Connect with us

Ruang Sujud

Ekonomi Global dalam Pandangan Al-Qur’an: Menghapus Sekat antara Dunia dan Akhirat

Al-Qur’an memandang uang, perdagangan, dan ekonomi bukan sebagai urusan duniawi semata, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Dalam sebuah ceramah penting yang disampaikan di Malaysia beberapa waktu lalu, Ustadz Nouman Ali Khan menyoroti fenomena “sekularisasi Islam” di mana banyak Muslim memisahkan antara kehidupan spiritual dan material. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak pernah memisahkan kedua aspek tersebut, melainkan mengajarkan bahwa cara seseorang mencari, membelanjakan, dan membangun kekayaan adalah hal yang sangat diperhatikan oleh Allah.

Menurut sumber dari saluran resmi Bayyinah, Ustadz Nouman menekankan bahwa istilah ekonomi dalam Al-Qur’an sering kali direduksi maknanya, padahal kata seperti “Rizq” (rezeki) mencakup spektrum yang luas, mulai dari sumber daya alam seperti hujan dan hasil bumi hingga kesuksesan dalam rantai pasok global. Ia menjelaskan bahwa Allah menyediakan sumber daya alam bukan hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi sebagai dasar bagi kemakmuran ekonomi suatu bangsa yang dapat mencegah krisis pangan dan ketergantungan ekspor.

Lebih lanjut, ia menguraikan konsep “Fadl” (karunia) sebagai peluang bisnis dan keuntungan yang harus dikejar, bahkan di saat-saat paling spiritual sekalipun seperti saat ibadah Haji. Al-Qur’an memberikan lampu hijau bagi umat Muslim untuk melakukan jejaring bisnis dan perdagangan selama musim haji, menunjukkan bahwa mencari keuntungan ekonomi yang halal adalah bagian dari ketakwaan jika dilakukan dengan niat yang benar.

Ustadz Nouman juga mengkritik pandangan sebagian kelompok yang menganggap pengejaran pendidikan tinggi atau karier di bidang ekonomi dan teknik sebagai “hijrah untuk dunia”. Ia menggunakan contoh Nabi Nuh AS dan Dzulkarnain untuk menunjukkan bahwa pengetahuan teknis, pembangunan infrastruktur, dan ekspansi global adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang harus dikuasai oleh umat Islam untuk menciptakan stabilitas dan mencegah kerusakan di muka bumi.

Sebagai penutup, ditegaskan bahwa ekonomi yang kuat adalah kunci untuk menghindari kemiskinan, kecanduan, dan korupsi. Ustadz Nouman mengajak umat Islam untuk memiliki pandangan global seperti yang dicontohkan para nabi, di mana pembangunan ekonomi dan aliansi bisnis dianggap sebagai sarana untuk menegakkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia secara berkelanjutan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ruang Sujud

Antara Teknologi AI dan Solusi Spiritual Islam

Krisis kesepian yang melanda generasi muda, di mana banyak di antaranya mulai melirik teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai pengganti pendamping hidup.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Dalam sebuah kajian mendalam, Ustadz Abu Taymiyyah memaparkan data mengejutkan mengenai tingkat kesepian yang dialami oleh Generasi Z. Berdasarkan riset, ditemukan bahwa sekitar 80% dari kelompok usia ini mulai mempertimbangkan untuk memiliki hubungan atau bahkan “menikah” dengan kecerdasan buatan (AI) guna menghindari kerumitan interaksi antarmanusia. Fenomena ini dipicu oleh rasa kesepian yang mencapai puncaknya di era digital, meskipun konektivitas teknologi terus meningkat.

Kesepian ini bukan sekadar masalah sosial, melainkan sudah menjadi krisis kesehatan mental global. Data dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa orang dewasa dalam rentang usia 30 hingga 44 tahun merupakan kelompok yang paling merasa kesepian, disusul oleh kaum muda usia 18 hingga 29 tahun. Hal ini sering terjadi setelah seseorang melewati fase gaya hidup bebas di usia muda dan mulai merenungkan makna hidup yang sesungguhnya.

Ustadz Abu Taymiyyah menekankan bahwa dalam pandangan Islam, kesendirian bisa menjadi dua hal yang bertolak belakang: berkah atau siksaan. Jika kesendirian digunakan untuk bermaksiat atau tidak produktif, ia akan menjadi “taman bermain” bagi setan yang memicu kehampaan hati. Namun, jika digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, kesendirian bertransformasi menjadi momen spiritual yang sangat tinggi, sebagaimana para nabi dan ulama terdahulu yang menemukan kedamaian justru saat mereka jauh dari keramaian manusia.

Islam menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengatasi krisis ini melalui penguatan ikatan keluarga, persaudaraan sesama Muslim, dan ibadah malam (Tahajjud). Menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai institusi “anti-kesepian” dianggap sebagai langkah krusial, di mana masjid bukan hanya tempat salat, tetapi pusat interaksi sosial yang sehat. Dengan membantu sesama dan menjaga silaturahmi, seseorang akan mendapatkan rasa kebermaknaan yang tidak bisa diberikan oleh teknologi mana pun.

Sebagai penutup, ditekankan bahwa solusi sejati dari kesepian adalah menyadari tujuan utama penciptaan manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dengan menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan, segala bentuk kesepian duniawi dapat terobati. Struktur kehidupan yang dibangun di atas dasar ketakwaan dan keterlibatan komunitas akan menciptakan benteng pertahanan mental yang kuat bagi Gen Z dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Continue Reading

Ruang Sujud

Indonesia Targetkan Harmonisasi Standar Halal Negara OKI

Indonesia mendorong penyatuan standar sertifikasi halal agar perdagangan produk halal antarnegara Islam semakin efisien dan saling diakui.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indonesia menargetkan harmonisasi standar halal di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna memperlancar arus perdagangan produk halal global. Langkah ini dipandang krusial untuk mengatasi perbedaan regulasi dan sertifikasi yang selama ini menjadi hambatan ekspor-impor produk halal.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan Indonesia siap memimpin upaya tersebut dengan memperkuat dialog dan kerja sama teknis antarotoritas halal negara OKI. Harmonisasi diharapkan menciptakan saling pengakuan sertifikat halal (mutual recognition) sehingga proses perdagangan menjadi lebih cepat dan efisien.

Saat ini, perbedaan standar, lembaga sertifikasi, dan prosedur halal antarnegara Islam kerap menimbulkan biaya tambahan dan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan potensi besar pasar halal global yang terus tumbuh setiap tahun.

Indonesia, melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), telah mengembangkan sistem sertifikasi halal yang terstruktur dan diakui secara internasional. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mendorong penyelarasan standar di tingkat OKI.

Upaya harmonisasi juga diharapkan memperkuat posisi negara-negara Islam dalam rantai nilai halal dunia, sekaligus meningkatkan daya saing produk halal dari kawasan OKI di pasar global.

Menurut pemberitaan media nasional yang mengutip pernyataan Menteri Agama, inisiatif harmonisasi standar halal ini merupakan bagian dari strategi besar Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan di sektor ekonomi syariah dan perdagangan halal internasional.

Continue Reading

Ruang Sujud

Jabal Magnet: Bukit Ajaib di Madinah yang Bikin Mobil Jalan Sendiri

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pernah dengar Jabal Magnet di Madinah? Destinasi unik ini sering disebut sebagai “bukit magnet” karena konon mobil bisa bergerak sendiri tanpa sopir saat berada di jalur tertentu. Fenomena ini membuat banyak jamaah umrah dan wisatawan penasaran—sekali datang, rasanya ingin membuktikan langsung.

Lokasi dan Daya Tarik Jabal Magnet

Jabal Magnet berada di kawasan bukit tandus sekitar 60 km dari Kota Madinah, tepat di tengah padang pasir. Sekilas tampak biasa. Namun, begitu kendaraan diposisikan di titik tertentu, mobil seolah “meluncur” sendiri menuju bukit. Sensasi inilah yang jadi magnet—secara harfiah maupun viral—bagi pengunjung.

Tak hanya itu, jarum kompas kerap tidak stabil di area ini. Kompas bisa berputar tanpa arah jelas, yang makin menambah kesan misterius tempat ini.

Dari Lembah Jin ke Destinasi Wisata

Nama asli Jabal Magnet adalah Manthiqa Baidha (Perkampungan Putih). Dahulu kawasan ini dikenal sebagai Lembah Jin. Konon, para pengembara Badui yang pertama kali menyaksikan mobil bergerak sendiri mengira ada gangguan makhluk gaib.

Seiring meningkatnya minat wisatawan, pemerintah Arab Saudi menata area ini dengan jalur khusus agar pengunjung bisa merasakan fenomena tersebut dengan aman. Bahkan tersedia area tenda bagi yang ingin singgah atau bermalam di sekitar lokasi.

Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena

Secara ilmiah, Madinah berdiri di atas Arabian Shield, formasi geologi berusia sekitar 700 juta tahun. Kawasan ini merupakan endapan lava luas (±180.000 km²) yang terhubung dengan zona rengkahan vulkanik panjang.

Rengkahan ini membentuk sabuk vulkanik yang dikenal sebagai Makkah–Madinah–Nufud. Kondisi geologi tersebut diduga memengaruhi persepsi kemiringan dan medan lokal—menciptakan ilusi optik yang membuat kendaraan tampak bergerak “melawan arah”.

Beberapa literatur berbagai literatur dan kajian ilmiah lain menyebut, bahwa Jabal Magnet Madinah tidak memiliki magnet alami raksasa. Fenomena yang kerap dianggap “ajaib” tersebut lebih tepat dijelaskan sebagai gravity hill atau ilusi optik, ketika mata dan otak manusia keliru membaca kemiringan jalan. Lanskap gurun yang luas, minim pepohonan, serta ketiadaan patokan visual seperti bangunan dan garis horizon yang jelas membuat jalan yang sebenarnya sedikit menurun tampak seperti menanjak, sehingga kendaraan yang bergerak mengikuti gravitasi terlihat seolah-olah melaju sendiri melawan arah (Goldstein, 2014).

Di luar sensasi dan sains, kunjungan ke Jabal Magnet sering mengajak kita merenung: alam menyimpan tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta. Fenomena yang tampak “ajaib” ini mengingatkan untuk tetap rendah hati, bersyukur, dan kagum pada keteraturan ciptaan-Nya.

Continue Reading

News

Indonesia Perkuat Inisiatif B57+ untuk Ekonomi Halal Global

Inisiatif B57+ didorong sebagai platform strategis untuk memperkuat konektivitas perdagangan dan investasi ekonomi syariah antarnegara Islam.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indonesia memperkuat inisiatif B57+ sebagai langkah strategis memperdalam integrasi ekonomi halal global. Upaya ini ditegaskan dalam gelaran Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan investor dari berbagai negara Islam.

Inisiatif B57+ dirancang sebagai platform kerja sama perdagangan dan investasi bagi negara-negara Islam, khususnya di kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya. Melalui forum ini, Indonesia mendorong terciptanya konektivitas pasar, harmonisasi kebijakan, serta kolaborasi bisnis lintas negara berbasis prinsip syariah.

Pemerintah menilai B57+ dapat menjadi pengungkit penting dalam memperluas akses pasar produk halal, memperkuat rantai pasok global, serta meningkatkan arus investasi syariah. Fokus kerja sama mencakup sektor keuangan syariah, industri halal, logistik, pariwisata ramah muslim, hingga ekonomi digital Islam.

Dalam IES 2026, para pelaku usaha menyambut positif inisiatif tersebut karena dinilai mampu menjembatani kesenjangan antarnegara Islam dalam hal standar, pembiayaan, dan akses pasar. B57+ juga dipandang sebagai ruang dialog strategis antara pemerintah dan sektor swasta.

Indonesia memosisikan diri sebagai fasilitator utama dalam inisiatif ini, memanfaatkan kekuatan pasar domestik, stabilitas ekonomi, serta pengalaman dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional. Peran ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global.

Menurut pemberitaan media ekonomi nasional yang meliput Indonesia Economic Summit 2026, penguatan B57+ menjadi salah satu agenda utama Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi halal dunia yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Continue Reading

News

Indonesia Dorong Integrasi Pasar Ekonomi Islam Global & Investasi Halal

Indonesia memperkuat langkah integrasi ekonomi Islam dunia dengan mendorong arus investasi halal dan memperluas kepercayaan investor global.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indonesia aktif mendorong integrasi pasar ekonomi Islam global dengan memperkuat ekosistem investasi halal nasional. Upaya ini ditujukan untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama investasi syariah dunia sekaligus simpul penting perdagangan ekonomi Islam lintas negara.

Dorongan tersebut terlihat dari capaian transaksi investasi halal sepanjang 2023 yang mencapai sekitar 40 transaksi dengan nilai total USD 1,6 miliar. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas, regulasi, dan potensi pasar ekonomi syariah di Indonesia.

Pemerintah menilai integrasi pasar ekonomi Islam global menjadi kebutuhan strategis di tengah pertumbuhan populasi Muslim dunia dan meningkatnya permintaan produk serta jasa halal. Indonesia memposisikan diri bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen dan pusat distribusi dalam rantai nilai halal global.

Selain memperkuat regulasi dan insentif investasi, Indonesia juga mendorong kolaborasi lintas negara Islam melalui berbagai forum ekonomi internasional. Kerja sama ini mencakup sektor keuangan syariah, industri halal, logistik, hingga pengembangan sumber daya manusia ekonomi Islam.

Langkah tersebut sejalan dengan visi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional berbasis nilai-nilai syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Integrasi pasar dinilai mampu membuka akses pembiayaan lebih luas serta mempercepat pertumbuhan usaha halal domestik.

Menurut laporan dan data pemerintah yang dirujuk oleh KNEKS dan Kementerian Investasi, penguatan integrasi pasar ekonomi Islam global menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu berperan sebagai pemain utama dalam peta ekonomi syariah dunia.

Continue Reading

Ruang Sujud

Masjid dan Pertumbuhan Jumlah Muslim di Eropa Barat

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar Eropa Barat, berdirilah masjid-masjid baru yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan komunitas Muslim Albania membangun identitasnya jauh dari tanah kelahiran. Dari Swiss hingga Jerman, dari Austria hingga Italia, komunitas ini perlahan, tapi pasti, meninggalkan jejak yang lebih dari sekadar bangunan fisik: jejak solidaritas, tradisi, dan kepercayaan.

Bagi banyak keluarga Albania di luar negeri, masjid bukan sekadar menara dan kubah. Ia adalah ruang di mana anak-anak belajar bahasa dan ajaran agama, di mana orang tua berkumpul membahas kehidupan dan saling menopang, dan di mana generasi muda menemukan akar identitas mereka di tengah lingkungan yang asing. Pembangunan masjid-masjid ini dijalankan dengan hati-hati, terencana, dan penuh kesabaran, sebuah cerminan ketekunan komunitas yang ingin melestarikan nilai-nilai mereka tanpa menimbulkan gesekan sosial.

Proses ini bukanlah pekerjaan individu. Setiap proyek masjid adalah kerja kolektif yang melibatkan imam, pengurus komunitas, dan sukarelawan dari Albania maupun Balkan Barat. Mereka menggalang dana, merancang program pendidikan, hingga menjalin koordinasi dengan otoritas lokal. Hasilnya adalah bangunan yang bukan hanya menakjubkan secara arsitektur, tetapi juga hidup sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual.

Di balik angka-angka penggalangan dana dan blueprint arsitektur, tersimpan cerita manusia. Ada seorang ibu di Zurich yang setiap minggu menyumbang sebagian kecil dari pendapatannya demi memastikan anak-anaknya bisa belajar Al-Quran di masjid baru. Ada seorang imam di Jerman yang rela menempuh perjalanan berjam-jam demi mengajar generasi muda. Ada pemuda yang mendesain ruang kelas dan perpustakaan di masjid agar bisa menjadi pusat belajar yang nyaman dan inspiratif. Semua kontribusi itu, kecil atau besar, menjadi bagian dari mimpi besar: keberlanjutan komunitas di tanah asing.

Pembangunan masjid ini juga menjawab kebutuhan nyata. Jumlah umat Muslim Albania di Eropa Barat terus bertambah, dan kebutuhan akan fasilitas ibadah yang representatif meningkat. Masjid-masjid baru ini kini menjadi simbol kohesi sosial, membuktikan bahwa komunitas yang terorganisir mampu menjaga identitas dan nilai-nilai spiritual mereka, sambil tetap menyesuaikan diri dengan norma setempat.

Lebih dari sekadar batu dan semen, masjid-masjid ini menegaskan keberadaan komunitas Muslim Albania: kuat dalam solidaritas, kaya dalam tradisi, dan berani menatap masa depan. Mereka membangun lebih dari tempat ibadah—mereka membangun rumah spiritual, pusat pendidikan, dan ruang kebersamaan yang akan dikenang generasi mendatang.

Di balik setiap kubah dan menara, terselip pesan sederhana namun mendalam: di mana pun berada, identitas, keyakinan, dan komunitas bisa tumbuh dengan damai dan berkelanjutan, asalkan ada niat, kerja keras, dan solidaritas yang tulus.

Continue Reading

News

Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global

Karya sineas Palestina diakui festival dunia, tetapi distribusi internasional masih dibatasi faktor politik dan tekanan industri.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Film-film karya sineas Palestina terus meraih pengakuan di panggung internasional dengan memenangkan dan diputar di berbagai festival film bergengsi. Namun, capaian tersebut belum berbanding lurus dengan akses distribusi global yang luas, terutama di bioskop komersial dan platform streaming arus utama.

Sejumlah sutradara Palestina mengungkapkan bahwa meski film mereka diapresiasi di ajang seperti Cannes Film Festival dan Venice Film Festival, jalan menuju penonton global masih penuh hambatan. Mereka menyebut faktor ketakutan politik, tekanan industri, dan sensitivitas isu Palestina sebagai penyebab utama.

Menurut para pembuat film, banyak distributor dan platform besar memilih bersikap aman dengan tidak mengambil risiko menayangkan film bertema Palestina. Kekhawatiran akan reaksi politik, boikot, atau tekanan dari kelompok tertentu membuat karya-karya tersebut kerap berhenti di lingkaran festival saja.

Situasi ini dinilai ironis, mengingat film-film tersebut sering kali mengangkat isu kemanusiaan universal seperti kehilangan, identitas, dan kehidupan di bawah konflik. Para sineas menegaskan bahwa karya mereka bukan sekadar propaganda politik, melainkan ekspresi artistik dan kesaksian atas realitas hidup sehari-hari rakyat Palestina.

Para pengamat perfilman menilai kondisi ini mencerminkan adanya standar ganda dalam industri hiburan global, di mana kebebasan berekspresi tidak selalu berlaku setara. Mereka mendorong adanya ruang yang lebih adil bagi film-film dari wilayah konflik untuk menjangkau audiens internasional.

Meski menghadapi keterbatasan distribusi, para pembuat film Palestina menyatakan akan terus berkarya dan mencari jalur alternatif agar suara mereka tetap terdengar. Mereka berharap keberanian festival-festival internasional dapat diikuti oleh distributor global, sehingga sinema Palestina tidak hanya diakui, tetapi juga ditonton secara luas, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

News

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

Para ilmuwan memperingatkan umat manusia kini berada di titik paling berbahaya sepanjang sejarah Jam Kiamat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Para ilmuwan internasional kembali menggeser posisi Jam Kiamat (Doomsday Clock) semakin mendekati tengah malam. Kini, jarum jam tersebut berada di posisi 85 detik menuju tengah malam, jarak terdekat sejak Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan hampir 80 tahun lalu.

Pengumuman ini disampaikan oleh Bulletin of the Atomic Scientists, lembaga yang secara rutin menilai tingkat ancaman global terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Penyesuaian waktu ini mencerminkan meningkatnya risiko kehancuran akibat berbagai faktor global yang saling berkaitan.

Menurut para ilmuwan, ancaman utama datang dari eskalasi senjata nuklir, krisis perubahan iklim yang semakin tak terkendali, serta perkembangan kecerdasan buatan yang melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan regulasi dan etika global. Selain itu, penyebaran disinformasi juga dinilai memperparah ketidakstabilan politik dan konflik internasional.

Mereka menilai dunia saat ini berada dalam kondisi rapuh, di mana kesalahan perhitungan politik atau teknologi dapat berujung pada konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan. Ketegangan geopolitik antarnegara pemilik senjata nuklir disebut menjadi salah satu faktor paling mengkhawatirkan.

Para ahli menyerukan langkah kolektif global yang lebih serius, termasuk penguatan diplomasi, pengendalian senjata, komitmen nyata terhadap penanganan krisis iklim, serta tata kelola kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Tanpa upaya bersama, peringatan Jam Kiamat ini dikhawatirkan bukan lagi sekadar simbol, melainkan gambaran nyata masa depan umat manusia, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

News

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

Fikih umrah berkemajuan menegaskan keseimbangan antara ketepatan syariat dan kemaslahatan jemaah di tengah meningkatnya praktik umrah massal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Umrah merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam, meskipun tidak termasuk rukun Islam seperti haji. Dalam praktiknya, umrah menjadi ibadah yang semakin diminati umat Islam Indonesia, bahkan sering dilakukan lebih dari sekali. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait pemahaman fikih umrah agar ibadah tidak hanya sah secara ritual, tetapi juga selaras dengan tujuan syariat.

Secara fikih, umrah memiliki ketentuan yang relatif lebih ringkas dibandingkan haji, namun tetap mensyaratkan pemahaman yang tepat. Fikih umrah membahas syarat, rukun, wajib, serta larangan selama ihram. Rukun umrah meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Keempat rukun ini bersifat mutlak dan tidak dapat ditinggalkan. Dalam pandangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, ketepatan dalam melaksanakan rukun menjadi fondasi utama kesahihan ibadah.

Dari aspek what (apa), fikih umrah berfungsi sebagai panduan normatif agar setiap rangkaian ibadah dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Ihram bukan sekadar mengenakan pakaian tertentu, tetapi juga memasuki keadaan spiritual yang menuntut pengendalian diri. Tawaf, sa’i, dan tahallul memiliki makna simbolik yang menegaskan ketaatan dan ketundukan manusia kepada Allah SWT.

Dilihat dari who (siapa), umrah dapat dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Tidak adanya batasan waktu tertentu seperti haji menjadikan umrah lebih fleksibel. Namun fleksibilitas ini sering kali disalahpahami sebagai kelonggaran tanpa batas. Menurut Muhammadiyah.or.id, pembimbing ibadah memiliki peran penting dalam meluruskan pemahaman jemaah agar tidak terjebak pada praktik yang kurang tepat, seperti mengabaikan larangan ihram atau memaksakan ibadah di luar kemampuan fisik.

Aspek where (di mana) dalam fikih umrah menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah hanya sah dilakukan di Masjidil Haram dan tempat-tempat terkait, dengan memulai ihram dari miqat yang telah ditentukan. Kesalahan dalam menentukan miqat atau ketidaktahuan tentang ketentuannya dapat berimplikasi pada kewajiban dam. Oleh karena itu, pemahaman fikih umrah yang aplikatif menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi jemaah pemula.

Sementara itu, umrah dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang diperselisihkan ulama. Dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah, umrah dipandang sah dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan-bulan haji, selama memenuhi ketentuan syariat. Pandangan ini menunjukkan fleksibilitas fikih yang tetap berlandaskan dalil yang kuat.

Fikih umrah perlu ditegaskan kembali muncul dari realitas umrah massal yang kerap berorientasi pada kuantitas. Tidak sedikit jemaah yang menunaikan umrah berulang kali, tetapi kurang memperhatikan nilai-nilai etik dan sosial yang terkandung di dalamnya. Menurut Republika, tantangan utama umrah saat ini bukan pada akses, melainkan pada kualitas pemahaman ibadah.

Dalam konteks how (bagaimana), fikih umrah berkemajuan menekankan prinsip kemudahan dan penghilangan kesulitan tanpa mengabaikan kesahihan. Penggunaan alat bantu, pengaturan waktu tawaf untuk menghindari kepadatan, hingga pelaksanaan sa’i dengan kursi roda dipandang sah selama memenuhi syarat fikih. Prinsip رفع الحرج menjadi landasan utama dalam menghadapi kondisi jemaah yang beragam.

Lebih jauh, fikih umrah juga menuntut refleksi pasca-ibadah. Umrah tidak berhenti pada selesainya tahallul, tetapi harus berdampak pada akhlak dan kehidupan sosial jemaah. Ibadah ini seharusnya melahirkan sikap tawaduk, kepedulian sosial, dan kesadaran spiritual yang lebih kuat. Dalam pandangan Tarjih Muhammadiyah, nilai inilah yang menjadi esensi umrah yang diterima Allah SWT.

Dengan pendekatan fikih yang berkemajuan, umrah tidak sekadar menjadi ritual berulang, tetapi sarana pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Fikih umrah hadir sebagai penuntun agar ibadah ini tetap bermakna, sah secara syariat, dan relevan dengan tantangan zaman.

Continue Reading

News

CAIR Kecam Penetapan Kelompok Muslim sebagai Teroris oleh Pemerintahan Trump

Koalisi organisasi sipil menilai kebijakan tersebut melanggar konstitusi dan mengancam kebebasan sipil umat Muslim di Amerika Serikat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Koalisi pakar hukum dan organisasi masyarakat sipil mengecam keputusan pemerintahan Donald Trump yang menetapkan sejumlah kelompok Muslim yang dikaitkan dengan Muslim Brotherhood sebagai organisasi teroris. Kebijakan ini dinilai berpotensi melanggar konstitusi Amerika Serikat dan merusak prinsip kebebasan sipil.

Menurut Council on American-Islamic Relations (CAIR), penetapan tersebut dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas dan mengabaikan fakta bahwa Muslim Brotherhood bukanlah satu organisasi tunggal, melainkan jaringan longgar dengan konteks dan aktivitas yang berbeda di setiap negara.

CAIR menegaskan bahwa kebijakan ini berisiko memperluas praktik profiling terhadap warga Muslim di Amerika Serikat. Mereka menilai pelabelan teroris berbasis afiliasi ideologis dapat membuka jalan bagi pengawasan berlebihan, pembatasan kebebasan berekspresi, serta kriminalisasi aktivitas keagamaan yang sah.

Para pakar hukum yang tergabung dalam koalisi tersebut juga mengingatkan bahwa pendekatan keamanan semacam ini dapat menciptakan preseden berbahaya. Negara, menurut mereka, seharusnya menindak individu atau kelompok berdasarkan tindakan kriminal yang terbukti, bukan pada asumsi ideologis yang bersifat umum.

Kritik ini disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran komunitas Muslim Amerika terhadap arah kebijakan keamanan nasional yang dinilai semakin politis. CAIR dan organisasi sipil lainnya menyerukan peninjauan ulang kebijakan tersebut agar tetap sejalan dengan prinsip hak asasi manusia dan supremasi hukum, menurut laporan Muslim Network TV.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



Ruang Sujud10 minutes ago

Antara Teknologi AI dan Solusi Spiritual Islam

Ruang Sujud33 minutes ago

Ekonomi Global dalam Pandangan Al-Qur’an: Menghapus Sekat antara Dunia dan Akhirat

News44 minutes ago

Potongan Kiswah Ka’bah Dikirim ke Jeffrey Epstein Lewat Koneksi UEA

Ruang Sujud2 hours ago

Indonesia Targetkan Harmonisasi Standar Halal Negara OKI

News2 hours ago

Anthropic Rilis Claude Opus 4.6, AI Finansial Guncang Saham Software

News7 hours ago

Catat! Prabowo Resmi Tetapkan Cuti Bersama ASN 2026

News7 hours ago

MRT Jakarta Mulai Kaji Jalur Timur-Barat Fase 2 Kembangan–Balaraja

LakeyBanget7 hours ago

Persib vs Malut United: Maung Bandung Bawa Misi Balas Kekalahan

News7 hours ago

Tiba di Jakarta, PM Australia Awali Kunjungan Kerja Perkuat Kemitraan Strategis

News17 hours ago

Pemerintah Atur Skema Pembelajaran di Sekolah Selama Ramadhan

LakeyBanget17 hours ago

Profil Sergio Castel, Bomber Anyar Persib Bandung

LakeyBanget18 hours ago

Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah ke Final AFC 2026 Usai Hajar Jepang

LakeyBanget19 hours ago

Erick Thohir Ngumpul Bareng Presiden FIFA-Petinggi Klub Eropa di Milan, Ada Apa?

News20 hours ago

Pemilih Muslim London Jadi Penentu

News20 hours ago

Penipuan Umrah Masih Terjadi, Kemenhaj Bagikan Tips Memilih Travel yang Aman

News20 hours ago

Mendikdasmen: AI Hanya Alat Bantu, Peran Guru Tetap tak Tergantikan

Ruang Sujud21 hours ago

Jabal Magnet: Bukit Ajaib di Madinah yang Bikin Mobil Jalan Sendiri

News23 hours ago

Mantan Menlu Marty Nilai Keterlibatan RI di Board of Peace Perlu Dikawal Ketat

News24 hours ago

Presiden Prabowo Temui Menlu dan PKB Bahas Arah Diplomasi Indonesia

News1 day ago

Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Tarik Diri dari Board of Peace Jika Tak Sejalan Prinsip RI

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.