pemotongan, sehingga pelaporan pada Surat Pemberitahuan Tahunan tidak lagi dikenai tarif progresif.
Penyusunan draf aturan insentif tersebut juga dipastikan telah melalui proses partisipasi bermakna bersama para pemangku kepentingan sebelum dibawa ke meja harmonisasi peraturan perundang-undangan.
News
Transformasi digital di Sekolah dan Perubahan Paedagogis
Penggunaan berbagai media memberi kesempatan kepada murid untuk terlibat langsung dalam pembelajaran
Pemanfaatan PID atau Interactive Flat Panel (IFP) di SMPN 9 Metro menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkaya kegiatan belajar mengajar. Guru Pendidikan Agama Islam Badrun memanfaatkan perangkat tersebut untuk menyampaikan materi, menghadirkan media visual, dan melaksanakan asesmen interaktif.
Menurut pemberitaan resmi Kemendikdasmen pada 9 Oktober 2026, guru tersebut mengintegrasikan sejumlah platform digital, antara lain Google, YouTube, Canva, Wayground, dan Wordwall.net. Penggunaan berbagai media memberi kesempatan kepada murid untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa satu perangkat dapat menjadi pintu masuk menuju pembelajaran multimedia. Materi yang sebelumnya hanya disampaikan melalui penjelasan lisan dapat diperkaya dengan video, ilustrasi, kuis, dan aktivitas kolaboratif.
Namun, efektivitas PID tidak ditentukan oleh banyaknya aplikasi yang digunakan. Guru tetap perlu memilih media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, memastikan keakuratan informasi, dan memberikan ruang bagi murid untuk berpikir, berdiskusi, serta memecahkan masalah.
Transformasi digital di sekolah pada akhirnya harus menghasilkan perubahan pedagogis. Teknologi akan lebih bermakna ketika murid tidak hanya melihat layar, tetapi juga aktif membangun pemahaman dan menghasilkan karya.
News
Danantara Siap Masuk Pasar Saat IHSG Tertekan
Lembaga pengelola investasi negara itu juga merencanakan tambahan investasi sekitar US$1 miliar hingga akhir tahun.
Monitorday.com-Danantara menyatakan terbuka untuk membeli saham di pasar domestik ketika terjadi tekanan pasar, selama harga dan valuasi perusahaan dinilai menarik. Sikap tersebut muncul di tengah kekhawatiran investor terhadap prospek pasar saham Indonesia dan potensi penurunan penilaian oleh MSCI.
Menurut laporan Reuters pada 9 Oktober 2026, Danantara telah menginvestasikan sekitar US$3 miliar pada saham dan obligasi domestik maupun global. Lembaga pengelola investasi negara itu juga merencanakan tambahan investasi sekitar US$1 miliar hingga akhir tahun.
Namun, strategi Danantara bukan semata-mata untuk menopang indeks saham. Investasi tetap mempertimbangkan potensi keuntungan, kualitas perusahaan, dan tata kelola pasar. Pendekatan ini menjadi penting karena kepercayaan investor terhadap transparansi kepemilikan saham dan kualitas data perdagangan masih menjadi perhatian.
Bagi investor domestik, langkah tersebut dapat menjadi sinyal dukungan terhadap pendalaman pasar modal. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu memperhitungkan risiko pasar dan kondisi fundamental emiten.
News
Bukan TV Biasa, IFP Bikin Murid Lebih Antusias Belajar dan Mudah Memahami Materi
Monitorday.com – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi murid. Melalui teknologi, guru dapat menyajikan materi secara visual, mengintegrasikan berbagai media digital, serta mengajak murid terlibat langsung dalam pembelajaran.
Badrun, guru Pendidikan Agama Islam SMPN 9 Metro, Lampung, memanfaatkan PID pada setiap tahapan pembelajaran, mulai dari kegiatan awal, penyampaian materi inti, hingga asesmen. Ia menggabungkan Google, YouTube, Canva, Wayground, dan Wordwall.net untuk memperkaya penyajian materi sekaligus membangun interaksi di kelas.
“Saya memanfaatkan PID dalam pembelajaran agama sebagai alat bantu pembelajaran yang menguatkan proses interaksi bersama murid melalui fitur-fitur yang ada di dalamnya, baik pada sesi awal, inti, maupun media asesmen,” ujar Badrun, Kamis (8/10).
Menurutnya, penggunaan media digital juga memudahkan guru menghadirkan fakta di lapangan sebagai penguat konsep. Murid pun lebih antusias ketika mendapat kesempatan menggunakan perangkat secara langsung. “Murid lebih tertarik, apalagi diajak langsung terlibat dalam penggunaan PID. Ini mengurangi kondisi murid yang mengantuk dan suka bicara sendiri karena sajiannya lebih variatif dan interaktif,” ungkapnya.
Pengalaman serupa dirasakan para murid. Mereka menilai PID membuat pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus membantu memahami materi yang sebelumnya sulit dibayangkan. “PID membuat pembelajaran lebih menarik, kita jadi lebih paham sama materinya, lebih mudah dicerna,” tutur murid kelas VII, Mezzaluna Azzury.
Selain itu, murid juga merasakan manfaat visualisasi saat mempelajari materi yang membutuhkan contoh konkret. Gambar dan tayangan pada PID membantu mereka membangun pemahaman sebelum mempraktikkan atau mendalami materi. “Kalau diterangkan guru secara searah, sebelum ada PID, pasti bingung. Dengan PID jadi ada gambarannya, jadi tambah nyambung di otak,” tutur murid kelas VII lainnya, Ratu Qimora yang sebelumnya mengira IFP/PID hanya sebatas TV layar datar biasa.
Pemanfaatan PID di SMPN 9 masih bergantian sesuai kebutuhan kelas. Murid lainnya, Rizna Aurora Putri, berharap perangkat tersebut hadir lebih banyak dan dilengkapi materi yang semakin beragam agar kegiatan belajar semakin menarik.
Dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap Digitalisasi Pembelajaran terus diupayakan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dalam kunjungannya ke sekolah tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Lampung menerima 9.907 unit IFP dan 9.887 laptop, dengan anggaran IFP sebesar Rp329,1 miliar. Tahun lalu, khusus di Kota Metro, Digitalisasi Pembelajaran diwujudkan dengan alokasi 193 unit IFP dan 193 laptop dengan total anggaran mencapai Rp6,4 miliar.
Selanjutnya, di tahun ini, pemerintah juga merencanakan tambahan tiga IFP di setiap sekolah. “Tahun ini, semua sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP,” ucapnya.
Mendikdasmen berharap, melalui pemanfaatan teknologi yang terencana, PID bisa menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, membantu murid memahami materi, dan mendorong semangat belajar.
News
Bukan Cuma Keripik, Ternyata Ini Inovasi BRIN Bidang Pangan
MONITORDAY – Inovasi BRIN ternyata tak cuma keripik ubi seperti sempat viral di media sosial. Lembaga riset nasional ini tengah mengembangkan strategi dan teknologi pangan ekstrem guna menjaga ketahanan pangan nasional dari ancaman krisis global.
Di balik pintu laboratorium yang steril, para ilmuwan kita sebenarnya lagi sibuk meretas masa depan pangan. Mereka sedang merancang teknologi mutakhir untuk memastikan perut ratusan juta rakyat Indonesia tetap aman, bahkan saat cuaca ekstrem atau bencana melanda.
- Daging Analog dan Kultur Sel
Bayangkan sebuah masa dimana kita bisa makan rendang tanpa harus mengorbankan seekor sapi pun. Terdengar seperti fiksi ilmiah, namun nyatanya di laboratorium future food BRIN, hal ini sedang mewujud jadi nyata lewat daging analog dan cultured meat [daging kultur sel].
Para periset BRIN sadar kalau peternakan kontroversial menyumbang jejak karbon yang merusak bumi. Sebagai solusinya, mereka mengisolasi protein dari kacang-kacangan lokal dan produk sampingan pertanian, lalu merajutnya kembali menggunakan mesin khusus hingga memiliki serat dan tekstur yang persis seperti daging asli. Tidak cuma itu, proyek masa depan mereka bahkan menumbuhkan daging langsung dari level sel punca di dalam tangki bioreaktor.
- Makanan Siap Saji Tanpa Api
Masalah terbesar saat bencana alam adalah ketiadaan listrik dan api untuk memasak makanan. Menjawab tantangan fisik ini, BRIn melahirkan inovasi Pangan Darurat Berteknologi Retort dan Self-Heating Pouch.
Teknologi kemasan retort memungkinkan makanan matang khas Nusantara—mulai dari gudeg sampai rendang—bisa awet berbulan-bulan tanpa pengawet kimia sedikit pun. Tapi yang bikin geleng-geleng kepala adalah kantong pemanas mandirinya (self-heating pouch). Kemasan ini dilengkapi kompartemen yang berisi material khusus.
Cara pakainya ajaib: cukup tuangkan air mentah, bahkan air banjir sekalipun, ke kantong luar. Dalam hitungan detik, akan terjadi reaksi termal alami yang menghasilkan uap panas instan untuk mematangkan makanan di dalam kantong. Inovasi memasak tanpa api ini sekarang disiapkan untuk logistik cepat tanggap bencana dan konsumsi jemaah haji kita.
- Beras Analog dan Tempe Non Kedelai
Selama ini, Indonesia sangat ketergantungan pada impor gandum dan kedelai. Begitu pasokan global terganggu, harga mi dan tempe langsung meroket. Di sinilah BRIN melakukan intervensi lewat rekayasa Beras Analog dan Tempe Non-Kedelai.
Ilmuwan BRIN berhasil menyulap singkong, jagung, hingga sorgum menjadi butiran yang bentuk dan cara memasaknya persis seperti beras padi. Bedanya, beras analog ini punya bonus kesehatan: tinggi serat dan rendah gula (indeks glikemik rendah), sangat aman untuk penderita diabetes.
Sementara untuk urusan tempe, BRIN berhasil memanfaatkan kacang-kacangan lokal nusantara yang terkenal tangguh di cuaca ekstrem sebagai pengganti kedelai. Hasilnya? Tempe lokal yang tidak kalah gurih dan punya kandungan protein yang bersaing ketat dengan kedelai impor.
News
Dua Tahun Prabowo-Gibran: APBN Perkuat Program Pendidikan-Stabilitas Ekonomi
Monitorday.com – Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 dengan mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai motor pertumbuhan. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran pertumbuhan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, APBN tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat, tetapi juga harus mampu mendorong investasi, produksi, ekspor, serta penciptaan lapangan kerja formal.
Hal itu disampaikan Suahasil dalam forum “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta-Cita” di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, APBN menjadi instrumen pendukung berbagai agenda prioritas, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan produktivitas masyarakat.
“Ke depan, APBN harus semakin optimal. Kita ingin APBN tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan dorongan yang cukup kuat terhadap pertumbuhan. Jadi, disiplin fiskal dan pertumbuhan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama,” tegas Suahasil.
Dukungan APBN terhadap agenda pemerintah antara lain tercermin dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang hingga 31 Agustus 2026 telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat.
Pemerintah juga memperluas program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, merevitalisasi sekolah serta madrasah, dan mempercepat digitalisasi pembelajaran.
Di sektor kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 70,3 juta penduduk sepanjang 2025 dan 99,1 juta penduduk hingga September 2026.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan dukungan untuk renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai wilayah.
“APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dalam APBN, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan negara dapat memperkuat kualitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Suahasil.
Untuk mendukung target pertumbuhan 6 persen, pemerintah merancang postur APBN 2027 dengan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara Rp3.426 triliun.
Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran direncanakan mencapai 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pemerintah menyatakan postur fiskal itu disiapkan untuk menyediakan ruang pembiayaan pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan keuangan negara.
Namun, peningkatan belanja negara perlu diimbangi dengan pengelolaan fiskal yang kredibel agar dorongan terhadap pertumbuhan tidak mengganggu stabilitas ekonomi.
Di luar belanja pemerintah, penguatan investasi juga menjadi tumpuan untuk mencapai sasaran tersebut. Pemerintah akan mendorong sinergi dengan sektor swasta dan Danantara guna meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, mempercepat hilirisasi, serta membuka lapangan kerja.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi perlu dipacu hingga sekitar 7 persen untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Di tengah upaya mempercepat pertumbuhan, APBN juga tetap diarahkan untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional menghadapi dinamika global. Perekonomian Indonesia selama periode tersebut disebut tetap tumbuh di kisaran 5 persen, disertai upaya reformasi fiskal dan sektor keuangan.
Pemerintah turut memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ekonomi ilegal yang berpotensi menggerus penerimaan negara serta mengganggu persaingan usaha yang sehat.
Suahasil menegaskan, kebijakan fiskal ke depan harus mampu menjalankan tiga fungsi sekaligus: mendorong pertumbuhan, melindungi masyarakat, dan menjaga kredibilitas anggaran.
“Tagline yang selalu saya gaungkan selama dua tahun terakhir, APBN menumbuhkan, APBN melindungi dan APBN yang kredibel,” katanya.
Pemerintah berharap APBN 2027 dapat menjadi pijakan untuk mempercepat pembangunan, memperkuat daya saing nasional, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta inklusif tanpa mengabaikan disiplin fiskal.
News
Lima Pebalap Moto2-Moto3 Inspirasi Siswa di Mandalika
Monitorday.com – Lima pebalap Moto2 dan Moto3 menyambangi SD Negeri 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/10/2026). Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, mereka berbagi kisah perjuangan sekaligus mengajak siswa belajar tentang kreativitas, keselamatan, dan keberanian meraih cita-cita.
Kelima pebalap tersebut adalah Mario Suryo Aji, Veda Ega Pratama, Manuel Gonzalez, Luca Lunetta, dan David Almansa. Kehadiran mereka menjadi bagian dari program Riders Go to School, yang membuka kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan atlet balap internasional.
Kegiatan ini merupakan bagian dari SOLAH Mandalika (Sustainability Orientation With Local Hospitality of Mandalika), program yang mengedepankan keberlanjutan, inklusivitas, keberagaman, dan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan ajang internasional di kawasan The Mandalika.
Melalui program tersebut, semangat MotoGP tak hanya hadir di lintasan balap, tetapi juga menjangkau sekolah dan masyarakat sekitar.
Kedatangan para pebalap disambut penampilan seni tradisional oleh siswa. Perpaduan budaya lokal dan olahraga balap internasional itu menjadi pembuka kegiatan yang menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dari perhelatan dunia.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama menceritakan perjalanan mereka menembus persaingan balap internasional. Para siswa diajak memahami bahwa prestasi tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan rutin, disiplin, konsistensi, dan keberanian menghadapi tekanan.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar manfaat kehadiran MotoGP dapat dirasakan langsung oleh anak-anak Mandalika.
“Kami ingin anak-anak di Mandalika tidak hanya melihat para rider ketika mereka berada di lintasan. Hari ini mereka bisa bertemu, berbicara, tertawa, dan belajar langsung dari para pembalap yang mereka lihat berlaga. Kami ingin pengalaman ini menyalakan keberanian mereka untuk bermimpi dan percaya bahwa mereka juga bisa mencapai panggung dunia,” ujar Troy.
Tak hanya mendengarkan kisah para pebalap, siswa juga diajak mengasah kreativitas melalui kegiatan helmet painting atau menghias helm.
Sebanyak delapan siswa kelas 3 hingga kelas 6 terpilih untuk menuangkan ide kreatif mereka bersama para pebalap. Hasil karya tersebut kemudian diserahkan kepada para pebalap dan tamu VIP.
Aktivitas ini sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui semangat Greener Future Together yang diusung SOLAH Mandalika.
Edukasi berlanjut melalui kuis interaktif bersama unit Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda NTB. Dengan pendekatan yang menyenangkan, siswa diperkenalkan pada pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan sejak dini.
Rangkaian kegiatan ini menggabungkan pembelajaran tentang disiplin, sportivitas, kreativitas, keselamatan, dan kepedulian lingkungan. Penampilan seni tradisional para siswa juga menegaskan bahwa budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan olahraga berkelas internasional.
Kepala SDN 2 Kuta Mandalika, Lalu Satriadi, menyambut positif kunjungan para pebalap. Menurut dia, pengalaman tersebut memberikan inspirasi bagi siswa dan guru untuk memahami pentingnya kerja keras dalam mengejar prestasi.
“Kedatangan mereka menjadi inspirasi bagi murid dan guru kami bahwa untuk mencapai level dunia dibutuhkan kerja keras dan dedikasi tinggi,” katanya.
Pebalap Moto3 Indonesia, Veda Ega Pratama, mengaku senang dapat berbagi pengalaman dengan anak-anak di Lombok.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik di sini. Semoga mereka semakin berani bermimpi dan terus berusaha untuk mengejarnya,” ujar Veda.
Dalam kesempatan yang sama, InJourney dan ITDC menyerahkan donasi kepada SDN 2 Kuta Mandalika sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan di sekitar kawasan The Mandalika.
Program SOLAH Mandalika berlanjut pada Jumat (9/10/2026) melalui kegiatan Students Go to Paddock. Sebanyak 50 pelajar dan 10 guru dari berbagai sekolah di Pulau Lombok dijadwalkan mengikuti program tersebut.
Para peserta akan mendapat kesempatan mengenal suasana akhir pekan balapan, melihat aktivitas di area paddock, serta mempelajari lebih dekat penyelenggaraan ajang balap motor kelas dunia.
Melalui Riders Go to School dan Students Go to Paddock, penyelenggara berupaya menghubungkan ajang balap internasional dengan pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Dengan pendekatan tersebut, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan tidak sekadar menghadirkan persaingan di lintasan, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi generasi muda dan masyarakat Mandalika.
News
Kemendikdasmen Borong 21 Trofi di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pertama kalinya berhasil meraih predikat tertinggi Platinum Awards dalam ajang kehumasan Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026 yang diselenggarakan oleh Humas Indonesia. Penghargaan tersebut diterima dalam malam puncak penghargaan The 8th AHI 2026 yang berlangsung di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (8/10). Selain meraih Platinum, Kemendikdasmen juga memboyong penghargaan lainnya, sehingga total mencapai 21 trofi, rekor tertinggi yang pernah diraih dalam satu kompetisi kehumasan.
Secara keseluruhan, Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus), serta Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) berhasil meraih 5 Gold, 8 Silver, 6 Bronze, 1 Platinum Winner, dan 1 Best Presenter.
Atas pencapaian tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir dari kerja kehumasan. Lebih dari itu, keberhasilan komunikasi pemerintah diukur dari kemampuannya membangun pemahaman, menjawab kebutuhan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus pengingat bagi kita bahwa komunikasi publik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi memastikan masyarakat memahami dan merasakan manfaat dari setiap kebijakan dan program pendidikan. Informasi harus disampaikan secara jelas, akurat, mudah dipahami, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan orangtua. Karena itu, humas harus terus mendengarkan, memahami kebutuhan publik, serta memastikan informasi pendidikan hadir secara inklusif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Suharti.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Dikmen Diksus, Tatang Muttaqin, yang hadir langsung dalam malam penganugerahan turut mengapresiasi kinerja tim humas yang dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. “Ini menunjukkan bagaimana kerja kita di tim humas telah memberikan dampak dan diapresiasi oleh lembaga yang sangat kompeten di bidang kehumasan,” ungkap Tatang.
Tatang berharap, keberhasilan ini dapat memberikan semangat bagi tim humas untuk menyajikan informasi yang jelas, akurat, kredibel, serta semakin responsif terhadap kebutuhan publik.
“Pencapaian ini juga buah dari komitmen Ditjen Dikmen Diksus untuk menghadirkan informasi yang ramah disabilitas. Kami ingin memastikan publik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan layanan khusus tidak tertinggal dalam mendapatkan akses informasi yang setara,” tutur Tatang.
AHI merupakan ajang penghargaan bergengsi yang mengapresiasi kinerja kehumasan, keterbukaan informasi publik, serta inovasi komunikasi pada kementerian, lembaga negara, korporasi negara (BUMN/BUMD), pemerintah daerah, dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tahun ini, Kemendikdasmen bersaing dengan lebih dari 300 entri yang masuk dan dinilai dewan juri. Pada malam puncak, sebanyak 178 trofi diserahkan kepada 80 institusi pemenang AHI 2026, disertai empat trofi khusus Platinum dan 18 penghargaan Kartini Humas Indonesia.
CEO Humas Indonesia, Asmono Wikan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas seluruh dedikasi insan humas di Indonesia yang telah membangun transparansi dan menguatkan kepercayaan publik. “Ini adalah cerminan dari ratusan jam kerja, ribuan gagasan, dan tak terhitung dedikasi dari rekan-rekan humas di seluruh Indonesia yang setiap hari berjuang membangun transparansi dan menguatkan kepercayaan publik terhadap institusi mereka masing-masing,” terang Asmono.
Pada AHI 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil meraih sejumlah trofi dalam kategori kementerian/lembaga. Selain mendapatkan Platinum Award, Kemendikdasmen juga mendapatkan berbagai penghargaan mulai dari kategori Gold, Silver, dan Bronze.
Kategori Gold berhasil diraih oleh PPID Utama, Ruang Virtual, Ruang Fisik, Program Kehumasan Rumah Pendidikan, serta Video Profil Karena Mereka. Selanjutnya, di kategori Silver diberikan untuk Laman Kemendikdasmen, Repositori Institusi Kemendikdasmen, Media Internal Jendela Edisi 69, media sosial Ditjen Dikmen Diksus, Program Kehumasan Gelar Karya Vokasi PKPLK, Laman Rumah Disabilitas, Video Profil PKPLK, dan Internal Majalah Kita Istimewa.
Penghargaan Bronze diraih melalui kanal digital media sosial TikTok dan Instagram Kemendikdasmen, Program Kehumasan Cerita Serunya Belajar, Program Humas Training of Trainers (ToT) Alquran, dan Aplikasi Kamus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Selain penghargaan institusi, Kepala Biro Komunikasi dan Humas, Yudhistira Nugraha, juga turut meraih penghargaan Best Presenter, dan terakhir yakni Friza Marrianty juga memperoleh penghargaan Kartini Humas Indonesia pada kategori Bronze.
