Monitordaycom – Jelang tiga bulan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus bergerak cepat melakukan pemulihan infrastruktur pendidikan dan proses pembelajaran.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatra bersama pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mengapresiasi langkah cepat para kementerian/lembaga yang terus berupaya melakukan percepatan pemulihan pascabencana. Sebagai akhir dari Rakor tersebut, Dasco membacakan sejumlah kesimpulan rapat yang salah satunya yaitu menyetujui dana tanggap darurat untuk tambahan anggaran dalam rangka mendukung pemulihan infrastruktur, sarana dan prasarana kesehatan, fasilitas rumah ibadah, serta fasiltias pendidikan.
Lebih lanjut, apresiasi lainnya juga diutarakan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi sejumlah capaian dan rencana Kemendikdasmen dalam upaya pemulihan layanan pendidikan di wilayah bencana. “Saya berharap pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk sekolah terdampak bencana harus segera dilakukan. Komisi X DPR RI mendorong kepada Menteri Keuangan dan Menteri Sekretaris Negara untuk memastikan bahwa anggaran revitalisasi bukan semata-mata pembangunan infrastruktur, namun juga terdapat perangkat sekolah, peralatan pendukung, dan bantuan kepada semua warga satuan pendidikan,” ujar Hetifah.
Dalam paparannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa per 15 Februari 2026 Kemendikdasmen telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan kepada 746 sekolah dengan anggaran lebih dari Rp866,5 miliar.
“Dari 746 sekolah yang telah melakukan PKS, dana bantuan telah dicairkan sebesar Rp231,7 miliar, dan sisanya masih dalam tahap proses pencairan. Dan juga, kami terus menyalurkan bantuan khusus bagi 36.074 guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana dengan anggaran lebih dari Rp220,5 miliar, dengan penyaluran Rp2 juta per orang per bulan selama tiga bulan,” ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti, di Jakarta, Rabu (18/2).
Sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana, Menteri Mu’ti menuturkan bahwa Kemendikdasmen juga menyalurkan Aneka Tunjangan Guru dengan tidak mempersyaratkan beban mengajar, dengan total anggaran Rp508,9 miliar. Lebih lanjut, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) juga telah tersalurkan kepada 29 ribu satuan pendidikan di kabupaten terdampak dengan anggaran Rp1,98 triliun, berikut dengan fleksibilitas persyaratan penyaluran dan penggunaannya sesuai kebutuhan sekolah.
Selanjutnya, terkait dengan rencana pemulihan layanan pendidikan pada minggu ketiga dan keempat Februari 2026, Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen akan melanjutkan penandatanganan PKS Revitalisasi Satuan Pendidikan kepada 1.204 sekolah terdampak. Hal ini sejalan dengan Rakor Percepatan Rekonstruksi Pascabencana bersama dinas pendidikan terkait. Untuk bantuan guru, Kemendikdasmen juga terus melakukan proses verifikasi dan pembuatan rekening untuk 13 ribu guru dengan anggaran Tunjangan Kinerja Guru (TKG) sebesar Rp83,3 miliar.
Bantuan lainnya juga diberikan Kemendikdasmen berupa sejumlah peralatan, yakni peralatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK), peralatan laboratorium, peralatan olahraga, alat kebersihan, serta Alat Permainan Edukatif (APE). Selain itu, Kemendikdasmen juga mengajukan usulan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) senilai Rp2,4 triliun. Terakhir, Kemendikdasmen akan melakukan pendampingan praktik baik dan model pembelajaran darurat kepada sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
“Secara umum, kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja pembelajaran memang belum berlangsung secara ideal. Kami berharap upaya percepatan pemulihan layanan pendidikan yang Kemendikdasmen lakukan melalui revitalisasi, tunjangan guru, dan bantuan lainnya akan sepenuhnya memulihkan layanan pendidikan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” pungkas Menteri Mu’ti.
Sampai bulan Februari 2026, Kemendikdasmen telah menyalurkan sejumlah Bantuan Penanggulangan Bencana. Antara lain yaitu 1) School Kit, 33.000 paket, 2) Tenda 168 unit, 3) Ruang Kelas Darurat 160 unit, 4) Buku Pembelajaran 197.670 buku, 5) TKG untuk Bencana 36.074 guru, 6) Dukungan Psikososial 740 satuan, 7) Dana Operasi Pendidikan Darurat 1.569 sekolah, dan 8) Revitalisasi Satuan Pendidikan, 746 sekolah.